XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label olivier megaton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olivier megaton. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

TAKEN 2 : Downgrade Repetition Of Lethal Neeson


Quotes:
Bryan Mills: If I kill you, your other sons will come and seek revenge? 
Murad: They will... 
Bryan Mills: And I will kill them too. 

Nice-to-know:
Menurut sang penulis, Luc Besson, ini akan menjadi sekuel satu-satunya.

Cast:
Liam Neeson sebagai Bryan Mills
Maggie Grace sebagai Kim
Famke Janssen sebagai Lenore
Leland Orser sebagai Sam
Jon Gries sebagai Casey
D.B. Sweeney sebagai Bernie
Rade Serbedzija sebagai Murad Krasniqi

Director:
Merupakan feature film kelima bagi Olivier Megaton setelah Colombiana (2011).

W For Words:
Masih ingat dengan action thriller yang sepadan dengan bumbu drama yang melingkupi dalam Taken (2008) dari produser bertangan dingin Luc Besson? Saya yakin moviefreak pasti mengingatnya dengan jelas bagaimana seorang Liam Neeson mengobrak-abrik seantero kota Paris untuk mencari putrinya yang disekap oleh sindikat human trafficking internasional. Empat tahun kemudian, muncullah sekuelnya dengan premis balas dendam yang kental. Would it still be engaging for audiences like before? You have to see this to answer.

Bryan Mills masih menjalankan peran ayah dan mantan suami yang baik bagi putrinya Kim dan istrinya Lenore sehingga mengajak keduanya untuk berlibur di Instanbul selepas tugas pengawalan yang diembannya. Suasana yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk ketika ketua Mafia Albania, Murad Hoxha berniat meringkus ketiganya sebagai aksi balas dendam putranya yang tewas di tangan Bryan empat tahun lalu. Lenore yang diculik, Kim yang diburu membuat Bryan harus menggunakan keahliannya sekali lagi.

Skrip yang ditulis oleh Besson bersama Robert Mark Kamen ini memulai dengan rutinitas "biasa" seorang family man yang sebetulnya tidak terlalu penting. Barulah pada satu jam terakhir, Bryan Mills harus berjibaku menggunakan segala ketangkasan dan pengalaman yang dimilikinya menghadapi deretan musuh yang hanya menawarkan "sedikit" tantangan baginya. Jika Taken (2008) masih menyimpan suspensi menuju epilog, tidak halnya dengan sekuelnya ini yang begitu predictable di saat begitu banyak aspek yang bisa digali untuk kompleksitas lebih.

Sutradara Megaton tampak mempersiapkan set lokasi yang lebih baik dibanding prekuelnya tapi sayang tidak diikuti oleh koreografi beladiri yang lebih keras. Kerapkali permainan kamera yang shaky atau cut-to-cut editing digunakan untuk menyamarkan kelemahan tersebut sehingga ketangguhan seorang Bryan Mills seakan tersembunyikan. Perpindahan frame dari Kim ke Lennie atau sebaliknya pun sering tidak mulus, menimbulkan jeda fokus yang sulit dihindari, yang kemudian berimbas pada timing yang terlalu cepat/lambat.

Neeson memang belum kehilangan karismanya sebagai jagoan tapi saya justru merasa ia sedikit lambat dan rapuh disini. Salahkan skrip atau kapabilitas sutradara jika boleh. Janssen yang bertindak sebagai korban tidak memberikan banyak pengaruh selain mengaduh atau berteriak. Justru Grace yang mendapat pengembangan karakter berlebih baik sebagai pihak yang terancam sekaligus pendamping sang hero di lain kesempatan. Tidak ada sosok antagonis yang pantas diingat atau bahkan ditakuti kali ini meski Serbedzija cukup berhasil memberikan warna.

Sebagian besar Taken 2 cuma berisikan backtracking dan juga pengulangan formula dari yang sudah-sudah. Adegan penutupnya terbilang antiklimaks, justru adegan kejar-kejaran mobil di sepanjang jalan Istanbul yang ramai itulah yang membuat jantung saya berdegup kencang. Secara keseluruhan masih memuaskan para pecinta genre ini tapi tidak terlalu memenuhi ekspektasi mereka yang sudah teramat mencintai prekuelnya tersebut. Koneksi setia dengan cerita original mungkin satu-satunya benang merah yang membuat franchise ini menuai sukses dan konon akan berlanjut pada tahun 2014 mendatang. We may hope for even better sequel for sure!

Durasi:
91 menit

U.S. Movie Box Office:
$49,514,769 till October 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:

Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 27 September 2011

COLOMBIANA : Balas Dendam Si Anggrek Pembunuh

Tagline:
Revenge is beautiful.


Storyline:
Cataleya di usia kanak-kanaknya harus menyaksikan kedua orangtuanya dibunuh oleh mafia berkuasa, Don Luis. Susah payah lolos dari incaran anak buahnya, Cataleya menghampiri pamannya, Emilio dan minta dilatih menjadi seorang pembunuh. 15 tahun kemudian, Cataleya tumbuh menjadi wanita cantik nan berbahaya yang selalu menuntaskan tugas-tugasnya dengan cekatan. Target demi target mengarahkannya pada Don Luis, nama yang selalu ada di dalam kepalanya. Akankah dendam nyawa tersebut dapat terbayar?

Nice-to-know:
Alunan musik yang terdengar saat adegan pembuka di rumah Don Luis adalah “Ave Maria".

Cast:
Memulai karir layar lebarnya dalam Center Stage (2000), Zoe Saldana sebagai Cataleya / Valerie / Jen
Jordi MollĂ  sebagai Marco
Lennie James sebagai Ross
Michael Vartan sebagai Danny Delanay
Cliff Curtis sebagai Emilio Restrepo
Beto Benites sebagai Don Luis

Director:
Olivier Megaton terakhir menangani Transporter 3 (2008).

Comment:
Berapa banyak film action yang mengedepankan karakter wanita? Jika dibandingkan dengan pria mungkin 1 banding 10. Namun jika merunut ke belakang, rasanya sudah cukup banyak judul yang bisa disebutkan. Dalam satu dekade terakhir, mungkin anda dapat menyebutkan nama Angelina Jolie sebagai salah satu aktris yang rajin dihampiri peran tersebut. Bagaimana dengan Zoe Saldana, aktris Afro Amerika eksotis yang semakin menancapkan kukunya di Hollywood ini?
Saldana menjawab tantangan tersebut dengan gemilang. Peran Cataleya dimainkannya dengan lugas, tangguh, seksi sekaligus berbahaya. Gerakan femininnya terkadang bisa berubah menjadi singa betina yang lapar sambil menyembunyikan sisi emosionalnya dalam-dalam. Sayangnya tak jarang karakter Cataleya terkesan terlalu superior dan mencerminkan apa yang biasa dilakukan jagoan pria. Bingung melihatnya bisa bergerak ataupun berpindah posisi dengan begitu cepat dalam sekejap mata?
Selayaknya screenplay karya Luc Besson (yang kali ini bertandem dengan Robert Mark Kamen) lainnya, film ini memang menekankan pada aksi non stopnya. Prolog film selama 25 menit menceritakan kisah Cataleya kecil dalam nuansa Amerika Latin yang teramat kental dan bagian ini menyenangkan. Selepas itu, anda diajak untuk tidak berkedip menyaksikan kiprah Cataleya dewasa menghabisi musuh-musuhnya dengan begitu stylish hingga akhir.

Karakter lain di luar Cataleya tergolong dangkal eksplorasinya. Sang paman, Emilio tidak banyak diceritakan mendampingi Cataleya ataupun memberinya tugas. Sang polisi, Ross juga tidak diperlihatkan tekad kuatnya untuk membekuk Cataleya. Sang kekasih, Danny rasanya dapat disebut sebagai “teman tidur” belaka daripada berbagi cinta? Hmmm. Sang bandit, Don Luis malah disimpan hingga penghujung cerita layaknya raja terakhir dalam game arcade. Padahal keempatnya jelas merupakan tokoh-tokoh kunci yang bisa melengkapi perjalanan hidup seorang Cataleya.
Sutradara Megaton juga mengulangi apa yang dilakukannya dengan Transporter 3 yaitu penceritaan linier dengan tempo cepat, menyisakan sedikit waktu bagi penonton untuk berpikir tentang skripnya yang tidak maksimal. Colombiana memang tak lebih dari film “easy in the eye” yang asyik dinikmati sambil mengunyah popcorn tetapi saya tetap antusias mengikuti setiap menitnya. Saldana lah faktor yang menjadikan semua kekurangan itu termaafkan dan simpati dari anda patut dilayangkan bagi si anggrek maut dari Colombia kali ini.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$33,377,523 till mid Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 21 Desember 2008

TRANSPORTER 3 : Berpacu Dengan Tugas Mengantarkan Gadis

Quotes:
Frank Martin-Do I look like a man who came half-way across Europe to die on a bridge?

Cerita:
Frank Martin dipaksa untuk mengantar Valentina, putri Leonid Vasilev yang diculik, kepala dari Agensi Perlindungan Lingkungan Ukraina dari Marseilles sampai Stuttgart dan Budapest hingga Laut Hitam. Selama perjalanan, Frank dibantu Inspektur Tarconi kerapkali menemui hambatan dari pada agen Vasilev yang berniat menghalanginya, belum lagi Valentina yang teramat sangat sulit diatur. Meskipun demikian, Frank harus menempuh situasi berbahaya untuk mengambil resiko selamat sekecil apapun.

Gambar:
Bersetting dari Hungaria, Perancis hingga Ukraina, franchise Transporter ini kembali menyuguhkan adegan-adegan cepat yang memacu adrenalin terutama dari kejar mengejar kendaraan yang sangat seru!

Act:
Masing-masing berselang 3 tahun dari installment pertamanya di tahun 2002, Jason Statham tetap memegang peranan Frank Martin yang tangguh sekaligus flamboyant sebagai si pengantar dengan mobil mewah.
Aktris Rusia, Natalya Rudakova memulai debutnya dengan bermain sebagai Valentina, putri Menteri yang berperangai manja dan sulit diatur.

Sutradara:
Satu-satunya prestasi internasional yang sudah dikenal bagi Olivier Megaton adalah saat menjadi astrada Hitman (2007). Selebihnya hanya beberapa film Perancis terutama serial televisi yang pernah digarapnya.

Komentar:
Awalnya saya merasa akan disuguhkan episode lain Transporter yang fun dan seru seperti dua prekuelnya. Ternyata dari 30 menit pertama, saya sudah tahu akan mengarah kemana seri ketiga ini. Plot cerita yang semakin simple tidak menjadi nilai plus, melainkan terkesan menggampangkan logika. Ditambah lagi dengan sentuhan buruk sang sutradara yang seakan kebingungan mengambil gambar ataupun editing adegan aksi dalam film ini. Dua fakta utama tersebut merupakan kelemahan terbesar yang sulit dibantah. Statham memang tampil sebagaimana biasanya untuk menjaga nyawa film dengan kharismanya yang dingin sekaligus tangguh. Beberapa adegan kejar-mengejar mobil juga masih mencengangkan walaupun tidak bisa dibilang baru. Secara keseluruhan Transporter 3 hanyalah film aksi biasa yang mungkin masih dapat dinikmati penonton awam tanpa perlu banyak berpikir.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$31,316,973 till Dec 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!