XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 12 Juli 2009

PUNK IN LOVE : Perjalanan Empat Sahabat Punkers!

Cerita:
Lepas dari percobaan bunuh diri membuat Arok nekad menyatakan cintanya pada Maia, gadis idamannya yang akan melepas masa lajangnya dengan sesama punkers, Indra. Perjalanan dari Malang menuju Jakarta dilakoni Arok bersama dengan tiga sahabat sejatinya, Yoji, Mojo dan Almira dengan uang pas-pasan dan modal semangat nekad. Bagaimana perjalanan sepanjang pulau Jawa itu bisa mengubah hidup mereka dan tentunya persahabatan diantara mereka berempat? Tentunya kejadian dan pengalaman tak terduga mungkin membentang di hadapan mereka..

Gambar:
Malang ke Jakarta dengan rute Bromo, Cepu, Pati, Semarang, Cirebon tentunya menawarkan nuansa petualangan tersendiri dengan berbagai adegan unik yang akan membuat anda tergelak-gelak.

Act:
Memenangkan Piala Citra Aktor Terbaik dalam Radit dan Jani tidak membuat Vino Bastian kehabisan bakat. Peran sebagai punkers berlogat Jawa, Arok pun dilakoninya dengan total.
Terakhir tampil bersama BCL dalam Ada Kamu, Aku Ada kali ini Andhika Pratama bermain sebagai Yoji, punker berambut mohawk bercat pink yang setia kawan.
Pernah mendukung Planet Mars bersama Artika Sari Devi, Yogi Finanda memegang karakter Mojo yang kocak dan penuh semangat.
Filmnya sebelum ini Urbanisexy konon batal tayang tapi akhirnya Aulia Sarah kebagian salah satu peran utama sebagai Almira, gadis punk pemberani yang sangat dipercayai sahabat-sahabatnya ini.

Sutradara:
Sukses dengan dwilogi Kawin Kontrak tidak menghentikan langkah Ody C. Harahap membuat Punk In Love yang terbilang temanya baru di perfilman nasional ini. Humor segar yang menjadi ciri khasnya tampil kembali disini.

Komentar:
Tiga kata yang menggambarkan film ini yaitu punya gaya sendiri, unpredictable, seru! Road movie memang terkenal dengan konsep yang tidak mudah ditebak jalan ceritanya. Fakta tersebut bersinergi dengan plot cerita mengenai persahabatan dan cinta anak-anak punk yang mengatasnamakan kesetiakawanan dan modal pas-pasan! Bisa dibilang orisinil ditambah semua cast tampil gemilang dan saling berbagi chemistry yang dalam. Acungan jempol buat sutradara yang berhasil mengemasnya dengan fun. Siapkan diri anda untuk perjalanan penuh tawa haru dalam balutan semangat punkers!

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 11 Juli 2009

HANTU RUMAH AMPERA : Cinta Segitiga dan Misteri Penunggu Rumah

Cerita:
Bertekad pulang dari London pada saat ulang tahun pacar tersayangnya Adit, Anissa memutar music box sembari mengingat-ingat janji sehidup semati yang mereka ucapkan dulu.
Di Jakarta justru Adit sudah melupakan semuanya dan menjalin hubungan serius dengan Lulu. Berdua bersama ibunya, Adit disibukkan dengan urusan pindah rumah ke lingkungan yang baru. Tak perlu menunggu lama, Adit dan ibunya justru mendapat "teror" dari makhluk halus di rumah tersebut.
Sementara itu kepulangan Anissa yang mendadak membuatnya harus kecewa saat melihat Adit bermesraan dengan Lulu. Apakah Adit benar-benar sudah melupakannya? Lalu bagaimana Adit dan ibunya bisa selamat dari semua kejadian janggal yang mereka hadapi di rumah baru tersebut?

Gambar:
Pencahayaan minimalis dengan ekspos close up cukup sukses menghadirkan gambar-gambar menyeramkan di seputar rumah Ampera tersebut.

Act:
Ben Joshua sebagai Adit kembali dipasangkan dengan Nadila Ernesta sebagai Lulu setelah berkali-kali termasuk dalam horor layar lebar Hantu Jembatan Ancol beberapa tahun lalu.
Pendatang baru Rahma Landy sebagai Anissa dan aktris senior Meity Josefina sebagai ibu Widya, mamanya Adit.

Sutradara:
Rudi Soedjarwo yang pernah sukses dalam 2 film bergenre horor yakni Pocong 2 dan 40 Hari Bangkitnya Pocong kali ini kembali dengan horor percintaan remaja yang dibalut bumbu misteri.

Komentar:
Plot cerita sepintas mengingatkan kita pada Hantu Jembatan Ancol dimana cinta segitiga dan janji sehidup semati menjadi jualannya. Dari awal sampai pertengahan, film ini boleh dibilang cukup berhasil membangun misteri dengan adegan-adegan menyeramkan yang tidak terjelaskan. Sayangnya memasuki paruh kedua, justru terasa kedodoran dan akhirnya malah terjebak ke arah penyelesaian yang klise dan mudah ditebak. Korelasi "penunggu" rumah dengan cinta segitiga pun berakhir tanpa jawaban sama sekali. Padahal sang sutradara bisa dikatakan berhasil membangun atmosfir horor yang baik tapi tidak didukung oleh skrip yang matang. Sayang sekali!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 10 Juli 2009

HANNAH MONTANA THE MOVIE : Satu Gadis Dua Identitas Dua Dunia

Quotes:
Travis Brody-So you and Miley are pretty close?
Hannah Montana-You have no idea.

Cerita:
Ketika Miley Stewart yang merupakan identitas asli dari popstar Hannah Montana merasa hidupnya terlalu dibayangi ketenaran yang menggila, ayahnya Robby Ray bertekad memberikan suasana yang berbeda bagi putri kesayangannya itu. Mereka berdua pulang ke kampung halamannya di Tennessee yang masih kental dengan peternakan dan pertanian yang asri. Bertemu dengan orang-orang yang pernah ada di masa kecilnya membuat Miley harus memutuskan apakah ia bisa memiliki kedua dunia yang terus membayanginya.

Gambar:
Hampir keseluruhan syuting dilakukan di Tennessee mulai dari adegan awal di Franklin High School sampai dengan lembah pertanian yang hijau dan teduh yang melatarbelakangi kampung halaman Miley dan ayahnya.

Cast:
Pernah tampil sekilas dalam High School Musical 2 (2007), kebintangan Miley Cyrus yang masih berusia 17 tahun ini semakin memuncak berkat peran Hannah Montana yang memiliki dua identitas.
Mantan penyanyi Billy Ray Cyrus dan Vanessa Williams turut bermain sebagai ayah Miley, Robby Ray Stewart dan asisten Hannah, Vita.
Dua debutan muda, Lucas Till dan Emily Osment juga mendukung film sebagai kekasih dan sahabat Miley, Travis dan Lilly.

Sutradara:
Pria Inggris kelahiran 20 April 1956, Peter Chelsom ini paling dikenal lewat karya romantisnya yang cukup melegenda, Serendipity (2001).

Soundtrack:
"Butterfly Fly Away" by Miley Cyrus & Billy Ray Cyrus
"Game Over" by Steve Roshton
"Crazier" by Taylor Swift
"Let's Get Crazy" by Miley Cyrus
"The Good Life" by Miley Cyrus
"Back To Tennessee" by Billy Ray Cyrus
"You'll Always Find Your Way Back" by Miley Cyrus
"The Best Of Both Worlds" by Miley Cyrus
"What's Not To Like" by Miley Cyrus
"Spotlight" by Miley Cyrus
"Let's Do This" by Miley Cyrus
"Dream" by Miley Cyrus
"Don't Walk Away" by Miley Cyrus
"Backwards" by Rascal Flatts
"Bless The Broken Road" by Rascal Flatts
"The Climb" by Miley Cyrus
"Hoedown Throwdown" by Miley Cyrus
"Everything I Want" by Steve Rushton

Comment:
Kualitas film yang terasa cukup mengerikan tidak hanya dipicu oleh akting Miley Cyrus yang terasa flat saja, tetapi keseluruhan plot cerita yang mengetengahkan perjuangan Miley mengatasi masalah identitasnya seakan itu adalah masalah besar. Mungkin sebagian besar penonton akan merasa terhina karena kecerdasannya teruji oleh fakta tersebut. Pengembangan cerita sejak awal terasa dipaksakan dengan berbagai isu yang sayangnya terlalu tanggung untuk diangkat seperti halnya hubungan ayah dan putrinya? kisah cinta dua muda-mudi belia? pergulatan batin seorang gadis? Semua itu diperparah dengan sebagian besar penampilan on-stage seorang Hannah Montana yang datar-datar saja dengan lagu-lagu yang rasanya tidak terlalu penting untuk menjaga anda tetap terduduk manis di kursi, satu-satunya yang lumayan adalah The Climb yang liriknya cukup dalam. Hannah Montana : The Movie hanyalah tontonan yang diperuntukkan bagi gadis kecil usia 6-13 tahun yang akan cukup bahagia dengan hal-hal sederhana dalam sebuah film remaja.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$79,566,871 till August 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 08 Juli 2009

ICE AGE 3 : Bertualang Di Era Dinosaurus Yang Terkubur Dalam

Quotes:
Manny-[Sid guards the three baby Tyrannosaurs from an adult] Sid! Give them to her! She's their mother!
Sid-How do I know she's their mother?
Manny-What do you want, a birth certificate? She's a *dinosaur*!
----------
Buck-[from trailer] Are you ready for adventure?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For danger?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For death?
Eddie-Uhh, can you repeat the question?

Cerita:
Sibuk mengurusi istrinya Ellie yang akan segera melahirkan, Manny mulai mengabaikan sahabat-sahabatnya, Sid dan Diego. Terlebih setelah Diego mempertanyakan "kebuasannya" sendiri setelah lama tidak berburu. Merasa terusir, Sid malah menemukan tiga telur yang segera ia anggap anak-anaknya sendiri. Sementara itu Scrat masih sibuk mengejar biji kenari kesukaannya dan ternyata harus bersaing dengan Scratte, betina cantik menggoda. Jauh di bawah lapisan es tempat mereka tinggal, masih berlangsung kehidupan dinosaurus yang selama ini sudah dianggap punah. Apa yang membawa mereka pada akhirnya harus berjibaku di dunia yang sama sekali asing tersebut? Lalu siapa sebenarnya Buck yang mengganggap dirinya pemburu dinosaurus?

Gambar:
Seri ketiga Ice Age ini masih menyajikan animasi yang luar biasa detail dan indah. Terlebih konsep 3D dibalutnya sebagai suatu inovasi digital masa kini. Manjakan mata anda dan anak-anak anda!

Voice:
Masih melanjutkan suara khas mereka masing-masing adalah
Ray Romano sebagai Manny
John Leguizamo sebagai Sid
Denis Leary sebagai Diego
Queen Latifah sebagai Ellie
Chris Wedge sebagai Scrat
Josh Peck sebagai Eddie
Seann William Scott sebagai Crash
Ditambah dua karakter baru yakni Karen Disher sebagai Scratte dan Simon Pegg sebagai Buck.

Sutradara:
Masih dibidani oleh Carlos Saldanha selaku co director seri pertama sebelum naik jabatan dalam seri kedua. Dalam seri ketiganya, turut mendapat bantuan Mike Thurmeier sebagai co director.

Komentar:
Kesampingkan sejenak logika anda bahwa jaman es dan era dinosaurus bisa dipersatukan. Nikmatilah film ini sebagai hiburan belaka yang sarat dengan nilai-nilai keluarga yakni membangun, menjaga, melindungi dan mempersatukan. Plot cerita yang kreatif mampu mengembangkan humor yang cerdas dan tajam meski diawali dengan cukup lambat. Semakin ke belakang, anda akan diseret dalam petualangan seru terutama dengan munculnya beberapa tokoh sentral seperti Buck yang rasanya diilhami oleh karakter Indiana Jones dan membawa film ini melaju cepat tanpa batas. Jika anda menyukai seri pertama, lebih menyukai seri kedua, pasti puas dengan seri ketiga ini. Tidak seperti animasi lain yang stagnan dari seri ke seri berikutnya, Ice Age malah semakin baik!

Durasi:
90 menit

U.K. Box Office:
$12,350,000 in opening week July 7

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 05 Juli 2009

INKHEART : Saat Membaca Bisa Mewujudkan Mimpi

Quotes:
Dustfinger-His name's Gwin. And I know he looks charming, but you know what they say about books and covers.
Meggie Folchart-Yes, I do. And I also know what they say about talking to strangers. Excuse me. Dustfinger-But I'm no stranger, Meggie.

Cerita:
Mo Folchart bersama putrinya Meggie memiliki hobi mencari buku-buku antik. Hal itu bukan tanpa alasan karena sesungguhnya Mo adalah seorang silvertongue yang berkemampuan mewujudkan imajinasi buku ke dalam dunia nyata hanya dengan membacakannya! Ada satu buku yang terus ia cari yaitu buku dimana istrinya, Resa terperangkap di dalamnya. Sayangnya hal tersebut tidak mudah karena Capricorn berambisi mendapatkan buku pusaka Mo, Inkheart untuk menguasai dunia nyata. Dengan bantuan Dustfinger dan Farid dari dunia fiksi, Mo dan Meggie harus bahu membahu membereskan semua kekacauan yang terjadi sebelum semuanya terlambat!

Gambar:
Gambar fantasi yang ditampilkan cukup atraktif. Sebagian bersyuting di England dan Italy termasuk gambaran kota dongeng yang megah itu.

Act:
Karir aktor yang satu ini boleh dibilang turun naik. Sempat terlibat dalam film peraih Oscar, Crash (2004), Brendan Fraser kembali dalam genre fiksi petualangan sebagai Mo Folchart alias Silvertongue. Seorang suami sekaligus ayah yang berjuang dengan kemampuan istimewanya demi keutuhan keluarga dan dunia.
Terkenal sebagai Gollum dalam trilogi The Lord Of The Rings, Andy Serkis kebagian peran antagonis Capricorn yang ambisius dan licik.
Sienna Guillory sebagai Resa, istri Mo sekaligus ibu Meggie yang lama terlupakan karena menghilang ke dalam buku.
Aktris muda Inggris, Eliza Bennett bermain cemerlang sebagai putri Mo yang cerdas, Meggie Folchart.
Didukung pula oleh duet Paul Bettany dan Rafi Gavron sebagai tokoh-tokoh fiksi Dustfinger dan Farid yang terdampar di dunia nyata.

Sutradara:
Sutradara kelahiran Inggris, Iain Softley terakhir membesut The Skeleton Key (2005). Kali ini kembali dengan genre yang sama sekali baru baginya meskipun belakangan genre serupa kurang diterima publik selayaknya Seeker : The Dark Is Rising, The Spiderwick Chronicles dll.

Komentar:
Nilai jual utama film ini adalah jajaran cast yang ternama dan itu dibuktikan Bettany, Mirren, Broadbent, Serkis, Fraser dll yang cukup outstanding dengan perannya masing-masing. Di luar itu, film ini diangkat dari novel laris yang bercerita tentang fantasi petualangan, mohon lupakan sejenak kegagalan beberapa film sejenis belakangan ini. Secara keseluruhan, efek yang digunakan ok dan terlihat riil sehingga tercipta film yang menghibur dan mudah diikuti. Sayangnya empati masyarakat tampaknya kurang saat film ini dirilis. Jangan terpengaruh dan silakan anda masuki dunia Inkheart!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$17,281,832 till Apr 09

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 04 Juli 2009

THE MALING KUBURANS : Guyonan Pencarian Mustika Pencegah Bencana

Cerita:
Tengah malam, Niko dan Imen diringkus segerombolan pria tak dikenal. Ternyata mereka dituntut melanjutkan tugas ayah mereka yang dulu berprofesi sebagai maling kuburan! Misi tersebut adalah mendapatkan mustika dari liang kubur sesuai peta lokasi peninggalan yang sudah usang. Ternyata lokasi kuburan sudah berganti menjadi asrama perawat putri. Mereka juga harus bersaing dengan Ayu dan Karin yang juga mengincar mustika itu. Siapa yang akhirnya mendapatkannya? Apa sesungguhnya kekuatan yang tersimpan di dalamnya?

Gambar:
Dominan dengan setting asrama malam hari, gambar-gambar komikal dengan gesture jenaka banyak diperlihatkan dalam film ini.

Act:
Tidak berbeda jauh dengan perannya dalam Setannya Kok Beneran, Indra Birowo berperan sebagai Niko yang pintar pintar bodoh.
Setelah tampil dalam Si Jago Merah, Yton Club 80's kali ini bermain sebagai Imen yang lugu dan polos.
Duet Syahrini dan Donita sebagai dua penghuni asrama, Ayu dan Karin yang memiliki motif tersendiri dalam mengejar Mustika.
Turut didukung Yurike Prastika sebagai Tante Ike, pengawas asrama tersebut.

Sutradara:
Dwi Ilalang yang pernah membuat drama kelam Sang Dewi kali ini kembali dengan genre komedi horor yang belum pernah dijamahnya. Terlepas dari berkualitas atau tidaknya, tentunya dinilai oleh penonton.

Komentar:
Guyon-guyon yang berusaha ditampilkan film ini sangat klise dan mudah ditebak. Plot ceritanya yang kurang tergarap menjadi kelemahan besar sehingga terkesan jajaran cast melakukan improvisasi akting sendiri tanpa panduan skrip. Sayang sekali padahal temanya sendiri cukup unik dan harusnya bisa dikembangkan lebih matang lagi. Dengan open ending, besar kemungkinan sekuel The Maling Kuburans akan dibuat. Tentunya kita berharap adanya perbaikan demi pencapaian yang lebih maksimal lagi.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 03 Juli 2009

THE TARIX JABRIX 2 : Ulah Geng TJ "Berlanjut" Di Jakarta

Cerita:
Selepas SMU, geng motor Bandung The Tarix Jabrix yang terdiri dari Cacing, Ciko, Coki, Dadang dan Mulder kebingungan melanjutkan studi mereka ke jenjang kuliah. Masalahnya mereka berlima diterima di universitas yang berbeda-beda! Akhirnya mereka berempat pindah ke Jakarta, minus Dadang yang memang harus membantu ayahnya, Pak Rohim mengurus bengkel Sugema. Namun Cacing, Mulder dan si kembar Coki-Ciko tidak begitu saja menyesuaikan diri di Jakarta karena perbedaan budaya. Demi mengikuti gaya hidup Jakarta, mereka berempat menjual motor dan membeli mobil VW bekas untuk "eksis" demi menarik perhatian Milinka, kembang kampus yang cantik sekaligus misterius. Pergaulan juga menyeret mereka pada penculikan seorang anak dan balapan liar yang dikomandoi Valent. Bagaimana semua polemik dapat terselesaikan pada akhirnya?

Gambar:
Scene bergulir cukup cepat dan penuh adegan komikal. Jika film pertama kental dengan nuansa Bandung, disini giliran Jakarta yang terkenal dengan kemacetan dan keegoisan orang-orangnya.

Act:
Lima personil The Changcuters tampaknya semakin mantap di jalur komedi dan membuat franchise film mereka sendiri sebagai Cacing, Mulder, Dadang, Coki dan Ciko.
Joanna Alexandra sebagai Milinka.
Ramon Y Tungka sebagai Valent.
Judika sebagai penculik anak.
Winda Agustina Putri dan Winda Agustini Putri sebagai si kembar.


Sutradara:
Masih dengan team maker yang sama termasuk Iqbal Rais dengan rumah produksi yang sama. Iqbal sendiri sudah berpengalaman menghasilkan film-film yang bisa diterima oleh masyarakat luas.

Komentar:
Tidak jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan di prekuelnya, film ini mengalir saja dengan joke-joke yang sebenarnya tidak istimewa. Awal cerita yang menuturkan perbenturan budaya kota cukup menarik tapi terkesan tempelan belaka. Setelah itu TJ2 seperti kebingungan mencari identitas cerita dan alhasil penambahan tokoh-tokoh baru tidak lagi relevan dan terasa dipaksakan terutama dengan munculnya orang-orang kembar. Apalagi dengan team maker yang berbeda meskipun masih dari rumah produksi yang sama. Hm, saya tidak berani membayangkan jika masih ada sekuel lagi beberapa waktu mendatang!

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 29 Juni 2009

DIKEJAR SETAN : Membuat Video Horor Berbuntut Bencana

Cerita:
Lima orang remaja masing-masing Rizki, Sissy, Zulaeka, Yasser dan Ridho bertekad membuat film horor yang berkualitas baik dengan handheld camera sehingga karya mereka bisa berjaya di festival film indie. Terdorong ambisi, kelimanya sepakat memanggil hantu sungguhan dengan bantuan Pak Bonir. Malang tak dapat ditolak, selesai syuting menyaksikan sebuah video pemerkosaan sekaligus pembunuhan seorang gadis oleh sekawanan remaja pria dan mimpi terburuk mereka pun dimulai dimana kenyataan dan halusinasi gaib membaur menjadi satu..

Gambar:
Dengan setting seadanya malah membuat adegan di film ini terlihat natural. Penampakan hantu pun terbilang tradisional tetapi diambil dengan meyakinkan sehingga kesan horor bisa terbangun dengan baik.

Act:
Selain cameo Djenar Maesa Ayu, kelima pemeran utamanya bisa dibilang aktor-aktris baru di layar lebar tetapi masing-masing terlihat cukup wajar dan memenuhi standar dalam berakting.
Frans Nicholas sebagai Yasser.
Ruly Rizal sebagai Rizki.
Dida Arlingga sebagai Ridho.
Winda Amanta sebagai Sissy.
Nadya Vella sebagai Zulaeka.


Sutradara:
Harry Dagoe Suharyadi kembali dalam film keduanya tahun ini setelah Cinta Setaman kini mempersembahkan film horor pertamanya dibawah Gentayangan Pictures. Hasilnya? Lihat saja sendiri karena namanya sendiri sudah jaminan karya yang tidak pernah main-main, setidaknya itulah yang dibuktikannya hingga saat ini.

Komentar:
Pertama melihat nama Harry Dagoe sebagai sutradara film horor, membuat rasa penasaran saya timbul. Akan seperti apa hasil akhirnya? Sebagai film horor ternyata cukup memuaskan karena misi menakuti penonton boleh dibilang tercapai meskipun dengan teknis penampakan yang sebetulnya konservatif dan standar. Tensi terjaga cukup baik walau menjelang ending, Harry seperti agak kebingungan untuk menutup film dengan cerdas dan sayangnya sedikit jatuh karena terkesan dipaksakan. Dari segi cerita agak terinspirasi dari beberapa film Thailand yang tayang terakhir seperti Coming Soon dan The Screen dikombinasikan dengan nuansa lokal selayaknya Jelangkung yang juga terilhami dari film indie Hollywood, Blair Witch Project. Nah lho? Tapi lupakanlah sejenak fakta itu, siapkan mental anda untuk diteror Dikejar Setan daripada menikmati rentetan horor basi yang belakangan tumpah ruah.

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 28 Juni 2009

KING : Obsesi Mengikuti Jejak Idola Bulutangkis

Cerita:
Seorang anak bernama Guntur memiliki bakat bermain bulutangkis dan seperti ayahnya yang seorang komentator pertandingan bulutangkis kampung, mereka mengidolakan Liem Swie King. Sayangnya semua itu tidak didukung dengan baik karena Guntur tinggal di desa kecil di pedalaman Banyuwangi dan hanya bermodalkan raket kayu! Namun sahabat setianya Raden terus mendukung Guntur dengan memberikan latihan fisik dan dukungan semangat yang membara sampai pada akhirnya nekad mendaftarkan Guntur untuk ikut pelatihan daerah dimana orang-orang terpilih bisa mengikuti seleksi nasional di Kudus. Apakah mimpi Guntur akan berhasil diperjuangkan?

Gambar:
Pusat pelatihan klub Djarum Kudus disorot dengan detail. Panorama pedesaan tempat Guntur tinggal pun sangat indah, lengkap dengan sekawanan rusa/kijang yang menggerombol merumput..

Act:
Kedua aktor cilik bermain baik dan menciptakan chemistry yang cukup kuat.
Rangga Raditya sebagai Guntur
Lucky Martin sebagai Raden
Surya Saputra sebagai Pelatih
Mamiek Prakoso sebagai Ayah Guntur
Jangan lupakan cameo beberapa pemain dan mantan ikon bulutangkis nasional seperti Maria Kristin, Heryanto Arbi, Yuni Kartika, Ivana Lie dan tentunya Liem Swie King sendiri

Sutradara :
Film perdana Ari Sihasale yang selama ini lebih sering duduk di bangku produser. Hasilnya? Pengalamannya dalam dunia akting turut membantu menciptakan karya yang seimbang di berbagai segi termasuk dramatisasi dan eksekusi cerita.

Komentar:
Kerangka cerita yang tidak jauh berbeda dengan milik Garuda Di Dadaku yang ironisnya muncul hampir bersamaan mulai dari adanya pelatih, tiga sahabat yaitu dua laki-laki dan satu perempuan, ada tokoh dalam keluarga yang disantuni, ada tantangan untuk pembuktian diri pada akhirnya. Tapi saya disini tidak mengucilkan arti kata kreatifitas karena yang ditampilkan mempunyai misi mulia masing-masing. Dalam pandangan saya, King yang mengusung olahraga bulutangkis menang dalam hal realitas yang lebih membumi sehingga apa yang disuguhkan terlihat wajar. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
105 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 Juni 2009

TRANSFORMERS 2 : Pembalasan The Fallen dan Rencana Pemusnahan Matahari

Quotes:
Sam Witwicky-This isn't my war!
Optimus Prime-I fear it soon will be...

Cerita:
Peperangan antar robot di bumi sudah berakhir tapi peperangan jagat raya baru saja dimulai. Setelah kembali ke Cybertron, Starscream menerima perintah Decepticons dan memutuskan kembali ke bumi dengan kekuatan. The Autobots percaya bahwa kedamaian mungkin saja tercipta saat tubuh rusak Megatron dicuri dari pangkalan militer Amerika oleh Skorpinox dan membangkitkannya kembali. Sekarang Megatron kembali dengan dendam, bergabung dengan Starscream dan beberapa kekuatan baru Decepticon, Autobots mungkin saja mengalami kesulitan besar yang harus diselesaikan demi menjaga keseimbangan kehidupan di bumi!

Gambar:
Sebagian besar disyut di Pennsylvania dan sebagian lagi di Giza, Egypt. Visual efek yang digunakan sangat megah dan menawan sehingga adegan pertempuran antar robot tercipta meyakinkan.

Act:
Memulai akting layar lebar dalam The Christmas Path (1998), aktor muda Shia LaBeouf kali ini melanjutkan peran sebagai Sam Witwicky, manusia kunci dalam peperangan dua kubu robot yang saling berseteru.
Pernah beradu akting dengan Lindsay Lohan dalam film bioskop pertamanya, Confessions of a Teenage Drama Queen (2004), si seksi Megan Fox disini berperan sebagai Mikaela Banes, love interestnya Sam yang juga terlibat dalam petualangan seru bersama-sama.

Sutradara:
Namanya melejit setelah mengarahkan duet Michael Lawrence dan Will Smith dalam film aksi kepolisian, Bad Boys (1995) merupakan berkah tersendiri bagi Michael Bay. Dipercaya menangani dua seri awal Transformers dengan budget masing-masing 150 juta dollar dan 200 juta dollar dibayar lunas oleh Bay dengan film aksi yang keren!

Komentar:
Seperti yang diharapkan, spesial efek yang digunakan benar-benar maksimal sehingga adegan pertempuran boleh dibilang luar biasa. Tensi tingkat tinggi pun berhasil dijaga dari awal sampai akhir film. Namun semuanya ternoda dengan cerita yang tidak tergarap dengan baik terutama beberapa adegan roman yang sebetulnya tidak berkembang sama sekali dan rasanya tidak akan terlalu dipedulikan penonton. Dibandingkan dengan prekuelnya, Revenge Of The Fallen memang lebih "wah" di segala hal tapi esensinya semakin jauh dari serial televisinya yang sebetulnya lebih untuk konsumsi anak-anak. Tapi paling tidak, inilah summer movie yang paling memuaskan untuk anda di tahun 2009!

Durasi:
150 menit

U.K. Box Office:
Opening week £8,349,739

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!