XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label winky wiryawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label winky wiryawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

SEHIDUP (TAK) SEMATI : Pencarian Jodoh Kedua Pilihan Mendiang Istri

Cerita:
Merayakan hari jadi pernikahan yang pertama membuat TItan dan Helena bersemangat untuk memberi kado satu sama lain pada makan malam romantis di sebuah restoran mewah. Sayangnya insiden terjadi saat tidak membawa obat, Helena malah terserang asma akut di toilet dan meninggal seketika. Keseihan membuat Titan nyaris kehilangan gairah hidup sampai ia bertemu hantu Helena yang belum bisa naik ke atas karena janji yang pernah ia ucapkan dulu. Menganggap dirinya berhalusinasi, Titan menemui psikiater senior yang kemudian mengirim asistennya, Olin untuk mengawasi aktifitas Titan sehari-hari. Hantu Helena meminta Titan mencari istri terbaik dari sekian yang ditawarkan. Bagaimana Titan dapat memilih salah satu dari mereka di saat ia masih mencintai Helena?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Millenium Visitama dan gala premierenya dilangsungkan di Senayan City XXI tanggal 25 Mei yang lalu.

Cast:
Baru saja beberapa minggu lalu bermain antagonis dalam Demi Dewi, Winky Wiryawan kali ini didapuk sebagai Titan, eksekutif muda yang rapuh karena ditinggal mati istri yang dicintainya tetapi berusaha bangkit kembali untuk mencari cinta yang baru
Sempat masuk nominasi Aktris Favorit Indonesian Movie Awards beberapa waktu lalu, Fanny Fabriana sebagai hantu Helena, mendiang istri Titan yang berusaha menuntaskan misi terakhirnya.
Beberapa kali tampil dalam film-film Nayato kemarin, Joanna Alexandra memerankan Olin, asisten psikiater yang cupu dan menyimpan masa lalu menyedihkan.
Astri Nurdin sebagai Irene.

Director:
Terakhir kali tidak terlalu sukses lewat Bukan Malin Kundang yang kacau itu, Iqbal Rais mencoba peruntungannya disini dalam komedi romantis modern.

Comment:
Plotnya mengingatkan pada Ghost dan Over Her Dead Body ataupun judul-judul komedi romantis Hollywood lainnya yang bertemakan serupa. Harus diakui tidak terlalu orisinil tetapi untungnya Iqbal mengemasnya dengan humor bernuansa lokal yang khas. Terima kasih pada karakter supir-pembantu Titan yang kocak dan saling bersinergi dengan baik di setiap scene yang ditawarkan pada mereka. Winky berakting di luar kebiasaannya, gaya seorang eksmud yang loveable dibawakan dengan lugas dan natural. Fanny bermain ciamik sebagai manusia dan hantu sekaligus yang perfeksionis. Chemistry Winky dan Fanny di awal film juga cukup menarik. Joanna dan Astri meski scenenya tidak terlalu dominan tetap mampu mencuri perhatian. Tone drama yang cukup kental mampu didukung penggambaran lanskap kontemporer yang tepat. Alhasil Sehidup (Tak) Semati dapat dikatakan drama komedi romantis yang cukup hangat dan menyegarkan di tengah rendahnya kualitas genre film-film sejenis belakangan ini. Melepas orang yang anda cintai memang tidak mudah bukan? Apalagi bangkit dari rasa kehilangan setelah ditinggalkan orang yang dicintai tentunya lebih sulit lagi.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Senin, 26 April 2010

DEMI DEWI : Anak Adalah Segala-galanya

Storyline:
Suatu pagi saat hendak mengantar suaminya Terry berangkat kerja, Adara malah menyaksikan putri kesayangannya Dewi diculik oleh pria bermantel yang belakangan diketahui bernama Leo. Tujuannya adalah uang tebusan yang nyaris bernilai setengah miliar rupiah. Adara sebetulnya lebih mencemaskan kondisi Dewi yang menderita asma. Di lain pihak Leo begitu memperhatikan Dewi yang mengingatkannya pada putri ciliknya, Satin yang meninggal karena sakit dan tidak memiliki biaya untuk membayar operasi. Bagaimana sesungguhnya masa lalu kedua orang yang tidak saling mengenal tersebut? Berhasilkah Dewi diselamatkan meskipun Adara harus mempertaruhkan segalanya?

Nice-to-know:
Press conferencenya dilangsungkan di Soho Cafe dan ditutup dengan gala premiernya yang cukup megah di Senayan City XXI 26 Maret yang lalu.

Cast:
Cukup lama absen di layar lebar, Winky Wiryawan ternyata masih konsisten berakting dalam memerankan tokoh penculik humanis bernama Leo yang menjadi gagap setelah berduka akibat kehilangan putri semata wayangnya, Satin.
Pernah mendukung Rasa yang juga diproduksi oleh Magma Entertainment, Wulan Guritno yang tengah hamil muda kebagian karakter Adara yang jago berkelahi dan punya masa lalu memilukan.
Didukung pula oleh Widyawati, Ray Sahetappy, Volland Humonggio dan Bulan Ayu sebagai si kecil Dewi yang menderita asma.

Director:
Charles Gozali sebelumnya menggarap film Rasa (2009) yang mengusung duet Christian Sugiono dan Pevita Pearce tersebut.

Comment:
Trailernya bisa dibilang menarik karena banyak bermuatan adegan aksi. Namun mengingat kualitas RASA yang jauh di bawah standar itu, saya sempat apatis. Nyatanya Demi Dewi hanya sebatas memenuhi standarisasi film nasional saja. Plot cerita yang sebenarnya cukup menarik itu tidak tergarap dengan maksimal. Tone yang digunakan sepanjang film terasa datar-datar saja meskipun tensinya turun naik. Perpindahan antar scene nya meski rasional tapi terasa kurang mulus sekuensnya. Dari segi cast, Wulan tampil cukup berani disini dengan melakukan beberapa adegan berbahaya walau sedang hamil muda. Winky juga tidak terlalu mengecewakan karena berhasil menampilkan karakterisasi seorang ayah yang bertolak belakang dengan kehidupan aslinya. Beberapa musik latar dari suara d'Masiv rasanya terlalu berusaha mendramatisasi, sayangnya lagu-lagu tersebut sudah terlalu dikenal masyarakat. Namun usaha yang sudah dilakukan Charles bolehlah diapresiasi karena berusaha menampilkan sisi humanisme ibu dan anak ataupun ayah dan anak, belum lagi perjuangan seseorang yang bermasa lalu kelam untuk tetap tegar berdiri dengan menata hidup yang baru. Saksikan film ini jika anda kangen akan film aksi lokal.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Jumat, 31 Oktober 2008

GARA-GARA BOLA : Taruhan Berujung Nestapa Dua Pemuda

Cerita:
Sepasang sohib penggila bola, Ahmad yang mengerjakan pesanan t-shirt lengkap dengan desainnya dan Heru yang bekerja sebagai kasir di rumah makan bakmi ayahnya tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Pada suatu malam di pertengahan tahun 2006 tepat dilangsungkannya Piala Dunia, Ahmad nekad mempertaruhkan sejumlah uang atas nama dirinya dan Heru tanpa sepengetahuan sohibnya itu yang tengah tertidur pulas karena yakin Jerman yang menang. Bisa ditebak kalau taruhan itu gagal dan mereka berdua harus menangguk sejumlah utang yang harus dilunasi hanya dalam waktu satu hari satu malam tepat di saat Heru dipecat oleh ayahnya sendiri dan juga kehilangan kontrakan mereka karena menunggak pembayaran! Apa yang akan mereka berdua lakukan sementara dua tukang tagih sangar dari bandar judi bola itu selalu mengawasi gerak-gerik mereka? Berhasilkah mereka menyelesaikan semua konflik itu hanya dalam waktu semalam?

Gambar:
Gambar-gambar cepat nan dinamis khas Nia Dinata akan tersaji di film ini dengan setting-setting yang tertata menarik.

Act:
Winky Wiryawan yang tampil berantakan dan seadanya cukup meyakinkan sebagai Ahmad. Gestur tubuh dan nada bicaranya mewakili sosok pemuda cuek yang hidupnya pecundang.
Herjunot Ali memberikan gambaran yang pas sebagai Heru, pemuda playboy yang sebenarnya berasal dari keluarga berada yang tidak bahagia.
Didukung juga oleh penampilan ciamik dari Amink, Tarzan, Aida Nurmala dll.

Sutradara:
Tidak buruk walau disutradarai oleh duet Agasyah Karim-Khalid Kashogi yang notabene asing namanya di perfilman Indonesia. Namun film ini kental dengan "nafas" Nia Dinata yang kali ini bertindak sebagai produser.

Komentar:
Di beberapa scene, dialog-dialog dan gambar-gambar yang ditampilkan hanya untuk konsumsi dewasa dan diyakini mampu memancing tawa. Cerita yang sebenarnya simpel dan realistis ini diubah menjadi suatu film yang bergerak cepat dan terkesan "chaos" tapi tetap menarik untuk disaksikan. Duet Winky-Junot yang kompak cukup memberikan nilai tambah tersendiri.

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!