XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label christopher smith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label christopher smith. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

SEVERANCE : Outing Eksekutif Kantor Bertahan Hidup

Quotes:
Richard: I can't spell success without "u". And you, and you, and you...

Harris: There's only one "u" in success.

Storyline:
Perusahaan senjata multinasional Palisade Defence menghadiahi Divisi Sales nya dengan team-building outing di akhir pekan. Masing-masing Richard, Jill, Harris, Gordon, Steve, Maggie, Billy yang mendapati tempat mereka bernaung hanyalah pondok tua nan sederhana setelah ditinggal sopir bus yang merajuk. Konflik mulai terjadi saat kaki Gordon putus karena jerat binatang. Saat malam datang, mereka mendapati bahwa ada segerombolan pembunuh yang terobsesi akibat kegilaan perang mengintai nyawa mereka satu-persatu. Berhasilkah mereka lolos dari lokasi yang sudah seperti taman bermain tersebut?

Nice-to-know:
Proses casting berlangsung selama 4 bulan karena sutradara Christopher Smith menginginkan orang-orang yang tepat untuk ambil bagian disini.

Cast:
Angkat nama lewat serial tenar 24 (2002-2003), Laura Harris bermain sebagai Maggie
Danny Dyer sebagai Steve
Toby Stephens sebagai Harris
Claudie Blakley sebagai Jill
Andy Nyman sebagai Gordon
Babou Ceesay sebagai Billy
Tim McInnerny sebagai Richard

Director:
Merupakan feature film kedua bagi Christopher Smith setelah Creep (2004).

Comment:
Jarang sekali sebuah thriller comedy Inggris dibuat apalagi sampai mampu mencuri perhatian selayaknya film ini. Duet penulis James Moran dan Christopher Smith mampu mengembangkan sebuah plot sederhana yang dikemas dengan menarik. Jika klisenya sekumpulan muda-mudi yang terdampar di suatu tempat asing untuk kemudian dihabisi satu-persatu, maka kali ini diganti dengan sekelompok eksekutif perusahaan yang harus bertahan hidup saat dikirim untuk pelatihan kekompakan tim.
Jangan berharap untuk menemukan muka-muka cantik ataupun tampan disini karena yang ada hanyalah dua wanita berkarakter serius serta beberapa pria berusia 30-40 tahunan berpenampilan tidak menarik samasekali. Tipikal orang-orang corporate yang bermuka dua dan sulit ditebak pemikirannya. Itulah sebabnya sulit untuk menarik simpati penonton yang mungkin tidak akan keberatan jika kematian mulai menghampiri para tokoh tersebut dengan cara-cara yang tidak biasa.
Tiga nama yang paling mencuat disini adalah Dyer, Harris dan Nyman. Dyer yang menyebalkan di awal karena karakternya Steve adalah pecandu yang tidak pernah serius tapi berubah di pertengahan film. Harris cukup memikat sebagai wanita paling cantik disini dan Maggie juga tangguh dalam menghadapi situasi apapun. Begitu pula Nyman yang kekanak-kanakan dan tidak bertanggungjawab harus ditempatkan pada kesialan yang tidak menyenangkan di awal cerita.
Sutradara Smith berhasil memadukan unsur komedi dan horor sekaligus. Segala bentuk lelucon corporate yang sinis tak jarang memancing tawa terutama dari sang bos Tim McInnerny yang kaku itu. Sedangkan adegan sadis dan miris juga berkali-kali membuat audiens muak dan jijik. Tim spesial efek mampu menyajikan hal tersebut dengan real apalagi dibantu dengan kinerja kamera yang sepintas terasa mengganggu tapi herannya terasa tepat sasaran.
Lupakan bagian opening yang memang lambat itu karena semakin dalam anda menyimak plot ceritanya maka akan menemukan hiburan yang berbeda dari biasanya. Severance terbukti konsisten dengan konsep old-style nya di tengah-tengah hutan belantara yang menjadi panggung sempurna tersebut. Film yang juga menggunakan dwi bahasa ini memang diperuntukkan khusus bagi pecinta genre sejenis. Bagi anda di luar kelompok terkait, bisa jadi tidak menemukan sesuatu yang spesial disini.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$136,432 till Jun 2007

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 10 April 2011

TRIANGLE : Mengungkap Misteri Kapal Misterius

Quotes:
Greg: Are you all right?
Jess: I feel like I know this place. I recognize this corridor.
Greg: Well I guess they look pretty similar.
Jess: No! That's not it!

Storyline:
Jess menyetujui ajakan temannya Greg untuk berlibur menggunakan yacht, terlebih stress mengurusi putranya yang autis, Tommy. Mereka tidak hanya berdua karena masih ada Victor dan suami istri Downey-Sally yang membawa Heather untuk dijodohkan pada Greg. Laut yang tenang tiba-tiba berubah menjadi badai, kapal mereka pun rusak hingga harus menunggu bantuan lewat. Ketika kapal penumpang tua bertitel Aeolus lewat, kelimanya segera naik tangga tanpa kecurigaan apa-apa. Namun mendapati seluruh kapal kosong dan serangan seseorang misterius bertopeng, mereka harus memutar akal sebelum nyawa melayang.

Nice-to-know:
Bersetting di Miami tetapi keseluruhan syuting dilakukan di Queensland dengan mengambil beberapa referensi dari The Shining (1980) yang legendaris itu.

Cast:
Pernah dinominasikan Aktris Pendukung Terbaik dalam ajang Golden Globe 2009 lewat serial televisi In Treatment (2008), Melissa George berperan sebagai Jess
Joshua McIvor sebagai Tommy
Jack Taylor sebagai Jack
Michael Dorman sebagai Greg
Henry Nixon sebagai Downey
Rachael Carpani sebagai Sally
Emma Lung sebagai Heather
Liam Hemsworth sebagai Victor

Director:
Merupakan film ketiga bagi Christopher Smith yang asli Inggris itu sebelum Black Death (2010) yang bahkan telah tayang duluan di Blitzmegaplex.

Comment:
Semakin sedikit anda mengetahui film ini maka akan semakin nikmat dalam menyaksikannya. Bukan apa-apa karena konsep thriller misteri yang diusungnya memang menimbulkan banyak pertanyaan. Dan saya ingatkan sebelumnya, endingnya juga belum tentu menawarkan jawaban yang anda harapkan. Lebih baik mengajak rekan untuk menonton bersama sehingga dapat berdiskusi selepas meninggalkan gedung bioskop.








Apa yang terlihat seperti film slasher remaja yang bersetting di atas kapal nyatanya tidaklah sesederhana itu. Perjalanan yang dilakukan memang terkesan seperti sebuah mimpi yang begitu nyata dilengkapi dengan premis dejavu disana-sini. Jika anda mengeluhkan terlalu banyak pengulangan scene dalam film ini, lebih baik memikirkan kejutan apa yang sesungguhnya tersimpan rapat-rapat.
Performa George sebagai tokoh utama patut diacungi jempol. Meskipun tidak ada penjelasan yang masuk akal mengenai karakter Jess tapi ia menerjemahkan skrip secara maksimal dalam waktu yang tergolong sempit. Kita akan melihat transformasinya di awal, pertengahan hingga akhir sebagai wanita yang kalem, tegar, emosional, rapuh, sekaligus persuasif. Aktor-aktris lain yang mendukung film ini seperti tidak diberikan porsi yang layak untuk mengambil alih layar seperti yang dilakukan George.







Sutradara Smith juga bermain dengan warna-warna pucat dikombinasikan dengan cakrawala yang terbentang luas sebagai latar belakang, seakan menegaskan konsep surealisme cerita. Belum lagi penambahan instrumen musik yang menguatkan nuansa misterius di dalamnya. Nampaknya ia semakin nyaman dengan genre horor/thriller tentunya dengan berbagai sentuhan baru yang fresh.
Sayangnya mitos Sisyphus mengenai “menipu kematian” yang sempat disinggung di awal tidak dikorelasikan lebih lanjut dengan plot cerita. Triangle lebih memilih untuk menjelaskan dengan gaya yang tidak biasa. Tidak terlalu orisinil memang tetapi rasanya film yang satu ini akan mampu bertahan di benak anda dalam waktu yang cukup panjang. Pertanyaan terakhir dari saya: “Pernahkah anda mengalami mimpi buruk yang tidak berkesudahan?”

Durasi:
95 menit

U.K. Box Office:
£548,903 till Oct 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 22 Februari 2011

BLACK DEATH : Misteri Wabah Pro Anti Kristiani

Quotes:
Dark haired woman: Are you shy?
Mold:I am ugly, and I am Christian. And that is not a good combination in here, hm? Piss off.

Storyline:
Pada tahun 1348, Inggris dihancurkan oleh wabah Bubonic yang menyebabkan kematian massal di segala penjuru. Pendeta muda Osmund mengajak kekasihnya Averill untuk melintas desa terpencil di dekat Hutan Dentwich Forest yang belum dilalui wabah. Namun nasib kemudian memisahkan mereka. Osmund bergabung dengan perkumpulan Staveley Monastery yang beranggotakan Ulric dkk melewati hutan dan rawa tersebut sambil mendengar desas-desus bahwa ada suatu kekuatan yang melindungi orang-orang untuk selamat dari wabah. Apa yang mereka temukan kemudian terlebih pemimpin desa Hob dan penyihir Langiva tidak menerima mereka secara baik-baik.

Nice-to-know:
Awalnya peran Langiva sempat diberikan pada Lena Headey ataupun Famke Janssen sebelum Carice van Houten mendapatkannya.

Cast:
Mengawali karir aktornya dari serial televisi The Bill (1984), Sean Bean disini bermain sebagai Ulric.
Pernah mendukung The Other Boleyn Girl (2008), Eddie Redmayne sebagai Osmund
David Warner sebagai The Abbot
Carice van Houten sebagai Langiva
Kimberley Nixon sebagai Averill

Director:
Pria kelahiran Inggris bernama Christopher Smith ini sebelumnya menyutradarai Triangle (2009) yang ironisnya masih dalam jadwal tayang di Indonesia.

Comment:
Mengambil setting lanskap Jerman mulai dari Kastil Blankenburg hingga Querfurt, film Inggris menceritakan kurun waktu tahun 1300an dengan cukup meyakinkan. Sutradara Smith berhasil mengemas plot dan temponya dalam bercerita secara runut walaupun masih terdapat berbagai kekosongan.
Casting disini merupakan nilai kuat. Sebabnya para aktor Bean maupun Redmayne dan kawan-kawan bukanlah tipikal aktor Hollywood berwajah rupawan. Mereka terlihat kasar dan bengis selayaknya para prajurit yang sedang menempuh perjalanan. Sayangnya dari sisi para aktris terasa kurang maksimal dimana karakter yang dimainkan Nixon ataupun van Houten tidak memiliki kedalaman yang cukup.
Black Death juga diyakini akan memicu kontroversi disebabkan polemik antar kepercayaan yang dibahasnya dalam hal ini kaum Kristiani. Perdebatan pro dan kontra lebih banyak dipicu dari sisi kemanusiaan dan cara hidup mereka sehari-hari. Terasa masuk akal sebab pada masa itu, religion bukanlah hal utama yang dapat menjadi pedoman hidup manusia.
Cukup disesalkan endingnya yang terasa dipercepat dalam menit-menit terakhir. Seakan sketsa hasil coret-coretan yang belum selesai langsung diterjemahkan begitu saja menjadi bahasa gambar kosong yang dibantu narasi suara John Lynch. Namun berbagai adegan brutal yang miris untuk disaksikan rasanya cukup berbicara banyak dalam film yang bertemakan era Middle Ages ini.

Durasi:
95 menit

U.K. Box Office:
£128,668 till July 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter: