XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dominic purcell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dominic purcell. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

CREEK : Manusia Ilmu Hitam Jaman Hitler

Tagline:
Richard Wirth: The whole world will speak German in a matter of years.

Storyline:
Tahun 1936, keluarga Jerman bermarga Wollners hidup di pedalaman Morgan County, West Virginia dihubungi oleh Pihak Ketiga untuk menerima Professor Richard Wirth yang sedang mengembangkan proyek rahasia. 71 tahun kemudian, Evan Marshall diajak oleh kakaknya Victor yang sering menghilang secara misterius dekat perkemahan Town Creek untuk membalas dendam terhadap seseorang. Perjalanan ditempuh bersama dan saat bertemu keluarga Wollners, keberanian sekaligus nyawa mereka mungkin diuji oleh kekuatan hitam yang misterius.

Nice-to-know:
Henry Cavill menggantikan Jesse Metcalfe sekaligus Chris Klein yang sempat dikabarkan akan bergabung disini.

Cast:
Baru saja mendukung Stardust (2007), Henry Cavill bermain sebagai Evan Marshall
Satu-satunya film layar lebar yang pernah dibintanginya adalah Clubland (2007). Kali ini Emma Booth berperan sebagai Liese Wollner
Dominic Purcell sebagai Victor Alan Marshall
Michael Fassbender sebagai Richard Wirth
Shea Whigham sebagai Luke Benny

Director:
Sutradara papan atas Hollywood bernama Joel Schumacher ini terakhir menggarap The Number 23 (2007) yang sayangnya kurang sukses itu.

Comment:
Lagi-lagi sebuah propaganda jaringan bioskop nomor satu di negeri ini untuk menghadirkan film lawas dengan judul baru. Bermaksud menipu? Mungkin saja tidak sebab film yang satu ini nyatanya belum jelas apakah rilis internasional atau direct-to-dvd. Pihak Lionsgate lah yang akan memutuskan nanti dimana judulnya sendiri masih bisa berubah-ubah.
Mengambil setting waktu 1930an, prolog film ini terasa bias. Penonton disuguhi legenda batu bertulis dari jaman Viking, potongan video klip Adolf Hitler di jaman Nazi yang pada akhirnya mengarah pada sosok dukun gaib berumur abadi yang mampu membangkitkan yang mati mulai dari manusia hingga hewan. Sekitar 30-45 menit berlalu, saya tak kunjung bisa menebak arah film mau dibawa kemana.
Dari jajaran cast, permainan akting Cavill, Purcell, Fassbender, Booth dkk memang tidak mengecewakan terlebih dalam menjaga ketegangan yang merambat di setiap menit durasinya. Namun karakterisasi mereka memang kurang mendapat eksplorasi yang memadai. Seakan penulis David Kajganich tidak mau bersusah payah dan hanya memberikan dialog linier sesuai dengan scene masing-masing.







Tentunya kita semua percaya akan nama besar sutradara Schumacher yang pernah menghasilkan film-film berkualitas dari berbagai genre. Dan kali ini nampaknya ia bermain mix-genres dalam film yang bersemangatkan kelas B. Saya katakan demikian karena banyaknya adegan kekerasan dan kesadisan yang tidak butuh penjelasan serta dikonsep dengan bujet terbatas.
Terlepas dari inkonsistensi plot cerita, Creek menawarkan horor flick bergaya baru yang mengasyikkan bagi pecinta film genre ini. Tempo cepat yang diusungnya lumayan efektif dalam menambal banyaknya lubang yang menganga. Tontonlah tanpa ekspektasi apapun dan anda akan terhanyut dalam permainan vampire Jerman yang maut dan pikirkanlah cara untuk menghentikan titisan neraka ini. Menurut saya endingnya cukup provokatif. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 25 Maret 2011

THE GRAVEDANCERS : Tarian Pembangkit Arwah Mematikan

Quotes:
Sid Vance: You just can't find good paranormal help, these days.

Storyline:
Setelah pemakaman sahabat lama Devin yang tewas dalam kecelakaan mobil, Harris berjumpa kembali dengan Kira dan Sid yang juga bersekolah di tempat yang sama dahulu. Harris meminta ijin istrinya, Allison untuk pergi bersama Kira dan Sid untuk bernostalgia sejenak. Mereka malah menyambangi Cresent View Cemetery dan saat mabuk membaca syair kuno sambil menari di atas kuburan. Tindakan mereka itu membangkitkan arwah pemerkosa, pembunuh berkampak dan anak kecil yang terobsesi oleh api. Dibantu ahli paranormal Vincent Cochet dan asistennya Frances, mereka harus melewati satu purnama untuk bisa lepas dari kutukan maut tersebut.

Nice-to-know:
Pertama kali muncul trailernya pada tahun 2005 di bioskop-bioskop Ibukota. Dipeti eskan selama bertahun-tahun hingga akhirnya rilis juga pada tahun 2011 ini.

Cast:
Dominic Purcell pernah memenangkan Best Actor pada International Award Australian Film Institute di tahun 2007 lewat Prison Break (2005). Kali ini ia berperan sebagai Harris McKay
Josie Maran sebagai Kira Hayden
Clare Kramer sebagai Allison Mitchell
Marcus Thomas sebagai Sid Vance
Tchéky Karyo sebagai Vincent Cochet
Megahn Perry sebagai Frances Culpepper

Director:
Terakhir bersama Dave Parker, Mike Mendez menggarap Masters Of Horror (2002) untuk dokumenter televisi.

Comment:
Film ini adalah salah satu contoh dari sedikitnya horor selama satu dekade terakhir yang berhasil menakuti secara konvensional. Anda akan menemukan pintu yang tiba-tiba terbuka, piano yang berdenting sendiri, suara-suara misterius tanpa wujud, bayangan sekelebat, derak dinding yang berdecit yang dijamin mendirikan bulu kuduk dalam suasana malam hari.
Sutradara Mendez dengan pandai menyuguhkan spesial efek sewajar mungkin untuk memainkan sisi psikologis penonton. Lumayan menggebrak di awal, tensi film agak menurun di pertengahan menjelang akhir. Penyebabnya adalah pengenalan karakter demi karakter yang terlibat di dalamnya plus pembangunan konstruksi cerita yang mengarah pada ending yang ditunggu-tunggu.
Para aktor aktris yang mengisi cast film ini juga bermain tidak mengecewakan. Purcell dan Kramer berbagi chemistry yang cukup baik sebagai pasutri. Kehadiran duet Karyo dan Perry juga cukup memberikan warna tersendiri sebagai paranormal investigator. Sayangnya Maran dan Thomas tidak mendapatkan ruang yang cukup dimana tokoh yang mereka perankan tidak muncul secara konsisten.
Yang cukup disayangkan adalah endingnya seperti antiklimaks dimana campur tangan CGI terasa terlalu berlebihan. Esensi tradisional yang dibangun sejak menit pertama menjadi berantakan karena make-up hantu yang dipaksakan nyata sehingga tak lebih seperti topeng Halloween ataupun tengkorak imitasi yang biasa digunakan Fakultas Kedokteran.
Kekuatan utama The Gravedancers adalah kisah yang original dengan balutan elemen ketakutan yang cukup menarik terutama di paruh pertama film. Mengingat bujet rendah yang digunakannya, tidak heran jika film ini langsung rilis dalam format DVD karena kesulitan dalam strategi promosinya. Namun jika anda tetap penasaran, waktu satu setengah jam seharusnya tidak akan sia-sia untuk memuaskan dahaga akan genre horor yang sudah sulit terbangun dengan baik belakangan ini.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter: