XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label amanda peet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amanda peet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

FAST TRACK : Perseteruan Pecundang Dengan Mantan Kekasih Istri

Tagline:
Credit-grabbing, back-stabbing, wife-nabbing. Just another day at the office.

Storyline:
Pasangan suami istri kota Manhattan, Sofia yang bekerja sebagai pengacara dan Tom yang berkarir sebagai koki mengalami masalah setelah kelahiran putra pertama mereka, Oliver. Sofia yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja harus mendapati kenyataan suaminya dipecat karena berselisih dengan bosnya. Tom terpaksa setuju untuk bersama-sama pulang ke kampung halaman Sofia di Ohio dan bekerja di agensi periklanan atas bantuan mertuanya. Di sana, Tom bertemu Chip, sang direktur lumpuh yang juga mantan kekasih SMU istrinya. Persaingan tidak sehat pun mulai timbul di antara keduanya. Berhasilkah Tom keluar dari kesulitannya?

Nice-to-know:
Peran pertama Charles Grodin setelah 13 tahun sebagai Bob Kowalski yang dipasangkan dengan Mia Farrow sebagai Amelia Kowalski yang terkenal sebagai aktris film-film horor lawas.

Cast:
Sebelum ini tampil tanpa tercantum namanya di credit title The Pursuit Of Happyness, Zach Braff sebagai Tom Reilly yang berjuang mempertahankan integritas dirinya di mata keluarganya.
Pernah memenangkan gelar Young Hollywood Award tahun 2000, Amanda Peet sebagai Sofia Kowalski yang kesulitan membesarkan bayi lelakinya sendirian selepas mengubur karirnya sebagai pengacara.
Karirnya diawali sejak dini dalam serial televisi Little House on the Prairie, Jason Bateman sebagai Chip Sanders yang culas luar biasa.

Director:
Jesse Peretz menulis dan menyutradarai sekaligus film pertamanya First Love, Last Rites (1997).

Comment:
Publik di luar Amerika mungkin tidak terlalu mengenal nama Braff dan Bateman selain Peet. Namun disini Braff dan Bateman dipasangkan sebagai dua karakter komedikal yang saling berseberangan. Pada beberapa scene, persaingan kotor mereka bisa jadi mengocok perut tetapi masih terasa tanggung. Bateman yang menyebalkan lebih mirip badut bermake-up buruk sedangkan keluguan/ketololan Braff juga masih terlalu dangkal untuk menarik simpati penonton akan nasib malangnya. Peet sendiri tidak banyak mendapatkan kesempatan yang tepat untuk menebalkan peranannya disini. Rasanya kesalahan awal patut dialamatkan pada penulis cerita yang kesulitan mengembangkan plot yang cerdas dengan humor yang dalam, diperparah lagi dengan sutradaranya yang terlihat masih minim pengalaman dalam mengarahkan karakterisasi tokohnya yang terasa satu arah tanpa saling berbagi chemistry. Fast Track yang beredar di Amrik sana dengan judul The Ex hanya "terlihat" solid di awal film tapi menukik tajam di pertengahan sampai ditutup dengan "gampang" di segala konflik yang sudah terbangun. Sebuah komedi ringan yang hanya pantas mengisi waktu luang anda di rumah selagi tiada aktifitas berarti.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$3,091,922 till early July 2007.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 22 November 2009

2012 : Fenomena Gambaran Hari Akhir Dunia Khas Emmerich

Quotes:
Carl Anheuser-[about Laura Wilson] Cute girl, eh?
Adrian Helmsley-What are you talking about?
Carl Anheuser-That was the First Daughter you were staring at.
Adrian Helmsley-What? I wasn't staring at her.
Carl Anheuser-Better make a move fast. The end is near.

Cerita:
Geologis Amerika, Adrian Helmsley bersama sahabatnya yang asli India, Satnam menemukan fakta bahwa temperatur inti bumi meningkat dengan cepat. Adrian kemudian kembali ke Washington D.C. untuk memperingatkan Kepala Staf Gedung Putih, Carl Anheuser dan Presiden AS, Thomas Wilson mengenai hal ini. Pertemuan semua pemimpin dunia pun diadakan untuk membahas hari akhir ini dan sebuah proyek rahasia disiapkan untuk kelanjutan hidup umat manusia. Sementara itu di tahun 2012, penulis Los Angeles, Jackson Curtis yang juga bekerja paruh waktu sebagai supir limo milyuner Rusia, Yuri Karpov tengah berusaha memperbaiki hubungan dengan mantan istrinya, Kate beserta putra-putri mereka, Noah dan Lilly. Suatu hal yang tidak mudah karena kehancuran global tengah melanda dunia menjadi hal yang tidak terelakkan.

Gambar:
Setting Amerika Serikat yang terlihat ternyata dilakukan sepenuhnya di British Columbia, Kanada. Adegan penghancuran di berbagai belahan bumi oleh bencana demi bencana terasa sangat riil dan memukau.

Cast:
Memakai aktor-aktris papan tengah Hollywood memang pilihan yang cukup aman terlebih jika harus menekan bujet yang habis di luar casting.
John Cusack ... Jackson Curtis
Amanda Peet ... Kate Curtis
Chiwetel Ejiofor ... Adrian Helmsley
Thandie Newton ... Laura Wilson
Oliver Platt ... Carl Anheuser
Thomas McCarthy ... Gordon Silberman (as Tom McCarthy)
Woody Harrelson ... Charlie Frost
Danny Glover ... President Thomas Wilson
Liam James ... Noah Curtis
Morgan Lily ... Lilly Curtis
Zlatko Buric ... Yuri Karpov

Sutradara:
Baru berusia 24 tahun saat mengarahkan film debutnya, Franzmann (1979), Roland Emmerich kini merupakan salah satu sutradara papan atas yang mampu memaksimalkan bujet besar untuk spesial efek film-filmnya.

Comment:
Saya harus mengakui jika film ini sangat menghibur di skala maksimal. Tentunya semua dengan bantuan spesial efek ledakan, gempa bumi, tsunami dsb yang sangat mengagumkan yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya apalagi di paruh pertamanya. Tentu saja selain itu penonton akan disuguhkan beberapa karakter penting yang berhasil bertahan hidup terlepas dari fakta di luar kemampuan manusia biasa. Beberapa adegan mungkin saja terasa tidak masuk akal dan mungkin membuat anda tertawa karena dipaksa percaya. Terima kasih pada Emmerich yang lagi-lagi membombardir karyanya dengan sentuhan CGI daripada logika cerita. Dari jajaran cast, Cusack dan Harrelson tampil cukup maksimal. Namun tidak halnya dengan Glover dan Newton yang tidak seperti biasanya. Ejiofor dan Platt hanya lumayan saja. Selesai review saya? Belum! Karena yang paling mengecewakan tentu saja latar belakang atau elemen intelek yang mendasari film ini. Sangat sedikit disebutkan tentang ramalan atau sejarah suku Maya perihal hari akhir jaman ini. Ketakutan, analisa, rasa penasaran anda akan angka 20 Desember 2012 tidak akan terjawab. Semua spesial efek yang disajikan selama lebih dari dua jam rasanya akan menutupi keburukan 2012 yang tidak diragukan lagi akan mencetak box-office fantastis di penghujung tahun 2009 ini. Terima kasih pada pemberitaan santer angka keramat tersebut yang menjadi eforia global belakangan ini.

Durasi:
155 menit

U.S. Box Office:
$65,237,614 in opening week mid Nov 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!