XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label chakrit yamnam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chakrit yamnam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

MY BEST BODYGUARD : Pencegahan Virus Mematikan Reporter Berani

Tagline:
The world’s most dangerous virus is about to end human race.


Storyline:
Sebuah virus jenis baru HOPE tengah mengancam Bangkok yang dapat menewaskan seseorang hanya dalam waktu 4 hari! Fakta tersebut diketahui oleh Nicha, reporter wanita ternama yang kemudian berusaha menelusuri sebab musababnya itu. Ternyata 7 orang tidak beruntung tengah digunakan oleh perusahaan farmasi asing sebagai bahan percobaan sekaligus penemuan anti virus tersebut. Nicha dibantu oleh Thud dan juga NSSD harus mengungkapkan semuanya sebelum terlambat meski mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Nice-to-know:
Distributor Hongkong, Media Asia akan mendistribusikan film secara internasional, sedangkan Oriental Eyes akan menangani peredaran domestik Thailand.

Cast:
Ubolratana Rajakanya sebagai Nicha
Chakrit Yamnam sebagai Thud
Shawn Yue sebagai Shawn
Dr. Archong Chumsai Na-Ayuthaya
Sompol Piyapongsiri

Director:

Sirippakorn Wongchariyawat

Comment:
Thailand mungkin lebih dikenal dengan pasokan film horor atau komedi romantisnya beberapa tahun terakhir yang terbukti cukup sukses menembus pasaran Asia termasuk Indonesia. Namun jika berbicara mengenai action kontemporer seperti yang satu ini, rasanya masih terlalu ambisius walaupun sudah didukung dengan bujet tinggi dan berkolaborasi dengan Hongkong sekalipun. Asia tetaplah Asia dan tidak akan pernah sama dengan nuansa Hollywood bagaimanapun juga.
Premis film ini adalah mengenai penyebaran virus jenis baru yang disebut HOPE. Pihak yang berada di sisi antagonis mungkin bisa dimaklumi yang kebetulan berasal dari kaum kapitalis alias pengusaha industri besar. Tapi kalangan protagonisnya yang kebetulan seorang presenter televisi wanita? Yang bertindak sendiri di luar sepak terjang polisi? Oke menurut saya hal ini sedikit aneh dan terlalu dipaksakan apapun alasannya.
Setelah mengetahui siapa pemeran Nicha sebenarnya rasanya misi filmmaker sudah dapat diterka. Ia adalah Putri Ubolratana Rajakanya, alias keturunan langsung Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Regent Sirikit! Sayangnya Sang Putri harus diakui kurang memiliki aura bintang dan tidak cukup meyakinkan sebagai reporter berkelas yang sangat dominan kemunculannya. Itulah sebabnya dibutuhkan beberapa aktor good looking untuk tandemnya tapi tidak banyak membantu karena justru lebih memperjelas gap.
Shawn Yue yang paling berpengalaman dalam genre action (lihat saja daftar film Hongkong yang dibintanginya) justru kesulitan berbahasa Inggris dengan baik sehingga mengurangi daya tariknya. Malah Chakrit yang paling terlihat wajar dan bisa dibilang judul film ini merujuk pada perannya disini. Tidak dapat dipersalahkan sepenuhnya jika semua karakter terkesan kurang eksplorasi, skrip yang ditulis oleh C.R.A.B. memang tidak memungkinkan untuk itu.
Sutradara Wongchariyawat tampak kesulitan menyatukan kepingan-kepingan action yang serba palsu disini. Saya pikir mungkin hanya 50% yang setidaknya terlihat sungguhan, sisanya hanyalah buang-buang peluru ke space kosong, lontaran mobil atau adu fisik yang dibantu oleh editor. Pengertian aktor dan petarung sungguhan jelas berbeda. Anda termasuk penonton reguler film action diyakini kecewa dengan suguhan aksi kali ini.
Tidak susah menyimpulkan My Best Bodyguard sebagai film aksi dengan komposisi buruk di dalamnya. Selayaknya anda yang sudah bisa tersenyum melihat trailernya yang sangat berusaha terlihat “menjual” itu dipastikan akan tertawa lebih lebar lagi menyaksikan keseluruhan isinya. Sebuah proyek ambisius yang nampaknya tidak akan mengatrol posisi Sang Putri ke tingkat superstar meskipun ia berhasil survive pada akhir cerita dan sempat melontarkan serentetan kalimat bijaksana sekalipun!

Durasi:
105 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 30 April 2011

LULLA MAN : Balada Tiga Playboy Takut Istri

Storyline:
Tan, Joon dan Tu sudah bersahabat sejak lama. Hal yang mempersatukan mereka adalah kebiasaan berselingkuh walaupun telah terikat dengan Bow, Rohm dan Noyna. Berbohong dan bersilat lidah kerapkali menyelamatkan mereka dari amukan istri masing-masing. Hingga pada suatu ketika, Tan yang ditugaskan bosnya untuk mencari model mulai tertarik pada wanita cantik bernama Suzie yang ditemuinya di sebuah pusat perbelanjaan. Padahal Suzie sendiri telah bersuamikan gangster yang berbahaya. Akankah ketiganya bisa menyadari kekhilafannya pada akhirnya?

Nice-to-know:
Diedarkan di Indonesia oleh Parkit Film dan baru dirilis di Thailand sendiri pada tanggal 9 Desember 2010 yang lalu.

Cast:
Terakhir sempat membintangi My Best Bodyguard, Chakrit Yamnam bermain sebagai Tan
Ussanee Wattana sebagai Suzie
Passorn Bunyakiet sebagai Rohm
Jeab Chern-Yim
Petchtai Wongkamlao (Mum Jokmok)

Director:
Tunya Potiwijit.

Comment:
Banyak referensi yang menyebutkan bahwa premis film ini merupakan gabungan dua komedi situasi sukses Indonesia yaitu Suami-Suami Takut Istri dan Warkop DKI. Tidak salah memang jika anda juga berpendapat begitu karena nyaris semua elemen yang pernah ditampilkan disana terbukti masih ampuh untuk memancing tawa. Apalagi disajikan dengan fresh di tengah-tengah kelesuan industri bioskop beberapa bulan terakhir ini.

Sutradara Tunya sepertinya memang tidak memiliki storyline yang baku dalam mengarahkan film ini, terkesan free flowing saja. Beruntung situasi yang dihadirkan memang sangat dekat dengan tingkah laku keseharian kaum pria secara umum dan para suami secara khususnya. Jika anda berjenis kelamin laki-laki maka akuilah kebenarannya sedangkan jika anda perempuan bisa jadi merasakan hal yang sama dari pasangan anda masing-masing.









Saya pernah menyaksikan kiprah Chakrit sebelumnya dalam My Ex (horor) dan remake Bangkok Dangerous (action). Menarik mengetahui bahwa aktor yang satu ini ternyata bisa bermain komedi dengan mengandalkan wajah tampan (yang dibuat lugu) dan tutur kata manisnya (yang terdengar gombal). Bersama tokoh Joon dan juga Tu, Chakrit sebagai Tan sukses menciptakan chemistry persahabatan yang kuat dan sama bejadnya.

Secara khusus saya ingin mengomentari penampilan “komedik” para aktris disini yang sangat bervariasi. Tidak ada yang meragukan kecantikan Ussanee sebagai Suzie yang seksi anggun menggoda, mengingatkan kita pada sosok Angelina Jolie. Sedangkan karakter para istri digambarkan beragam, Bow yang sabar dan kalem, Rohm yang galak dan spontan hingga Noyna yang cerewet dan lincah. Kasihan rasanya melihat mereka diperlakukan sedemikian rupa tapi pada akhirnya selalu memberi maaf. Bukankah kaum wanita pada dasarnya memang arif dan bijaksana? Untuk yang satu ini, mari kita berdiskusi privat untuk membahasnya.








Meski arah ceritanya sudah dapat ditebak sedari awal, Lulla Man sangatlah direkomendasikan bagi anda yang mencari hiburan belaka tanpa harus berpikir dengan logika sekalipun. Ambillah jeda dalam tertawa agar mulut anda tidak kaku dan gigi anda tidak kering dibuatnya karena konsep slapstik nan komikal yang tiada henti-hentinya sepanjang 95 menit. Sekalipun endingnya agak dipaksakan, rasanya penonton (pria) tetap dapat meninggalkan bioskop dengan senyum mengembang sambil berpikir untuk pulang kembali pada istri masing-masing.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter: