XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label mentari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mentari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

LOVE AND EDELWEISS : Psikopat Obsesif Korban Masa Kecil

Storyline:
Mendapat penyiksaan psikis dan batin semasa kecilnya dari kedua orangtuanya membuat Ryo tumbuh menjadi pemuda psikopat. Perasaan cemburunya selalu memuncak saat melihat Cinta dan Bugi bermesraan. Bugi seringkali terlalu posesif dalam melindungi Cinta yang lama kelamaan merasa terganggu. Di sisi lain, semua kesulitan Cinta selalu berhasil diatasi Ryo. Adik kandung Cinta, Marsha sedikit banyak bersimpati pada Ryo yang dianggapnya pendiam dan introvert. Namun kecurigaan Marsha muncul saat melihat Ryo berkonsultasi secara rutin dengan seorang psikiater wanita. Akankah kegilaan Ryo dapat dihentikan pada akhirnya sekaligus menghindari jatuhnya korban?

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Putra Pictures ini diproduseri oleh Putra Permata Januari.

Cast:
Sang psikopat Ryo diperankan oleh Mike Lucock yang mendapat peran utama pertamanya disini.
Kakak beradik Cinta dan Marsha dimainkan oleh Mentari dan Sarah Shafitri.
Didukung pula oleh Aldo Bamar, Meriam Bellina, Sonny Tulung, Ira Wibowo, Donny Kesuma dan Chriss Hatta.

Director:
Merupakan debut penyutradaraan bagi Anto Tanjung yang bekerjasama dengan Beng Irawan dan Ical Hariawan untuk menyuguhkan sesuatu yang beda disini.

Comment:
Film ini awalnya akan ditayangkan akhir tahun lalu tapi entah kenapa ditunda sampai nyaris pertengahan tahun ini. Durasinya yang cukup singkat sempat membuat saya bertanya-tanya apakah ada bagian yang dipangkas? Entahlah. Yang pasti produser dan sutradara berniat mengangkat tema kekerasan dalam rumah tangga yang mungkin berdampak negatif bagi perkembangan psikis anak di masa depannya. Namun tepatkah sarana yang digunakan? Rasanya belum karena potongan-potongan masa lalu hanya ditampilkan sekilas lewat ingatan Ryo saja dan itupun belum cukup kuat untuk menjelaskan motif secara keseluruhan. Mike yang biasa jadi figuran kocak kali ini bermain serius dengan mengubah aksen dan bahasa tubuh seorang psikopat. Usahanya cukup konsisten hingga akhir walau belum bisa dikatakan cemerlang. Alur cerita berusaha dibuat melompat-lompat dengan flashback tapi tidak terlalu efektif untuk menyatukan secara utuh maksud yang ingin disampaikan. Endingnya yang sedikit dipaksakan dengan logika seadanya cukup mengganggu apalagi sampai menampilkan arwah penasaran yang sangat menggelikan dan tidak meninggalkan esensi apapun. Bunga edelweiss hanya dijadikan simbol persahabatan dan keabadian belaka. Alhasil kinerja Love and Edelweiss tidak jauh berbeda dengan FTV ataupun sinetron yang masih miskin dalam bertutur.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 04 Maret 2010

BELUM CUKUP UMUR : Problematika Kehamilan Dini Remaja Belia

Storyline:
Persahabatan Aya dan Brenda yang sama-sama berusia 16 tahun sedikit terusik saat Aya mengaku positif hamil akibat perbuatan pacarnya, Ares yang dua tahun lebih tua. Brenda yang marah meminta pertanggungjawaban Ares. Namun karena masih sama-sama muda, mereka tidak bernyali untuk itu. Solusi terbaik diyakini menggugurkan kandungan yang masih berusia tiga bulan ke bawah tersebut. Dimulailah petualangan mencari dokter kandungan yang mau mengerjakan hal tersebut terhadap anak di bawah umur. Di saat itulah persahabatan dan kasih sayang mereka bertiga diuji oleh hambatan-hambatan yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Handmade Films dan diproduseri oleh Albert Pondaga.

Cast:
Cukup kompak sebagai trio sahabat remaja
Joanna Alexandra sebagai Aya
Zidni Adam Jawas sebagai Ares
Mentari sebagai Brenda

Director:
Baru saja minggu lalu menggarap Kain Kafan Perawan, Nayato rupanya kembali kejar setoran dengan film ini ironisnya dengan bintang-bintang yang sudah pernah bekerjasama dengannya sebelum ini. Kontrak multi film kah?

Comment:
Sebagai sebuah drama, film ini mengajarkan arti cinta, kesetiakawanan, seks pra nikah bagi kalangan remaja kota besar yang rasanya sudah tidak umum lagi. Semua dikemas Nayato dengan style yang colorful memanjakan mata dan ilustrasi musik yang sesuai. Untungnya kali ini eksplorasi yang dilakukannya tidak berlebihan sehingga nilainya tidak jatuh lagi seperti biasanya. Dari segi casting, Joanna dan Mentari tampil cukup apik sebagai remaja belasan tahun, begitu pula dengan Zidni yang terlihat nerd dan lugu. Belum Cukup Umur sepintas terlihat mengadopsi drama remaja sukses Hollywood, Juno (2008) di awal cerita dan mungkin juga mengingatkan sebagian penonton lokal pada Married By Accident (2008) tetapi seiring bergulirnya cerita, tema tersendiri yang diusung rupanya berbeda dan sedikit menawarkan twist di ending yang cukup mengejutkan sekaligus menyebalkan?! Durasi 70 menit rasanya terlalu panjang untuk sebuah pesan moral singkat tapi terlalu pendek juga untuk "keharusan" mengeksplorasinya secara lebih detail lagi.

Durasi:
70 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 22 Januari 2010

JEJAK DARAH : Pengguguran Kandungan Malpraktek Kosmetik

Storyline:
Mischa dan Jessica bersahabat sejak SMA. Masalah mulai muncul saat Mischa merahasiakan kehamilannya akibat perbuatan pacarnya Reno dan meminta Jessica mengantarnya ke suatu klinik dan tidak kembali lagi. Beberapa waktu kemudian, Mischa ditemukan tewas di kamar kosnya. Lima tahun setelah kejadian itu, Jessica mulai mengalami kejadian supernatural dimana arwah seorang gadis cilik terus menguntitnya mulai dari rumah sampai kantor. Dalam kepanikannya, Jessica bertemu kembali dengan Reno yang sudah bekerja sebagai fotografer pernikahan. Berdua mereka mengenang masa lalu dan mulai mengumpulkan petunjuk demi petunjuk atas apa yang terjadi pada Mischa dahulu. Siapakah arwah gadis kecil tersebut dan apa tujuannya?

Nice-to-know:
Diangkat dari novel best seller karangan Chris X alias Chris Santosa.

Cast:
Debut layar lebar pertama bagi Mentari langsung mendapat peran utama sebagai Jessica, gadis paranoid yang diganggu penampakan setelah kematian sahabat dekatnya beberapa tahun lalu.
Setelah beberapa kali terakhir bermain komedi, Dimas Aditya terjun ke horor kembali sebagai Reno yang berusaha tegar setelah kematian misterius mantan pacar yang dicintainya.
Pernah mendukung Lawang Sewu (2008), Thalita Latief tampil sekilas di awal film sebagai Mischa.
Tokoh antagonis diperankan oleh aktor kawakan Robby Tumewu sebagai dokter malpraktek.

Director:
Namanya masih terdengar asing karena Jejak Darah merupakan debut pertama Nur Hidayat.

Comment:
Novelnya yang cukup terdengar di kalangan pembaca karena dicetak ulang berkali-kali mungkin satu-satunya daya tarik film ini. Jajaran cast sebetulnya cukup bisa diandalkan. Namun pemasangan nama Mentari sebagai tokoh utama bisa dibilang cukup berjudi. Penjiwaannya dengan ekspresi ketakutan masih terlalu datar dan kurang meyakinkan. Tapi itu tidak sepenuhnya kesalahan dia karena skrip pun tidak mendukung. Konseptual cerita yang sebetulnya menarik menjadi tidak spesial sama sekali saat diformat dalam film layar lebar. Alur ceritanya berjalan lambat dengan pengadeganan yang sangat monoton sehingga penonton akan merasa cepat bosan. Hal ini mungkin juga disebabkan faktor sutradara yang kurang berpengalaman dalam memaksimalkan segala potensi yang ada. Isu penggunaan janin/plasenta bayu untuk bahan dasar produk kosmetik memang sudah didengungkan bertahun-tahun silam, sayangnya Jejak Darah kurang tepat mengetengahkannya. Apalagi tanpa promosi yang memadai dan kemunculan tiba-tiba di tengah slot film lokal yang berbagai macam rasanya tidak heran jika film ini akan flop di pasaran.

Durasi:
90 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!