XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ruben fleischer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruben fleischer. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

GANGSTER SQUAD : Feel Good Noir Crime Drama


Tagline:
No names. No badges. No mercy.


Nice-to-know: 

Insiden penembakan 13 orang yang dilakukan empat gangster terhadap layar proyektor teater Aurora, Colorado Century yang dipenuhi pengunjung membuat Warner Bros melakukan syuting ulang yang mempengaruhi skrip dan tanggal perilisan film.

Cast:
Josh Brolin sebagai Sgt. John O'Mara
Ryan Gosling sebagai Sgt. Jerry Wooters
Emma Stone sebagai Grace Faraday
Nick Nolte sebagai Chief Parker
Sean Penn sebagai Mickey Cohen
Holt McCallany sebagai Karl Lennox
Jack McGee sebagai Lt. Quincannon
Mireille Enos sebagai Connie O'Mara


Director: 
Merupakan feature film ketiga bagi Ruben Fleischer setelah terakhir 30 Minutes or Less (2011).

W For Words: 
Saya ingat pernah berkata bahwa sebuah film yang berhasil menempatkan sosok protagonis dan antagonis secara seimbang itu akan menjadi sangat menarik untuk disaksikan sekaligus menebak-nebak siapa yang akan keluar sebagai pemenang pada akhirnya. Please reconsider, we want good prevails over evil, but it’s not always that way. Adaptasi buku berjudul sama karangan Paul Lieberman ini jelas tidak boleh dilewatkan begitu saja apalagi disajikan dalam format noir crime drama yang konon terinspirasi dari kisah nyata di masa lampau.

Kepala Polisi Bill Parker sepakat membentuk tim untuk menghancurkan jaringan kejahatan yang dipimpin oleh Mickey Cohen. Sersan John O’Mara dibantu istrinya Connie memilih Kapten Coleman Harris, Sersan Jerry Wooters, Detektf Conway Keeler, Detektif Navidad Ramirez dan Detektf Max Kennard yang masing-masing memiliki keahlian khusus dan alasan pribadi untuk bergabung. Gerakan mereka mulai menunjukkan hasil setelah menyadap kediaman Mickey. Namun Jerry yang jatuh cinta pada kekasih Mickey, Grace Faraday terancam mengacaukan segala rencana.

Sudah cukup lama seorang Sean Penn tidak tampil dalam peran menonjol. Ia memperoleh kesempatan itu dalam film ini. Tokoh Cohen di tangannya bukan hanya kejam tapi juga mengerikan seperti monster. Apa yang ada di kepalanya hanyalah memperluas daerah kekuasaan dengan menghalalkan segala cara termasuk menyuap polisi dan para petinggi untuk memperkuat posisinya. Penampilannya yang parlente dalam setelan jas lengkap dengan topi fedora semakin mempertajam raut muka keras dan kakunya. Setiap ia berhadapan dengan calon korbannya, anda sudah bisa membayangkan hal-hal mengerikan.

Baru kemarin saya menyaksikan Gosling ‘bersanding’ dengan Stone dalam Crazy, Stupid, Love (2011). Pertemuan awal keduanya berhasil menciptakan momen ‘wow’ yang mengundang senyum. Interpretasi Stone terhadap karakter Grace juga multi dimensi seperti saat ia mengatakan, “He’s not my type but i’m definitely his type”. Kharisma Gosling juga sulit dipungkiri. Jerry bukan hanya flamboyan tapi juga sensitif. Mereka bukan satu-satunya pasangan dalam film. Ada Brolin dan Enos yang tak kalah memikat chemistrynya sebagai pasutri yang bertekad menyelesaikan tugas terakhir sebelum dapat hidup tenang.

Sutradara Fleischer seakan membagi babak demi babak dalam narasinya layaknya zero, process, hero. Tampilan Los Angeles di tahun 40-50an yang meyakinkan mampu menjadi panggung baku tembak dan baku hantam yang mengasyikkan. Sayangnya tak semua tokoh dibekali karakteristik memadai, hanya satu kalimat one liner atau pertunjukan aksi yang dianggap cukup untuk menjelaskan siapa mereka. Beberapa kelemahan plot memang tak mampu ditutupi seperti pertukaran peluru jarak dekat yang tidak mengenai sasaran atau kelambanan geng Cohen dalam mengidentifikasi O’Mara dkk?

Meski demikian Gangster Squad tetaplah sebuah tontonan memukau bagi saya. Jajaran cast baik utama maupun pendukung mampu menjalin koneksi yang memadai satu sama lain. Hanya saja mungkin keseluruhan ide dalam film produksi Langley Park Productions, Lin Pictures, Village Roadshow Pictures ini sudah amat familiar bagi anda yang tumbuh dalam pengaruh The Untouchables (1987) atau mungkin Infernal Affairs (2002) bagi publik Asia. Bisa jadi bukan mob movie yang memorable bagi moviegoers tapi persinggungan penegak hukum melawan kriminal jelas akan selalu lestari, di dunia film atau nyata sekalipun.

Durasi: 
113 menit

U.S. Box Office: 
$17,070,347 till Jan 2013

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 21 Desember 2009

ZOMBIELAND : Bertahan Hidup di Dunia Jajahan Zombie

Quotes:
Tallahassee-I'm not great at farewells, so uh... that'll do, pig.

Columbus-That's the worst goodbye I've ever heard. And you stole it from a movie.


Cerita:
Dua pria yang berhasil menemukan cara untuk selamat dari dunia yang sudah dikuasai kaum zombie yaitu Columbus, mahasiswa cupu Universitas Texas yang berusaha kembali ke kampung halamannya dan Tallahassee yang terobsesi membunuh sebanyak mungkin zombie. Dalam perjalanan, mereka bertemu dua remaja yaitu Wichita dan Little Rock, yang juga berhasil bertahan hidup karena hanya saling mempercayai satu sama lain. Menarik bagaimana mereka berempat bekerjasama di dunia yang bisa dikatakan sudah mati itu.

Gambar:
Keseluruhan syuting dilakukan di Georgia termasuk 490 West Paces Ferry Rd, Atlanta rumah Bill Murray dan bulevar Hollywood yang terkenal itu.


Act:
Terkenal setelah dinominasikan aktor terbaik dalam ajang Oscar lewat The People Vs Larry Flint (1996), Woody Harrelson sebagai Tallahassee yang eksentrik sekaligus tangguh.

Pernah mendampingi Richard Gere dalam The Hunting Party (2007), Jesse Eisenberg sebagai Columbus, remaja pecundang dalam asmara yang akhirnya menemukan potensi sejatinya.

Baru saja terlihat dalam Ghosts Of Girlfriends Past, Emma Stone sebagai Wichita, remaja dewasa yang pemberani bergaya gothic.
Terakhir tampil mengharu-biru dalam My Sister's Keeper, Abigail Breslin sebagai Little Rock, remaja putri yang polos dan tak kenal takut.


Sutradara:

Karya penyutradaraan keduanya setelah The Girls Guitar Club (2001), Ruben Fleischer maju menggarap horor komedi yang bertagline It's Time To Nut Up Or Shut Up ini.


Comment:

Pernah menyaksikan film bertemakan zombie selayaknya Resident Evil ataupun Shaun/Dawn of the Dead? Zombieland kurang lebih menawarkan hal yang sama tetapi dikemas dalam unsur komedi hitam. Sedikit menakutkan yang membuat anda terkejut tetapi banyakan tertawa geli, itulah semangat yang ditawarkan film ini. Dengan beberapa aturan dasar bertahan hidup yang kreatif, plot ceritanya bergulir begitu saja dengan lugas selama kurang dari satu setengah jam. Jangan tanyakan adegan sadis disini karena darah berceceran dimana-mana meskipun dengan cara-cara unik. Cast tergolong tepat, chemistry dinamic duo Harrelson dan Eisenberg terasa klop. Dialog antar mereka sangat sarkastis dan efektif untuk membangun suasana fun. Stone merupakan pilihan tepat untuk peran Wichita walau kombinasinya dengan Breslin terasa minim disini. Ohya, kemunculan aktor senior Bill Murray sebagai cameo patut diapresiasi karena beraninya ia tampil beda di kediamannya sendiri yang megah itu sebagai salah satu zombie. Bagi penonton di luar Amerika, mungkin akan sedikit sulit menyukai film ini dikarenakan perbedaan gaya bercerita dan budaya masing-masing.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$75,590,286 till mid Dec 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!