XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label karina nadila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karina nadila. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2011

PIRATE BROTHERS : Persaudaraan Terpisah Pertempuran Seru

Tagline:
Separated by fate.. Destined for a different path!

Storyline:
Sunny yang tengah berduka karena kakak angkatnya tewas di tangan gerombolan bertattoo bergabung di sebuah panti asuhan. Disana ia bertemu Verdy yang lebih muda darinya, persahabatan erat pun terjalin di antara keduanya. Tidak lama kemudian, Verdy diadopsi oleh keluarga kaya dan kelak mewarisi bisnis orangtua angkatnya itu. 20 tahun berlalu, Verdy telah memiliki kekasih bernama Melanie dan hidupnya terjamin. Namun pada suatu kesempatan ia tak sengaja bertemu Sunny yang telah bergabung dengan kelompok bajak laut yang mengincar barang kirimannya. Reuni pun dihabiskan dengan baku hantam seru sekaligus menentukan nasib persahabatan mereka.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Creative Motion Pictures dan gala premierenya dilangsungkan di PPHUI pada tanggal 23 Mei 2011 yang lalu.

Cast:
Robin Shou sebagai Sunny
Verdy Bhawanta sebagai Verdy
Karina Nadila sebagai Melanie
Marcio Fernando Da Silva
Yayuk Aw Unru
Andrew Lincoln Suleiman

Director:
Merupakan film kedua Asun Mawardi setelah Untukmu (2003) yang memasangkan Okan Kornelius dengan Asty Ananta itu.

Comment:
Anda termasuk pecinta film-film aksi tahun 1980-1990an yang dibintangi Barry Prima? Atau mungkin Willy Dozan di televisi dengan Deru Debu? Jika jawabannya iya, sebaiknya tidak melewatkan yang satu ini karena dipastikan kerinduan anda akan terobati. Namun bagi para pecinta film generasi baru, saatnya menambah khasanah perfilman lokal dalam kamus anda. Bukankah diversifikasi itu selalu positif maknanya?
Premis film memang masih setia pada pakem film-film sejenis. Ada masa kecil tokoh utama. Ada pembunuhan yang mengatasnamakan ketidak adilan. Ada misi balas dendam. Ada sekawanan penjahat. Ada penyelamatan sandera. Ada pertarungan melawan kejahatan. Semuanya itu diramu sedemikian rupa oleh penulis asing bernama Matthew Ryan Fischer agar tidak terlalu klise jatuhnya meski fakta tersebut teramat sulit untuk dihindari.
Kinerja sutradara Asun patut diapresiasi tinggi karena berhasil memaksimalkan kerja kamera untuk menghasilkan gambar-gambar jarak dekat maupun jauh yang sedap dipandang. Sinematografinya cukup menjual dengan setting indoor-outdoor yang digunakannya secara bergantian. Coba bandingkan saja scene di atas boat yang menonjolkan warna biru laut dengan scene di dalam warehouse tua yang kontras dengan graffiti disana-sininya.
Robin yang sebetulnya sudah tidak muda lagi tetap mampu menghadirkan koreografi laga yang memikat. Bahu membahu dengan Verdy yang juga tidak kalah tangkasnya terlebih kemampuan capoeira yang dimilikinya. Sesaat kita akan merasa keterikatan emosi di antara keduanya yang terhubung sejak kecil kurang maksimal tetapi rasanya patut dimaklumi Sayangnya Karina tidak mendapat porsi yang frekuentif karena kehadirannya lebih sebagai pemanis belaka di tengah aktor-aktor berwajah dan berpenampilan garang disini.
Sayangnya Pirate Brothers tidak menawarkan keistimewaan dalam bercerita dimana ajakan filmmaker agar penonton dapat bersimpati pada para tokohnya masih tergolong miskin. Beda halnya dengan Merantau yang lebih persuasif itu sehingga terjadi keterkaitan audiens yang cukup nyata. Beruntung suguhan aksi-aksi laga di sepanjang durasi sebagai jualan utamanya bekerja dengan maksimal sehingga misi film yang banyak dibantu insan perfilman Thailand ini setidaknya tercapai dengan sukses.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Senin, 01 November 2010

GABY DAN LAGUNYA : Misi Kembali Ke Pelukan Mantan Pacar

Quotes:
Gaby-Aku punya firasat kalau suatu saat kamu akan pergi jauh..

Storyline:
Kelima muda-mudi masing-masing Popo, Gita, Agnes, Nando dan Angel mempunyai mimpi untuk sukses masuk dalam industri rekaman. Sayangnya produser yang mendengarkan demo mereka tidak berpikir band ini memiliki masa depan yang baik. Gita yang kecewa berbuntut pada hubungannya dengan kekasih barunya walaupun masih menyimpan perasaan pada Popo. Sedangkan Popo sendiri sebagai ketua band bertanggungjawab atas nasib mereka. Muncul secercah harapan saat Popo berjumpa Gaby yang lembut dan bersuara emas. Penampilan perdana Gaby bersama band Popo di kampus mendapat aplaus meriah. Seiring frekuensi pertemuan yang tinggi juga semakin mendekatnya keduanya walaupun Gita dari kejauhan memandang cemburu. Akankah mimpi-mimpi masa muda menjadi kenyataan seiring dengan jalinan asmara di dalamnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Batavia Pictures dan gala premierenya dilangsungkan di fX Platinum XXI tanggal 1 November 2010 yang lalu.

Cast:
Karina Nadila sebagai Gaby
Guntur Triyoga sebagai Popo
Leylarey Lesesne sebagau Gita
Rendy Kjaernett sebagai Nando

Director:
Nayato baru saja meluncurkan dua film bergenre berbeda di akhir bulan September yang lalu yaitu Pengantin Pantai Biru dan Pocong Jumat Kliwon.

Comment:
Jujur saja saya sudah sangat mengenal gaya penyutradaraan seorang Nayato terlepas dari bentuk naskah apapun yang disodorkan kepadanya. Menurut saya kali ini ia mencoba sedikit lebih serius dalam menggarap genre drama remaja yang diangkat dari novel karya Agnes Davonar. Sinematografi yang diusungnya kali ini bernuansakan warna hijau yang meneduhkan mata dengan mengandalkan para pemainnya yang juga eye-candy terlepas dari aktingnya yang standar-standar saja.
Plot ceritanya tak jauh-jauh dari kehidupan remaja pada umumnya yang kali ini difokuskan pada sebuah band yang beranggotakan tiga remaja cewek dan dua remaja cowok plus satu calon anggota baru. Percintaan segitiga lagi-lagi menjadi tema utama yang tidak ada habis-habisnya digali. Dan berbagai dialog yang disuguhkan terdengar cheesy antar dua sejoli yang sedang kasmaran sehingga kerapkali membuat penonton riuh rendah menyambutnya.
Viva Westi dan Ery Sofid sepertinya sudah berupaya keras mengeksplorasi setiap karakternya tetapi nampaknya Nayato memiliki cara sendiri untuk membagi porsi masing-masing sesuai kapasitasnya. Cukup disayangkan memang mengingat keseluruhan tokoh bisa jadi memberikan kontribusi terhadap kekuatan pondasi cerita yang menyokongnya.
Secara keseluruhan kualitas Gaby dan Lagunya tidaklah seburuk yang saya pikir sebelumnya. Terbukti saya masih bisa menikmatinya terlepas dari berlarut-larutnya problema cinta yang dihadirkan. Belum lagi kekliseannya yang membuat film ini tidak memiliki sesuatu yang baru untuk dijual. Akhir tragis mungkin memang menjadi trademark Nayato untuk kategori dramanya dan lagu Jauh Kau Pergi rasanya cukup berhasil menghadirkan suasana sendu sebelum layar ditutup. Smooth movie with fair quality but still weak in many aspects!

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa