XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label anthony mackie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anthony mackie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

ABRAHAM LINCOLN : VAMPIRE HUNTER Missed Opportunity For Alternate Lincoln

Quotes:
Abraham Lincoln: History prefers legends to men. It prefers nobility to brutality, soaring speeches to wild deeds. History remembers the battle, but forgets the blood. However history remembers me before I was a President, it shall only remember a fraction of the truth...

Nice-to-know:
Tom Hardy sempat dikabarkan akan mengisi peran Lincoln tapi jadwalnya bersinggungan dengan The Dark Knight Rises. Kemudian Eric Bana, Timothy Olyphant, Adrien Brody, Josh Lucas, James D'Arcy dan Oliver Jackson-Cohen juga dipertimbangkan sebelum Benjamin Walker melewati proses casting.

Cast:
Benjamin Walker sebagai Abraham Lincoln
Dominic Cooper sebagai Henry Sturgess
Anthony Mackie sebagai Will Johnson
Mary Elizabeth Winstead sebagai Mary Todd Lincoln
Rufus Sewell sebagai Adam
Marton Csokas sebagai Jack Barts

Director:
Merupakan film ke-11 bagi Timur Bekmambetov setelah dwilogi Yolki (2010-2011).

W For Words:
Abraham Lincoln adalah sosok Presiden Amerika Serikat ke-16 yang karismatik. Namun figurnya sekejap berubah dalam novel karya Seth Grahame-Smith yang memberikan biografi alternatif sebagai pemburu vampir ini. Konsep yang amat menarik walau mungkin akan memecahkan kubu pendukungnya menjadi dua bagian, yang suka dan tidak suka. Yes, pro dan kontra memang akan selalu ada. Setidaknya penggemar action thriller bisa berharap lebih dari konsep yang terkesan out-of-the-box semacam ini. Saya cuma berharap kalian tidak kecewa pada akhirnya nanti.

Semasa kecilnya, Abraham Lincoln menyaksikan ibunya tewas di tangan vampir. Dendam membara di hatinya menemukan titik terang saat berjumpa Henry Sturgess yang kemudian melatihnya menjadi seorang pemburu vampir yang handal seperti dirinya. Setelah berkarir dalam dunia politik yang membesarkan namanya hingga berpuncak sebagai Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln harus turun tangan dalam Perang Sipil yang menewaskan banyak orang dimana kaum vampir turut ambil bagian termasuk musuh lamanya, Adam.

Unsur cerita dalam film ini nyaris diabaikan. Anda tak perlu kecerdasan untuk berusaha mengerti logika yang disodorkan. Cukup terima kenyataan bahwa Presiden AS yang paling dielu-elukan itu lebih memilih kapak sebagai senjata pemenggal dibanding otak sebagai senjata pemersatu. Sekuens adegan aksi yang ditawarkan sutradara Bekmambetov disini akan mengingatkan anda pada karya-karya terdahulunya terutama Wanted (2008). Lihat saat Abraham diwajibkan menebas sebatang pohon dengan satu ayunan, sama dengan Wesley diharuskan membelokkan arah peluru dengan satu letusan. Premisnya pun mirip dimana tokoh utama harus kehilangan orangtua sebelum berlatih keras untuk menuntaskan dendam.

Walker memang sudah melakukan yang terbaik dengan peran Lincoln di tangannya tapi sayangnya skrip tidak memaksimalkan potensinya selain beraksi dengan kapak dan berteriak sekeras-kerasnya. Chemistrynya dengan Elizabeth Winstead juga tidak mampu membangkitkan sisi emosional yang dibutuhkan. Cooper lah yang paling menonjol kali ini dengan karakter Sturgess yang karismatik. Sewell, Csokas dan Wasson juga memberikan penjiwaan satu dimensi terhadap tokoh-tokoh antagonis yang dipercayakan pada mereka. Beruntung costume designer dan make-up department berhasil mendandani kesemuanya dengan cukup baik dan terlihat meyakinkan.

Abraham Lincoln : Vampire Hunter terbukti se-cheesy judulnya dalam semangat film berbau supernatural kelas B. Bangunan cerita yang goyah, karakterisasi yang lemah gagal mendukung sisi action yang sebetulnya lumayan solid itu. Terima kasih pada production value yang menggigit dengan sinematografi yang memikat. Namun kekecewaan saya tetap tidak terobati. Dialog yang buruk serta momen bersejarah yang campur aduk rentang waktunya semakin menegaskan sisi minusnya. It’s okay to be campy but still engaged to the audiences. This one fails short for such extra effort. Easy to forget nor pass for summer entertainment season. Oh, one more thing, the 3D works only a little.

Durasi:
105 menit
U.S. Box Office:
$16,500,000  in opening week June 2012

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 19 Juni 2009

THE HURT LOCKER : Aksi Penjinak Bom di Kancah Peperangan Sipil

Tagline:
War is a drug

Cerita:
Sekelompok tentara elit yang bertugas mengamankan bom di tengah peperangan. Ketika sersan baru, James mengambil alih tugas tingkat tinggi penjinak bom di tengah konflik, dia mengejutkan dua bawahannya, Sanborn dan Eldridge dengan membawa mereka dalam permainan hidup dan mati dengan pertikaian warga setempat. James berlaku seakan dia tidak peduli dengan maut. Kota yang bertikai pun semakin kacau dan karakter asli James muncul dan mungkin mengubah pribadi masing-masing selamanya.

Gambar:
Kota Irak yang seakan menjadi gurun luas dengan setiap lokasi menjadi ladang peperangan disyut dengan sangat realistis.

Act:
Pernah mendukung S.W.A.T (2003), Jeremy Renner tampil cemerlang sebagai Sersan William James yang berkarakter keras dan tidak kenal takut.
Anthony Mackie sebagai JT Sanborn yang tangguh tapi memiliki batas kemanusiaan ini sepintas mirip Will Smith, juga pernah membintangi film sejenis dalam We Are Marshall (2006).
Brian Geraghty sebagai Owen Eldridge yang penakut dan terjebak dalam situasi yang tidak pernah dibayangkannya.

Sutradara:
Tak dinyana Kathryn Bigelow merupakan sutradara wanita penghasil film-film keras termasuk satu yang paling dikenal yaitu Point Break (1991) yang melejitkan nama Keanu Reeves. Dalam Hurt Locker, ia menggunakan pendekatan semi dokumenter dalam bercerita. Menarik!

Komentar:
Dari awal kita sudah disuguhi adegan realistis yang seakan membuat penonton seperti benar-benar berada di tengah peperangan. Desing peluru, ledakan bom, rentetan tembakan dan lain-lain terasa sangat nyata. Konflik antar pasukan penjinak bom memang bukan yang baru ditampilkan tetapi tidak mengurangi daya tarik film ini. Intensitas bercerita yang konsisten pada tensi tinggi sampai akhir menambah keunggulan film ini. Hanya saja yang tetap harus menjadi perhatian adalah tidak semua orang bisa menikmati film perang apalagi tanpa ilustrasi musik samasekali. Bagaimana dengan anda?

Durasi:
115 menit

Europe Box Office:
$136,205 (Italy) till Nov 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!