XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nicholas tse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nicholas tse. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

SHAOLIN : Kejatuhan Diri Karena Kekuasaan Kekayaan

Tagline:
In a land torn by strife, the righteous monks of Shaolin stand as a beacon of hope for the oppressed masses.


Storyline:
Berbagai kerajaan dengan panglimanya masing-masing berseteru satu sama lain untuk menguasai Cina Daratan. Salah satu diantaranya adalah Jenderal Hou Chieh yang arogan dengan asistennya Tsao Man yang bahkan mengejar korbannya sampai ke kuil Shaolin. Tanpa kenal ampun Hou Chieh selalu menghabisi korban-korbannya sekaligus bermain politik kotor meski sudah diperingatkan istrinya. Pada satu ketika, Tsao Man mengkhianati Hou Chieh bahkan menyebabkan putri kecilnya, Nan tewas. Sejak saat itu pandangan hidup Hou Chieh berubah dan ia mulai menjalani hidup di Shaolin sebagai pertapa. Namun apakah Tsao Man yang bekerjasama dengan pihak asing akan tinggal diam mengetahui mantan kakaknya itu masih hidup?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Beijing Silver Moon Productions, China Film Group, Emperor Motion Pictures, Huayi Brothers Media dengan estimasi biaya 29 juta dollar.


Cast:

Memulai karirnya sebagai aktor serial televisi Sou hat yi (1982) di usia 21 tahun, Andy Lau kali ini kebagian peran Jenderal Hou Chieh yang ambisius hingga bertobat menjadi pertapa Shaolin.

Sempat bermain dalam The Stool Pigeon dan Hot Summer Days di tahun 2010, Nicholas Tse disini sebagai Tsao Man.

Fan Bingbing sebagai Istri Hou Chieh
Jackie Chan sebagai Koki
Jacky Wu
sebagai Jing Neng

Yu Xing sebagai Jing Kong

Director:
Benny Chan
mengawali karir penyutradaraannya lewat miniseri televisi, Suet san fei wu di tahun 1985.


Comment:
Mungkin bagi anda yang masih ingat dengan Shaolin Temple di tahun 80an yang dibintangi Jet Li, film ini merupakan remake nya walau tidak persis sama dan melakukan penekanan yang sedikit berbeda. Dan harus saya katakan, peran utama yang dipercayakan pada Andy Lau terbayar tuntas. Sebab transformasi karakter yang dimainkan Hou Chieh dari jahat ke baik sangat menyita energi dan ia melakukannya dengan luar biasa terlepas dari kondisi fisik yang sudah tidak dapat dikatakan muda lagi.

Sebagai antagonis, Nicholas Tse memainkan karakter Tsao Man dengan penampilan yang dingin dan keji, cukup berhasil untuk memancing kebencian penonton padanya. Meski hanya berstatus “special appearance” rasanya Jackie Chan tetaplah akan menjadi favorit anda karena karakter Koki berhasil mencairkan suasana dengan begitu jenaka di setiap scene kemunculannya. Sayangnya di luar mereka bertiga, supporting cast terasa kurang digunakan secara maksimal termasuk Fan Bingbing yang hanya muncul sekitar lima scene padahal kesemuanya merupakan aktor-aktris kaliber yang dimiliki Hongkong.

Sutradara Benny Chan menunjukkan kinerja terbaiknya dengan mengedepankan unsur drama yang dikombinasikan dengan aksi sehingga tidak monoton. Kekurangannya adalah
gambar-gambar lanskap yang tidak disorot secara utuh ataupun laju film yang terkadang terasa dipercepat untuk menyiasati durasi yang semakin melebar. Namun Benny mampu memaksimalkan bujet besar dengan penggunaan spesial efek yang sesuai pada tempatnya tanpa berusaha terlalu destruktif dalam penghancuran kuil Shaolin pada bagian endingnya.
Sebagai tontonan penyambut Imlek 2011, Shaolin memang memiliki banyak keunggulan yang patut diperhitungkan. Terutama filosofi Buddhist yang teramat kental. Bagaimana obsesi dan keserakahan akan kekuasaan dan kekayaan dapat membuat seseorang berbuat apapun juga walau harus terjerumus ke tempat yang teramat rendah sekalipun. Bukankah hukum karma berjalan secara adil dalam kehidupan ini?

Durasi:
125 menit


Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 25 Oktober 2010

BEAST STALKER : Kecelakaan Berbuntut Trauma Penyanderaan

Storyline:
Sebuah kecelakaan mengubah hidup mereka selamanya.. Sersan Tong Fei tanpa sengaja membunuh gadis kecil putri kembar Ann Gao. Untuk itu ia merasa benar-benar bertanggungjawab terhadap hidup Ling, putri kembar Ann yang tersisa. Sayangnya Ling justru diculik oleh penjahat Hung atas tuntutan Zhang Yidong untuk sejumlah tebusan dimana Ann harus menyerahkan sample darah kasus yang sedang ditanganinya. Berkejaran dengan waktu, Tong Fei harus mengerahkan segala usaha terbaiknya untuk meringkus Hung yang kejam yang juga harus mengobati istrinya yang terbaring lemah tanpa daya.

Nice-to-know:
Berjudul asli Ching yan untuk peredaran Hongkong nya.

Cast:
Nicholas Tse sebagai Sersan Tong
Zhang Jingchu sebagai pengacara Ann Gao
Nick Cheung sebagai buronan Hung
Liu Kai Chi sebagai Sun
Tung Cho 'Joe' Cheung sebagai Judge Lee
Sherman Chung sebagai Christy
Philip Keung sebagai Cheung Yat-Tung (as Ho-man Keung)

Director:
Dante Lam pertama kali mengawali debutnya lewat G4 te gong (1997).

Comment:
Cukup lama action flick buatan Hongkong tidak mencuat dari segi kreatifitas belakangan ini. Ide yang brilian biasanya dieksekusi dengan seadanya sehingga tidak ada yang baru. Berbeda dengan film ini. Meskipun elemen demi elemen yang dihadirkannya tidak unik tetapi untungnya disajikan dengan nuansa kekelaman yang tepat sehingga tercipta sebuah tontonan yang miris dalam arti yang positif.
Semua karakter disini terasa abu-abu. Mereka ditempatkan dalam situasi yang sulit sehingga jiwa aslinya muncul. Sebut saja Nic Tse yang lama tidak menunjukkan potensi terbaiknya dalam film. Disini ia mempotretkan karakter polisi dengan emosi kemarahan dan trauma kepedihan yang berbaur sempurna. Mewakili antagonis, Nick Cheung memang berbakat dalam memainkan kompleksitas pembunuh keji dengan mata kiri yang rusak mengerikan. Ada juga Zhang Jingchu yang semakin mengukuhkan premis aktris bertalenta sebagai wanita pengacara yang harus meindungi kasus dan keluarganya sendiri.
Itulah yang coba dijual sutradara Dante Lam disini. Eksplorasi karakter ketiga tokoh utama dilakukan dengan sangat baik sehingga mampu mempermainkan perasaan penonton dari awal sampai akhir seperti rollercoaster. Ditambah dengan ending yang cerdas, seakan meletakkan kepingan terakhir pada puzzle yang belum sempurna, The Beast Stalker yang memenangkan 28th Hongkong Film Award kategori Best Actor dan Best Supporting Actor ini akan membuat anda jatuh cinta kembali pada sinema Hongkong di tahun 2000an ini. Sedikit mengingatkan pada Babel ataupun Crash yang juga multi plot dan sanggup berbicara banyak di penghargaan festival film internasional.

Durasi:
110 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 27 Desember 2009

BODYGUARDS AND ASSASSINS : Perlindungan Bapak Revolusi Republik China

Storyline:
Untuk mewujudkan perubahan yang diimpikannya, Dr. Sun Yat Sen mau tidak mau harus berhadapan dengan Dinasti Ching yang saat itu masih berkuasa. Para pembunuh profesional pun dikerahkan untuk menggagalkan rencana Dr. Sun saat kedatangannya di Hongkong. Namun lima pengawal setia Dr. Sun bertekad sekuat tenaga melindunginya walau harus mengorbankan jiwanya sendiri. Harga yang dibayar untuk sebuah perubahan memang kadang terlalu mahal apalagi menyangkut modernisasi di negeri China yang terkenal kuno pada masanya itu.

Nice-to-know:
Diproduksi atas kerjasama China Film Group, Cinema Popular dan Shanghai Media & Entertainment Group.

Cast:
Donnie Yen sebagai Sum Chung-yang
Leon Lai sebagai Lau Yuk-bak
Wang Xueqi sebagai Li Yue-tang
Tony Leung Ka Fai sebagai Chen Xiao-bai
Nicholas Tse sebagai Ah Si
Hu Jun sebagai Yan Xiao-guo
Li Yuchun sebagai Fang Hong
Eric Tsang sebagai Detective Smith
Simon Yam sebagai Fang Tian
Fan Bingbing sebagai Yuet-yu
Le Cung sebagai Sa Zhen-shan
Wang Bo-Chieh sebagai Li Chung-guang
Zhou Yun sebagai Ah Suen

Director:
Merupakan karya kedelapan Teddy Chan sejauh ini sejak terakhir Wait 'Til You're Older (2005).

Comment:
Premis film ini menunjukkan sejarah Kebangkitan China di akhir tahun 1800an. Buang jauh-jauh kata "membosankan" saat mendengarnya karena film ini justru bercerita dengan luar biasa. Aspek drama berpadu kuat dengan unsur actionnya di sepanjang durasinya.
Sutradara Teddy Chan mengemas plotnya dengan padat, bisa dikatakan sedikit mengesampingkan detail yang seharusnya diangkat. Namun yang terpenting adalah semangat juang yang ingin ditampilkan para pahlawan dan pembunuh bayaran tersebut. Dan Teddy memiliki jajaran ensambel cast yang luar biasa disini sebagai pendukungnya. Donnie Yen yang biasanya dominan kali ini berbagi porsi yang sejajar dengan Leon Lai, Simon Yam, Wang Yueqi, Liang Cia Hui. Junior mereka macam Nicholas Tse, Fan Bingbing, Zhou Yun, Wang Bo-Chieh hingga biduanita Li Yuchun juga terampil mengisi perannya masing-masing. Tanpa lupa menyebutkan Hu Jun, Le Cung dkk yang memainkan karakter antagonis dengan cukup meyakinkan. Masing-masing dibebatkan karakterisasi dengan motivasi yang berbeda-beda.
Bagian pertama mungkin sedikit slow karena penjelasan historis yang melatar belakangi cerita disertai dengan pengenalan tokoh-tokoh utamanya dan korelasi di antara mereka semua. Bagian kedua merupakan full aksi seru bertensi tinggi yang menakjubkan yang tidak jarang disematkan semangat pengorbanan dan dedikasi tinggi di dalamnya. Dipastikan anda akan trenyuh dibuatnya apalagi momen kematian para pahlawan tersebut dibuat slow motion dengan texting penjelasannya yang mempertegas kiprah mereka. Semua yang saya uraikan itulah keunggulan Bodyguards & Assassins yang juga plus dari sisi sinematografi, setting, kostum dan permainan kameranya. Saksikan dan anda akan mengakui ini sebagai salah satu film Asia terbaik selama beberapa dekade terakhir. Tidak percaya?

Durasi:
135 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent