XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label kristen wiig. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kristen wiig. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

DESPICABLE ME 2 : Extra Love For Gru and Extended Minions

Quote:
Agnes: Are you really gonna save the world?
Gru: That's right, baby! Gru's back in the game with cool cars... gadgets... and weapons!

Nice-to-know:
Al Pacino
dan Javier Bardem sempat dikabarkan akan mengisi suara Eduardo sebelum batal dan digantikan oleh Benjamin Bratt.

Cast:
Steve Carell
 sebagai Gru
Kristen Wiig sebagai Lucy
Benjamin Bratt sebagai Eduardo / El Macho
Miranda Cosgrove sebagai Margo
Russell Brand sebagai Dr. Nefario
Steve Coogan sebagai Silas
Elsie Fisher sebagai Agnes
Dana Gaier sebagai
Edith

Director:
Pierre Coffin dan Chris Renaud melanjutkan kerjasama mereka setelah Despicable Me (2010) sukses meraup lebih dari 250 juta dollar di Amerika Serikat saja.

W For Words:
Bagi saya Despicable Me (2010) adalah salah satu animasi 3D terbaik yang pernah dibuat oleh Hollywood. Komposisi warna, gambar dan efek visualnya amat memanjakan mata, bahkan post-credit title nya pun masih ditunggu. Produksi Universal Illumination Pictures ini lantas sukses besar dalam mencuatkan ikon baru di dunia perfilman yaitu the minions, makhluk mungil berwarna kuning dengan seribu satu polah tingkahnya yang mampu mencuri perhatian penonton. Okay, enough with the introduction, who’s going to continue with this sequel?

Mantan penjahat super Gru tengah menikmati masa pensiunnya dengan mengurus ketiga gadis Margo, Edith dan Agnes. Bersama asistennya Dr. Nefario, ia mengembangkan usaha selai dan jelly di laboratorium rahasia dengan bantuan minions. Pada suatu hari, agen Anti Villain League bernama Lucy Wilde menyambanginya dan membawanya bertemu dengan kepala perserikatan Silas Ramsbottom. Tujuannya adalah membujuk Gru untuk menyelidiki hilangnya serum yang dapat mengubah makhluk apapun menjadi monster berkekuatan super.  Bersediakah Gru bertandem dengan Lucy?

Materi yang masih ditulis oleh Ken Daurio dan Cinco Paul ini memang tak lagi menitikberatkan pada petualangan Gru yang taktis dan cool seperti pendahulunya.  Kali ini ‘petualangan’ yang terbilang lebih manusiawi lebih ditekankan yakni aksinya sebagai single parent dan kiprahnya sebagai love chaser. Dua aspek itu kian terasa menutupi misi besar yang tengah dihadapinya. Tebaran elemen slapstik dan komedi satir baik lewat dialog ataupun bahasa tubuh nyaris di setiap bagian nyatanya masih cukup ampuh dalam menggalang tawa lepas penonton.

Carell masih konsisten memberikan aksen Rusia yang pas pada karakter Gru. Pujian patut dilayangkan pada Coogan, Bratt dan Arias yang begitu hidup menyuarakan Silas, Eduardo dan Antonio berturut-turut. Sedangkan Wiig yang dalam prekuelnya mengisi suara Miss Hattie berganti menjadi Lucy yang digambarkan berkepribadian unik dan menyenangkan. Istilah ‘lipstick taser’ mungkin akan terus tertanam di benak anda dalam waktu yang cukup lama. Selain itu masih ada Russell Brand, Ken Jeong, Miranda Cosgrove, Elsie Fisher, Dana Gaier dan lain-lain yang tak ketinggalan sumbangsihnya.

Salah satu daya tarik film jelas ada pada minions yang mendominasi durasinya termasuk digambarkan baik dan jahat sekaligus (tanpa bermaksud spoiler). Lihat bagaimana mereka mengejar ice cream, bersantai di pantai, bermain sambil bekerja dengan multilingual aksen. Saya menangkap ‘hana dul ses’ atau one two three dalam bahasa Korea, ‘masalah’ dalam bahasa Indonesia, gelato dalam bahasa Italia, ‘gan bei’ dalam bahasa Cina dan banyak lagi. Now you know why they got famous all over the world. Nantikan kejutan dari mereka di penghujung kisah yang akan membuat anda terpingkal-pingkal.

Coffin dan Renaud sebagai duo sutradara kreatif yang masih menonjol dalam aspek kedetailan desain visual ini tak lantas dituding sepenuhnya atas degradasi segi cerita karena mengikuti kemauan produser dalam upaya ‘menjual’ Despicable Me 2. Terbukti spin-off Minions rencananya akan mulai diproduksi tahun depan. Sementara itu nikmati saja terlebih dahulu sajian kisah Gru yang happy ending in the most ‘cheesy’ way ini. Who knows it will still entertain you. Don’t forget to see at least its 3D version. Worth your extra money especially get extra ‘love’ in here.

Durasi:
98 menit

U.S. Box Office:
$228.376.775 till
Jul 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 20 Oktober 2012

FRIENDS WITH KIDS : True Love, Marriage And Parenting In Discuss


Quotes: 
Ben: So, why didn't you guys ever even try to get together?
Jason Fryman: It's too much familiarity. It's like she's one of my limbs.
Ben: And that's bad, because...?
Jason Fryman: Because I hate myself.

Nice-to-know: 
Kristen Wiig, Maya Rudolph, Chris O'Dowd dan Jon Hamm semuanya pernah tampil bersama dalam Bridesmaids (2011).   

Cast: 

Adam Scott sebagai Jason Fryman
Jennifer Westfeldt sebagai Julie Keller
Maya Rudolph sebagai Leslie
Chris O'Dowd sebagai Alex
Kristen Wiig sebagai Missy
Jon Hamm sebagai Ben
Edward Burns sebagai Kurt
Megan Fox sebagai Mary Jane



Director: 
Jennifer Westfeldt yang lebih dikenal sebagai aktris ini memulai debut penyutradaraannya.

W For Words: 
Pernikahan bagi pria dan wanita di kota besar seperti New York mungkin bukan lagi sebuah tuntutan karena dapat mengubah kehidupan masing-masing. Tagline “Family doesn't always go according to plan“ dikemukakan dengan lugas oleh penulis skrip Jennifer Westfeldt yang juga menyutradarai dan membintangi sekaligus. Sayangnya film yang diproduksi oleh Locomotive, Points West Pictures dan Red Granite Pictures ini malah rilis terbatas di pasaran Amerika Serikat itu sendiri sehingga publisitasnya tidak terlalu luas apalagi diketahui luas oleh masyarakat.

Julie dan Jason adalah dua sahabat karib yang bertahan melajang di saat teman-teman mereka, Missy dan Ben serta Leslie & Alex sudah menikah. Tuntutan usia membuat keduanya mengambil keputusan gila yaitu melahirkan anak dan membesarkannya bersama! Lahirlah seorang putra bernama Joe. Awalnya pembagian tugas berjalan lancar sampai Jason berjumpa gadis idamannya yang juga aktris, Mary Jane dimana Julie bertemu lelaki impiannya yang juga duda beranak, Kurt. Akankah status mereka tetap seperti itu walaupun tuntutan perasaan dan masa depan semakin mendesak?

Skrip Westfeldt yang dikembangkan dari panggung teater ini sangat akurat dan relevan dengan kondisi kehidupan modern. Ben dan Missy adalah contoh nyata bahwa hubungan yang berapi-api di masa pacaran pada akhirnya bisa padam juga setelah memasuki jenjang pernikahan. Alex dan Leslie adalah umpama lain bahwa keharmonisan rumah tangga umumnya mulai luntur semenjak kehadiran anak. Pertukaran dialog di antara keenam orang dewasa mengenai karir, pernikahan dan membesarkan anak ini terbilang tajam, menertawakan sekaligus menohok dengan teramat jujur.

Kehidupan lajang tak jarang berarti kebebasan mencari pasangan termasuk urusan seks sekalipun. Konsep easy get, easy go banyak terjadi di masa sekarang yang serba egosentris ini sehingga membuat orang berubah menjadi “petualang” yang pada akhirnya mengindahkan kebutuhan berumah tangga. Jason adalah pria egois penyuka wanita seksi berdada besar sedangkan Julie adalah wanita sensitif pendamba pria kebapakan berpostur tinggi. Tanpa disadari sosok pasangan ideal yang selalu mereka cari itu sesungguhnya tak ada karena sesempurna apapun pasti memiliki kekurangan yang hakiki.

Saya mengagumi interaksi Westfeldt dan Scott disini. Mereka tampak saling melengkapi dengan plus minus dan pendirian masing-masing. Audiens akan jatuh cinta pada karakter keduanya sejak menit pertama. Lihat bagaimana perubahan emosi Jason ataupun Julie yang sangat bergantung pada timing seakan menegaskan peribahasa “A right person at the right moment”. O’Dowd dan Wiig juga mampu mencuri perhatian di setiap kemunculan mereka tanpa mengecilkan arti Rudolph dan Hamm. Sedangkan Burns dan Fox mampu menokohkan “perfect match” bagi Julie dan Jason sesuai talenta masing-masing.

Friends With Kids jelas komedi romantis wajib tonton di tahun 2012 bagi bff (best friends forever), terlebih penggunaan sudut pandang seimbang dari pria dan wanita ini. Peran seorang anak jelas penting sebagai perekat rumah tangga walau ironisnya kerapkali dianggap lebih penting daripada suami/istri itu sendiri. Pro dan kontra terhadap nilai keluarga dan struktur pembentuknya pun tak luput menjadi perhatian anda sehingga memberikan perspektif baru bagi yang (kebetulan) belum menjalani fase tersebut. Tenang, isu utama yaitu pencarian cinta sejati tak lantas tenggelam karenanya. Speaking about true love, marriage and parenting? Reality does bite!

Durasi: 
107 menit

U.S. Movie Box Office: 
$7,250,054 till June 2012

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent