XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label brian cox. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label brian cox. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

CORIOLANUS : Great Shakespeare Play Into Cinema

Quote:
Caius Martius Coriolanus: I'll fight with none but thee, for I do hate thee.
Tullus Aufidius: We hate alike.

Nice-to-know:
Ralph Fiennes pernah memerankan tokoh Coriolanus dalam opera di Almeida Theatre, London pada tahun 2000.

Cast:
Ralph Fiennes sebagai Caius Martius Coriolanus
Gerard Butler sebagai Tullus Aufidius
Brian Cox sebagai Menenius
Jessica Chastain sebagai Virgilia
Vanessa Redgrave sebagai Volumnia

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Ralph Fiennes yang pernah dua kali dinominasikan sebagai aktor terbaik dalam ajang Oscar.

W For Words:
William Shakespeare dikenal publik sebagai pujangga berbahasa Inggris terbaik di dunia. Karya-karyanya berulang kali dipertunjukkan di atas panggung dan beberapa di antaranya bahkan diadaptasi ke layar lebar. Paling ternama adalah Romeo + Juliet versi Leonardo DiCaprio dan Claire Danes dimana sutradara Baz Luhrmann memindahkan settingnya ke jaman modern. Sama halnya yang dilakukan oleh Ralph Fiennes lewat film ini yang merupakan kali pertama kisah pahlawan Roma ini diangkat dalam format apapun juga. Interesting, huh?

Paska perang, Caius Martius adalah tentara sekaligus figur publik berpandangan ekstrim yang berbalik membenci rakyat Roma karena sikap dan perlakuan mereka yang apatis terhadapnya. Label pengkhianat pun disematkan padanya sehingga demi menghindari kekacauan masal, dewan memutuskan Caius wajib meninggalkan kota. Tidak terima, ia bertekad membalas dendam sekaligus berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Tullus Aufidius.

Yang menarik adalah kinerja Fiennes yang super sibuk di depan dan di belakang kamera sekaligus. Pergeseran konfliknya cukup terlihat mulai dari Caius yang dibenci, memperoleh simpati, kehilangan respek,  pengasingan, pengkhianatan sampai keputusan hidup atau mati pada akhirnya. Sejujurnya banyak adegan yang dapat dipangkas untuk penekanan yang lebih efisien sehingga durasinya tidak kelewat lama. Sayangnya lagi nama-nama besar seperti Butler, Cox, Redgrave, Chastain tidak dimaksimalkan dan terkesan sebagai karakter pelengkap belaka bagi Fiennes yang sangat dominan disini.

Penggunaan bahasa menjadi kendala utama disini. Penulis skrip John Logan memilih “setia” pada Shakespeare dengan mempertahankan archaic language yang sangat asing di telinga. Porsi terbesar film yang dihabiskan melalui pertukaran dialog antar karakternya pun semakin memperburuk situasi dimana penonton masa kini bisa jadi kehilangan interest walaupun sudah dibantu dengan subtitle. Padahal jika mau dicermati, setting modern lengkap dengan pemakaian seragam/kostum masa kini, penggunaan ponsel dan pengendaraan mobil teranyar telah menegaskan adaptasi lawas yang bergulir lancar.

Coriolanus seakan diperuntukkan bagi ambisi positif seorang Ralph Fiennes. Karisma dan keahlian aktingnya belum pudar, ditambah kompetensi sutradara yang mulai dirambahnya semakin memperkuat posisinya di kancah perfilman Hollywood masa mendatang. Secara keseluruhan, saya merasa screenplay dengan bahasa asli ini sejatinya lebih cocok bagi panggung teater, bukan media film. It’s definitely not everybody’s cup of tea, especially for moviegoers nowadays who are looking for a quick snack but might end up bored and completely clueless.

Durasi:
123 menit

U.S. Box Office:
$756,452 till May 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 22 April 2011

BATTLE FOR TERRA : Perseteruan Perebutan Planet Tempat Tinggal

Tagline:
Their world is mankind's only hope for survival.

Storyline:
Ketenangan planet Terra mendadak terganggu oleh kedatangan pesawat-pesawat asing. Adalah gadis pemberani bernama Mala yang berang saat mengetahui ayahnya diculik oleh salah satu pesawat tersebut. Inisiatif serangan tersebut ternyata berasal dari para manusia penduduk Bumi yang bertekad mencari tempat tinggal baru dipimpin oleh Jenderal Hemmer. Tanpa sengaja Mala malah menolong pilot pesawat tempur bernama Jim Stanton yang cedera parah dalam insiden itu. Kini eksistensi planet Terra menjadi terancam ketika Jenderal Hemmer memutuskan untuk meluncurkan Terraformer yang akan mengubah udara menjadi oksigen manusia. Berhasilkah Mala Senn dkk melakukan serangan balik?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh MeniThings LLC dan Snoot Entertainment.

Voice:
Luke Wilson sebagai Jim Stanton
Evan Rachel Wood sebagai Mala
Justin Long sebagai Senn
David Cross sebagai Giddy
Chris Evans sebagai Stewart Stanton
Brian Cox sebagai Jenderal Hemmer
Dennis Quaid sebagai Roven
Danny Trejo sebagai Elder Barum

Director:
Nama Aristomenis Tsirbas mungkin masih agak asing karena ia lebih banyak menangani spesial efek dan digital artist sebelumnya termasuk dalam Titanic (1997).

Comment:
Sayang sekali film ini harus menunda penayangan selama bertahun-tahun di Indonesia, bahkan jauh setelah Avatar (2009) yang dapat dikatakan versi human action nya dengan penyempurnaan di berbagai lini. Jadi bagi anda yang sudah menyaksikan Avatar maka disarankan dengan sangat untuk menonton yang satu ini juga. Tujuannya hanya sebagai komparasi atau mungkin malah membuka cakrawala tersendiri mengenai konsep film animasi. Anda yang menentukan!
Penulis dan sutradara Tsirbas di luar dugaan malah mendobrak pakem film animasi belakangan ini yang kental dengan nuansa komedi. Ia bekerjasama dengan Evan Spiliotopoulos yang mengerjakan skenarionya untuk menghadirkan konsep drama konvensional yang dibalut dengan pesan-pesan moral yang kuat untuk berbagai lapisan umur.









Premis sains fiksi yang diusungnya dapat dikatakan diputar balik 360 derajat. Planet asing yang digambarkan indah dan kontras dengan efek 3D yang dibebatkannya, tipikal alien yang biasanya seram malah terlihat menggemaskan dan sangat bersahabat, kaum manusia yang umumnya menjadi pahlawan justru sebagai pihak penyerang disini. Kelemahannya bisa jadi dari segi keseimbangan teknologi dua pihak yang bertikai terasa jomplang tetapi diselesaikan begitu saja di akhir cerita.
Para pengisi suara melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan wajah animasinya yang juga kaya ekspresi. Saya mencermati karakter Jenderal Hemmer yang paling berhasil dengan kebengisan dan sikap otoriternya sedangkan Mala mewakili kelembutan dan keberanian seorang gadis. Nama-nama tenar akan anda temukan di dalamnya seperti Wilson, Quaid, Long, Cox, Rachel Wood, Evans, Cross, Trejo dan lain-lain.









Animasinya tergolong mumpuni sehingga anda benar-benar seperti berada di dalam planet Terra yang ajaib. Elemen 3D disini tidak akan memunculkan benda-benda ke hadapan anda tapi lebih memanfaatkan kedalaman obyek terhadap persepsi mata anda. Battle For Terra akan mengajarkan anda mengenai perjuangan hidup, keberanian mempertahankan apa yang anda yakini dan yang terpenting adalah perdamaian yang harus dijaga bangsa manapun juga di dunia untuk menghindari perpecahan.


Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$1,647,083 till Sept 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter: