XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label michael vartan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label michael vartan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

COLOMBIANA : Balas Dendam Si Anggrek Pembunuh

Tagline:
Revenge is beautiful.


Storyline:
Cataleya di usia kanak-kanaknya harus menyaksikan kedua orangtuanya dibunuh oleh mafia berkuasa, Don Luis. Susah payah lolos dari incaran anak buahnya, Cataleya menghampiri pamannya, Emilio dan minta dilatih menjadi seorang pembunuh. 15 tahun kemudian, Cataleya tumbuh menjadi wanita cantik nan berbahaya yang selalu menuntaskan tugas-tugasnya dengan cekatan. Target demi target mengarahkannya pada Don Luis, nama yang selalu ada di dalam kepalanya. Akankah dendam nyawa tersebut dapat terbayar?

Nice-to-know:
Alunan musik yang terdengar saat adegan pembuka di rumah Don Luis adalah “Ave Maria".

Cast:
Memulai karir layar lebarnya dalam Center Stage (2000), Zoe Saldana sebagai Cataleya / Valerie / Jen
Jordi MollĂ  sebagai Marco
Lennie James sebagai Ross
Michael Vartan sebagai Danny Delanay
Cliff Curtis sebagai Emilio Restrepo
Beto Benites sebagai Don Luis

Director:
Olivier Megaton terakhir menangani Transporter 3 (2008).

Comment:
Berapa banyak film action yang mengedepankan karakter wanita? Jika dibandingkan dengan pria mungkin 1 banding 10. Namun jika merunut ke belakang, rasanya sudah cukup banyak judul yang bisa disebutkan. Dalam satu dekade terakhir, mungkin anda dapat menyebutkan nama Angelina Jolie sebagai salah satu aktris yang rajin dihampiri peran tersebut. Bagaimana dengan Zoe Saldana, aktris Afro Amerika eksotis yang semakin menancapkan kukunya di Hollywood ini?
Saldana menjawab tantangan tersebut dengan gemilang. Peran Cataleya dimainkannya dengan lugas, tangguh, seksi sekaligus berbahaya. Gerakan femininnya terkadang bisa berubah menjadi singa betina yang lapar sambil menyembunyikan sisi emosionalnya dalam-dalam. Sayangnya tak jarang karakter Cataleya terkesan terlalu superior dan mencerminkan apa yang biasa dilakukan jagoan pria. Bingung melihatnya bisa bergerak ataupun berpindah posisi dengan begitu cepat dalam sekejap mata?
Selayaknya screenplay karya Luc Besson (yang kali ini bertandem dengan Robert Mark Kamen) lainnya, film ini memang menekankan pada aksi non stopnya. Prolog film selama 25 menit menceritakan kisah Cataleya kecil dalam nuansa Amerika Latin yang teramat kental dan bagian ini menyenangkan. Selepas itu, anda diajak untuk tidak berkedip menyaksikan kiprah Cataleya dewasa menghabisi musuh-musuhnya dengan begitu stylish hingga akhir.

Karakter lain di luar Cataleya tergolong dangkal eksplorasinya. Sang paman, Emilio tidak banyak diceritakan mendampingi Cataleya ataupun memberinya tugas. Sang polisi, Ross juga tidak diperlihatkan tekad kuatnya untuk membekuk Cataleya. Sang kekasih, Danny rasanya dapat disebut sebagai “teman tidur” belaka daripada berbagi cinta? Hmmm. Sang bandit, Don Luis malah disimpan hingga penghujung cerita layaknya raja terakhir dalam game arcade. Padahal keempatnya jelas merupakan tokoh-tokoh kunci yang bisa melengkapi perjalanan hidup seorang Cataleya.
Sutradara Megaton juga mengulangi apa yang dilakukannya dengan Transporter 3 yaitu penceritaan linier dengan tempo cepat, menyisakan sedikit waktu bagi penonton untuk berpikir tentang skripnya yang tidak maksimal. Colombiana memang tak lebih dari film “easy in the eye” yang asyik dinikmati sambil mengunyah popcorn tetapi saya tetap antusias mengikuti setiap menitnya. Saldana lah faktor yang menjadikan semua kekurangan itu termaafkan dan simpati dari anda patut dilayangkan bagi si anggrek maut dari Colombia kali ini.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$33,377,523 till mid Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 22 Maret 2009

ROGUE : Perjalanan Wisata Berbuntut Teror Buaya Ganas

Quotes:
Pete McKell: I just saw a man get eaten by a fucking crocodile. This is not what I do, alright. You know what I do? I write stupid articles about hotels, restaurants, and resorts. Not about the Australian Outback. And by the way, I fucking hate animals, especially ones that can kill you!
[pause]
Pete McKell: [muttering to himself] Speaking of which, I'm going to kill my fucking editor when I get home.

Cerita:
Seorang penulis kolom wisata Amerika, Pete bertugas melaporkan perkembangan industri pariwisata di bagian Utara Australia. Saat berlayar dengan perahu, ia bertemu dengan beberapa turis dengan karakter yang berbeda-beda termasuk pemandu lokal, Kate yang cantik. Sayangnya tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi diserang hingga terbalik dan menyebabkan kekacauan intern grup tersebut. Terdampar di sebuah pulau kecil, mereka segera menyadari sedang diintai seekor buaya ganas yang besar. Berhasilkah mereka selamat dan keluar hidup-hidup dari tragedi tersebut?

Gambar:
Dibuka dengan perjalanan wisata bahari seakan-akan kita melakukan safari di pedalaman Australia lengkap dengan semua ekosistemnya.

Act:
Aktor asal Perancis, Michael Vartan pertama kali dikenal luas setelah mendampingi Drew Barrymore dalam Never Been Kissed (1999). Kali ini sebagai penulis travel guide, Pete McKell, dia memperlihatkan impersonasi yang baik mulai dari pengetahuan sampai kecekatannya menjelajah alam.
Aktris Australia yang sebelum ini tampil dalam Feast Of Love, Radha Mitchell sebetulnya sering bermain dalam film Hollywood walau bukan sorotan utama. Dalam Rogue, Mitchell berperan sebagai pemandu lokal, Kate Ryan yang pintar walau tidak siap menghadapi situasi yang di luar kendalinya.
Didukung pula oleh aktor Bootmen (2000), Sam Worthington sebagai Neil Kelly.

Sutradara:
Greg McLean baru dikenal lewat Wolf Creek (2005) yang sadis itu. Dalam Rogue, McLean mengetengahkan sosok predator dalam wujud buaya air asin yang mampu menyusun strategi dalam memburu mangsanya. Eksplorasinya dalam film ini boleh mendapat acungan jempol karena mampu menjaga ketegangan dan intensitas cerita.

Komentar:
Set yang digunakan dalam film ini konon dibuat langsung oleh departemen art mulai dari pepohonan, pulau buatan di Northern Territory. Konstruksi buaya pun dibuat di sebuah gudang di Maidstone, Melbourne. Hasil akhirnya? Cukup meyakinkan di samping beberapa scene malam yang benar-benar gelap dan terkesan menyembunyikan special efek yang digunakan. Secara keseluruhan, Rogue tergolong lumayan, akting yang tidak buruk, suasana mencekam dari beberapa kematian akibat serangan buaya. Meskipun ending dapat ditebak dikarenakan keputusan bodoh yang dibuat karakternya, Rogue tetap dapat membuat anda melompat dari bangku penonton. Yah tidak ada salahnya menyaksikan flick ini, cukup memuaskan.

Durasi:
80 menit

U.S. Box-Office:
$10,452 till May 08 only in 10 screens

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!