XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nanang istiabudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nanang istiabudi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2010

BIDADARI JAKARTA : Isu Prostitusi, Narkoba dan Anak Jalanan Versi "Mudah"

Storyline:
Dari Kalimantan dengan harapan menjadi penyanyi di ibukota, Ulin malah terjebak dalam prostitusi terselubung sebuah night club. Keadaan mau tidak mau membuatnya menjadi pelacur jalanan yang harus selalu siap melayani laki-laki manapun yang disodorkan maminya. Beruntung persahabatannya dengan Anissa dan Tiara menguatkan batinnya untuk menjalani hidup terutama setelah bertemu Albert, eksekutif muda sukses yang menaruh hati padanya.
Di lain kasus, bocah laki-laki bernama Fahmi yang dijuluki si Ingus harus bertahan hidup di jalanan dengan mengamen. Selain harus bersaing dengan rekan sesama bocah pengamen, Ingus menghadapi "bengisnya" pemimpin mereka sekaligus berjuang mendapatkan perhatian dan kasih sayang ibu kandungnya yang tidak pernah mau mengakui keberadaannya.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh perusahaan independen, PT Mega Multi Media.

Cast:
Poppy Bunga sebagai Ulin
Pernah mendukung Nadine Chandrawinata dalam Mati Suri (2008), aktor Malaysia Keith Foo bermain sebagai Albert
Renny Novita
Ayang
Fahmi Aditya

Director:
Pernah menangani horor Terowongan Casablanca yang berkualitas rendah tetapi sukses, Nanang Istiabudi kali ini berusaha mengangkat isu pelacuran dan anak jalanan.

Comment:
Paruh pertama film terasa "menyiksa" sekali. Mengapa? Sebab kita disuguhi potongan gambar demi gambar yang berusaha menjelaskan apa itu women trafficking dan nasib anak jalanan. Kesan depresi dan menyedihkan benar-benar tertangkap apalagi dibantu dengan ilustrasi musik yang menyayat-nyayat. Pertanyaannya, apakah ini baik untuk film? Jika digarap dengan benar harusnya iya karena penonton bisa jadi bersimpati dengan karakter-karakternya. Tetapi garapan Nanang ini hanya sekadar menunjukkan, tidak bercerita sehingga kita akan stress dibuatnya. Memasuki paruh kedua, mood film sedikit membaik apalagi dengan hadirnya kisah cinta. Namun timbul pertanyaan yang lebih ekstrim lagi, apa yang menyebabkan pria sesempurna Albert jatuh cinta pada tokoh Ulin? Alasan kasihan? Pernah ditabrak? Atau murni cinta pada pandangan pertama? Semua sebab itu tidaklah penting lagi karena semua konflik pada film dengan mudahnya diselesaikan begitu saja. Perseteruan antar anak jalanan ataupun pemimpin mereka dibiarkan mengambang begitu saja. Kesan natural yang harusnya dihadirkan oleh kepolosan pemain-pemain cilik itu malah kurang wajar. Hasil akhir menjadi tidak maksimal di semua lini Bidadari Jakarta, judul yang juga tidak tepat. Skenario yang ditulis Jimmy S. Johansyah mungkin salah satu penyebab utamanya. Sayang memang karena isu-isu yang diangkat adalah masalah sosial keseharian yang dihadapi kota metropolitan manapun termasuk Jakarta.

Durasi:
90 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 03 April 2009

KERETA SETAN MANGGARAI : Terjebak Di Dalam Kereta Hantu Tanpa Masinis

Cerita:
Lima sahabat yakni Rey, Fajar, Fifi, Dado, Key berencana berlibur di daerah Jawa Barat, tapi tujuan lain menghambat mereka yaitu harus mencari dua sepupunya yang tak kunjung pulang selepas berlibur ke Bogor. Hal ini kemudian membawa mereka terbawa dalam sebuah kereta di malam Jumat setelah mobil yang ditumpangi mogok. Di dalam kereta, mereka menyadari bahwa merekalah manusia yang masih nyata dan berusaha untuk berjuang dari gangguan hantu-hantu yang tewas karena kecelakaan kereta bertahun-tahun silam. Nyawa mungkin saja menjadi taruhannya jika mereka tidak berhasil keluar hidup-hidup..

Gambar:
Seperti nuansa film horor awal tahun 90an. Setting sebagian besar di dalam gerbong kereta yang terlihat cukup eksklusif.

Act:
Vera Lasut
Nelly Yustikarini
Ferry Gustian
Ocke Mulyawan
R Ray Thompson

Sutradara:
Pernah membesut horor sukses Terowongan Casablanca, Nanang Istiabudi kembali dengan mitos lokal dalam Kereta Setan Manggarai ini. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dipertontonkannya dahulu, eksekusi cerita dengan mengeksplorasi ketakutan karakternya masih menjadi jualan utama.

Komentar:
Dengan hanya mengandalkan make-up, harus diakui penampakan hantu-hantu di film ini cukup membuat bulu kuduk merinding. Dari awal sampai akhir memaksimalkan ruang di dalam gerbong kereta untuk membangun cerita. Dua hal yang yang sebetulnya nilai plus film ini. Tapi sayangnya ada lagi dua hal minus yang paling kentara dari film ini yaitu akting pemain-pemain yang belum punya nama itu masih mentah dan lagi logika cerita tidak cukup kuat untuk membuat kita terbius sepenuhnya oleh film ini, apalagi konon diangkat dari kisah nyata. Benar-benar sulit dipercaya!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!