XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label radha mitchell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radha mitchell. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

THE CRAZIES : Senjata Biologis Hancurkan Peradaban Kegilaan

Quotes:
Becca Darling-This is really happening...
Judy Dutton-It's gonna be alright, we're gonna be ok.
Becca Darling-You don't really believe that, do you?

Storyline:
Di Pierce County, Iowa, Sheriff David terpaksa membunuh penduduk lokal Rory Hamill yang mengancam keselamatan warga saat membawa senapan di tengah-tengah pertandingan baseball. Istrinya Dr. Judy memeriksa penduduk lainnya, Bill Farnum yang juga memiliki perilaku ganjil. Di tengah malam, Bill menyekap istri dan anaknya di dalam kamar dan membakar seluruh rumah sampai habis. Paginya, David dan wakilnya Russell Clank dipanggil oleh tiga pemburu yang menemukan pilot yang tewas di Hopman Bog dengan senjata kimia biologis di pesawatnya yang mencemari air seisi kota. Tak lama kemudian, angkatan militer berdatangan dan melakukan evakuasi dengan membunuh setiap populasi di Ogden Marsh. Berhasilkah David, Russell, Judy dan asistennya, Becca melarikan diri tanpa terkontaminasi?

Nice-to-know:
Setiap aktor yang bertransformasi menjadi “crazie" harus duduk untuk menjalani proses make up selama 3 jam!

Cast:
Tahun lalu tampil dalam 2 film sekaligus yaitu A Perfect Getaway dan High Life, Timothy Olyphant berperan sebagai David Dutton, sheriff yang berusaha mengambil langkah terbaik di setiap kondisi terburuk yang dihadapinya sekalipun.
Mengawali karirnya sebagai Pixie Robinson dalam serial televisi Sugar and Spice di tahun 1988, Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Judy Dutten, dokter sekaligus istri sheriff yang berupaya mencari tahu asal usul orang menjadi “gila” mendadak.
Joe Anderson sebagai Russell Clank
Danielle Panabaker sebagai Becca Darling
Christie Lynn Smith sebagai Deardra Farnum
Brett Rickaby sebagai Bill Farnum
Preston Bailey sebagai Nicholas

Director:
Breck Eisner pernah menyutradarai Sahara (2005) yang dibintangi Penelope Cruz dan Steve Zahn.

Comment:
Merupakan remake dari horor klasik karya George Romero di tahun 1973. Salah satu yang menginspirasi banyaknya bermunculan film-film bertemakan zombie yang mengkontaminasi orang-orang di sekitarnya selama satu dekade terakhir. Sebut saja 28 Days Later yang cukup berkualitas. Lantas apa yang bisa diharapkan dari film ini?
Sutradara Eisner boleh dibilang masih setia dengan formula klasiknya, hanya saja ia bermain dengan tempo cepat disini sehingga seringkali meninggalkan penonton tanpa berpikir terlebih dahulu. Banyaknya adegan aksi yang muncul satu persatu sedikit menutupi kelemahan plot yang sebetulnya tidak istimewa itu. Sinematografi yang dihadirkannya tergolong sederhana tapi tetap mendukung suasana ketegangan yang juga dibangun dari score musik latarnya yang demikian maksimal.
Olyphant dan Mitchell merupakan aktor-aktris papan tengah Hollywood yang seringkali terlupakan. Namun keduanya bermain kuat disini sebagai suami istri yang mencoba bertahan hidup sambil berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sekaligus menyelamatkan apa yang tersisa dari kota yang mereka cintai itu. Anderson sebagai Russell turut melengkapi karakter David dan Judy dengan penjiwaan yang meyakinkan, lihat saat “kegilaan” mulai menyergapnya di klimaks cerita
Yang saya sukai dari The Crazies adalah film ini tidak terlalu memfokuskan pada zombie dan perilaku kegilaannya yang destruktif, melainkan bagaimana orang-orang biasa itu berusaha bertahan hidup di tengah situasi yang sangat tidak menguntungkan. Meski ketiganya merupakan tokoh sentral Ogden Marsh - sheriff, wakil sheriff dan dokter - toh mereka bukan pahlawan super yang mampu mengendalikan segala kondisi yang tidak dapat diduga. Namun bukan berarti tidak ada adegan sadis yang membuat anda bergidik karena beberapa scene dijamin membuat anda terpekik sambil tetap terjaga di kursi sepanjang film berjalan. Secara keseluruhan menyajikan perpaduan emosi campur aduk manusia dengan penyelamatan diri yang tak berujung sehingga muncullah satu remake horor berkualitas yang sudah sangat jarang kasusnya.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$39,103,378 till mid May 2010.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 22 Maret 2009

ROGUE : Perjalanan Wisata Berbuntut Teror Buaya Ganas

Quotes:
Pete McKell: I just saw a man get eaten by a fucking crocodile. This is not what I do, alright. You know what I do? I write stupid articles about hotels, restaurants, and resorts. Not about the Australian Outback. And by the way, I fucking hate animals, especially ones that can kill you!
[pause]
Pete McKell: [muttering to himself] Speaking of which, I'm going to kill my fucking editor when I get home.

Cerita:
Seorang penulis kolom wisata Amerika, Pete bertugas melaporkan perkembangan industri pariwisata di bagian Utara Australia. Saat berlayar dengan perahu, ia bertemu dengan beberapa turis dengan karakter yang berbeda-beda termasuk pemandu lokal, Kate yang cantik. Sayangnya tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi diserang hingga terbalik dan menyebabkan kekacauan intern grup tersebut. Terdampar di sebuah pulau kecil, mereka segera menyadari sedang diintai seekor buaya ganas yang besar. Berhasilkah mereka selamat dan keluar hidup-hidup dari tragedi tersebut?

Gambar:
Dibuka dengan perjalanan wisata bahari seakan-akan kita melakukan safari di pedalaman Australia lengkap dengan semua ekosistemnya.

Act:
Aktor asal Perancis, Michael Vartan pertama kali dikenal luas setelah mendampingi Drew Barrymore dalam Never Been Kissed (1999). Kali ini sebagai penulis travel guide, Pete McKell, dia memperlihatkan impersonasi yang baik mulai dari pengetahuan sampai kecekatannya menjelajah alam.
Aktris Australia yang sebelum ini tampil dalam Feast Of Love, Radha Mitchell sebetulnya sering bermain dalam film Hollywood walau bukan sorotan utama. Dalam Rogue, Mitchell berperan sebagai pemandu lokal, Kate Ryan yang pintar walau tidak siap menghadapi situasi yang di luar kendalinya.
Didukung pula oleh aktor Bootmen (2000), Sam Worthington sebagai Neil Kelly.

Sutradara:
Greg McLean baru dikenal lewat Wolf Creek (2005) yang sadis itu. Dalam Rogue, McLean mengetengahkan sosok predator dalam wujud buaya air asin yang mampu menyusun strategi dalam memburu mangsanya. Eksplorasinya dalam film ini boleh mendapat acungan jempol karena mampu menjaga ketegangan dan intensitas cerita.

Komentar:
Set yang digunakan dalam film ini konon dibuat langsung oleh departemen art mulai dari pepohonan, pulau buatan di Northern Territory. Konstruksi buaya pun dibuat di sebuah gudang di Maidstone, Melbourne. Hasil akhirnya? Cukup meyakinkan di samping beberapa scene malam yang benar-benar gelap dan terkesan menyembunyikan special efek yang digunakan. Secara keseluruhan, Rogue tergolong lumayan, akting yang tidak buruk, suasana mencekam dari beberapa kematian akibat serangan buaya. Meskipun ending dapat ditebak dikarenakan keputusan bodoh yang dibuat karakternya, Rogue tetap dapat membuat anda melompat dari bangku penonton. Yah tidak ada salahnya menyaksikan flick ini, cukup memuaskan.

Durasi:
80 menit

U.S. Box-Office:
$10,452 till May 08 only in 10 screens

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 21 Januari 2009

FEAST OF LOVE : Cinta Itu Tidak Selalu Memiliki Jawaban

Quotes:
Bradley Thomas-Do you think love is a trick or do you think it’s the only reason there is to this crazy dream?
Jenny-Which do you believe?
Bradley Thomas-The second one.

Cerita:
Delapan pasangan, empat tanpa ikatan, dua pernikahan, dua pemakaman, seorang ayah pemarah, pasangan yang berpegang teguh, cinta, seks, sakit hati, dan seekor anjing di kota kecil Portland.
Anak hilang Oscar bertemu belahan hatinya Chloe di kedai kopi milik seorang pria bernama Bradley yang baru saja kehilangan istrinya yang kabur dengan pasangan lesbiannya. Bradley kemudian bertemu seorang wanita cantik, Diana yang memiliki affair dengan pria beristri. Semuanya terhubung dengan Harry Stevenson, seorang konselor dan mantan profesor bijaksana yang siap memberikan usaha terbaiknya untuk menyatukan mereka. Apakah cinta harus selalu menemukan jawaban terbaiknya?

Gambar:
Sederhana dan simpel tapi menarik mata karena menyajikan gambar-gambar khas lingkungan kehidupan masyarakat Amerika.

Act:
Morgan Freeman as Harry Stevenson
Greg Kinnear as Bradley Smith
Radha Mitchell sebagai Diana Croce
Billy Burke sebagai David Watson
Selma Blair sebagai Kathryn Smith
Alexa Davalos sebagai Chloe Barlow
Toby Hemingway sebagai Oscar
Jane Alexander sebagai Esther Stevenson
Saya mengagumi penampilan mereka semua dalam film ini. Entah karena sudah kaliber atau kebetulan diarahkan oleh sutradara yang bagus. Semua terlihat natural dan mampu memancarkan emosi sesuai karakter yang diembankan pada mereka masing-masing.

Sutradara:
Nama Robert Benton mungkin tidak banyak dikenal di Indonesia tapi sesungguhnya sutradara berusia 76 tahun ini sudah mengantongi 3 Piala Oscar dan beberapa nominasi baik sebagai sutradara maupun penulis skenario termasuk dalam Kramer Vs Kramer (1979). Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi jaminan mutunya yang kali ini dengan memikat membesut mozaik drama cinta yang satu ini dengan taburan bintang-bintang ternama di dalamnya. Great job grandpa!

Komentar:
Ketiga plot cerita saling bersinergi dengan baik. Masing-masing memberikan pemahaman yang berbeda tentang cinta. Walau terkadang terkesan out of context karena konflik yang melebar, Feast Of Love tetap sebuah tontonan memikat dengan makna yang dalam.

Durasi:
95 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 02 Juli 2008

ESCAPE FROM HUANG SHI : Perjalanan Keselamatan Anak-Anak Yatim Piatu

Quotes:
George Hogg-Why doesn't the school just send these boys back to their families?
Lee Pearson-this isn't a school
George Hogg-it looks like one
Lee Pearson-it's a orphanage

Cerita:
Di saat penyerbuan Jepang terhadap RRC pada tahun 1930, seorang pria berkebangsaan Inggris bernama George Hogg datang untuk menuntun 60 anak yatim piatu dalam sebuah perjalanan sekitar seribu mil melewati gunung bersalju Liu Pan Shan sampai ke padang pasir Mongolia yang aman. Dalam proses, George berjumpa dengan simpatisan komunis berlatar pendidikan Amerika, Jack Chen dan tenaga perawat berkebangsaan Australia, Lee Pearson. Akankah pada akhirnya George berhasil menuntaskan misinya?

Gambar:
Dengan bersetting di China dan Australia, Escape From Huang Shi sangat terasa nyata menyajikan scene demi scene sesuai masanya pada waktu itu.

Act:
Sebelum ini tampil memikat dalam August Rush, aktor Irlandia bernama Jonathan Rhys Meyers memerankan tokoh legendaris George Hogg, lulusan Oxford yang bercita-cita menjadi penulis sampai akhirnya menjadi pengajar dan penyelamat anak-anak yatim piatu China.
Pernah mendukung serial teve ternama Australia berjudul Neighbours, Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Lee Pearson, suster medis yang diperbantukan untuk mengobati pengungsi yang jatuh sakit.
Aktor aktris senior Hongkong, Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh turut mendukung sebagai simpatisan komunis Chen Hansheng dan wanita bangsawan Mrs. Wang yang baik hati.

Sutradara:
Sutradara gaek asal Kanada, Roger Spottiswoode sudah menghasilkan sekitar 20 film sampai saat ini, diawali dengan Terror Train (1980)

Komentar:
Sebuah epik yang diangkat dari kisah nyata dan tidak banyak diketahui khalayak ramai ini juga merupakan kisah perjuangan seorang manusia biasa yang bertindak sebagai pahlawan bagi sesamanya yang lebih membutuhkan bantuan. Jonathan bermain gemilang untuk mentransformasikan sosok Hogg dengan gesture dan tutur katanya. Anak-anak remaja China disini seperti Guang Li dkk pun tampil natural. Kehadiran Radha, Chow dan Michelle juga memberikan warna tersendiri untuk memperkuat cast secara keseluruhan. Di luar beberapa kekurangan tim produksi film ini mengenai latar belakang sejarahnya, Escape From Huang Shi tetaplah menginspirasi. Sepintas film terlihat gelap tetapi ceritanya sangat bercahaya!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$1,027,749 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 23 November 2007

MOZART AND THE WHALE : Perjuangan Cinta Dengan Segala Kekurangannya

Quotes:
Isabelle Sorenson-Be my friend Donald, be my best friend, please, because I really need you. I always felt like you wanted us to get married or something.
Donald Morton-I never said that.
Isabelle Sorenson-Not with words. But instead of that, do you want to just be my friend?
Donald Morton-Without the sex?
Isabelle Sorenson-Without the pressure. My friendship is all I have to give. Do you want it?

Cerita:
Dua orang yang menderita Asperger, sebuah sindrom penyakit autis yaitu kelainan fungsi emosi. Donald adalah seorang pengemudi taksi yang menyukai burung-burung dan seorang jenius dalam angka-angka. Isabelle adalah pemimpin perkumpulan autis yang menyukai musik dan seni lukis. Keduanya bahu membahu menyelamatkan romantisme satu sama lain sambil menghadapi rintangan terbesar yang mungkin saja membuat hati masing-masing kacau balau.

Gambar:
Bersettingkan Washington, film ini mengalir lambat dengan adegan-adegan real di kompleks suburban tengah kota.

Act:
Memulai debut akting pada usia 20 tahun di film Halloween H20 : Twenty Years Later, Josh Hartnett disini memerankan Donald Morton, pemuda autis yang jenius tapi kebingungan menentukan arah hidupnya.
Pernah mendukung Silent Hill (2006), Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Isabelle Sorenson, gadis pemimpin perkumpulan autis yang menyenangi seni dan selalu optimis menjalani hidupnya.

Sutradara:
Pria kelahiran Norwegia bernama Petter Næss ini sebelumnya membesut Bare Bea, satu-satunya film berbahasa Inggris yang beredar cukup luas selain film-film produksi negerinya sendiri.

Komentar:
Meski berjalan lambat, Mozart And The Whale bercerita dengan jujur dan teratur dalam memaparkan konflik utamanya. Chemistry Hartnett dan Mitchell cukup pas dan mereka terampil memerankan orang dengan segala kekurangannya mampu bertahan hidup dengan baik. Semua itu dieksplorasi mendekati kenyataan yang biasa terjadi pada penderita asperger. Cukup menyentuh dan bisa jadi menginspirasi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$36,006 till May 2006 (selected screens)

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!