XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label sylvester stallone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sylvester stallone. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2012

THE EXPENDABLES 2 : When Old Guns Are Having Fun

Quote:
Trench: I'll be back. 
Church: You've been back enough. I'll be back.  

Nice-to-know:
Seorang stuntman meninggal dan lainnya dalam kondisi kritis ketika kru tengah syuting di Bulgaria yang melibatkan ledakan perahu karet.

Cast:
Sylvester Stallone sebagai Barney Ross
Jason Statham sebagai Lee Christmas
Jet Li sebagai Yin Yang
Dolph Lundgren sebagai Gunner Jensen
Chuck Norris sebagai Booker
Jean-Claude Van Damme sebagai Villain
Bruce Willis sebagai Church
Arnold Schwarzenegger sebagai Trench
Terry Crews sebagai Hale Caesar
Randy Couture sebagai Toll Road
Liam Hemsworth sebagai Bill The Kid
Scott Adkins sebagai Hector
Nan Yu sebagai Maggie 

Director:
Merupakan feature film kesembilan bagi Simon West setelah The Mechanic (2011) yang juga didukung oleh Jason Statham.

W For Words:
Film aksi seru yang tidak membutuhkan nalar khusus dalam mencerna jalan ceritanya merupakan prospek potensial bagi industri perfilman untuk menjaring penonton awam membayar tiket dan bersenang-senang selama lebih kurang dua jam. Hollywood (Millennium Films dan Nu Image Films) jelas tak lupa gagasan itu ketika memutuskan memproduksi The Expendables (2010) yang sukses secara komersil itu. Tidak heran jika dua tahun kemudian muncul sekuelnya dengan jajaran pendukung gaek yang masih tegak berdiri.

Karena kekacauan terdahulu yang disebabkan Barney dkk, utusan CIA bertitel Church memberi tugas "wajib" mengawal Maggie dalam menemukan "MacGuffin" yang dapat membahayakan dunia jika jatuh di tangan pihak yang salah. Malangnya, mereka keduluan sekelompok penjahat keji yang dipimpin oleh Villain, bahkan kehilangan salah satu anggotanya yaitu Billy The Kid. Pengejaran berlanjut ke Eropa Timur dimana Barney dkk bertekad membalas dendam sekaligus menuntaskan misi berdarah yang telah dimulai.

Jika Stallone sudah menetapkan "standar" lewat penyutradaraan prekuelnya maka Simon West yang lebih berpengalaman seharusnya mampu membawa film ini ke level yang lebih tinggi. Menilik premisnya yang menjanjikan lebih banyak aksi, darah dan kekerasan, bisa jadi anda setuju setelah credit title bergulir. Namun akting buruk, plot setengah matang hingga editing manipulatif tetap tak dapat dihindari. Untungnya berbagai dialog one-liner cheesy dan spontanitas momen komedik masih mampu membangkitkan senyum dan tawa.

Keterlibatan Liam Hemsworth disini patut dipertanyakan, apakah hanya ingin menarik penonton lebih muda yang ingin melihat idola mereka ditumbalkan setelah memainkan unsur dramatis di pembuka film? Sama halnya dengan Jet Li yang tampil sekilas tentunya akan mengecewakan kubu penonton Asia. Namun setidaknya pendatang baru berwajah oriental, Nan Yu memberikan warna tersendiri sebagai satu-satunya wanita sekaligus tokoh kunci yang ternyata tangguh dan jago beladiri.

Adu otot dan tubuh prima antara Stallone dan Van Damme jelas dominan, mereka bahkan saling berhadapan pada final combat yang ditunggu-tunggu itu. Willis dengan gaya perlentenya yang memang tidak sampai terlibat pertarungan tapi hilarious moment nya bersama Schwarzenegger dalam parodi Terminator tak akan terlupakan begitu saja. Lundgren masih dengan kelambanannya, kontras jika dibandingkan Statham dengan kesigapannya. Jangan lupakan old dog, Norris yang entah apa fungsinya kali ini. 

The Expendables 2 jelas bukan konsumsi anak-anak karena banyaknya adegan berdarah karena tertembak atau potongan tubuh berhamburan karena ledakan. Ini adalah tontonan kaum lelaki yang menjual maskulinitas layaknya permainan video game dengan misi berbahaya yang diterima dan balas dendam yang harus dituntaskan. Reuni bintang-bintang lawas tahun 80-90an yang sangat mahir dalam genre ini merupakan nilai jual utama meskipun sedikit bergaya parodi. These old guns are definitely just having fun on screen, playing hard without taking stratches!

Durasi:
103 menit

U.S. Box Office:
$28,591,370 till August 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 14 Agustus 2010

THE EXPENDABLES : Tuntaskan Misi Jantan Pembunuhan Diktator

Tagline:
Heroes today. Legends forever

Storyline:
Kelompok pejuang bernama The Expendables yang dipimpin Barney Ross beranggotakan ahli pisau Lee Christmas, jago kungfu Yin Yang, spesialis senjata berat Hale Caesar, peledak Toll Road dan penembak jitu Gunner Jensen. Ketika mereka semua ditugaskan Mr. Church yang misterius untuk membunuh diktator pulau kecil di Amerika Selatan, General Garza yang diback up oleh mantan anggota CIA, James Munroe dan asistennya, Paine. Tugas yang tidak mudah karena harus menghadapi ribuan tentara bayaran dan juga kehadiran Sandra, putri jenderal yang ingin menghentikan ayahnya sendiri. Akankah misi tersebut dapat diselesaikan dengan baik?

Nice-to-know:
Jean Claude Van Damme dan Wesley Snipes sempat ditawarkan peran tapi membatalkan keikut sertaannya hingga Dolph Lundgren dan Forest Whitaker mengisinya.

Cast:
Sylvester Stallone sebagai Barney Ross
Jason Statham sebagai Lee Christmas
Jet Li sebagai Ying Yang
Dolph Lundgren sebagai Gunner Jensen
Eric Roberts sebagai James Munroe
Randy Couture sebagai Toll Road
Steve Austin sebagai Paine
David Zayas sebagai General Garza
Giselle ItiƩ sebagai Sandra

Director:
Pertama kali Sylvester Stallone merangkap sebagai aktor, penulis dan sutradara lewat Paradise Alley (1978) dan diulanginya beberapa kali sampai tahun 2010 ini.

Comment:
Daya pikat utama film ini harus diakui adalah jajaran cast yang sangat mendukung untuk sebuah film aksi, bukan hanya 1-2 nama tapi lebih dari 10 nama! Semua itu diprakarsai oleh Stallone seorang yang bekerja keras meyakinkan bintang-bintang tersebut untuk bermain. Jika sudah demikian, tinggal dibutuhkan skrip yang baik dan menurut saya Stallone cukup cerdas menyiasati apa yang bisa dimaksimalkan dan harus diminimalkan. Suatu misi mustahil yang harus dijalani sekelompok personil tentunya tidak asing lagi dan mungkin endingnya sudah dapat diduga, yang menarik sebetulnya proses menuju kesana.
Dari sisi maksimalnya, Stallone benar-benar menyuguhkan semuanya mulai dari ledakan besar, adu tembak, kebut-kebutan, pertarungan jarak dekat dll dengan bantuan granat, bom asap, bensin, pesawat tempur, mobil, pisau belati, peluru, senapan riffle, machine gun dsb yang dipastikan membuat darah berhamburan ataupun anggota tubuh yang tercerai-berai. Itulah sebabnya film ini tidak direkomendasikan bagi yang lemah jantung ataupun kemungkinan pencemaran suara karena tingginya volume yang digunakan.
Dari segi minimalnya, beberapa dari cast memang tidak muda lagi termasuk Stallone sendiri tetapi ia mengarahkan nama-nama tersebut sesuai porsinya masing-masing. Statham yang memang aktor action sejati saat ini memegang porsi terbesar berantem satu lawan satu, Jet Li di luar fisik "mini"nya tetap dibutuhkan untuk porsi beladiri, yang lainnya tetap dibiarkan masuk dengan bantuan senjata. Menarik bukan? Pembagian scene demi scene juga tergolong merata dan tidak ada unsur pemaksaan. Dialog di antara karakternya pun terasa tajam dan sinis terutama di paruh pertama film, mungkin ini yang menyebabkan tingginya rating yang kebanyakan diberikan penonton di Amerika Utara dan sekitarnya.
Yang juga terasa minus adalah spesial efeknya yang masih terasa kasar di sebagian besar adegan meskipun bujetnya sudah membengkak 15-20 juta dollar dari 60 juta yang semula direncanakan. Originalitasnya juga diragukan walau mungkin tidak akan terlalu penting.
The Expendables dari berbagai sisi terasa seperti film aksi tahun 1980an atau 1990an tetapi tetap terasa kekiniannya karena setia pada pakem yang ingin dinikmati penonton yang belakangan ini kesulitan mencari adegan aksi yang baik untuk memacu adrenalin mereka terutama kaum pria. Nantikan saja sekuelnya dengan misi yang lain lagi.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$13,300,000 in opening day Aug 12, 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 26 Oktober 2009

CLIFFHANGER : Aksi Kucing Tikus Di Atas Pegunungan Bersalju

Quotes:
Jessie-This rope looks 60 years old. Will it hold?
Gabe-Don't think so.
Jessie-Bad answer.

Cerita:
Sekelompok pencuri dipimpin Eric Qualen membajak pesawat tujuan Denver yang membawa uang 100 juta dollar. Sayangnya rencana untuk memindahkan koper berisi uang ke pesawat lain gagal total sehingga koper tersebut jatuh ke pegunungan Rocky. Mereka kemudian meminta bantuan tim pendaki keadaan darurat Gabe dan Hal dimana Gabe sendiri masih trauma melakukan pendakian akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Sekarang jutaan dollar dan hidup mereka bergantung pada pertimbangan. Melawan daya ledak, rasa dingin dan rasa pusing yang berat, Gabe harus memperdaya Eric sekaligus menyelamatkan kekasihnya Jessie pada klimaks yang menegangkan.

Gambar:
Bersetting di Rocky Mountain, Colorado dan beberapa spesial efek di dalam studio di Italia, Cliffhanger sukses menyajikan petualangan seru di atas ketinggian pegunungan bersalju yang tengah dilanda badai.

Act:
Terakhir muncul dalam komedi Stop! Or My Mom Will Shoot (1992), Sylvester Stallone kembali dalam film aksi ini sebagai Gabe Walker, pendaki gunung handal yang berusaha mengatasi trauma masa lalunya.
Peran antagonis Eric Qualen dipegang oleh John Lithgow.
Love interestnya Gabe, Jessie Deighan dimainkan oleh si cantik Janine Turner.
Kolega Gabe, Hal Tucker dibintangi oleh Michael Rooker.

Sutradara:
Sukses mengarahkan Die Hard 2 (1990) dengan jagoan Bruce Willis, nama Renny Harlin melambung tinggi di Hollywood dan kali ini bertanggungjawab atas peran megabintang yang lain, Sylvester Stallone.

Comment:
Diawali dengan sedikit drama menegangkan untuk menjelaskan masa lalu tokoh utama, film ini mengalir cepat menuju inti ceritanya yang juga tak kalah mendebarkan. Walau bisa ditebak, plot ceritanya cukup menarik apalagi disajikan dengan tensi tinggi. Setting sangat membantu memvisualisasikan pertaruhan hidup mati yang ada di Rocky Mountains ini sehingga penonton seakan ikut merasakan ketinggian dan kedinginan yang dialami para tokohnya. Cast utama tampil meyakinkan terutama Lithgow, Stallone sendiri cukup memenuhi standar aksinya. Sang sutradara tidak pelak lagi memang piawai memaksimalkan bujet 65 juta dollar yang disediakan untuk mengetengahkan film blockbuster tahun 1993 ini. Cliffhanger mungkin akan mengendap cukup lama dalam ingatan pecinta film aksi tahun 1990an.

Durasi:
110 menit

Worldwide Box Office:
$255,000,000

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!