XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label documentary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label documentary. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 November 2010

BABIES : Perjalanan Hidup Empat Bayi Empat Negara

Tagline:
Everybody loves...

Storyline:
Mari lihat bersama perjalanan selama setahun dari kehidupan empat bayi dari seluruh dunia yang diwakili oleh Mongolia, Namibia, San Francisco hingga Tokyo.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Canal+, Chez Wam, Studio Canal dan berlokasi syuting di Mongolia, Namibia, USA dan Jepang.

Cast:
Bayarjargal
Hattie
Mari
Ponijao

Director:
Merupakan film dokumenter keenam bagi Thomas Balmès yang diawali dari Waiting For Jesus (2000).

Comment:
Prolog film dibuka dengan pengenalan empat bayi yang baru lahir di berbagai negara dengan nama-nama yang unik. Sutradara Balmes kemudian membagi keempatnya dalam empat frame yang menampilkan keunikan tersendiri sesuai dengan latar belakang yang berbeda-beda yang lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan kultur ataupun demografi setempat.
Ya, dengan gaya dokumenter, film ini bergulir nyaris tanpa dialog samasekali. Kalaupun ada juga dengan bahasa asing tanpa terjemahan apapun. Sehingga benar-benar yang diandalkan adalah bahasa gambar yang berbicara. Namun rasanya itu sudah cukup bagi audiens untuk dapat mengerti dan menangkap semua maksud yang ingin disampaikan film yang ide awalnya muncul dari Alain Chabat ini.
Niscaya anda akan tersenyum melihat bayi-bayi itu berwajah tanpa dosa, gemas menyimak mereka bertingkah laku, geli mengamati mereka berusaha berinteraksi, geregetan menyaksikan mereka bisa memakan atau meminum apapun. Semua itu akan membuat anda yang sudah memiliki anak untuk bernostalgia kembali, atau yang baru akan mempunyai anak untuk berkaca.
Sedangkan bagi yang belum menikah mungkin berpikir akan repotnya beranak-pinak kelak atau sebaliknya semakin bersemangat untuk mengalami pengalaman-pengalaman itu sendiri yang tidak akan terbayar oleh uang. Apapun itu anda sendiri pasti pernah berada pada fase kehidupan yang satu itu. Jika lupa, coba tanyakan orangtua anda masing-masing dan buka kembali album kenangan keluarga :)

Durasi:
75 menit

U.S. Box Office:
$7,291,384 till early Jul 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 09 Juli 2010

THE UNBELIEVABLE : Perjalanan Dokumentasi Fenomena Paranormal

Storyline:
Didasarkan pada siaran televisi popular Hongkong, The Unbelievable yang mengisahkan beberapa fenomena paranormal/supernatural yang terjadi di berbagai belahan dunia. Guru feng shui Master Szeto dan reporter cantik Rachel Chan beserta segenap kru melakukan perjalanan ke pedalaman Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Thailand untuk menemukan hal-hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bagaimana mereka dapat bekerja di tengah kekuatan atau suasana baru yang masih sangat asing itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Win’s Entertainment Ltd.

Cast:
Szeto Fat Ching
Rachel Chan
Chan Tat Nin
Kar Lok Chin
Lau Yung Hung
Law Chi Leung
Ping Ha
Tang Yan
Chen Kuan Tai

Director:
Wong Tak Bun.

Comment:
Mungkin bagi anda para penikmat acara jelajah di televisi baik makanan maupun supernatural bisa jadi jatuh cinta dengan film ini. Asalkan anda tidak bosan alias dengan mudah menduga apa saja yang akan tampil di layar. Sebaliknya bagi anda yang tidak pernah menyaksikan acara sejenis, rasanya akan tersentak kaget.
Nyaris tidak ada plot cerita, anggaplah ini sebuah documentary trip movie. Kasus demi kasus baru akan ditemui tim kru The Unbelieveable mulai dari kerasukan setan, ilmu hitam, praktek sihir, pengusiran setan, rumah berhantu, papan Ouija, pelepasan arwah dsb. Semua itu dijamin akan membuat anda takut ataupun jijik menyaksikan adegan eksekusi binatang dengan ekstrim plus berbagai ritual nudis dengan eksplisit. Terkadang cukup mengganggu memang apalagi jika menyebabkan anda muntah. Who knows?
Sutradara Wong Tak Bun menggunakan bahasa Konghu walau bersetting di Asia Tenggara. Ia dengan terampil memainkan pergerakan kamera senyata mungkin seakan penonton diajak langsung berada di belakang para kru tersebut. Permainan cahaya dan juga night mode bernuansakan hijau cukup mencekam untuk scene yang melibatkan arwah. Jajaran castnya juga berhasil diarahkan untuk serileks dan sewajar mungkin selama syuting berlangsung.
Pada akhirnya The Unbelievable akan membawa pengalaman baru bagi anda. But my suggest is “Don’t take it too seriously. Just watch and conclude in the end!”

Durasi:
75 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 12 Januari 2010

THE FOURTH KIND : Fakta Penyusupan Alien Dalam Tubuh Manusia?

Tagline:
There are four kinds of alien encounters. The fourth kind is abduction.


Storyline:
Pada tahun 1972, diberikan skala pengukuran kedatangan alien di muka bumi. Saat UFO terlihat, itulah perjumpaan pertama. Bukti-bukti terkumpul adalah perjumpaan kedua. Saat ada kontak itulah perjumpaan ketiga. Lalu yang keempat adalah ketika alien mengambil alih tubuh manusia! Seperti halnya yang terjadi di Nome, kota kecil di Alaska yang dilaporkan paling banyak angka orang menghilang sejak tahun 1960an. Tertarik dengan fakta itu, psikolog Dr. Abigail Tyler memulai sesi videotape dengan koleganya Dr. Abel Campos yang mengalami trauma paska meninggalnya Will, suaminya yang dicurigai dirasuki alien. Pada akhirnya Dr. Abigail menemukan kejanggalan-kejanggalan yang sulit dijelaskan logika pada dokumentasi tersebut.

Nice-to-know:
Syuting dilakukan di Kanada, Bulgaria dan USA. Presiden Kawerak Inc yang mewakili komunitas Alaska, Melanie Edwards mendefinisikan film ini sebagai tidak sensitif terhadap keluarga yang anggotanya turut menghilang di Nome selama bertahun-tahun.


Cast:

Memulai karir akting lewat film Two Moon Junction (1988), Milla Jovovich disini bermain sebagai Abbey Tyler yang superstitius dan mempunyai rasa keingintahuan yang besar.

Will Patton
sebagai Sheriff August

Elias Koteas sebagai Abel Campos


Director:

Nama pria berkulit hitam ini memang unik yaitu Olatunde Osunsanmi. Sebelumnya pernah menangani Etat (2000).


Comment:
Tampaknya menjadi trend sendiri di akhir tahun bagi jaringan Blitzmegaplex untuk memutar film-film bujet kecil Hollywood yang lebih dikategorikan sebagai indie movies. Terakhir kita lihat Paranormal Activity yang sukses menakutkan itu dan kali ini disuguhkan plot cerita yang juga diangkat dari kisah nyata, hanya saja bukan hantu-hantuan tetapi alien. Trailer film ini boleh dibilang menjanjikan karena mampu membangun kengerian. Namun apa yang disuguhkan sesungguhnya jauh dari itu. Sejak menit-menit awal, penonton dipaksakan untuk percaya bahwa alien itu ada (walau sesungguhnya memang ada?! dengan berbagai teori klise yang tidak didukung oleh fakta yang cukup kuat. Alhasil sepanjang film, kita terasa dibodohi dengan penyusupan alien ke tubuh manusia, teknik hypnosis untuk mengembalikan ingatan dan konsep UFO yang sebetulnya sudah sangat lawas. Gaya bercerita dengan narasi malah semakin membingungkan batasan antara tokoh nyata itu sendiri. Cast dan sutradaranya juga tidak membantu samasekali sehingga The Fourth Kind terasa mentah, sama halnya dengan keberadaan Abigail Tyler yang tidak real di dunia nyata lewat pembuktian apapun. Kampanye marketing yang jelas menipu calon konsumennya!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$25,360,255 till Dec 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!