XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label andi arsyil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label andi arsyil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2009

KETIKA CINTA BERTASBIH 2 : Proses Agamais Pencarian Jodoh dan Jati Diri

Cerita:
Kembalinya Azzam di tanah air setelah menyelesaikan kuliahnya disambut meriah karena berduaan dengan artis Eliana yang juga anak Kedubes Mesir. Sebagai sarjana lulusan universitas Al-Azhar, Azzam menanggung beban tersendiri yakni mencari nafkah sekaligus calon istri yang sesuai kriteria. Awalnya Azzam mencoba bisnis jasa antar paket lalu kembali ke makanan. Sementara itu ibu dan adik-adiknya juga sibuk mencarikan gadis terbaik untuk Azzam. Bagaimana pula dengan kelanjutan hubungan Anna dan Furqon yang dirundung bimbang?

Gambar:
Tidak seperti bagian pertamanya yang banyak menyorot keindahan Mesir, episode lanjutan ini bersettingkan suasana lokal di Jakarta, Yogyakarta, Magelang, Solo, dan Kudus.

Act:
Konsistensi kelima artis baru tersebut cukup lumayan untuk membintangi dua episode layar lebar. Dibantu dengan kemunculan beberapa aktor-aktris senior yang cukup dominan berhasil menyemarakkan jajaran cast.
Kholidi Asadil Alam sebagai Khairul Azzam
Oki Setiana Dewi sebagai Anna Althafunisa
Alice Sofie Norin sebagai Eliana Pramesti
Andri Arsyil sebagai Furqon
Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna
Rahmi Nurulina sebagai Lia
Deddy Mizwar sebagai Kiai Lutfi
Niniek L Karim sebagai Ibu Azzam
Didukung pula oleh dua tokoh baru yaitu Dude Herlino dan Asmirandah.

Sutradara:
Kembalinya Chaerul Umam setelah absen 12 tahun dari perfilman nasional dimana karya terakhirnya adalah Fatahillah. Salah satu sutradara senior bertangan dingin ini dituntut bisa menerjemahkan novel best seller Habiburrahman El Shirazy dan mampu dijawabnya dengan baik.

Komentar:
Bagian pertama yang memfokuskan pada karakterisasi tokoh-tokoh utamanya ternyata jauh lebih menarik daripada pembahasan sekaligus penyelesaian konflik antar tokoh-tokohnya pada bagian kedua ini. Mengapa? Penyajiannya cenderung datar dikarenakan dramatisasinya tidak berhasil dibangun dengan baik. Alhasil plot cerita pun menjadi mudah ditebak, terutama bagi mereka yang sudah membaca bukunya. Beberapa hal yang seharusnya bisa menimbulkan unsur kejutan, tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Klimaksnya pun terkesan biasa saja. Secara keseluruhan jika memandang KCB sebagai mega film hanyalah sebuah drama yang sedap dipandang, mudah diikuti dan cukup bermakna bagi kaum tertentu, tidak ada yang spesial kalau mau dikatakan kelasnya hanya sedikit di atas sinetron ataupun film televisi. Sangat disayangkan!

Durasi:
130 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Juni 2009

KETIKA CINTA BERTASBIH : Roman Religius Mahasiswa Indonesia Di Kairo

Judul Inggris:
WHEN LOVE IS EXTOLLED

Cerita:
Memasuki tahun kesembilan kuliahnya di Al Azhar, Khairul Azzam mulai mempertanyakan hidupnya sendiri. Ingin mencari istri tapi tidak percaya diri bisa melakukannya karena ia hanya berdagang tempe di Kairo untuk menyambung hidup sekaligus membantu ibu dan adik-adiknya di Indonesia. Berkawan dengan anak dubes, Eliana yang juga seorang artis tidak membuatnya nyaman. Sebaliknya saat berjumpa pertama kali di sebuah bis dengan Anna Althafunisa, hatinya berdegup kencang. Sayangnya Anna yang sebenarnya memiliki perasaan yang sama sudah dijodohkan dengan Furqon yang notabene teman Khairul sendiri. Bagaimana asal mula percintaan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Kairo ini dibabarkan? Temukan sendiri dalam bagian pertama Ketika Cinta Bertasbih.

Gambar:
Bersetting secara penuh di kota Kairo sehingga keindahan Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, Kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan lain-lain bisa dinikmati oleh mata.

Act:
Semuanya tampil menarik walaupun tergolong artis-artis baru, mereka berlima lahir dari hasil audisi massal di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu!
Kholidi Asadil Alam sebagai Khairul Azzam
Oki Setiana Dewi sebagai Anna Althafunisa
Alice Sofie Norin sebagai Eliana Pramesti
Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna
Andri Arsyil sebagai Furqon

Sutradara:
Kembalinya Chaerul Umam setelah absen 12 tahun dari perfilman nasional dimana karya terakhirnya adalah Fatahillah. Salah satu sutradara senior bertangan dingin ini dituntut bisa menerjemahkan novel best seller Habiburrahman El Shirazy dan mampu dijawabnya dengan baik.

Komentar:
Walaupun terkesan melebar kemana-mana, penokohan beberapa karakter utama cukup menarik. Yang disayangkan perpindahan scene terkadang tidak mulus. Dari segi alur cerita terkesan sedikit terinspirasi dari apa yang telah dilakukan Ayat-Ayat Cinta walau dramatisasinya cenderung lebih natural. Sinematografinya paling menjanjikan karena menampilkan gambar-gambar indah yang sedap dipandang mata. Dikarenakan terlalu setia dengan ikhtisar novelnya, film ini terpaksa "dibagi" 2, mudah-mudahan tidak menyurutkan niat penonton untuk menyaksikannya secara utuh. Kita tunggu saja sekuelnya!

Soundtrack:
Lagu yang sebetulnya indah, Ketika Cinta Bertasbih oleh Melly Goeslaw feat Amee gubahan Anto Hoed ini terasa over-the-top dan terkadang dipaksakan muncul mengisi scenenya walau tidak pas. Semoga ke depannya ada perbaikan lagi.

Durasi:
120 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!