XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label scott derrickson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scott derrickson. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

SINISTER : Fun Horror That Best Served Slow


Tagline:
Once you see him, nothing can save you.  

Nice-to-know:
Penulis skrip C. Robert Cargill mendapat ide cerita dari mimpi buruk yang muncul setelah menyaksikan The Ring.

Cast:
Ethan Hawke sebagai Ellison Oswalt
Juliet Rylance sebagai Tracy
Fred Dalton Thompson sebagai Sheriff
James Ransone sebagai Deputy
Michael Hall D'Addario sebagai Trevor
Clare Foley sebagai Ashley
 

Director:
Scott Derrickson yang juga dikenal sebagai penulis skrip ini menggarap feature film ketiganya setelah The Day the Earth Stood Still (2008).

W For Words:
Sulit rasanya menemukan film horor yang ‘menyenangkan’ beberapa tahun terakhir ini. Tahun lalu saya dan kawan-kawan pecinta genre ini sempat dikejutkan dengan kemunculan trailer film berbujet rendah produksi kolaborasi Alliance Films, IM Global, Blumhouse Productions, Automatik Entertainment dan Possessed Pictures yang cukup menyeramkan. Daya tarik lain jelas keterlibatan aktor mumpuni Ethan Hawke sebagai tokoh utamanya. Sayangnya penantian terasa begitu panjang karena jaringan bioskop 21 baru memutuskan tanggal rilis 16 Maret 2013 yang lalu.    

Penulis novel kriminal Ellison Oswalt memutuskan pindah ke rumah baru demi menyelesaikan karya teranyarnya meski istri dan anak-anaknya tidak setuju. Sesungguhnya di rumah tersebut pernah terjadi pembunuhan mengerikan dimana seantero keluarga tewas tergantung di pohon halaman belakang rumah. Tak lama kemudian, Ellison menemukan satu kardus berisikan video di loteng rumahnya yang ternyata berisikan rekaman keluarga-keluarga yang terbunuh secara misterius di masa lampau. Mampukah ia memecahkan misteri tersebut sebelum nyawanya terancam juga?
Scott Derrickson bekerjasama dengan C. Robert Cargill berupaya mengetengahkan suguhan thriller horror yang fresh melalui elemen-elemen tipikal sebut saja rumah mencekam, tokoh misterius, latar belakang mencengangkan dsb. Berhasil? Bagi saya iya. Momok menakutkan kali ini adalah Mr. Boogie yang terlihat seperti seorang pria bertopeng.  Sewajarnya film bergenre sejenis, ada twist yang tersimpan di penghujung cerita. Tugas anda lah menerkanya sambil ‘memutar kembali’ apa saja yang telah anda saksikan sejak menit awal.

Sebagai sutradara, Derrickson berupaya semaksimal mungkin menjaga intensitas film lewat serangkaian ‘trik’ yang sebenarnya tak bisa dikatakan baru. Namun pace yang terasa lambat tetap tak mampu dihindari. Tak ayal penonton kadung bosan sebelum sampai klimaksnya. Beruntung multi relationship yang dimiliki Ellison dengan orang-orang sekitarnya mampu memperkuat plot yang ada. Belum lagi variasi video footage kuno yang berulang kali efektif menciptakan kengerian lewat gambar dan suara yang khas. Niscaya akan akan gelisah mendapati siang berganti malam di sepanjang durasinya.
Hawke memegang peranan kunci di sini termasuk narasi utama yang dilakukannya. Tokoh Ellison yang cukup ‘gelap’ itu sesungguhnya cuma kepala keluarga biasa, suami setia dan ayah perhatian yang menyayangi keluarganya sendiri. Hanya saja ambisi pribadi membuatnya mempertaruhkan segalanya. Ketakutannya yang membuncah diterjemahkannya secara wajar. Rylance berhasil memberikan penjiwaan yang baik sebagai istri tertekan karena obsesi suaminya yang tidak rasional. Foley dan D’Addario juga tak kalah memikat sebagai putra dan putri dengan kedalaman psikologis masing-masing.

Sekali lagi kenikmatan menyaksikan Sinister adalah membuka misteri yang tersimpan rapat satu-persatu dengan penjelasan yang cukup logis. Kombinasi dengan mitos yang ada juga terbilang relevan dalam memperkuat substansi penerimaan penonton yang tanpa sadar mengaplikasikan langsung dengan kondisi nyata. Gambar-gambar yang disturbing bisa jadi sulit dibuang dari ingatan apalagi ditambah dengan beberapa scene ‘berdarah’ dengan penyajian yang variatif. Semua aspek tersebut jelas beralasan. So, be prepared for this one without any single information. Too bad its poster has already explained much.

Durasi:
110
menit

U.S Box Office:
$48.056.940 till Dec 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 26 Desember 2008

THE DAY THE EARTH STOOD STILL : Bumi Di Ambang Kehancuran?

Quotes:
Polygraph Operator-I'm going to ask you a series of control questions. Are you currently in a seated position?
Klaatu-Yes.
Polygraph Operator-Are you human?
Klaatu-My body is.
Polygraph Operator-Do you feel pain?
Klaatu-My Body does.
Polygraph Operator-Are you aware of an impending attack on the planet earth?
Klaatu-You should let me go.

Cerita:
Pada suatu malam, ilmuwan Helen Benson dipanggil dalam suatu misi penelitian yang membawanya bertatap muka langsung dengan alien yang bernama Klaatu. Misi Klaatu adalah berkeliling dunia untuk mengingatkan peradaban bahwa bumi sedang mengalami krisis. Jika terbukti bumi tidak bisa diselamatkan, umat manusia sebagai penanggungjawab tertinggi akan dimusnahkan oleh robot alien Gort. Bersama anak semata wayang Jacob dari mendiang suaminya, Helen berusaha meyakinkan Klaatu bahwa bumi masih bisa diselamatkan. Namun Klaatu berujar bahwa proses penghancuran itu sudah dimulai..

Gambar:
Nuansa biru dan hijau dominan di film ini yang menggambarkan topologi bumi secara geografis.

Act:
Film keduanya di tahun 2008 setelah Street Kings, Keanu Reeves mencoba memberikan sisi yang berbeda sebagai Klaatu. Aksen dan gerak tubuh yang kaku cukup mewakili karakter yang dimainkannya disini walau ciri khas pribadinya tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Jennifer Connelly sebagai Helen Benson mampu menyuguhkan paradoks ilmuwan wanita yang tangguh dan kritis. Sisi humanis berhasil ditampilkan dengan baik oleh Jen untuk mendukung perannya disini.
Tidak perlu diragukan lagi kaliber akting aktris kawakan berusia 60 tahun, Kathy Bates. Sebagai sekretaris dan juru bicara kepresidenan Regina Jackson yang skeptis, Kathy sangat meyakinkan dari awal sampai akhir meskipun tidak dalam porsi peran yang besar.

Sutradara:
Banyak pihak menganggap Scott Derrickson gagal melakukan remake film berjudul sama tahun 1951 dikarenakan banyak elemen dari film aslinya yang ditiadakan atau diganti. Namun usahanya boleh dihargai karena film masih tampak real dan memenuhi standar science-fiction yang baik. Juga menyatukan beberapa cast ternama dalam sebuah film juga bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan.

Komentar:
Menonton The Day The Earth Stood Still jangan mengharapkan good whole package movie apalagi membandingkan dengan trailernya. Dari segi spesial efek sudah sangat baik, penghancuran bumi dan umat manusia cukup fantastis yang dilakukan oleh sejenis serangga yang mampu berkembang biak dengan sangat cepat. Namun dari segi cerita dan pengeksekusiannya terutama bagian ending yang cenderung antiklimaks, mungkin sudah bisa ditebak oleh penonton sejak awal. Intinya, film ini mengkampanyekan slogan "Save Our Planet" in its own way. That's all!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$63,480,184

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!