XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label taylor lautner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taylor lautner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

GROWN UPS 2 : Wasting Time Going Nowhere


Tagline:
Just because they're a little older doesn't mean they've grown up.

Nice-to-know:
Merupakan film sekuel pertama bagi Adam Sandler.

Cast:
Adam Sandler sebagai Lenny Feder
Kevin James sebagai Eric Lamonsoff
Chris Rock sebagai Kurt McKenzie
David Spade sebagai Marcus Higgins
Salma Hayek sebagai Roxanne Chase-Feder
Maya Rudolph sebagai Deanne McKenzie
Maria Bello sebagai Sally Lamonsoff

Director:
Dennis Dugan yang juga dikenal sebagai aktor ini bekerjasama untuk kesekiankalinya dengan Adam Sandler setelah terakhir Jack & Jill (2011).

W For Words:
Bertambah umur tidak selalu menjadikan seseorang lebih dewasa. Coba tanyakan empat sekawan Lenny Feder, Eric Lamonsoff, Kurt McKenzie dan Marcus Higgins yang memulai isu tersebut lewat Grown Ups (2010) yang pada akhirnya sukses meraup pendapatan dua kali lipat biaya produksinya untuk peredaran Amerika Serikat saja. Columbia Pictures dan Happy Madison Productions kali ini menggandeng Sony Pictures Entertainment untuk melanjutkan petualangan pria-pria dewasa tersebut. Permasalahannya apakah satu film dirasa belum cukup dalam menyampaikan esensinya?

Lenny memindahkan keluarganya ke lingkungan tempat tinggalnya dulu dimana ia tumbuh bersama Eric, Kurt dan Marcus. Tentu saja semua tak lagi sama. Lenny terus-terusan ditodong istrinya Roxanne untuk mempunyai bayi lagi, Eric yang selalu mempermasalahkan berat badannya, Kurt yang khawatir putrinya mulai berkencan, Marcus ternyata memiliki seorang putra Braden yang tubuhnya jauh lebih besar. Suasana yang semestinya hangat mulai tak terkendali ketika musuh dan cinta lama Lenny kembali, bersama ratusan anak lelaki asrama yang ingin membuat perhitungan dengan mereka.

Skrip yang masih ditangani oleh Fred Wolf dan Adam Sandler sendiri dengan tambahan Tim Herlihy ini mungkin tak seharusnya ditulis. Entah mengapa fokusnya menjadi kabur, penokohannya melenceng jauh sehingga yang tersisa hanyalah repetitive jokes yang lebih banyak miss daripada hit. Sebagian besar di antaranya keluar dari mulut Lenny (Sandler) yang kerap melecehkan orang-orang di sekitarnya. Permasalahan antar teman, suami-istri, orangtua-anak tanpa garis batas ini kian diperburuk dengan masuknya tokoh-tokoh baru yang fungsi sebenarnya menutupi kelemahan plot saja.

Dugan memang sudah berkali-kali bekerjasama dengan Sandler di genre yang paling dikuasainya ini. Sayangnya kolaborasi mereka tampaknya harus segera ditinjau ulang di kemudian hari karena kualitas yang semakin memudar, see their latest work Jack and Jill (2011) for example. Humor yang terlalu menjurus seksualitas mulai dari bikini hingga masturbasi ini selayaknya dipertanyakan mengingat identitasnya adalah film keluarga dengan segmentasi remaja pada khususnya. Nyaris tidak ada garis lurus yang bisa ditarik dari satu babak ke babak lainnya. Semua terasa dipaksakan memenuhi durasi.

Kemunculan muka-muka baru yang sesungguhnya memiliki nama malah dipertanyakan motifnya. Lihat bagaimana mengganggunya Meadows dan keluarga yang berulang kali mengatakan ‘What?’ dengan pitch meninggi. Swardson sebagai pengemudi ‘beler’, Ludwig sebagai putra tak diinginkan, Austin sebagai seteru masa kecil Lenny, Penny sebagai mantan love interest Lenny, Hudson sebagai instruktur gay dan lain-lain seharusnya memberi kedalaman konflik tapi terlalu sedikit screentime bagi mereka untuk berbuat lebih. Entah apa yang dipikirkan Lautner, Ventimiglia atau Schwarzenegger Jr. dalam menerima peran frat ‘annoying’ boys.

Bagi saya Grown Ups 2 adalah proyek percobaan. Percobaan mengulangi kelarisan prekuelnya. Percobaan memperpanjang isu tanpa formula yang laik. Percobaan menampilkan puluhan (bahkan mungkin ratusan) aktor-aktris tenar dalam satu film. Percobaan memaksimalkan humor basi yang bagaikan kompilasi dari film-film komedi sebelumnya. Semuanya itu berujung pada satu kondisi yaitu gagal alias failure! This movie won’t do any benefit for everybody’s resume except their own wallet for sure. Sandler in particular, you’ve got to grow up and move forward!

Durasi:
101 menit

U.S. Box Office:
$130,648,721 till September 2013

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 17 November 2012

BREAKING DAWN PART 2 : Sweet Ending To A Series That You Love Or Hate


Quote:
Bella Cullen: I thought we would be safe forever. But "forever" isn't as long as I'd hoped. 

Nice-to-know: 

Film ini menghabiskan bujet $75 juta sekaligus tertinggi dari semua installment Twilight saga. 

Cast: 

Kristen Stewart sebagai Bella Swan
Robert Pattinson sebagai Edward Cullen
Taylor Lautner sebagai Jacob Black
Peter Facinelli sebagai Dr. Carlisle Cullen
Elizabeth Reaser sebagai Esme Cullen
Ashley Greene sebagai Alice Cullen
Maggie Grace sebagai Irina
Dakota Fanning sebagai Jane
Martin Sheen sebagai Aro
Kellan Lutz sebagai Emmett Cullen
Nikki Reed sebagai
Rosalie Hale 

Director: 

Merupakan feature film ketujuh bagi Bill Condon yang mengawalinya sejak Sister, Sister (1997).

W For Words: 
Lima tahun, empat buku, lima film yang menghasilkan lebih dari satu miliar dollar dari hasil peredaran di seluruh dunianya telah membawa kita pada episode penutup ini. Terima kasih pada para pecinta Twilight saga yang dikenal dengan sebutan Twihard atas sumbangsih dukungannya yang tak ternilai pada karya Stephenie Meyer ini. Bagi para penggemar franchise ini jelas akan senang melihat konklusi akhir dari cinta segitiga tak berujung Edward-Bella-Jacob. Sedangkan bagi haters mungkin akan bahagia mengetahui tidak akan ada lagi segala sesuatu yang berbau Cullen. Still not sure with the later though.

Bella
menikmati hidup barunya sebagai vampir apalagi kehadiran bayi perempuan, Renesmee yang bertumbuh cepat. Edward masih setia membantu Bella mengontrol kekuatan besar yang dimilikinya sedangkan Jacob tetap suportif menjaga putrinya kelak. Kebahagiaan terusik tatkala vampir Irina melaporkan Renesmee yang dianggap menyalahi aturan kepada Volturi yang sudah lama bersitegang dengan keluarga Cullen. Pertarungan besar antara dua klan tersebut bisa jadi tak dapat dihindari sehingga Bella-Edward dan the Cullens harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Anggapan finale ini bakal kehilangan gigi karena ending di buku yang konon mengecewakan ditepis oleh penulis skrip Melissa Rosenberg yang secara cerdas menonjolkan momen komedik dari keluarga vampir sohor itu. Paruh pertama menitikberatkan pada proses “adaptasi” Bella terhadap bentuk kehidupan barunya. Sifat emosionalnya terhadap Jacob di awal cerita tampak didramatisir. Untungnya tak berlangsung lama ketika romansa abadinya bersama Edward dihadirkan. Paruh kedua memperkenalkan berbagai karakter baru secara cepat dimana masing-masing memiliki kekuatan unik.

Sutradara Condon menunjukkan kelasnya dengan memperbaiki interaksi Edward-Bella-Jacob dari sekadar opera sabun belaka. Lihat bagaimana ketiganya terlihat beranjak dewasa dengan rasa tanggungjawab yang lebih besar. Sinematografi milik Guillermo Navarro di bagian pembuka mengingatkan anda pada episode National Geography dimana insting predator Bella mampu menjelajah dunia flora dan fauna secara detail. Sayangnya penggunaan CGI pada bayi Renesmee terlalu berlebihan. Sementara departemen make-up dan kostum berhasil menunaikan tugasnya dengan baik.

Stewart memberikan penjiwaan yang lebih baik pada sosok Bella dewasa, seorang istri sekaligus ibu. Usahanya untuk belajar “cepat” terpampang dari ekspresinya. Sama halnya dengan Pattinson yang mampu menampilkan sosok Edward yang terkendali tanpa harus kehilangan sisi lembutnya. Lautner tidak mendapat banyak porsi meski “transformasi” yang memamerkan kebugarannya masih menjual. Aktor senior Sheen paling mencuri perhatian dengan akting teatrikalnya lewat karakter Aro yang tricky. Pula Fanning yang mampu memaksimalkan minimnya kemunculan Jane menjadi memorable.

Breaking Dawn Part 2 bisa dikatakan episode terbaik dari franchise ini, bisa dinikmati para lovers dan haters sekalipun. Segi drama dan aksinya berjalan bersisian. Twist yang tersimpan di akhir muncul tepat pada waktunya. Klimaks pertarungan pun tergarap epik dimana unsur kekerasannya naik satu tingkat dari yang sudah-sudah. Tidak lupa tribute terhadap seluruh cast dan karakternya disisipkan dengan begitu manis. Flashback hubungan Bella dan Edward bisa jadi mengingatkan anda akan perjalanan cinta mereka yang selalu ditunggu lengkap dengan segala dialog klise nan puitis. You’ll love ‘em for thousand more.

Durasi: 
115 menit 

Overall:

7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 19 November 2011

BREAKING DAWN PART 1 : Eksploitasi Pernikahan Bulan Madu Kehamilan

Quotes:
Edward Cullen: No measure of time with you will be long enough. But we'll start with forever.


Storyline:
Kaum Quileute dan Volturi akhirnya menjadi saksi pernikahan Edward Cullen dan Bella Swan yang dinanti-nanti. Prosesi berlangsung sakral yang dilanjutkan dengan bulan madu romantis di sebuah villa yang menghadap pantai. Tanpa diduga, Bella mengandung dengan cepat dimana sang bayi dikhawatirkan Sam dkk akan menjadi ancaman bagi pihak manusia, vampir dan serigala itu sendiri di masa mendatang. Kini yang terpenting adalah keputusan Bella untuk mempertahankan bayi tersebut sekalipun mengorbankan nyawanya sendiri.

Nice-to-know:
Awalnya Sofia Coppola tertarik menggarap film ini dalam satu bagian saja tetapi Summit Entertainment bersikeras membaginya dalam dua bagian.

Cast:
Memulai debut aktingnya dalam The Flintstones in Viva Rock Vegas (2000), Kristen Stewart melanjutkan peran Bella Swan
Sempat membintangi Water For Elephants di tahun ini, Robert Pattinson meneruskan karakter Edward Cullen
Nikki Reed sebagai Rosalie Hale
Ashley Greene sebagai Alice Cullen
Peter Facinelli sebagai Dr. Carlisle Cullen
Billy Burke sebagai Charlie Swan
Kellan Lutz sebagai Emmett Cullen

Director:
Bill Condon terakhir menggarap Dreamgirls (2006) yang mendapat banyak pujian itu.

Comment:
Sebuah lanjutan franchise yang sudah sangat memiliki fanbase di seluruh dunia. Yes, IMO Twilight is great, New Moon is bored to death, Eclipse is quite standard with few glimpses. Lantas bagaimana dengan yang satu ini? Dimana anda harus bersabar selama sekitar satu tahun untuk menyaksikan adaptasi “setengah buku” lagi. Jelas hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar menggemari cinta segitiga Edward-Bella-Jacob tersebut.
Melissa Rosenberg yang mengerjakan skripnya berdasarkan novel karangan Stephenie Meyer ini mengetengahkan empat bagian inti yaitu persiapan pernikahan, pernikahan itu sendiri, masa bulan madu hingga periode mengandung. Kesemuanya seharusnya menjadi chapter terakhir hubungan Edward dan Bella tetapi sebegitu pentingnya kah mengambil waktu hingga nyaris 2 jam hanya untuk bercerita hal-hal mendasar dan pribadi tersebut?

Jika anda penonton wanita, bisa jadi jawabannya iya. Namun jika penonton pria, rasanya tidak. Pra-wedding diperlihatkan kegalauan Bella dan kegusaran Jacob, tersaji secara cepat. Wedding itu sendiri berlangsung sakral dan indah, tanpa lupa mengapresiasi musik gubahan Carter Burwell yang sukses membangun mood. Honeymoon amat memperlihatkan “keintiman” Bella-Edward hingga sisi yang paling personal sekalipun. Sedangkan pregnancy sebagai pamungkas lumayan intens dengan sajian “berdarah” yang ditutup dengan perseteruan kaum serigala dan vampir.
Beban berat ditanggung oleh sutradara Condon yang sebetulnya berbakat ini. Terbukti ia banyak mendapat hujatan karena Part 1 ini dirasakan kurang visioner dan tidak memberikan pengembangan karakterisasi yang cukup untuk dapat mencapai konflik yang antiklimaks. Nuansa dark yang harusnya muncul justru terlihat tanggung bahkan semakin dirusak dengan dialog-dialog yang cheesy dan tidak bermakna samasekali.

Stewart mungkin satu-satunya yang berakting gemilang disini. Transformasi Bella Swan dari remaja menjadi wanita muda yang hidupnya lengkap dengan pernikahan dan kehamilan terasa mulus menyiratkan kedewasaan. Di sisi lain, Pattinson dan Lautner tidak memberikan perubahan akting yang signifikan selain menunjukkan kasih sayang, pengorbanan dan keikhlasan yang hakiki terhadap wanita yang mereka cintai lewat interpretasi tokoh Edward dan Jacob.
Breaking Dawn Part 1 begitu bertele-tele dalam penyajian kisahnya yang menye-menye hingga anda berkali-kali melirik jam untuk menghitung menit-menit yang hilang di dalam bioskop. Pihak produser tidak seharusnya mencari keuntungan dengan membagi buku terakhir dalam dua film apalagi memaksakan rating Remaja untuk pengalaman bersinema yang sedemikian dewasa itu. Adegan pernikahan, malam pertama, melahirkan adalah scene terbaik yang perlu saya lihat disini dan rasanya hanya butuh sekitar 15 menit untuk kesemuanya itu. I wish someone would lend me a remote control, so i could fast-forward here and there!

Durasi:
117 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 05 Oktober 2011

ABDUCTION : Kerahasiaan Identitas Diburu Agen Ganda

Tagline:
What if your entire life was a lie?


Storyline:
Kehidupan Nathan Price terasa sempurna, berkecukupan dengan orangtua yang menyayanginya, Kevin dan Mara. Ia juga bersahabat dengan Gilly dan menaruh hati pada Karen, tetangganya yang dikenal sejak kecil. Saat ditunjuk mengerjakan tugas bersama, Nathan malah menemukan foto kecilnya ada dalam daftar orang hilang. Rasa penasaran malah melibatkan Nathan dalam petualangan bersama Karen menghindari sekelompok orang yang menginginkan sesuatu darinya. Orang-orang berbahaya yang tega membunuh ayah ibunya. Nathan harus mulai belajar untuk tidak mempercayai siapapun juga.

Nice-to-know:
Diproduksi secara asosiatif oleh Lionsgate, Gotham Group, Vertigo Entertainment, Quick Six, Mango Farms dan Tailor Made.

Cast:
Memulai akting di usia 9 tahun lewat Kismet (2001), Taylor Lautner bermain sebagai Nathan Price
Sempat mendukung The Blind Side (2009), Lily Collins berperan sebagai Karen
Denzel Whitaker sebagai Gilly
Sigourney Weaver sebagai Dr. Bennett
Alfred Molina sebagai Burton
Michael Nyqvist sebagai Kozlow
Jason Isaacs sebagai Kevin
Maria Bello sebagai Mara

Director:
John Singleton sebelum ini mengeksekusi Four Brothers (2005) yang cukup keras dan kelam itu.

Comment:
Pertanyaan pertama yang saya ajukan bagi moviegoers: Yang merasa fans Taylor Lautner silakan angkat tangan. Satu, dua, sebelas, tiga puluh empat wanita, okey. Lho ternyata ada prianya juga, enam belas! Baiklah, ini penting untuk demografi film. Jika selama ini Lautner dikenal dalam Twilight Saga, sambil menunggu Breaking Dawn di penghujung tahun, anda bisa saksikan dulu kiprahnya dalam film aksi thriller ini yang menghabiskan bujet 35 juta dollar.
Skrip yang ditulis oleh Shawn Christensen ini seperti comotan dari The Bourne Identity dengan versi remajanya. Perbedaannya adalah tabir tersimpan mengenai Bourne terkesan keren, sebaliknya rahasia terdalam tentang Nathan terbilang cupu. Anda akan peduli dengan kiprah Bourne mencari identitasnya tetapi tidak akan ambil pusing dengan langkah Nathan menemukan jati dirinya. Oleh karena itu, jangan coba membandingkan. Cukup duduk manis dan ikuti menit demi menit film ini.
Tampaknya Lautner masih membutuhkan waktu belasan tahun lagi untuk bisa bermetamorfosis menjadi aktor yang baik. Saat ini kapabilitasnya hanya dalam memamerkan perut six pack nya, bukan akting yang mumpuni. Lihat saja bagaimana peran Jacob dengan limitasi ekspresi dan tutur katanya sampai terbawa disini selagi ia bermain sebagai peran utama. Karakter Nathan memang terlihat tangguh secara fisik tapi kemampuan bertahan hidupnya tidak terlalu meyakinkan.

Beruntung peranan Collins tidak sampai mengganggu sebagai love interest Nathan walau chemistry keduanya nyaris sama kaku dan membosankannya dengan Jacob dan Bella. Dukungan aktor-aktris senior macam Bello, Molina, Weaver, Isaacs dll sebetulnya merupakan poin plus tersendiri tapi sayangnya kemunculan mereka lebih sekadar basa-basi. Porsinya terlampau sedikit dimana karakterisasi tidak tergali dengan kuat.
Sutradara Singleton yang bertangan dingin sekalipun tidak mampu menyelamatkan film yang lebih pantas didegradasi ke dalam kelas B-movie. Koreografi pertarungan satu lawan satunya terasa jadul dan lebih cocok digunakan dalam film-film tahun 90an. Setting yang lebih megah seharusnya dibangun demi meningkatkan tensi action berkelas. Bukan cuma stadium football yang hiruk pikuk dan disulap sedemikian rupa untuk menyimpulkan endingnya dengan begitu antiklimaks.
Kesalahan terbesar Abduction adalah desain poster dan trailernya yang teramat menjual apalagi dengan memasang nama dan wajah Taylor Lautner besar-besar. Namun yang paling fatal yaitu penggunaan judul yang samasekali tidak ada korelasinya dengan konten film. Belum apa-apa, calon penonton sudah diajarkan untuk berpengharapan tinggi dengan menontonnya secepat mungkin, sebelum mereka menyadari tidak ada yang istimewa dari film ini. Semua serba datar dan predictable, sama halnya ketika Lautner langsung memamerkan tubuhnya pada 5 menit pertama durasinya.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$10,925,253 opening week in end of Sep 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 03 Juli 2010

ECLIPSE : Episode Lain Pergulatan Panjang Cinta Segitiga

Quotes:
Bella Swan-Should I come back?
Jacob Black-I need some time, but I'll always be waiting.
Bella Swan-Until my heart stops beating.
Jacob Black-Maybe even then.

Storyline:
Seattle dikejutkan oleh beberapa pembunuhan sadis yang belakangan diketahui dipimpin oleh Riley dengan gang vampir pemusnah manusianya. Selepas akhir semester, Bella dan Edward kembali menikmati kebersamaan yang intim meskipun diselingi kehadiran Jacob yang tetap mengejar cinta Bella. Sementara itu Victoria masih terobsesi membalaskan dendam terhadap Edward yang telah membunuh kekasihnya, James. Dan Bella menjadi incarannya agar Edward merasakan sakit yang sama. Demi mengalahkan musuh yang lebih kuat, keluarga Cullen bergabung dengan klan werewolf untuk menciptakan kemenangan bersama. Akankah kali ini Bella tetap terlindungi dan mampu menetapkan hatinya?

Nice-to-know:
Kristen Stewart menggunakan wig disini setelah memotong pendek rambutnya untuk peran dalam The Runaways. Sementara itu Tom Felton dan Channing Tatum sempat dipertimbangkan untuk mengisi peran Riley.

Cast:
Masih dibintangi oleh aktor-aktris muda yang sama ditambah beberapa muka baru.
Kristen Stewart sebagai Bella Swan
Robert Pattinson sebagai Edward Cullen
Taylor Lautner sebagai Jacob Black
Xavier Samuel sebagai Riley
Bryce Dallas Howard sebagai Victoria
Anna Kendrick sebagai Jessica
Ashley Greene sebagai Alice Cullen
Peter Facinelli sebagai Dr. Carlisle Cullen
Elizabeth Reaser sebagai Esme Cullen
Kellan Lutz sebagai Emmett Cullen

Director:
Uniknya David Slade terakhir menggarap film yang bertemakan vampir juga yakni 30 Days of Night (2007).

Comment:
Here we go again with the never-ending love triangle between Swan, Cullen and Black. Wait. Did i just say their family names instead nick names? Yes, just because i'm tired with those Bella, Edward and Jacob things. Really! Twilight is still an okay movie for me. But New Moon? Sorry, it wasn't okay. I fell asleep in the theatre after one-packed working day. So did my love ones back then. *sigh*
Three episodes with three different directors. Compare to what Hardwicke and Weitz had achieved, Slade brings some British elements in here. Some scenes actually remind me of Sleepy Hollow or Van Helsing. Slade also tried to balancing the action and drama itself. The fight scenes are more dominant and the drama sides are little more developed with new elements added and appropriate music themes (although most of all still sounds cheesy for me).
Still there's not too much characters developing like the previous two. As for Bella, she did a great job reuniting the whole characters. Read this! Seductive with Edward, passionate with Jacob, insulting Victoria, symphatized for all Cullens family members. How great Stewart is, one-packaged teenage girl who actually seemed like stands for herself! Pattinson still did a great job with cool expression and cold face. Lautner should keep that body tight unless director would give Jacob's role to another young actor. But can somebody do me a favor? Please put clothes on him to stop women (and some men) audiences' gasping. Thank you! Thank you!
The only thing that works for me in here is the idea of werewolves and vampires colaboration to stand together. They cooperate well enough to create some strong bonding in the end. Also some of Jacob's wolf ancestors' flashback or even other Cullen members' life before turned out to be vampires which are more interesting to explored. Otherwise Eclipse would be just another long duration chapter of "oh my dear" confusing Bella Swan! Breaking Dawn's next..

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$83,637,242 in opening week early July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 01 Desember 2009

NEW MOON : Pertentangan Keabadian dan Rasa Cinta

Quotes:
Bella Swan-What happened with Jasper was nothing.
Edward Cullen-Nothing compared to what could've happened. I promise never to put you through anything like this ever again. This is the last time you'll ever see me.

Cerita:
Hidup Bella dan Edward semakin terasa indah karena kekuatan cinta dalam hubungan mereka yang mendalam. Namun semua berubah saat ultah Bella dimana Bella merasa tak pantas dengan kemanusiaannya untuk Edward yang abadi. Belum lagi saat keluarga Edward merayakannya, jari Bella yang teriris pisau malah mengundang Jasper yang belum kebal darah untuk menyerangnya. Sejak saat itu Edward memutuskan pergi bersama keluarganya sejauh mungkin dari Bella demi keselamatannya. Kesepian melanda Bella yang hidupnya mendadak kacau. Disitulah sahabatnya yang seorang manusia serigala, Jacob Black berusaha menghiburnya. Dengan bahaya baru, teman baru dan musuh baru, Bella harus memilih berpegang pada masa lampau atau meneruskan masa depan?

Gambar:
Hampir keseluruhan syuting dilakukan di Vancouver, Canada termasuk David Thompson Secondary School, Paramount Theatre, Pitt Meadows, Stanley Park, Whytecliff Park dan Vancouver Film Studios yang sangat membantu kesan dingin dan sepi yang ingin ditampilkan.

Act:
Aktris muda yang semakin mencuat namanya ini terakhir terlibat dalam Adventureland (2009), Kristen Stewart masih memerankan tokoh Bella Swan yang semakin kompleks dan dilematis.
Debut Robert Pattinson pertama kali di layar lebar lewat Vanity Fair (2004) dimana namanya belum tercantum di credit tile. Sebagai Edward Cullen, Robert masih mempertahankan kharisma vampir cool.
Pernah mendukung Cheaper By The Dozen 2 (2005), Taylor Lautner melanjutkan peran Jacob Black hanya saja dalam porsi yang lebih besar karena berusaha mengisi kekosongan hidup Bella.

Sutradara:
Pria berusia 40 tahun bernama Chris Weitz ini pertama kali dikenal luas namanya lewat adaptasi fiksi The Golden Compass (2007) yang digadang-gadang sukses tetapi malah flop di pasaran. Semoga di tangannya, chapter kedua Twilight ini tidak bernasib sama.

Comment:
Saya tidak membaca buku Twilight samasekali tapi sudah menyaksikan film pertamanya tahun lalu yang menurut saya cukup baik karena sisi personalnya tertangkap dengan baik. Apa yang terjadi dengan sekuelnya ini? Pergantian sutradara dari Hardwicke ke Weitz rasanya sangat fatal. Keseluruhan film terasa kosong, durasi lama dan rasa bosan yang tidak berkesudahan apalagi karakternya bermain nyaris tanpa improvisasi yang baik. Rupanya kegagalan The Golden Compass diulangi lagi disini. Seakan membaca buku panjang tetapi di dalam sinema, fans setia mungkin akan senang karena semua elemen tertuang, tetapi tidak bagi penonton umum. Chemistry yang dibangun Edward dan Bella terasa datar, tidak sekuat film pertamanya. Sedangkan Bella dan Jacob sedikit lebih baik walau tetap terasa canggung. Beberapa dialog klise tentang cinta turut diucapkan meskipun tidak mengandung makna apa-apa. Spesial efek CGI sangat membantu tampilan werewolf, belum lagi sinematografi yang cukup artistik setidaknya masih menjadi nilai plus film ini. Sebagai penutup review, New Moon hanyalah diperuntukkan bagi penggila Twilight, bukan pengalaman sinema umum kebanyakan orang. Mudah-mudahan sekuel kedua dan ketiganya bisa lebih baik lagi.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
Unknown

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!