XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label hartawan triguna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hartawan triguna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

TOILET 105 : Misteri Hilangnya Siswi dan Toilet Sekolahan

Tagline:
Semua toilet ada penunggunya..

Storyline:
Tiga sekawan yang juga playboy SMU Bina Persada masing-masing Okta, Ical dan Rio terang-terangan mendekati Marsya, siswi baru pindahan dari Perancis. Padahal Okta sudah memiliki pacar, Viola dan ganknya yang juga suka menindas anak-anak baru. Wakil kepala sekolah, Ibu Endang berulangkali mengingatkan siswa-siswinya untuk menerima Marsya dan dibantu suaminya, Pak Wahyu yang juga seorang guru bimbingan. Keluguan Marsya membuatnya sering terlibat masalah tetapi ada satu yang mengganggunya yaitu penampakan hantu siswi di toilet sekolah. Apa hubungannya dengan menghilangnya Adelia beberapa waktu yang lalu? Rahasia apa yang sesungguhnya disembunyikan?

Nice-to-know:
Diproduksi MVP Pictures yang awalnya berencana tayang bulan November 2009 yang lalu tapi mengalami penundaan beberapa saat. Lokasi sekolah pada umumnya dan toilet pada khususnya menjadi setting utama film ini.

Cast:
Ricky Harun
kembali dengan tipikal peranannya yaitu siswa playboy mesum Okta, tidak jauh dari apa yang diperlihatkannya di dua sekuel Pulau Hantu.

Pendatang baru Coralie Gerald didapuk sebagai Marsya, siswi pindahan dari Perancis yang lancar berbahasa Indonesia-Inggris selayaknya Cinta Laura.
Suami istri guru, Wahyu dan Endang diperankan Indra Birowo dan Suty Karno yang sudah lama menghilang dari perfilman nasional.
Jangan lupakan cameo Aming di awal dan akhir film sebagai satpam sekolah.

Director:
Terakhir membesut horor erotis Darah Perawan Bulan Madu (2009), Hartawan Triguna kali ini mengangkat horor komedi yang diangkat dari novel remaja berjudul sama.

Comment:
Tema klise yang digarap dengan sentuhan yang begitu-begitu saja. Itulah kesan yang muncul sejak awal menyaksikan Toilet 105. Dari segi penokohan dan karakterisasi terasa serba tanggung. Tanpa mengeksplorasi tokoh Marsya yang harusnya kesulitan menyesuaikan budaya dari Eropa ke Asia. Trio Okta, Ical dan Rio yang harusnya bersinergi menciptakan kekonyolan juga tidak dimaksimalkan. Peran guru dan aktifitas di sekolah juga terkesan ala kadarnya. Alhasil skenario yang pas-pasan menjadi semakin miskin tanpa improvisasi yang cukup yang seharusnya dilakukan sutradara. Unsur horror juga diperlihatkan lewat make-up dan seragam SMU yang berdarah-darah saja berikut spesial efek sederhana yang dibantu oleh lighting, tidak menyeramkan sama sekali. Keseluruhan isi cerita dan arah filmpun bisa ditebak penonton dengan mudah. Satu-satunya yang mungkin menjadi kelebihan film ini adalah setidaknya mencoba bercerita dengan runut. Ohya angka 105 di judul film ini sebetulnya tempelan belaka. Silakan anda tebak sendiri maknanya setelah menonton film ini.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable
7-average

7.5-average n enjoyable

8-good
8.5-very good

9-excellent

No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 30 Juli 2009

DARAH PERAWAN BULAN MADU : Teror Hantu dan Erotisme di Pulau Terpencil

Cerita:
Setelah sukses merjer, Putra dan Amira menikah, segera saja mereka menikmati bulan madu di sebuah pulau terpencil yang dijaga oleh seorang satpam, seorang koki, seorang pengawas dan putranya yang bernama Agus. Kemesraan Putra dan Amira di pulau eksotis tersebut perlahan terusik oleh sesosok hantu pengantin yang terus menerus meneror Amira. Siapa hantu pengantin tersebut? Apa rahasia sesungguhnya yang tersimpan di pulau itu?

Gambar:
Keindahan pulau misteri itu terekspos dengan baik mulai dari pantai yang biru dan vila yang senyap seakan mendukung romantisme yang berujung pada kengerian.

Act:
Sempat aktif bermain film di era 2005-2006 termasuk horor sejenis The Missing, Restu Sinaga kali ini bermain sebagai Putra, suami posesif yang menyimpan rahasia perkawinan masa lalunya.
Model seksi Indah Kalalo sebagai Amira yang cantik cerdas banyak mempertontonkan kemolekan tubuhnya disini.

Sutradara:
Hartawan Triguna yang juga bertindak sebagai produser tampaknya cukup pede menggarap film ini. Entah apa yang ingin dijualnya, horor picisan atau adegan syur?

Komentar:
Lemahnya skrip menjadi kendala utama film ini tapi jangan salahkan novel Sekar Ayu Asmara berjudul Bulan Madu yang mendasarinya. Darah Perawan berusaha bercerita. Namun tidak cukup kuat latar belakangnya. Produser dan sutradara rasanya bisa dituding kelewatan memadukan unsur horor dan erotisme yang sangat tidak perlu. Berniat menjadikan nilai jual? Tentunya penonton masa kini tidak sebodoh itu menelan bulat-bulat genre yang pernah merajai perfilman nasional di era 1990an lalu. Kalau mau disebut horor, rasanya tidak cukup menakutkan dan terkesan tempelan belaka.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!