XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nathan fillion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nathan fillion. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

WHITE NOISE 2 THE LIGHT : Pengalaman Supernatural dan Konsep Dogmatis

Tagline:
Henry Caine: If you save a life... you are responsible for it.


Storyline:
Ketika Abe Dale tengah menikmati makan siang bersama istri dan anaknya di sebuah restoran, tiba-tiba seorang pria asing masuk dan menembak dua orang kesayangannya itu sebelum membunuh dirinya sendiri. Kejadian tersebut membuat Abe shock dan nyaris bunuh diri tapi temannya Marty Bloom berhasil menyelamatkannya. Pengalaman dekat dengan maut itu menyebabkan Abe dapat melihat cahaya putih di sekeliling orang-orang yang akan meninggal. Atas dasar fakta tersebut, akankah Abe mampu menghindari orang-orang tersebut dari kematian tanpa konsekuensi yang mungkin terjadi di kemudian hari?

Nice-to-know:
Dibawa ke sinema di Inggris Raya dengan judul "Brooks Noise".

Cast:

Terakhir mendukung Slither (2006), Nathan Fillion bermain sebagai Abe Dale yang terluka karena kehilangan istri dan anaknya hingga memiliki pengalaman nyaris mati.

Katee Sackhoff sebagai Sherry Clarke
Craig Fairbrass
sebagai Henry Caine

Adrian Holmes
sebagai Marty Bloom

Kendall Cross
sebagai Rebecca Dale


Director:
Patrick Lussier
mengawali karir penyutradaraannya lewat The Prophecy 3: The Ascent (2000) yang langsung rilis dalam format video.


Comment:

Film yang sudah rilis tahun 2007 lalu ini nyatanya baru tayang di Indonesia pada awal 2011. Melanjutkan apa yang sudah dibahas pada prekuelnya yaitu mengenai E.V.P alias Electronic Voice Phenomenon yang difungsikan untuk menangkap suara-suara dari dunia orang mati lewat seperangkat alat yang dioperasikan secara khusus. Jika dulu ada Michael Keaton maka kali ini terpilih Nathan Fillion yang namanya lebih asing lagi.
Plot awalnya menceritakan konsep kembali dari kematian itu sendiri yang membuat karakter Abe mampu melihat “cahaya” putih di sekujur orang di sekitarnya yang akan meninggal. Kemudian cerita bergulir menjadi sedikit dogmatis dimana hukum sebab akibat yang menyinggung Injil/Alkitab diperdebatkan secara gamblang lewat bukti-bukti lisan ataupun tertulis yang sayangnya tidak terlalu meyakinkan untuk dipercaya begitu saja. Fillion sebetulnya sudah tampil maksimal sebagai Abe. Karakter “pahlawan dadakan” setelah berduka kehilangan keluarga yang dicintainya memiliki pencitraan dramatis yang cukup menarik. Hanya saja koneksi dengan tokoh-tokoh lainnya tidak cukup kuat untuk mendukung eksistensinya disini. Contoh saja Sackhoff yang terkesan terlalu “bitchy” sebagai suster Sherry yang seharusnya sopan dan terpelajar. Pada akhirnya Fillion seperti stand alone character yang terasa dipaksakan. Coba salahkan penulis Matt Venne yang melaksanakan kinerjanya secara tanggung. Sutradara Lussier bisa jadi memiliki basis horor/thriller yang cukup baik tetapi kali ini ia menggunakan spesial efek yang kentara dan banyak dibantu oleh sound yang tiba-tiba memecah keheningan. Terkadang mungkin berhasil menakuti penonton tetapi dengan cara yang terbilang kasar. Belum lagi alur lambat yang rasanya membuat film ini sulit tayang di bioskop alias Direct-to-DVD. Saya katakan White Noise : The Light sebetulnya memiliki premis yang jauh lebih menarik daripada White Noise. Namun semua idenya terasa tidak menyatu dan membuat film horor ini kehilangan jati diri yang sesungguhnya. Terlepas dari semua penilaian negatif tersebut, saya masih cukup menyukainya walau pada akhirnya dibuat kecewa dengan ending yang tidak masuk akal terlebih setelah intensitas yang terjadi di paruh kedua durasinya.

Durasi:
95 menit


U.K. Box Office:

£1,288,726 till Jan 2007.

Overall:
7 out of 10


Movie-meter:

Selasa, 26 Mei 2009

WAITRESS : Getirnya Romansa Hidup Pembuat Pie Cekatan

Quotes:
Dr. Pomatter-So, what seems to be the problem?
Jenna-I seem to be pregnant
Dr. Pomatter-Congratulations!
Jenna-Thanks, but I'm not so happy about it like everybody else might be. I'm having the baby and that's that.

Cerita:
Jenna, seorang pelayan di kota kecil dengan impian besar, mempunyai bakat khusus dalam membuat pie. Ia mempunyai ambisi rahasia untuk memenangkan kontes berhadiah $25.000 supaya dapat meninggalkan suaminya yang jahat, memulai toko pie sendiri dan mengubah hidupnya. Sebuah pertemuan tak terduga dengan dokter muda, Jim menambah bahan yang tepat untuk membantu Jenna menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Gambar:
Bersetting di Halfway House Cafe, Saugus, California yang menyediakan pie lezat nan memanjakan mata dengan warna dan rasa yang terlihat sangat memikat.

Act:
Aktris cantik yang mulai dikenal setelah membintangi Honey I Blew Up The Kid (1992), Keri Russell sebagai Jenna yang bingung akan hidupnya sendiri karena situasi di sekelilingnya yang tidak menguntungkan.
Pernah mendukung Slither (2006), Nathan Fillion kali ini bermain sebagai Dr. Jim Pommater yang sepintas memiliki kehidupan bahagia tapi ternyata merasa hampa.
Ikut bermain dalam Wrong Turn (2003), Jeremy Sisto berperan sebagai suami yang emosional dan posesif disini.
Cheryl Hines dan Adrienne Shelly tampil kompak sebagai dua sahabat Jena yaitu Becky dan Dawn yang unik karakternya.

Sutradara:
Nama Adrienne Shelly memang belum terlalu dikenal. Sayangnya Waitress menjadi karya terakhirnya karena ditemukan meninggal oleh suaminya di bak mandi apartemen mereka. Awalnya disinyalir bunuh diri tapi kemudian ditutup sebagai kasus pembunuhan oleh seorang imigran ilegal yang bekerja pada Shelly.

Komentar:
Film yang sebetulnya cukup baik kualitasnya tapi tidak mendapat sorotan yang semestinya. Dari segi cerita sangat personal dan menyentuh, meski kadang seperti kebingungan mau dibawa fun romantic comedy atau bitter drama. Pemainnya bermain gemilang karena berhasil menciptakan mood yang wajar dan pas porsinya sepanjang film. Gambaran beragam pie dengan nama-namanya yang unik menjadi daya pikat tersendiri. Yah overall anggap saja Waitress sebuah flick yang bisa menjadi cerminan dalam hidup anda yang bersiap memasuki kehidupan berpasangan!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$19,067,631 till Oct 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!