XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label theeradej wongpuapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label theeradej wongpuapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2019

THE POOL : Nailbiting Survival Thriller For Another Day


:
Tagline:
6 Metres. Deep Pool. No Ladder. No Way Out.

Nice-to-know:
Sutradara Ping Lumpraleng menemukan ide cerita ini saat menemukan kolam kosong sewaktu mencari lokasi untuk debut penyutradaraannya, Kote Rak Aeng Loei (2006).

Cast:
Theeradej Wongpuapan sebagai Day
Ratnamon Ratchiratham sebagai Koy 


Director:
Merupakan feature film keenam bagi Ping Lumpraploeng setelah Pob na pluak (2014).

W For Words:
Jika diminta menyebutkan survival thriller yang melibatkan air dan predator, mungkin mayoritas dari anda akan menyebutkan Open Water (2003) atau yang terbaru 47 Meters Down (2017). Kesamaannya hanya dimainkan satu atau dua karakter yang selalu terlihat di layar, selebihnya adalah binatang buas yang siap mengancam mereka. Film Thailand produksi T Moment ini memang tidak terkecuali. Perbedaannya terletak pada panggung cerita, bukan lautan, bukan juga samudera melainkan kolam renang kosong yang berkedalaman enam meter. Bagaimana bisa?

Art director, Day baru saja menyelesaikan syuting iklan komersial dan memilih bersantai di kolam renang terpencil. Semua kru telah pergi dan instruksi mengosongkan kolam pun sudah keluar. Malangnya Day ketiduran tanpa menyadari air yang mulai surut. Tak lama kekasihnya Koy malah menyusul terjun ke kolam dimana kepalanya sempat terantuk tembok. Keduanya ditambah anjing Lucky yang terikat rantai di atas kolam lantas berupaya bertahan hidup dan mencari jalan keluar selama berhari-hari. Sementara itu buaya betina yang terlepas juga turut mengancam nyawa mereka. 

Dengan limitasi karakter dan setting, tentunya Lumpraploeng harus pandai memaksimalkan apa yang ia punya. Untungnya semua setup yang dipasang bisa dikatakan berhasil dalam menjaga ritme penceritaan. Penonton akan ‘disiksa’ selama 90 menit, meskipun draft awalnya yang konon berdurasi 150 menit, dengan rasa tidak nyaman dan geregetan melihat kesulitan demi kesulitan yang tak henti menghampiri Day. Saat secercah harapan datang, apapun caranya pasti akan pergi lagi, anda hanya perlu bersabar hingga menit terakhir untuk mengetahui nasib pasangan ini.

Karakter Day sendiri digambarkan begitu manusiawi. Ada keputusan yang membuatnya masuk ranah antagonis. Namun kita bisa mengerti alasannya. Apalagi setelah melihat segala bentuk perjuangan tak kenal lelah, mudah rasanya menggalang rasa simpati pada tokoh ini. Sedangkan Koy bisa dikatakan tipikal gadis manja tak berdaya yang mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, tapi dipaksa tegar juga karena situasi tak terelakkan. Ada dua bintang binatang yang memberi kontribusi signifikan yakni Lucky yang lucu dan buaya yang berbahaya. Kita harus akui kombinasi CGI, mekanik dan live action keduanya cukup meyakinkan di layar.

Sulit untuk tak mengakui penampilan apik Theeradej Wongpuapan yang membawa beban berat di pundaknya dalam one man show kali ini. Sudah satu dekade semenjak kita terakhir menyaksikan akting mempesonanya dalam Bangkok Traffic Love Story (2009) bersama Cris Horwang yang fenomenal itu. Rasa takut, bingung, kalut, frustrasi diterjemahkannya dengan baik lewat ekspresi dan gestur, ditunjang dengan tubuh kekar berotot membuat kita percaya kehidupan keras yang dilakoni pria berusia 40an ini hingga bisa melakukan apa saja demi bertahan hidup.

Tak sia-sia penantian panjang terhadap film yang penayangannya terus ditunda di Indonesia sejak akhir tahun lalu ini. The Pool mungkin dapat dikategorikan sebagai action fantasy drama yang memposisikan manusia melawan monster (literally) dan ketakutan dalam dirinya sendiri akan masa depan yang belum pasti (metaphorically). Seperti kata pepatah milik Napoleon Hill, “Strength and growth come only through continuous effort and struggle.”
This time, Day might be Lucky enough to see another day. And we can always learn to be brave with our own lives as well.

Durasi:
91 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 28 April 2010

BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY : Mencari Cinta Di Kota Bangkok Yang Sibuk

Storyline:
Gadis 30 tahun, Mei Li berjuang menemukan cinta sejatinya. Kedua orangtua dan neneknya kerapkali mempertanyakan calon jodoh Mei Li yang terus menerus menghindar. Saat tidak sengaja kecelakaan saat mabuk mengendarai, Mei Li malah berjumpa pria tampan bernama Lung (alias Paman). Perjumpaan singkat itu begitu membekas di dada Mei Li. Hingga lewat beberapa kesempatan mereka bertemu kembali termasuk dalam perjalanan pulang pergi kerja menggunakan kereta BTS yang sangat padat arus itu. Sadar bahwa mungkin pria inilah yang tepat, Mei Li berjuang mendapatkan Lung dengan segala rintangan yang menghadang.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh GMM Tai Hub, sang sutradara juga bekerjasama dengan Benjamaporn Srabua dan Navapol Thamrongruttanarit untuk menulis skripnya.

Act:
Sirin Horwang sebagai Mei Li
Theeradej Wongpuapan sebagai Lung
Unsumalin Sirasakpatharamaetha sebagai Plern

Director:
Garapan perdananya, My Girl alias Fan Chan (2003) yang diproduksi di Singapore membuat nama Adisorn Trisirikasem melejit. Rot fai faa.. Maha na ter alias Bangkok Traffic Love Story adalah film ketiganya.

Comment:
Saat mengetahui film ini menjadi yang terlaris di Thailand pada tahun 2009 mengalahkan horor terfavorit saya Phobia 2 yang lebih diunggulkan itu, penasaran juga apa keistimewaannya sih? Dibuka dengan pengenalan terhadap keluarga dan sahabat-sahabat Mei Li, film ini memang sedikit "berbeda" di awal karena mengingatkan saya akan film-film Singapore karya Jack Neo tetapi di akhir sedikit bernuansa film-film romantis Korea. Namun secara keseluruhan tetap setia pada akar budaya Thailand termasuk saat memperlihatkan festival tahunan Songkran yang terkenal itu berikut setting Stasiun MRT yang sibuk, Planetarium Bangkok hingga Bandara Internasional Suvarnabhumi. Setelah pengenalan pada tokoh "Paman" alias Lung, drama komedi romantis ini terasa lebih "hidup". Karakter Mei Li yang lugu dan kikuk sangat pas chemistrynya dengan Lung yang sabar dan dewasa. Sirin dan Theeradej benar-benar mampu membuat penonton bersinergi dengan karakter yang mereka mainkan. Tidak heran jika dalam People's Choice Awards 2009 di Thailand, mereka memenangkan kategori aktor-aktris terbaik di luar film terbaik. Plot ceritanya sederhana tetapi disajikan dengan gaya yang unik dan penggalian karakter yang cukup matang. Endingnya juga tidak klise. Walau berdurasi cukup panjang, BTS akan membuat anda tertawa sekaligus terharu akan hangatnya kisah cinta yang mengajarkan bahwa kesempatan dua orang yang saling mencintai untuk bersama itu tidak mudah, bahwa rencana terbaik yang disusun tidak selalu berjalan sempurna.

Durasi:
120 menit

Asian Box Office:
THB 142,890,000 in Thailand till Dec 2009.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent