XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

GERIMIS MENGUNDANG : Nothing Extra-romance From “Serumpun” Couple

Quotes:
Zamani: Saya ingin kenali kamu. Saya ingin kenali kamu lebih dalam lagi.
 
Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Erama Creative Sdn Bhd. bersama WannaB Pictures ini gala premierenya dilangsungkan di Epicentrum XXI pada tanggal 31 Mei 2012.

Cast:
Kamal Adli sebagai Zamani
Olivia Jensen sebagai Mikha
Ag. Karim Kadir
Denny Martin
Dg. Hasnah Ibrahim
Dhitra Marfie
Ebby Cornelis
Felix Agus
Henny Yuliani

Director:
Merupakan film ke-20 bagi Ahmad Idham Ahmad Nadzri yang juga terkenal sebagai pelakon ini.

W For Words:
Masih ingat dengan hit Melayu “Gerimis Mengundang” dari band asal Malaysia, Slam di awal tahun 90an? Lagu yang merajai tangga lagu manapun di Indonesia pada waktu itu kali ini diangkat kembali sebagai judul film kolaborasi Indonesia-Malaysia terbaru yang menampilkan duet Kamal Adli dan Olivia Jensen sebagai pasangan kekasih. Sutradara Ahmad Idham Ahmad Nadzri yang sudah sangat berpengalaman menyutradarai puluhan film negeri jiran tersebut pun ditunjuk sebagai eksekutor skrip karya Azwan Annuar.

Kala ikut ayahnya dalam misi dinas di Sabah, Mikha berjumpa pilot helikopter, Zamani. Pertengkaran yang awalnya mewarnai pertemuan keduanya perlahan mencair setelah Zamani berhasil mengejar pencopet yang melarikan tas Mikha. Kedekatan mereka mulai terusik ketika ayah Mikha meninggal saat   perjalanan pulang. Mikha yang sedih dan menyalahkan Zamani yang dinilainya tidak berperasaan tersebut berbalik bersimpati begitu mengetahui pria keras kepala itu sudah ditinggal mati kedua orangtuanya sejak kecil. Akankah kisah mereka yang berjarak jauh itu akan berakhir bahagia?

Saya bersyukur hubungan Zamani dan Mikha tidak terasa dibuat-buat, mengalir secara wajar terlepas dari hal-hal klise yang terbangun sebagai pondasinya. Ya, bagaimana keduanya bertemu saling curi pandang, bersikap sinis tidak mau mengakui ketertarikan satu sama lain, berbaikan untuk sama-sama membuka hati sebelum berserah pada takdir akan kelanjutan hubungan masing-masing. Formula yang tidak sulit diterka untuk model percintaan dalam sebuah film.
 
Sutradara Ahmad Nadzri memang tidak melakukan sesuatu yang istimewa dalam penyajiannya. Namun lokasi syuting yang mencakup Likas Bay, Sutera Harbour Resort, Filipino market, Mari-Mari Cultural Village, Pulau Manukan sampai Kundasang highlands di Sabah patut diacungi jempol karena berhasil menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Penggunaan helikopter di beberapa adegannya turut memperkuat production value tersendiri walaupun tidak terlalu detail penggambarannya.

Gerimis Mengundang yang rencana awalnya diputar untuk menyambut Hari Kasih Sayang periode lalu ini memang bukan film yang memorable, entah dengan versi teater musikalnya yang konon menggandeng Singapura selain dua negara yang disebutkan di atas. Anda cukup menikmati pertukaran dialog romantis antara Kamal dan Olivia yang memang sama-sama camera-face itu, berusaha untuk larut dalam nuansa bahagia dan sedih yang silih berganti dikedepankan demi mengundang simpati. What you see is what you get, do not expect something “extra-romance” from "serumpun" couple other than this.

Durasi:
103 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
:

Rabu, 04 April 2012

SEEFOOD : Example Of Bad Animation Should Be


Tagline:
The sharks are coming.. to the land!!

Nice-to-know:
Film yang berjudul asli Sea Level ini rencananya akan tayang di Amerika Serikat bulan Oktober 2012 mendatang.

Cast:
Gavin Yap sebagai Julius
Diong Chae Lian sebagai Pup
Steven Bone sebagai Lanky
Colin Chong sebagai Lee
Choong Chi-Ren sebagai Fatman
Jason Cottom sebagai Larry
Kennie Dowle sebagai Octo

Director:
Merupakan feature film pertama bagi Aun Hoe Goh.

W for Words:
Melihat trailernya di Blitzmegaplex mungkin tidak banyak orang yang menyangka bahwa film ini adalah produksi Malaysia. Premisnya mengingatkan kita pada Finding Nemo (2003) dan Shark Tale (2004) dimana tokoh utamanya memiliki warna yang kurang lebih sama. Tidak ada salahnya jika terdapat kemiripan disana-sini jika tetap dilandasi dengan ide cerita yang orisinil. Namun tidak demikian dengan animasi 3D pertama dari Silver Ant Sdn. Bhd yang sukses membuat kening saya berkerut sepanjang film.
Hiu bersirip putih, Julius dan hiu bambu, Pup adalah dua sahabat karib. Pada suatu hari, para penyelam mencuri telur-telur yang belum menetas dari sarangnya. Dilandasi kemarahan dan tekad yang bulat, Pup nekad melancong ke dunia manusia di pesisir pantai untuk menyelamatkan kawanannya. Julius panik mengetahui misi Pup itu dan meminta bantuan Octo, Martle cs untuk menyusul ke darat menggunakan peralatan canggih yang terkubur di dasar samudera sekaligus bertualang untuk pertama kalinya.

Entah apa yang ada di pikiran Jeffrey Chiang saat menulis skrip ini. Padahal tokoh-tokohnya lumayan cute dimana penonton seharusnya bersimpati pada mereka. Faktanya semua permasalahannya terangkat dan terselesaikan dengan mentah tanpa banyak penjelasan. Penonton dipaksa memaklumi konsep film anak-anak sehingga keunikan Pup yang bisa hidup di dua dunia pun dianggap wajar. Pesan moral yang biasa disisipkan dalam film animasi pun kali ini luput dari perhatiannya. Gosh!
Sutradara Aun Hoe Goh semakin memperparah dengan penyutradaraannya yang tidak maksimal. Tiga hal yang paling mengganggu adalah editing buruk yang amat mempengaruhi sekuensi adegan satu dengan lainnya, scoring music yang terlampau kasar sehingga adegan di dalam laut seperti membuat saya berada di dalam akuarium dengan udara terbatas serta inkonsistensi angle camera dimana terkadang Pup terlihat lebih besar dibandingkan obyek-obyek di sekitarnya.
Dialog yang tercipta antar tokohnya juga terkesan kosong tanpa humor wajar wajib untuk memancing sedikit tawa. Come on! It’s a kid movie, at least they deserved to be happy during the show! Tokoh-tokoh manusianya justru mengingatkan saya pada serial Ipin & Upin. Terdapat banyak sekali korelasi yang tidak mendukung cerita secara benar seperti armada belut listrik bermata merah yang siap mengambil tahta samudera, ibu dan anak yang mengendarai mobil di malam hari, serangan kepiting menggunakan kelapa yang gagal segagal-gagalnya.

Jika saja ada kuisioner yang diberikan saya selepas menonton, maka lembar tersebut tidak akan memakan waktu lama untuk diisi dengan mencentang kotak di kolom paling kiri alias buruk/poor di semua aspeknya. Tanpa balutan action yang setidaknya lumayan menegangkan dan konklusi lemah yang menutup film samasekali membuat saya hanya duduk termangu di dalam bioskop selama lebih dari satu setengah jam untuk benar-benar meyakinkan diri bahwa Seefood merupakan animasi terburuk yang pernah saya saksikan sepanjang hidup bahkan kartun sederhana yang bergulir seiring credit title masih lebih menarik!

Durasi:
93 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent