XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label public enemy number one. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label public enemy number one. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

PUBLIC ENEMY NUMBER ONE : PART 2

Quotes:
Jacques Mesrine: One day they'll shoot me to death, and it will completely make sense. Natural. After all, for someone who was in prison with maximum security, there are no rules. Like me, I live without rules.

Storyline:
Pelarian dari penjara bersama Jean Paul membuat Mesrine tersohor dan menjadi criminal nomor satu yang paling sulit dilumpuhkan. Mesrine kembali ke Perancis dan merampok sejumlah bank bersama rekan-rekannya serta selalu berhasil lolos dari kejaran polisi dengan cara-cara yang luar biasa. Sempat dijebloskan ke Maximum Security Prison di Paris, Mesrine malah bertandem dengan François Besse untuk kabur sekali lagi. Statusnya pun mulai berubah menjadi revolusioner, berkencan dengan Sylvia dan kemudian dengan bangga melakukan interview di media akan perspektif dirinya.

Nice-to-know:
Vincent Cassel menambah bobotnya sekitar 20 kg selama 4 bulan sebelum proses syuting dimulai.

Cast:
Pertama kali saya lihat aktingnya dalam Birthday Girl (2001), Vincent Cassel melanjutkan peran Jacques Mesrine disini.
Ludivine Sagnier sebagai Sylvia Jeanjacquot
Mathieu Amalric sebagai François Besse
Samuel Le Bihan sebagai Michel Ardouin
Gérard Lanvin sebagai Charlie Bauer

Director:
Jean-François Richet mengawali debut penyutradaraannya lewat État des lieux (1995).

Comment:
Beruntung sekali, film ini akhirnya bisa tayang di Indonesia lebih karena kekosongan slot film-film studio besar Hollywood. Jika episode pertamanya banyak berkisah mengenai pembentukan karakter sang kriminal nomor satu. Maka episode keduanya ini lebih bertutur tentang bagaimana melumpuhkannya setelah audiens disuguhkan kepintaran dan kelicinannya dalam aksi-aksinya. Tentu saja menggunakan penekanan yang berbeda dimana sudut pandang kita akan terbentuk sepenuhnya akan sosok Mesrine sesungguhnya.
Sutradara Richet masih tetap mempertahankan nuansa serius episode pertama dimana level kekerasannya masih realistis. Namun saya merasa episode keduanya ini lebih konservatif terlihat dari aksi kejar mengejarnya. Skrip di awal yang tergolong monoton dengan hanya memperlihatkan perampokan dan pelarian berubah menjadi pertunjukan karakter Mesrine sebagai hipokrit yang seringkali merugikan orang-orang di sekitarnya terutama ambisinya untuk melumpuhkan sistem demi sistem demi mencapai target yang semakin tinggi.
Penampilan Cassel disini sangat kuat. Terbukti ia mengubah penampilan fisiknya sedemikian rupa dengan perut yang mulai membuncit, belum lagi serangkaian penyamaran yang dilakukannya teramat meyakinkan. Terkadang kita sulit mengenali karakter Mesrine yang memiliki 1001 wajah. Emosinya yang keras juga terlihat dari setiap aksinya, membentuk karisma seorang kriminal hebat dengan sempurna. Kebetulan nama-nama di luar Cassel juga bermain secara maksimal sehingga satu sama lain terasa saling mendukung menyuguhkan plot cerita yang intens.
Saya harus akui episode pertamanya lebih berkualitas secara keseluruhan tetapi entah mengapa saya lebih antusias mengikuti jalinan cerita episode keduanya ini dari menit awal sampai akhir. Terlepas dari obyektifitas yang terkadang kabur akan apa yang sesungguhnya ingin disampaikan ke penonton, Public Enemy Number One yang judul aslinya Mesrine : Killer Instinct dan Mesrine : Public Enemy #1 ini merupakan salah satu biografi terbaik yang dibuat Perancis sepanjang sejarah perfilman Eropa. Akting yang mumpuni, penyutradaraan yang brilian berhasil menjaga intensitas film dengan baik lewat serangkaian aksi memukau yang sangat tradisional dalam pengertian positif. Selamilah pola pikir seorang Mesrine dan silakan tarik kesimpulan yang bisa anda rangkai.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$275,125 till Feb 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 14 September 2010

PUBLIC ENEMY NUMBER ONE : Asal Usul Gangster Legendaris Perancis

Original title:
L'instinct de mort

Storyline:
Sejak muda Jacques Mesrine sudah menunjukkan karakternya yang keras dan pemberani. Seringkali ia berpindah-pindah dari pelukan satu wanita ke wanita lain sampai bertemu Sofia yang akhirnya memberinya 3 anak dan berujung perceraian. Kemudian ia berjumpa Jeanne yang berpaham sama dengannya. Keduanya melakukan perampokan bersama dan berakhir di penjara untuk waktu yang cukup lama. Namun bukan Mesrine namanya jika menyerah begitu saja. Ia pun merancang pelarian bersama Jean-Paul di tengah penjagaan yang ketat..

Nice-to-know:
Awalnya Barbet Schroeder sempat ditunjuk untuk mengarahkan dua film Mesrine ini.

Cast:
Mengawali karier akting layar lebar lewat Les cigognes n'en font qu'à leur tête (1989), Vincent Cassel bermain sebagai Jacques Mesrine yang dikenal sebagai musuh publik Perancis nomor satu pada jamannya.
Cécile De France sebagai Jeanne Schneider
Gérard Depardieu sebagai Guido
Gilles Lellouche sebagai Paul
Roy Dupuis sebagai Jean-Paul Mercier
Elena Anaya sebagai Sofia

Director:
Jean-François Richet sebelum ini mengarahkan film Hollywood, Assault on Precinct 13 (2005).

Comment:
Saya sedikit mempertanyakan mengapa film ini masuk ke Indonesia! Bukan atas dasar negatif tapi lebih merupakan pemakaian judul yang salah seakan merupakan satu film yang utuh. Padahal sebetulnya terbagi dua yang dirilis nyaris bersamaan yaitu Mesrine: Killer Instinct dan Mesrine : Public Enemy Number One. Bahwa tidak jelas part II nya apakah akan masuk kembali ke bioskop? Tidak ada yang tahu sejauh ini.
Ini adalah film Eropa secara umum yang menceritakan biopik seorang Jacques Mesrine, gangster legendaris Perancis pada periode tahun 60-70an. Otomatis ingatan kita membubung pada Public Enemies (2009) nya Johnny Depp yang mengisahkan seorang John Dillinger, gangster legendaris Amerika pada periode tahun 30an. Dejavu? Tidak juga. Mesrine tetaplah tokoh unik yang secara luar biasa diwujudkan oleh aktor berbakat Vincent Cassel yang sudah membuktikan kualita aktingnya di berbagai film internasional. Semua scene utama Cassel mulai dari perampokan, penyanderaan, perkelahian, pembunuhan, penyiksaan, pelarian termasuk romantisme dan pemukulan terhadap wanita akan memporak-porandakan perasaan anda yang menyaksikannya. Terasa sangat real hingga dibutuhkan beberapa gunting sensor untuk beberapa bagiannya.
Richet juga menyajikan sinematografi yang memuaskan. Setting tahun 60an dihadirkan dengan pencahayaan yang pas. Belum lagi close-up shot para tokohnya yang seringkali membuat audiens merasa terlibat langsung dalam adegan terkait. Tensi tinggi sebuah action thriller juga terjaga sepanjang durasinya sehingga perjalanan hidup seorang Mesrine sebelum menjadi legenda benar-benar tereksploitasi dengan maksimal. Yah mudah-mudahan saya berkesempatan menonton kelanjutannya. Jika tidak di bioskop maka terpaksa di dvd. Go see it!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$413,958 till mid Sept 2010 (limited screens).

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent