XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label winaldha e. melalatoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label winaldha e. melalatoa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

COWOK BIKIN PUSING : Rebound Bersama Setelah Kandasnya Percintaan

Quotes:
Cecile: Mungkin emang loe yang mau hidup gw sepi dan menderita. Sama kayak apa yang loe alami!

Storyline:
Cecile, Tasha dan Justin telah bersahabat lama dimana mereka selalu berbagi cerita apapun. Cecile bersama Tasha bahkan mendirikan sebuah toko kue Cecile’s Bittersweet Chocolate yang laris manis itu termasuk salah satu pelanggan setianya, Dino. Sayangnya kebahagiaan tidak berlangsung lama karena Cecile harus putus dengan tunangannya, Marco setelah berjalan 5 tahun. Tasha dan Justin pun menghibur Cecile dengan membalas perlakuan Marco. Di sisi lain, Dino pun mengakhiri hubungannya dengan Angela yang ketauan berselingkuh. Kesamaan nasib membuat Dino dan Cecile menjadi dekat. Namun apakah perasaan yang mereka miliki itu sungguhan, bukan sekadar rebound saja?

Nice-to-know:

Diproduksi oleh MVP Pictures dan screening terbatas diadakan di Planet Hollywood pada tanggal 28 April 2011.

Cast:
Julie Estelle
sebagai Cecile

Laudya Chintya Bella
sebagai Tasha

Nino Fernández
sebagai Dino

Aming
sebagai Justin

Marcel Chandrawinata
sebagai Marco

Marissa Nasution sebagai Angela
Alex Abbad sebagai Alex

Director:
Winalda E. Melalatoa pernah menggarap MBA (Married By Accident) di tahun 2008 lalu.

Comment:
Tertunda nyaris selama 3 tahun sebelum akhirnya dirilis pada 5 Mei 2011 telah mengubah banyak fakta dalam film ini. Pertama, judul awalnya adalah “Selingkuh”. Kedua, Aming dan Marissa Nasution melakukan debutnya disini, sebelum film-film mereka yang justru rilis duluan. Entah apa penyebab pastinya mengenai penundaan tersebut, yang pasti komedi romantik yang satu ini tidak lantas dipandang sebelah mata.

Plotnya simpel yaitu mengenai cinta dan persahabatan. Cinta yang harus kandas karena banyaknya faktor penghambat yang tidak mampu diselesaikan oleh kedua belah pihak. Bukan sesuatu yang tidak umum, terlebih anda yang sudah sering melewati gagal/suksesnya sebuah hubungan. Lantas bagaimana jika persahabatan yang seharusnya suportif di dalam segala hal justru menjadi pengganjal cinta itu sendiri untuk maju. Siapkah anda untuk berpikir jernih jika harus memilih salah satu di antaranya?

Kurang lebih itulah yang ingin disampaikan oleh penulis skrip kondang, Sekar Ayu Asmara. Apalagi latar belakang tempatnya adalah Bali yang sangat menjual dengan eksotisme uniknya yang tentu sudah sangat dikenalnya secara pribadi. Modal awal tersebut memang terbukti mempermudah kinerja sutradara Winalda yang sebelumnya sudah familiar dengan tema percintaan. Bahkan pada beberapa bagian, kita akan turut merasakan campur tangan seorang Rizal Mantovani yang tampaknya lebih memilih untuk duduk di Departemen Artistik kali ini.
Keempat karakter utamanya disini yakni Julie, Laudya, Nino dan Marcel memang bermain “aman”. Tidak banyak perbedaan yang ditampilkan dari peran-peran mereka sebelumnya. Yang menarik adalah profesi masing-masing dimana bisnis Cecile's Bittersweet Chocolate yang dijalankan Cecile dan Tasha memperkenalkan cake dan coklat dalam tampilan menggugah selera serta tokoh Dino yang digambarkan sebagai seorang guru surfer yang handal. Sedangkan Aming dan Alex Abbad lumayan mencuri perhatian sebagai sidekick, alias pasangan gay yang serba heboh perkataan dan tindak tanduknya. Mudah-mudahan anda tidak terganggu.
Keputusan pemakaian judul film ini memang terkesan tidak tepat. Premis yang dihadirkan di awal mengenai “angka-angka statistik” cowok seakan lenyap begitu saja memasuki pertengahan. Konflik berganti menjadi kaburnya arti persahabatan dan sulitnya menjalankan hubungan baru paska putus alias rebound. Pada akhirnya, permasalahan yang cukup krusial tersebut memang terselesaikan kelewat mudah. Demi mengejar konsep happy ending yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak? Apapun alasannya, Cowok Bikin Pusing tetaplah sebuah tontonan yang fun dan ringan untuk dinikmati.

Durasi:
85 menit


Overall:
7.5 out of 10


Movie-meter:

Kamis, 10 Desember 2009

AI LOP YU PUL : Kabur Ke Jakarta Merajut Impian Bersama

Tagline:
Cinta Sampai Mati


Cerita:
Saat kios Emak dihancurkan oleh gerombolan penagih hutang yang dipimpin Beno, Topan tidak terima dan bertekad membalas dendam kepada Satyo, bos Beno cs. Disitulah ia berkenalan dengan Indun, putri semata wayang Satyo yang tengah kecewa dengan ayahnya yang berniat kawin lagi. Suatu peristiwa membuat Indun terkesan dilarikan Topan ke Jakarta. Dalam perjalanan, kedua insan berbeda jenis itu mengenal satu sama lain dan berjuang melawan kerasnya kehidupan kota besar. Topan diterima bekerja di sebuah pencucian mobil sedangkan Indun mengejar cita-cita menjadi penulis novel. Satyo tidak tinggal diam kehilangan anak kesayangannya tersebut dan memerintahkan Beno cs untuk mendapatkan Indun kembali. Bagaimana akhir romansa Topan dan Indun yang mulai saling mencinta tersebut?

Gambar:

Rumah kos-kosan dan beberapa sudut lingkungan kumuh Jakarta disyut dengan pas dari berbagai sisi sehingga terkesan realistis.


Cast:
Terakhir tampil dalam sekuel Kawin Kontrak, Ricky Harun kali ini bermain sebagai pemuda Batak, Topan yang berusaha mengais rejeki demi melunasi hutang ibunya yang diperankan Anna Shirley, mantan aktris lawas yang lama absen bermain film.
Sempat mendukung Nadine Chandrawinata dalam Mati Suri (2008), Oxcell disini kebagian karakter Indun alias Indah yang bertekad mandiri walau berayahkan juragan kaya Satyo, yang diperankan aktor senior Didi Petet.


Sutradara:
Pernah dipuji realistis dalam mengarahkan MBA, Winaldha E. Melalatoa kembali dengan roman remaja yang dipadu dengan unsur komedi Betawi yang kental.

Comment:

Film produksi Maleo Pictures ini awalnya cukup idealis dengan menampilkan budaya Betawi yang dikombinasikan dengan Batak. Namun sayangnya eksekusi ide cerita tidak berjalan mulus. Banyak hal-hal yang sangat dipaksakan mengalir dan ditelan bulat-bulat oleh penonton begitu saja hingga bisa jadi membuat muak. Beberapa adegan slapstik yang diperlihatkan VJ Mike Lucock dan kawan-kawan juga tidak mampu memancing tawa lepas. Pemilihan cast juga terasa kurang matang, Ricky hanya pas untuk peran komikal dan jika dibawa drama terlihat kedodoran. Demikian Oxcell yang terkesan cukup kewalahan menciptakan chemistry yang pas dengan lawan mainnya itu. Beruntung beberapa aktor-aktris senior seperti Didi, Anna dan Subarkah tampil natural seperti biasanya. Sang sutradara yang saya sukai kinerjanya dalam MBA kali ini mengulangi kesalahan yang sama dengan DO yaitu plot cerita tambal sulam yang kurang berhasil. Sound yang harusnya membantu malah terdengar menggelikan dengan gesekan biola yang tidak simetris dengan situasi cerita. Pada akhirnya Ai Lop Yu Pul yang diilhami dari lagu almarhum Mbah Surip ini terasa hambar di berbagai unsur dan tidak akan meninggalkan kesan apapun.


Durasi:

85 menit


Overall:
6 out of 10


Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor

6.5-poor but still watchable
7-average

7.5-average n enjoyable

8-good

8.5-very good

9-excellent

No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 16 Desember 2008

MARRIED BY ACCIDENT : Kisah Pasangan Belia Menghadapi Kehamilan Dini

Cerita:
Memasuki usia enam bulan pacaran, pasangan belia belasan tahun Raskal dan Ole dipusingkan masalah harus make love atau tidak. Desakan dari kedua teman Raskal yang mesum dan kakak Ole yang hiperseks membuat keduanya terjebak dalam hubungan seks pra nikah. Ternyata kejadian "satu kali" itu membuat Ole hamil. Kebingungan karena tidak siap menghadapi konsekuensi pernikahan dini, Raskal dan Ole nekat mendatangi dokter aborsi. Namun karena asumsi yang menakutkan dan tidak tega dengan anak yang dikandungnya, Ole memutuskan untuk memelihara jabang bayi. Sementara pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara keduanya, kandungan Ole semakin membesar dan sulit untuk disembunyikan lagi. Bagaimana tindakan Ole dan Raskal selanjutnya? Berhasilkah ketahanan cinta mereka lolos dari ujian di saat harapan dan cita-cita yang masih membubung tinggi?

Gambar:
Kualitas gambar secara keseluruhan di indoor maupun outdoor terlihat kurang terang sehingga cukup mengganggu. Apakah karena diblow up atau belum diremastered?

Act:
Marcell Darwin terbukti tidak hanya berwajah cute tapi telah membintangi beberapa jenis film mulai dari horor dan komedi, kini hadir dalam perannya sebagai Raskal, cowok lugu baik hati yang menunjukan rasa tanggungjawab yang tinggi di usia yang tergolong muda.Nikita Willy berperan dalam film layar lebar keduanya setelah Bestfriend. Kali ini sebagai Ole, gadis belia yang terjebak dalam kehamilan, penjiwaan Nikita cukup meyakinkan.Sarah Sechan lagi-lagi menguasai peran komedik yang disodorkan kepadanya. Sebagai bidan de'Bunting, Sarah berhasil "mencuri" layar setiap kali scene ditujukan kepadanya.Duet Ikang Fawzi dan Marini Zumarnis serta Tino Saroenggalo sebagai orangtua Raskal dan Ole melengkapi film ini sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Karya kedua Winaldha E. Melalatoa ini jauh lebih baik daripada Drop Out. Kolaborasinya dengan penulis Ve Handojo menghasilkan sebuah drama remaja yang bisa menjadi teladan. Terlihat dari segi casting yang lumayan menjanjikan dan eksekusi akhir yang ada di atas rata-rata.

Komentar:
Chemistry Raskal dan Ole tertangkap dengan baik, itu yang menjadi poin plus film ini sehingga membuat penonton berempati pada mereka. MBA bisa menjadi potret nyata untuk pergaulan remaja sekarang yang semakin bebas yang tidak tahu konsekuensi apa yang akan mereka hadapi di kemudian hari dari tindakan mereka itu. Film yang manis, wajar, lucu, sarat pesan moral walaupun tidak menggurui.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10