XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label michael douglas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label michael douglas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juli 2010

SOLITARY MAN : Satir Krisis Paruh Baya Ben Kalmen

Tagline:
Ben loves his family almost as much as he loves himself

Storyline:
Memasuki usia paruh baya, Ben Kalmen pernah sukses sebagai penjual mobil di wilayah Tri-State sampai menjadi sampul majalah Forbes. Semua itu berakhir saat ia mengeruk keuntungan "kotor" dari perusahaan tempatnya bekerja hingga berakhir di penjara, walau kemudian bebas dengan jaminan. 6 tahun lalu, Ben disarankan dokter untuk scan jantung untuk mengecek apakah ada kelainan atau tidak tetapi ia menolak. Kini ia menjalani hidup seorang diri dengan caranya sendiri. Bertemu mantan istrinya, Nancy dan anaknya, Susan yang telah berkeluarga dan memberinya cucu, Scotty hingga istri barunya, Jordan serta temannya, Jimmy, Ben menemui berbagai konflik yang sulit dibayangkan sebelumnya.

Nice-to-know:
Reuni pertama Douglas dan DeVito setelahj terakhir The War of the Roses (1989).

Cast:
Menyabet Oscar gelar Aktor Terbaik lewat Wall Street (1987), Michael Douglas memerankan Ben Kalmen, pria paruh baya yang sangat "menikmati" hidupnya.
Susan Sarandon sebagai Nancy Kalmen
Danny DeVito sebagai Jimmy Merino
Mary-Louise Parker sebagai Jordan Karsch
Jenna Fischer sebagai Susan Porter
Imogen Poots sebagai Allyson Karsch
Jesse Eisenberg sebagai Daniel Cheston

Director:
Kolaborasi kedua Brian Koppelman dan David Levien setelah Knockaround Guys (2001) dimana mereka juga menulis dan memproduserinya secara langsung.

Comment:
Sikapilah film ini sebagai sebuah renungan yang diimplementasikan ke dalam satir atau komedi hitam atau apapun sebutan anda, niscaya anda dapat menikmatinya dari awal sampai akhir. Tetapi jika anda tidak siap menerima logika seorang Ben Kalmen dalam menjalani hidupnya, bisa jadi anda meninggalkan bioskop lebih awal. Kisah seorang protagonis yang tidak simpatik yang dihasilkan oleh duo berbakat Koppleman dan Levien yang pernah menghasilkan Rounders (1998) dan Oceans 13 (2007).
Semua jajaran castnya bermain dengan baik. Apresiasi patut dilayangkan kepada Douglas dengan peran yang tidak asing baginya terutama setelah karir panjang selama lebih dari 40 tahun. Di satu sisi ia bermain sebagai pria tua bijaksana yang mampu mencermati langkah-langkah yang harus diambilnya tetapi di sisi lain ia menjadi pria tidak dewasa yang selalu mengikuti insting yang ceroboh dan tidak bertanggungjawab. Kedua hal itu dilakoninya nyaris di setiap scene termasuk berbagi layar dengan supporting cast lain yang juga bermain mengesankan. Kaliberitas Sarandon atau DeVito tidak perlu diragukan lagi dari generasi yang sama dengan Douglas. Sedangkan Poots dan Eisenberg yang mewakili generasi muda juga mampu mengimbangi Douglas.
Endingnya bisa jadi ditebak oleh anda yang sejak pertama sulit "memihak" pada karakter Douglas. Terlepas dari beberapa "missing part" masa lalu seorang Ben Kalmen yang tidak diceritakan (yang mungkin saja lebih mengangkat kualitas film secara utuh), Solitary Man tergolong berhasil menerjemahkan tema krisis paruh baya dengan dialog sarkastis, sikap sinis dan beberapa tindakan "ekstrim" terutama secara seksualitas. Namun bisa jadi itulah pikiran pria sesungguhnya yang kerap mendominasi dan memanipulasi segala sesuatunya, tak peduli berapapun usianya.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$3,850,796 till mid July 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 14 November 2009

GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST : Menelusuri Beberapa Fase Hidup Seorang Playboy

Quotes:
Connor Mead-Someone once told me that the power in all relationships lies with whoever cares less, and he was right. But power isn't happiness, and I think that maybe happiness comes from caring more about people rather than less...

Cerita:
Fotografer handal, Connor Mead memiliki reputasi buruk sebagai playboy yang menyukai wanita cantik dan segera mencampakkannya setelah jatuh cinta padanya. Sampai pada suatu ketika, Connor harus menghadiri pernikahan adik kandungnya, Paul dan berusaha menggagalkannya karena ia selalu menganggap pernikahan adalah ide yang mengerikan. Disitulah tiba-tiba Connor didatangi tiga hantu wanita yang mengajaknya berkeliling melihat masa lalu, masa kini dan masa depan. Akankah perjalanan tersebut bisa mengubah sudut pandang Connor sampai menemukan cinta sejatinya?

Gambar:
Hampir semua scene dilakukan di Massachusetts termasuk Castle Hill Crane Estate dan Martha & Mary Chapel. Penampakan hantu divisualisasikan dengan wajar dan cukup menarik.

Cast:
Mengawali karier aktornya dalam Dazed and Confused (1993), Matthew McConaughey disini bermain sebagai Connor Mead, playboy yang mencintai kebebasan dan menganggap cinta adalah sesuatu yang mustahil.
Debutnya dalam Dead Man's Walk (1996) telah membawa Jennifer Garner hingga tahap ini. Karakter Jenny Perotti yang lembut dan cerdas dijiwainya dengan cukup baik.
Memenangkan Oscar dalam Wall Street (1987), aktor kawakan Michael Douglas kali ini kebagian peran hantu Uncle Wayne yang flamboyan.
Juga didukung oleh Breckin Meyer dan Lacey Chabert sebagai sepasang mempelai, Paul & Sandra.

Sutradara:
Pria Amerika kelahiran tahun 1964, Mark Waters paling saya ingat lewat karyanya, Just Like Heaven (2005). Disini ia kembali dengan tema serupa yakni kemunculan hantu untuk mengungkap cinta sejati.

Comment:
Selayaknya film-film komedi romantis, awalnya kita diajak untuk melihat sang Don Juan yang terlihat sempurna yang sayangnya diperankan McConaughey. Mengapa sayang? Sebab sudah lebih dari tiga kali, ia bermain dalam genre yang sama dengan peran yang tidak jauh berbeda. Tapi tidak apa karena tetap menarik menyaksikannya beradu chemistry dengan Garner disini. Konsep film ini terasa lucu karena pendekatan yang digunakan agak berbeda dari kebanyakan yakni kemunculan hantu masa kini, masa lalu dan masa depan dalam proses mengubah seseorang. Dari sini kita diajak menelusuri sebab akibat perubahan pola pikir sang Don Juan terhadap cinta. Beberapa humor yang ditampilkan memang sedikit vulgar tapi tetap relevani dengan situasi cerita yang ingin dibangun. Pada akhirnya Ghosts Of Girlfriends Past hanyalah sebuah komedi romantis standar yang masih bisa menghibur. Terima kasih juga bagi sang sutradara yang berhasil menerjemahkan ide sederhana menjadi tontonan kreatif yang menyegarkan.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$52,236,131 till August 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 15 September 2009

BEYOND A REASONABLE DOUBT : Ambisi Pribadi Jurnalis dan Masa Lalu Terselubung

Tagline:
Why would a man frame himself... for murder?

Storyline:
Pengacara kawakan Martin Hunter memiliki catatan menakjubkan dalam memenjarakan banyak pelaku kejahatan dan mencalonkan dirinya sebagai Gubernur. CJ Nichols, jurnalis ambisius menyelidiki kemungkinan Hunter memberikan bukti palsu untuk memperkuat dakwaannya, sang jaksa mulai kelabakan. Untuk menjebak Hunter, CJ sengaja menjadikan dirinya sebagai tersangka pembunuhan. CJ juga terlibat asmara dengan asisten jaksa, Ella hingga Ella terperangkap di antara ambisi politik atasannya dan penyelidikan CJ yang membahayakan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Foresight Unlimited, RKO Pictures, Signature Pictures dan didistribusikan oleh After Dark Films.

Cast:
Mulai naik pamor lewat film layar lebar pertamanya yaitu John Tucker Must Die (2006), Jesse Metcalfe kali ini berperan sebagai jurnalis ambisius yang bertekad menggulingkan seorang pengacara ternama.
Amber Tamblyn terakhir membintangi The Sisterhood of the Traveling Pants 2 (2008) yang diangkat dari novel, disini ia bermain sebagai asisten jaksa yang harus memilih berdiri di antara kekasih dan atasannya sendiri.
Michael Douglas sebagai Martin Hunter.

Director:
Peter Hyams pernah beberapa kali mengarahkan Van Damme termasuk dalam Timecop (1994).

Comment:
Merupakan remake film berjudul serupa di tahun 1956 yang bisa dikatakan telah menjadi cult saat ini, entah bagaimana caranya mereka membuat film ini pada jamannya. Kini 53 tahun setelahnya diproduksi ulang dengan jajaran cast yang menarik. Kita punya Michael Douglas yang justru lebih terlihat sebagai aktor pendukung terlepas dari superioritas karakter yang diperankannya. Lalu ada dua nama yang lebih muda dan saling berpasangan yaitu Jesse Metcalfe dan Amber Tamblyn. Keduanya berbagi chemistry dengan cukup baik tetapi sayangnya tidak cukup kuat untuk memimpin. Entah Metcalfe yang lebih banyak terlibat dalam serial televisi mau membawa karir aktornya kemana. Peran CJ sepertinya terlalu berat baginya meski ia sudah berusaha maksimal. Tamblyn juga terasa kurang konsisten, terkadang bagus terkadang buruk di berbagai scene. Hal ini menjadikan Douglas sebagai satu-satunya yang outstanding apalagi untuk peran sosok yang berpengalaman dan kharismatik tersebut.
Sutradara Hyams bukan lagi jaminan film aksi laris seperti yang pernah disandangnya di tahun 1990an. Belakangan ia lebih banyak membuat film kelas B sehingga berdampak juga pada kualitas film ini mulai dari sinematografi, eksekusi skrip dsb. Dialah orang nomor satu yang mungkin patut dipersalahkan atas kegagalan film ini.
Namun jika mencap Beyond A Reasonable Doubt sebagai film yang buruk, nanti dulu. Drama thriller ini memang agak membosankan di awal tetapi cukup piawai meningkatkan tensi melewati pertengahan durasi hingga memuncak di akhir. Elemen suspensi juga cukup terasa menjelang akhir bahwa siapa sesungguhnya karakter abu-abu tersebut. Sebuah twist yang disiapkan mendekati credit title bisa jadi membuat anda terkesiap. Setelah itu? Lupakan saja film ini karena tidak memorable samasekali.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$32,409 till 27 September 2009.

Overall:
6.5 out of 10
Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent