XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label lance henriksen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lance henriksen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

PIRANHA 2 THE SPAWNING : Teror Ikan Amfibi Festival Pantai Tahunan

Tagline:
The Terror Is Back....But This Time It Flies!


Storyline:
Kapal persediaan Amerika yang tenggelam di resort Kepulauan Caribbean mensinyalir adanya serangan piranha misterius. Anne Kimbrough menyelidiki kematian sahabat putranya dalam sebuah penyelamaan untuk kemudian berjumpa dengan Tyler Sherman yang ternyata seorang biochemist. Di luar dugaan, ikan-ikan ganas tersebut memiliki sayap dan mampu terbang menciptakan teror di lautan dan di daratan sekaligus. Sayangnya perayaan pemanggangan ikan tahunan sudah dimulai dimana ratusan orang yang berpartisipasi mulai menyerbu pantai..

Nice-to-know:
Meski dalam credit title dicantumkan nama James Cameron sebagai sutradaranya, sebetulnya kinerja keseluruhan film dilakukan oleh sang produser yaitu Ovidio G. Assonitis lewat serangkaian kemelut yang sulit terjelaskan.

Cast:
Tricia O'Neil sebagai Anne Kimbrough
Steve Marachuk sebagai Tyler Sherman
Lance Henriksen sebagai Police Chief Steve Kimbrough
Ricky Paull Goldin sebagai Chris Kimbrough
Ted Richert sebagai Raoul, Hotel Manager

Director:
James Cameron / Ovidio G. Assonitis yang pernah menangani film bertemakan monster laut juga sebelumnya yaitu Tentacles (1977) dengan nama Oliver Hellman.

Comment:
Tidak sengaja menyaksikan tayangan film lawas ini rasanya bisa menjadi pemanasan yang baik sembari menunggu remake versi modernnya milik Alexandre Aja di tahun-tahun mendatang. Wishful thinking memang karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda master horor masa kini itu akan memulai proses produksinya meski isu yang berkembang sudah santer.
Sayangnya versi tahun 1981 ini dapat dikatakan belum mampu menandingi prekuelnya yang ditangani oleh Joe Dante di tahun 1978 tersebut. Pergantian sutradara bukan hanya menyebabkan hilangnya sebagian nyawa film tetapi juga intensitas ketegangan yang sama. Skrip yang dikembangkan oleh Ovidio G. Assonitis, James Cameron dan Charles H. Eglee ini sepintas memiliki pattern yang kurang lebih sama, hanya dimodifikasi pada bagian evolusinya saja.
Sayangnya teror yang disebabkan oleh ikan-ikan bersayap itu cenderung membosankan. Visual efeknya kurang meyakinkan. Adegan gory yang diharapkan mampu membuat penonton menjerit-jerit pun gagal dihadirkan karena gigitan hanya terlihat di leher dan wajah saja, itupun cuma sepintas lalu. Konsistensi suara monoton berenang dan terbang nya saja lah yang patut diacungi jempol mengiringi setiap kemunculan piranha-piranha revolusioner itu.

Karakterisasi juga tidak terbangun dengan baik. Banyak motif para tokoh disini yang tidak diungkapkan secara runut sebab musababnya. Pembagian frame dari kesemua tokohnya juga tidak merata yang diikuti perpindahan antar scene yang terganggu. Namun tidak bijak jika menyalahkan aktris-aktris yang kali ini sudah cukup "buka-bukaan" untuk memanjakan mata, sex and boobs rasanya akan selalu menghiasi film-film kelas B.
Sulit dipercaya nama besar James Cameron ternyata mengawali karirnya dengan film semacam ini terlepas dari keputusan kontroversial sang produser. Piranha 2 : The Spawning terasa terlalu serius sehingga tidak efektif sebagai sebuah hiburan. Seandainya dibuat sedikit parodi bisa jadi hasilnya sedikit lebih baik. Menurut pendapat saya bukanlah film terburuk pada jamannya tetapi memang mengecewakan. Seakan hanya repetisi dari prekuelnya saja, tinggal memposisikan kaum antagonis tersebut sebagai hewan amfibi. Semoga Aja muncul dengan ide yang lebih baik atau setidaknya buat menjadi lebih meyakinkan!

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 10 Maret 2010

LOST TRIBE : Menghadapi Makhluk Humanoid Pulau Terpencil

Tagline:
It's our world. It's their island.

Storyline:
Saat berpesiar menggunakan kapal laut, sekelompok teman mengalami naas yang tak dapat diduga. Perahu mereka rusak diterjang karang dan mengalami kebocoran. Susah payah berenang, mereka mencapai sebuah pulau megah yang belum tersentuh. Sayangnya makhluk-makhluk humanoid penghuni pulau tersebut tidak menyukai kedatangan mereka dan mulai melakukan pembantaian satu-persatu dengan brutal.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Primal Films dan bersetting di Sydney, California hingga Costa Rika.

Cast:

Satu-satunya yang ternama disini mungkin hanya Lance Henriksen sebagai Gallo.
Emily Foxler dan Brianna Brown memerankan Anna dan Alexis.

Director:
Pria kelahiran Belanda bernama Roel Reine ini belum banyak dikenal dan kabarnya akan menyutradarai sekuel Death Race di tahun 2011.

Comment:
Sama sekali tidak ada yang spesial dari The Lost Tribe. Nyaris sejam pertama seakan benar-benar tidak tahu harus bercerita apa. Berputar-putar pada kebingungan masing-masing karakternya dalam berusaha bertahan hidup di pulau asing. Belum lagi kemunculan makhluk-makhluk aneh yang disinyalir sebagai penduduk setempat tanpa motif yang jelas membantai dan memangsa siapapun yang memasuki wilayah mereka. Semua itu ditambah oleh gaya penyutradaraan yang buruk dan eksplorasi yang sangat tidak maksimal. Casting juga tidak membantu apapun karena seolah masing-masing aktor-aktris berakting sendiri-sendiri. Yang sedikit menarik mungkin hanya menit ke-61 hingga ke-70 saat korban terakhir diburu habis-habisan dari segala penjuru sampai pada akhirnya ditutup dengan ending konyol yang tidak beralasan. Skip it even for DVDs!

Durasi:
75 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 27 Januari 2010

SEAMSTRESS : Teror Arwah Penasaran dan Pembunuh Misterius

Tagline:
A million ways to die......this is the worst.

Storyline:
Allie bersama kelima temannya, Jason, Albert, Dina, Lizzie, Paul berlibur ke sebuah pulau terpencil untuk sekaligus mencari ayahnya yang hilang. Tanpa mereka ketahui, di pulau tersebut pernah terjadi penyiksaan dan pembantaian sekelompok orang di Rumah Sakit terbengkalai oleh beberapa oknum. Sejak awal Allie menyadari mereka tidak sendiri, sang pembunuh masih berkeliaran disertai dengan sesosok arwah perempuan yang pernah meninggal disitu dan menuntut balas. Allie pun harus mencari cara untuk meminimalisir korban berjatuhan selain menghentikan teror tersebut.

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di British Columbia, Kanada termasuk Roberts Creek sebagai setting pulau terpencil.

Cast:
Lance Henriksen sebagai Sheriff Virgil Logan
Kailin See sebagai Allie Platt
David Kopp sebagai Jason
James Kirk sebagai Albert
Lara Gilchrist sebagai Dina
Sarah Mutch sebagai Lizzie
Richard Stroh sebagai Paul

Director:
Jesse James Miller sebelumnya menggarap 5 episode 4Real di berbagai negara di tahun 2007.

Comment:
Tidak perlu lagi bersusah payah membahas plot cerita horor thriller dewasa ini. Semuanya satu paket dengan pembunuhan misterius terhadap sekelompok muda-mudi di suatu tempat terpencil. Sedikit perbedaan disini adalah adanya latar belakang penyiksaan yang dilakukan dengan sadis. Prolog film dibuka dengan cukup meyakinkan, sedikit mengingatkan pada Saw yang legendaris itu. Tetapi sayang cuma berhenti sampai disitu. Selebihnya audiens hanya disuguhkan kegelapan dan kesepian yang melanda pulau yang menjadi setting tersebut. Dan mulailah perburuan maut terhadap para protagonisnya. Lupa untuk mengatakan disini ada dua kategori antagonis yaitu satu yang hidup dan satu yang telah mati. Kolaborasi menciptakan teror? Bisa jadi!
Jesse Miller terasa kurang berpengalaman dalam memposisikan dirinya sebagai sutradara film layar lebar. Apalagi proses editing yang dilakukannya membuat film ini terasa tercerai-berai seperti potongan adegan puzzle yang hancur. Proses flashback juga tidak membantu pemahaman cerita aamasekali dan bahkan menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Dari jajaran casting sebetulnya tampil cukup natural, di luar faktor Henriksen yang sudah semakin uzur dan tidak diakui lagi eksistensinya di hadapan kamera.
The Seamstress rasanya tidak terlalu pantas disebut film layar lebar, lebih mirip salah satu episode serial televisi Supernatural yang mungkin saja lebih baik dalam bercerita dan menyimpan misteri yang masuk akal.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
N/A dengan estimasi bujet $1,500,000.

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent