XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label salman khan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label salman khan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

BAJRANGI BHAIJAAN : Crossing Borders With A Heart

Quote:
Pawan: I don’t have a passport or a visa. But i promise, i’ll take Munni home myself. 

Nice-to-know:
Merupakan film keempat Salman khan dengan Kareena Kapoor.

Cast:
Salman Khan sebagai Pawan Kumar Chaturvedi / Bajrangi Bhaijan
Kareena Kapoor sebagai Rasika
Harshaali Malhotra sebagai Shahida / Munni
Nawazuddin Siddiqui sebagai Chand Nawab
Sharat Saxena sebagai Dayanand             
Najeem Khan

Director:
Merupakan feature film keempat bagi Kabir Khan setelah Ek Tha Tiger (2012).

W For Words:
Sama seperti Indonesia, Bollywood memiliki tradisi merilis film-film unggulan untuk menyambut Idul Fitri yang biasanya dibintangi oleh aktor besar. Kali ini giliran Salman Khan yang sudah berusia setengah abad untuk unjuk gigi paska pemenjaraan dirinya yang tertunda akibat kasus pembunuhan seorang pria tuna wisma. Well, we won’t talk further about that except his latest movie produced by Eros International, Kabir Khan Films, Rockline Entertainment and Salman Khan Films which collected 100 crore in just four days release. Amazing!












Seorang gadis cilik tuna wicara Pakistan berusia 6 tahun, Shahida tanpa sengaja terpisah dari keluarganya dan terdampar di India. Adalah mantan pegulat, Pawan yang tinggal di rumah kerabat ayahnya Dayanand, menemukannya dan kemudian menamakannya Munni. Pawan yang berniat menikahi Rasika menyanggupi tantangan untuk memulangkan Munni ke rumah asalnya walaupun harus melintasi perbatasan tanpa visa dan paspor. Pawan malah dituduh sebagai mata-mata dan jadi buronan. Wartawan lokal Chand membantunya dan menyebarkan kisahnya kepada publik.

Skrip yang digagas Prasad bersama Khan, Shaikh dan Hussain ini mesti diakui memang memiliki setup-setup kemanusiaan yang potensial mengetuk hati penontonnya. Modal yang kemudian didukung juga oleh directing skills mumpuni dari Khan yang begitu cekatan menangani setting sederhana hingga kompleks dengan grande. Karakter demi karakter diperkenalkan secara detail di paruh pertama sebelum pembahasan konflik antar negara yang mulai mencuat di paruh kedua. Toh film ini tidak berbicara politik bilateral melainkan perpaduan drama dan komedi dalam takaran yang pas tanpa harus terkesan preachy.
















Tidak seperti biasanya yang lebih mengandalkan otot, Salman di sini sukses menampilkan sisi rapuh selain kepolosan dan keteguhan hati seorang Bhaijaan. Si kecil Harshaali juga berhasil mencuri perhatian anda lewat sorot mata, ekspresi dan gesture yang sudah berbicara dengan sendirinya. Penampilan menawan Nawazuddin yang baru muncul setelah intermission mampu menghadirkan tawa lewat polah tingkah nya yang canggung tapi berhati baik. Sedangkan si cantik Kareena rasanya lebih berfungsi sebagai cameo dengan jumlah scene yang masih terbilang memadai.

Bajrangi Bhaijaan patut mendapat applause karena mengusung elemen patriotisme, cinta, kekeluargaan dan persaudaraan yang begitu emosional di atas segala batas yang ada. Terima kasih pada kontribusi musik Julius Packiam dan hits Pritam yang mendukung storytelling. Sekuens opening dan ending di pegunungan Kashmir bukan hanya indah tapi juga membuka dan menutup film secara brilian. Tak ayal, sajian blockbuster yang satu ini akan memenangkan hati banyak orang yang tak akan sungkan menitikkan air matanya. A hero with a heart? Definitely Salman’s best role to date!

Durasi:
154 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 17 Agustus 2012

EK THA TIGER : Stunning Look But Didn’t Leaping High


Quotes:
Manish: Apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya setelah musik ini berakhir ada di tanganmu, Zoya. 

Nice-to-know:
Film yang rencananya akan dibuat sekuel ini rilis di India pada tanggal 15 Agustus 2012 yang lalu.

Cast:
Salman Khan sebagai Tiger / Manish
Katrina Kaif sebagai Zoya
Ranvir Shorey sebagai Gopi 
Roshan Seth sebagai Prof Kidwai

Director:
Merupakan film keempat bagi Kabir Khan setelah New York (2009).

W For Words:
Kesuksesan Wanted (2009), Dabangg (2010) dan Bodyguard (2011) berbicara banyak dalam tangga box office India yaitu mendatangkan Rs100 crore dalam waktu singkat selama pemutarannya tentu masih membuat para produser percaya akan kharisma seorang Salman Khan. Yash Raj Films dan juga sutradara sekaligus penulis skrip Kabir Khan kali ini memasangkannya dengan Katrina Kaif dalam spy drama thriller yang (tanpa bermaksud spoiler) harus diakui memiliki banyak kemiripan plot dengan Mr. & Mrs. Smith (2005) yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Angelina Jolie.

Profesor Kidwai dari Trinity College dicurigai menjual rahasia teknologi misil ke Pakistan. Untuk itu Pemerintah India melalui RAW menitahkan agen terpercayanya Tiger untuk mengawasi dan mengorek informasi. Dalam prosesnya, Tiger yang menggunakan nama Manish malah berjumpa dengan penjaga Profesor yang juga murid akademi dansa fiksi, Zoya alias Zee. Keduanya lantas sepakat berkencan. Keadaan semakin runyam saat identitas asli Zoya yang ternyata agen ISI yang menyamar terbongkar. Pilihan untuk terus atau berhenti ada di tangan mereka.

Sutradara Kabir tahu betul bagaimana memaksimalkan setting lokasi perjalanan yang meliputi Dublin, Istanbul, Kazakhstan dan Chile sebagai panggung indah yang memanjakan mata. Koreografi aksi yang disuguhkan terbilang meyakinkan meski penggunaan beberapa stuntman/stuntwoman cukup kentara jika dicermati dengan teliti. Adegan kejar-kejaran ala cat and mouse juga tersaji menarik dalam tempo cepat. Kolaborasi komposer Sohail Sen dan Sajid-Wajid mampu menempatkan beberapa lagu ear-catchy secara pas ke dalam bangunan cerita yang disuguhkan.

Konflik asmara agen India dan mata-mata Pakistan yang saling jatuh hati memang terbilang sebuah premis baru walaupun dalam eksekusinya tak terasa asing. Mungkin anda yang berasal dari dua negara tersebut lebih paham aturan adat yang telah berlaku ratusan tahun sebelumnya. Salman tak sampai memamerkan otot-ototnya seperti biasa, melainkan tampil dalam busana uber-cool yang sangat ‘urban’ sehingga tidak menutupi porsi aktingnya yang dominan disini. Katrina yang fresh dan cantik memperlihatkan penampilan penuh percaya diri. Chemistry keduanya sebagai pasangan terbilang kuat sekaligus menjawab santernya desas-desus yang menyebutkan mereka adalah pasangan di dunia nyata.

Ek Tha Tiger nyatanya lebih merupakan sebuah drama percintaan dalam balutan nuansa thriller. Klise dan sedikit membosankan. Kelemahan yang paling jelas adalah logika latar belakang politik yang melingkupinya hingga menyisakan banyak lubang tak tertutup di akhir cerita. Nilai minus yang pada akhirnya juga mempengaruhi kekuatan karakterisasi tokoh-tokohnya yang seakan cuma mengenal dua nama saja selama lebih dari dua jam. Profesor Kidwai dan Gopi yang lantas menghilang pun tak akan terlalu anda sadari karena terlalu fokus pada kebintangan Khan dan Kaif yang sibuk bergalau ria. Heroism or realism, you decide! One thing for sure, Tiger looked stunning but didn’t leap too high.

Durasi:
133 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
 

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 13 September 2011

BODYGUARD : Pengawal Putri Konglomerat Terancam


Storyline:
Konglomerat dari Jaisinghpur, Sartaj Rana memancing kemarahan dari Mhatre bersaudara yaitu Ranjan dan Vikrant karena persaingan bisnis. Ia mengutus Lovely Singh untuk mengawasi sekaligus melindungi putri kesayangannya yang masih seorang mahasiswi, Divya dan temannya Maya. Awalnya Divya merasa terganggu dan berniat mengganggu Lovely dengan menciptakan karakter fiktif bernama Chhaya untuk jatuh cinta padanya. Dengan intensitas telepon yang tinggi, Lovely akhirnya terperdaya walaupun pada akhirnya Divya harus mengakui perasaannya sendiri. Bagaimana akhir dari dendam dan kisah cinta tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Reel Life Production yang bekerjasama dengan Reliance Entertainment.

Cast:
Menutup tahun 2010 dengan penampilan gemilang dalam Dabangg, Salman Khan kembali sebagai Lovely B. Singh
Kareena Kapoor sebagai Divya S. Rana
Raj Babbar sebagai Sartaj Rana
Asrani sebagai Shekhar
Vidya Sinha sebagai Mrs. Rana (as Vidhya Sinha)
Rose Dawn sebagai Maya (as Hazel Keech)
Chetan Hansraj sebagai Mhatre

Director:
Merupakan film ketiga bertitel sama bagi Siddique dalam 2 tahun terakhir setelah sebelumnya Bodyguard (2010) dan The Bodyguard (2011).

Comment:
Setiap negara rasanya memiliki versi film “pengawal pribadi” nya masing-masing walau gemanya tidak akan mampu mengalahkan The Bodyguard (1992) yang melejitkan nama Kevin Costner dan Whitney Houston dengan lagu-lagunya yang timeless hingga kini. Bagaimana dengan Siddique yang terlihat ambisius dengan trilogy Bodyguard nya yang tidak berhubungan satu sama lain ini? Kebetulan saya hanya menyaksikan installment terakhir ini dan tidak terlalu berniat menonton yang dua lainnya.
Salman dan Kareena harus diakui memiliki daya tarik fisik yang tinggi. Pemasangan keduanya menghasilkan chemistry yang pas apalagi saat menari bersama diiringi lagu. Ya, saya tidak becanda jika film ini masih sedikit menganut “paham” lama. Sayangnya tidak ada penjelasan apakah adegan “duet” ini terjadi dalam khayalan atau kenyataan? Jika kenyataan, bukankah hubungan mereka hanya terjalin dalam khayalan? Pertanyaannya adalah khayalan siapa? Divya atau Lovely? Tarik nafas sejenak untuk memikirkannya. Jika masih bingung, lanjut saja.
Penulis Siddique tampaknya masih menggunakan format lama, tokoh baik melawan tokoh jahat di atas fakta-fakta yang sedikit samar. Semuanya menjadi tak terlalu penting bagi nalar anda karena skrip hanya didesain untuk menghibur secara dangkal. Beruntung adegan laganya memuaskan, terima kasih pada stop-motion scenes ala The Matrix yang seakan menjadikan tokoh Lovely bagaikan seorang superhero yang lebih cepat dan lebih tangguh daripada manusia pada umumnya. Berlebihan tetapi bisa diterima!
Bodyguard tidak memiliki masalah samasekali sebagai sebuah tontonan yang masih sangat setia dengan pakem Bollywood ini walaupun amat kentara mengadopsi gaya Hollywood dari berbagai sisi. Adegan aksinya cukup banyak, humor slapsticknya mudah memaksakan tawa, romansanya juga bikin geregetan terlepas dari kesan yang dibuat-buat. Kesemuanya dibalut dengan scoring music yang memikat hasil karya trio Pritam, Himesh dan Sandeep.
Namun ada dua permasalahan utama yang mempengaruhi skor akhirnya. Pertama adalah kualitas akting dari jajaran castnya termasuk si mega bintang Salman Khan, bahkan jika anda termasuk pemujanya sekalipun. Kedua yaitu endingnya yang seakan turun dari langit ketujuh. Twistnya terjadi begitu saja menjawab segala pertanyaan yang tertinggal selama lompatan rentang waktu tertentu. Jika tujuannya untuk memuaskan penonton, hal ini tidak cerdas, sangat tidak cerdas! Menurut saya, akan lebih bijaksana apabila Siddique tidak memaksakan “kehendak” dan memberikan beberapa alternatif ending.

Durasi:
150 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!