XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label michael clarke duncan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label michael clarke duncan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 September 2010

SCHOOL FOR SCOUNDRELS : Saat Pecundang Bertekad Perbaiki Jati Diri

Tagline:
Too nice? Too honest? Too “you”? Help is on the way.

Storyline:
Roger tumbuh dewasa sebagai seorang pecundang. Bekerja sambilan sebagai petugas tertib parkir keliling malah membuatnya terlibat masalah. Mendekati Amanda, tetangga cantiknya di apartemen juga tidak lancar. Atas saran Ian, Roger mengikuti kursus Dr. P dan asistennya, Lesher untuk mengubah nasibnya menjadi seorang pemenang. Ia tidak sendiri karena berjumpa dengan Eli, Ernie, Little Pete dan lain-lain. Satu demi satu instruksi dikerjakan Roger dan perlahan kepercayaan dirinya tumbuh. Namun proses itu diganggu saat ia mengetahui Dr. P juga mendekati Amanda. Siapa yang akan menang pada akhirnya?

Nice-to-know:
Merupakan remake berjudul sama di tahun 1960 karya Robert Hamer yang dibintangi oleh Ian Carmichael, Terry Thomas dan Alastair Sim.

Cast:
Jon Heder mulai dikenal semenjak membintangi Napoleon Dynamite (2004). Kali ini ia berperan sebagai pecundang Roger yang sebetulnya cerdas dan tangguh, hanya saja tidak percaya diri.
Aktor senior ini telah masuk dalam jajaran Hollywood Walk of Fame di tahun 2004, Billy Bob Thornton disini bermain sebagai mentor Dr. P yang sangat culas dan banyak akal.
Jacinda Barrett sebagai Amanda
Michael Clarke Duncan sebagai Lesher
Sarah Silverman sebagai Becky
David Cross sebagai Ian

Director:
Todd Phillips memulai karir sutradara lewat Road Trip (2000) yang sangat menghebohkan kalangan remaja satu dekade lalu.

Comment:
Entah harus menyalahkan siapa jika ternyata film ini baru tayang di Indonesia 4 tahun setelah dirilis di Amerika sana. Ya 4 tahun, saudara-saudara sebangsa dan setanah air! Bahkan trailernya sendiri sudah wara-wiri sejak tahun 2009 di bioskop-bioskop ibukota. Mungkin peribahasa last but not least berlaku disini. Toh menurut saya film ini juga berkualitas lumayan.
Sepintas memang hanya terlihat sebagai komedi remaja biasa yang penuh humor slapstick dan menjurus seks. Hm, nanti dulu jika anda berpikir seperti itu. Plot yang biasa dan klise yakni from zero to hero ternyata disajikan dengan cukup menyenangkan. Semua itu tak lepas dari gemilangnya penampilan Heder dan Thornton. Lihat bagaimana transformasi Heder yang berwajah culun dan berpenampilan sangat biasa. Sebaliknya Thornton terlihat cool dan kharismatik disini. Keduanya bagaikan kutub magnit Utara dan Selatan yang bertolak belakang tetapi berbagi chemistry dengan pas satu sama lainnya. Barrett juga cantik dan manis sebagai love interest kedua leading actor itu. Belum lagi dukungan dari Clarke Duncan, Silverman, Cross dkk yang walaupun tidak dominan tetapi cukup berarti.
Kita patut angkat topi pada kiprah sutradara Phillips yang juga bertindak sebagai penulis scenario. Scene per scene dihadirkannya dengan komedik tapi tidak berkesan norak. Beberapa twist maju mundur menjelang ending juga cukup berhasil dalam memainkan emosi penonton yang sejak awal diyakini berempati pada karakter Roger.
Pada akhirnya School For Scoundrels tak hanya menghibur sebagai tontonan ringan tetapi memiliki pesan moral yang tinggi. Bagaimana seharusnya seseorang tetap optimis dan fokus dalam mencapai tujuannya tanpa berusaha menjatuhkan orang lain. Hidup kita memang milik kita sendiri dan semuanya akan berbuah tergantung perbuatan kita masing-masing.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$17,803,796 till end of 2006

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 16 Juni 2009

STREET FIGHTER : THE LEGEND OF CHUN-LI

Quotes:
Vega-[Chun Li has cut Vega's face and has her foot pressed against his head] You think this is over?
Chun Li-No. I’m just getting started.

Cerita:
Menekuni piano sejak kecil, Chun Li seringkali berpindah-pindah mengikuti ayahnya yang seorang pebisnis sukses dan ibunya yang hangat. Kecintaannya pada wushu mulai terbentuk saat melihat ayahnya berlatih sehingga ia bertekad mempelajarinya. Selang beberapa waktu kemudian, ayahnya diculik oleh gerombolan Bison untuk suatu proyek rahasia. Chun Li yang bertekad mencaritahu keberadaan ayahnya terus berlatih kungfu bersama Gen terlebih menguasai amarahnya. Kerja keras saja tidak cukup karena Bison memiliki kartu as dan juga anak buah yang tangguh. Berhasilkah Chun Li menuntaskan dendamnya?

Gambar:
Suasana hiruk pikuk Bangkok menjadi latar belakang film ini mulai dari pasar tradisional, lalu lintas yang rumit hingga pelabuhan besar tempat bongkar muat ekspedisi.

Act:
Terkenal lewat peran Lana Lang dalam serial teve Smallvile, Kristin Kreuk kali ini mencoba kemahiran kungfunya sebagai Chun Li, salah satu karakter legendaris Street Fighter.
Salah satu jebolan franchise American Pie (1999), Chris Klein kembali lewat peran Charlie Nash, kepala interpol yang gila kerja dalam mengungkapkan konspirasi.
Peraih Oscar yang berbadan besar dan hitam lewat The Green Mile (1999), Michael Clarke Duncan sebagai antagonis Balrog.
Aktor berkulit pucat, Neal McDonough sebagai Bison yang licik sekaligus tangguh berkelahi.
Aktor asli Hongkong, Robin Shou sebagai Gen, guru dari Chun Li.
Si cantik Moon Bloodgood sebagai Detektif Maya Sunee.

Sutradara:
Memulai karir penyutradaraan lewat Romeo Must Die (2000), Andrzej Bartkowiak yang asal Polandia sebenarnya lebih terkenal sebagai sinematografer banyak film sejak tahun 1976.

Komentar:
Satu lagi karya gagal yang diangkat dari anime/game populer Jepang. Plot cerita yang klise kalau mau dibilang hampir tidak ada, akting yang buruk dan adegan bertarung yang tidak cukup meyakinkan. Yang lebih parah, sinematografi yang menyedihkan membuat film ini rasanya bisa disebut kategori B. Seakan sang sutradara tidak dapat berbuat lebih maksimal untuk menyelamatkan kualitasnya walaupun didukung bujet yang cukup besar yaitu sekitar 50 juta dollar. Sejak awal, saya tidak mengharapkan akan bagus tetapi setidaknya tidak terlalu jelek. Pada akhirnya Legend Of Chun Li hanya akan lewat begitu saja ditelan kebesaran nama Street Fighter. Btw, jika ada rencana sekuel atau spin-off (seperti penyinggungan nama Ryu di ending film) di masa mendatang, agar lebih diperhatikan lagi.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$8,742,261 till May 2009

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!