XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label james purefoy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label james purefoy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

IRONCLAD : Sejarah Magna Carta dan Pertahanan Benteng Rochester

Quotes:
Marshall: Have you ever killed a man, squire? It is not a noble thing. Not even when it is for God!

Storyline:
Tahun 1215, kaum Pemberontak Inggris Raya memaksa Raja John yang otoriter untuk menandatangani Magna Carta, sebuah dokumen perjanjian yang mengatur hak-hak manusia bebas. Sayangnya Raja John malah memilih sikap antipasti dan menugaskan pasukan bersenjata di belahan Selatan Inggris untuk menumpas siapapun yang menghalanginya dalam menerapkan Pemerintahan Tirani. Di antara tujuan kotornya itu berdiri sebuah benteng Rochester, tempat yang akan menjadi simbol momentum perjuangan mencari keadilan dan kebebasan itu sendiri.

Nice-to-know:
Paul Giamatti menyelesaikan syuting bagiannya hanya dalam waktu 7 hari.

Cast:
Terakhir kita saksikan aktingnya dalam Solomon Kane (2009), James Purefoy sebagai Marshall
Paul Giamatti sebagai King John
Kate Mara sebagai Lady Isabel
Jason Flemyng sebagai Beckett
Jamie Foreman sebagai Coteral
Brian Cox sebagai Albany
Mackenzie Crook sebagai Marks

Director:
Merupakan film ketiga bagi Jonathan English sejauh ini setelah terakhir Minotaur (2006) yang juga sempat tayang di bioskop-bioskop Indonesia itu.

Comment:
Prolog film ini sudah mengesankan epic semi dokumenter yang buruk. Skrip pertama dikerjakan oleh Stephen McDool. Kemudian dirombak kembali oleh Jonathan English dan dibantu oleh Erick Kastel. Entah siapa yang salah diantara mereka bertiga, sulit untuk ditelusuri. Plot cerita yang sangat sangat sederhana dirasa cukup untuk membawakan kisah yang mengambil setting waktu paska jaman Robin Hood tersebut.
Sekelumit background tersebut lantas dilanjutkan oleh permainan pedang, pisau, gada, panah, rantai, minyak panas, peluru martil dsb yang menghujam ataupun memisah-misahkan anggota tubuh manusia di antara para tokohnya! Dan ini terjadi secara repetisi hingga durasinya berakhir dengan hanya dilengkapi oleh dialog-dialog yang tidak bernas sama sekali yang turut berisikan satu dua kata erangan atau makian. What the hell?
Dengan skenario yang demikian dangkal rasanya sulit untuk mengharapkan adanya pengembangan karakter disini. Lupakan nama besar Purefoy, Giamatti, Flemyng, Cox atau lainnya yang notabene aktor barisan depan Inggris Raya. Semua yang mereka lakukan disini hanya sebatas membaca skrip dan berlomba-lomba menyelesaikan scene masing-masing. Entah mengapa nama-nama yang mereka gunakan serasa dicomot sembarangan dari berbagai novel atau artikel lepas.
Sutradara English mungkin terobsesi saat membaca sejarah Inggris mengenai Benteng Rochester yang ternama itu secara garis besarnya saja hingga lantas muncul ide untuk membuat sebuah film berdarah yang realistis. Untuk urusan yang satu ini, ia terbilang berhasil karena adegan-adegan sadis baik secara detail ataupun sekelebat saja diyakini membuat anda miris dan ngilu sekaligus. Penggunaan kamera yang shaky seakan mengisyaratkan keotentikannya. Benarkah begitu?
Dengan segala sisi yang berusaha disuguhkan Ironclad tidak heran jika film ini pada akhirnya rilis langsung dalam format DVD. Totally boring bagi saya yang menyaksikannya pada pertunjukkan paling malam. Untungnya formula slasher (meski teramat tidak tepat) bekerja dengan baik untuk membuat saya terjaga. Selepas pembantaian berdarah demi pembantaian berdarah yang tidak berkesudahan, film pun sukses ditutup dengan teramat klise dan dipermudah. Prolog dan epilog yang sama nihilnya. Sebuah semangat film indie yang terlalu ambisius tapi tidak didukung oleh modal yang cukup, bahkan sebagai replika sejarah yang tidak kuat sekalipun.

Durasi:
110 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 25 April 2010

SOLOMON KANE : Kembali Ke Jati Diri Demi Membalas Dendam

Quotes:
Malachi-Why do you care for her? You came here to save your soul.
Solomon Kane-She IS my soul.

Storyline:
Saat armada Queen Elizabeth I melawan Spanyol di Afrika, Solomon Kane bertemu Raja Iblis yang menakdirkannya sebagai penghuni neraka! Setelah lolos, Kane bersumpah menghindari kejahatan untuk menebus dosa masa lalunya. Di perjalanan, Kane bertemu suami istri Puritan, William-Katherine Crowthorn dengan dua anaknya, Meredith dan Samuel yang sangat baik padanya. Sayangnya pendeta yang berubah menjadi penyihir Malachi menculik Meredith dan membantai keluarganya. Kini pilihan ada di tangan Kane apakah mau mengangkat senjata dan kembali pada gayanya di masa lalu sebagai pembantai sejati demi menyelamatkan Meredith yang akan dikorbankan demi kebangkitan monster neraka?

Nice-to-know:
Konon Solomon Kane merupakan karakter fiktif pada abad ke-17 yang diciptakan oleh penulis era munculnya kertas, Robert E. Howard.

Cast:
Aktor kelahiran Inggris, James Purefoy selama ini lebih banyak tampil di serial televisi termasuk Rome (2005-2007). Disini ia memerankan Solomon Kane, petarung sejati yang memiliki masa lalu kelam.
Gadis yang harus diselamatkannya, Meredith dimainkan oleh Rachel Hurd-Wood.
Karakter antagonis penyihir Malachi dan Marcus dijiwai oleh Jason Flemyng dan Samuel Roukin.

Director:
Michael J. Bassett sebelum ini mengarahkan Wilderness (2006). Solomon Kane ini adalah film ketiganya sejah ini.

Comment:
Mungkin sebagian orang pernah mengenal video game Dark Watch ataupun Legacy of Kane, tetapi film ini justru didasarkan pada novel grafis atau komik. Temanya merupakan gabungan penyihir dan ahli pedang di abad kegelapan. Atmosfernya bahkan mengingatkan pada 300. Namun jika menilik jalan cerita keseluruhan, pria kekerasan yang berusaha menolak kekerasan, bertemu keluarga yang bersahat yang akhirnya terbunuh lantas kembali ke cara kekerasan untuk membalaskan dendam. Aneh bukan? Beberapa adegan sadis bahkan terkesan over karena ditampilkan berulang-ulang dengan scene yang kurang lebih sama. Akting para pemainnya juga terkesan standar kalau tidak mau disebut below par. Purefoy kadang terlihat tua, kadang terasa dimudakan. Hurd-Wood juga terkesan terlalu belia sebagai Meredith. Ketidak konsistenan juga tercermin dari karakter antagonisnya Malachi dan Markus yang on-off sepanjang film. Nyaris tidak ada dialog berisi antar tokoh-tokohnya apalagi pendalaman masa lalu yang jelas sebagai pendukung cerita. Adegan penyaliban juga dirasa tidak relevan dalam film yang juga terlalu berusaha membawa-bawa unsur relijius ini. Anda yang rindu film bertemakan penyihir di abad pertengahan dengan jalinan cerita yang misterius diakhiri pertarungan seru di ending sebaiknya berpikir lagi jika ingin menemukan hal-hal tersebut dalam Solomon Kane.

Durasi:
95 menit

Europe Box Office:
£1,134,564 in UK til Mar 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent