XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label shia labeouf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shia labeouf. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

LAWLESS : Riveting Truth and Fiction Bootlegging Days


Quote:
Forrest Bondurant: Jack, look at me. We're survivors. We control the fear. And without the fear, we are all as good as dead. Do you understand? - Do you?

Nice-to-know:
Karakter Forrest Bondurant seharusnya lebih kurus tapi tubuh Tom Hardy membesar karena The Dark Knight Rises (2012).

Cast:
Shia LaBeouf sebagai Jack Bondurant
Tom Hardy sebagai Forrest Bondurant
Jason Clarke sebagai Howard Bondurant
Guy Pearce sebagai Charlie Rakes
Jessica Chastain sebagai Maggie Beauford
Mia Wasikowska sebagai Bertha Minnix

Dane DeHaan sebagai Cricket Pate
Gary Oldman sebagai Mason Wardell

Director:
Merupakan feature film kelima John Hillcoat setelah terakhir menangani The Road (2009).

W For Words:
Jika anda pernah membaca atau setidaknya mengetahui novel berjudul "The Wettest County in the World" (2008) karangan Matt Bondurant, bisa dipastikan bayangan kerasnya kondisi kehidupan negara barat pada masa lampau sedianya akan terpampang dalam benak. Sekadar catatan, Matt adalah cucu langsung dari Jack Bondurant yang merupakan salah satu tokoh sentral dalam cerita. Nah film ini adalah adaptasi resmi yang skripnya ditulis oleh Nick Cave. Jajaran cast yang mengisi pun tidak main-main.  Penasaran?  You should be.

Tahun 1931 di Franklyn County, Virginia hiduplah tiga bersaudara Bondurant yang menjadi penguasa setempat, terima kasih pada Kepala Wilayah Mason Wardell yang korup. Si sulung, Forrest dikenal sebagai legenda karena selamat dari perang. Ia lantas jatuh hati pada Maggie, mantan penari yang bekerja di barnya. Si tengah, Howard adalah begundal tangguh yang sulit mengontrol emosi. Si bungsu, Jack dapat dikatakan pengecut bersama sahabat karibnya si pincang Cricket Pate. Ketenangan mereka mulai terusik saat Sherif Khusus, Charles Rakes bertekad menjalankan peraturannya.

Kisah nyata memang tak pernah mudah diterjemahkan. Namun sutradara Hillcoat tergolong berhasil melakukannya. Kita tak hanya disuguhi sepak terjang Bondurant bersaudara tetapi juga intrik politik yang terjadi di Franklin County. Sah-sah saja jika pada akhirnya ditambahkan beberapa elemen fiktif untuk memperkuat narasi. Pilihan warna-warni tonenya seakan menegaskan era The Great Depression yang cenderung naik turun bagi siapapun yang hidup di dalamnya. Menarik melihat panggung berlanskap yang begitu alami lengkap dengan nilai produksi yang tinggi.

Sebagai dua pihak berseberangan yang sudah memilih jalan hidupnya masing-masing, Hardy dan Pearce tampil menawan. Keberingasan Forrest (masih dalam bayang-bayang Bane) masih akan mengundang simpati penonton. Sedangkan kesadisan Charlie (masih terbawa sosok Killian) secara tidak langsung menggiring antipati pemirsa. Upaya LaBeouf untuk menokohkan Jack yang labil pantas diapresiasi karena berhasil menjembatani berbagai karakter dalam film. Sayangnya Clarke tidak mendapat porsi memadai untuk benar-benar unjuk gigi dibanding abang dan adiknya itu.

Chastain seperti biasa memperlihatkan kelasnya. Tak peduli seberapa minim kemunculannya, tokoh Maggie tetaplah penting untuk menunjukkan ‘peran wanita’ di antara dominasi pria sekalipun. Sedangkan Wasikowska kebagian karakter Bertha yang polos manis. Status scene-stealer patut dialamatkan terhadap DeHaan yang tampak begitu hidup sebagai si lugu timpang. Sayangnya aktor senior Oldman terkesan kurang diberdayakan di sini. Banyaknya nama yang terlibat membuat fokus utama dan tambahan silih berganti masuk demi penyesuaian konfliknya.

Lawless menghadapi tantangan sulit dalam penyajiannya. Bagaimana drama konspirasi harus tetap terkait erat dengan konten historis yang ada. Bagi saya tontonan yang satu ini tetap akan memorable karena akting mumpuni para cast dan strategi filmmaking cerdas sang sutradara. Belum lagi porsi kekerasan brutal yang tak jarang membuat penonton merasa gelisah di kursi masing-masing. Tak usah memungkiri keberpihakan anda pada keluarga Bondurant di masa jayanya yang tak taat hukum tersebut. You know that true-life is (always) stranger than fiction!

Durasi:
116 menit

U.S. Box Office:
$37.397.291 till Nov 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 06 Agustus 2011

TRANSFORMERS 3 DARK OF THE MOON : Pertarungan Baja Perebutkan Cybertron

Quotes:
Optimus Prime: In any war, there are calms between storms. There will be days when we lose faith. Days when our allies turn against us. But the day will never come, that we forsake this planet, and its people.


Storyline:
Kelompok Autobots yakti Bumblebee, Rachet, Ironhide, Sideswipe yang dipimpin oleh Optimus Prime harus menghadapi Decepticons yang ingin membalas dendam dengan cara menciptakan jembatan untuk mencapai kapal luar angkasa Cybertronian yang tersembunyi di bulan demi mempelajari rahasianya. Sementara itu Sam Witwicky yang kesulitan mencari pekerjaan selepas status pahlawannya harus sekali lagi berada di tengah-tengah pertarungan, tentunya dengan ditemani kekasihnya Carly yang sudah memiliki pekerjaan dan atasan yang teramat menjanjikan.

Nice-to-know:
Autobots mengalami peningkatan “kelas” antara lain Bumblebee menjadi Chevrolet Camaro 2011, warna Ratchet menjadi putih hijau-rumput, Sideswipe menjadi Chevrolet Centennial Corvette.

Cast:
Shia LaBeouf sebagai Sam Witwicky
Josh Duhamel sebagai Lennox
John Turturro sebagai Simmons
Tyrese Gibson sebagai Epps
Rosie Huntington-Whiteley sebagai Carly Spencer
Patrick Dempsey sebagai Dylan
John Malkovich sebagai Bruce Brazos

Director:
Installment ketiga dari 9 film yang sudah disutradarainya sejauh ini cukup menjelaskan kecintaan Michael Bay akan franchise ini.

Comment:
Rasanya semua orang mengamini fakta bahwa duet Bay-Spielberg hanya berusaha mengeruk dollar sebanyak-banyaknya dari franchise Transformers ini selama masih bisa dijual. Jadi tidak usah heran jika di kemudian hari akan muncul Transformers 4, 5, 6 dst. Sayang sekali mengingat banyak fans serial ini yang masih berharap adanya pengembangan kisah yang lebih cerdas lagi dari yang sudah-sudah tanpa mengurangi unsur fun to watch itu sendiri.
Skrip yang ditulis oleh Ehren Kruger ini boleh dibilang sedikit mengulang apa yang dikisahkan dari Revenge of the Fallen yang menekankan posisi umat manusia di tengah-tengah perseteruan dua kubu robot yang saling bertentangan yaitu Autobots dan Decepticon dengan perbedaan motif saja. Tak usah heran apabila anda merasa mengalami dejavu dengan suguhan demikian. In the end it’s always about good versus bad, right?

Hal serupa juga terjadi pada jajaran castnya. Anda tidak akan peduli akan nasib Duhamel, Turturro, Gibson, Dempsey dkk yang masih melambangkan superioritas kepahlawanan Amerika! Penggantian Megan Fox dgn Rosie Huntington-Whiteley juga cukup mengecewakan dari segi sensualitas dan eksotisme walaupun keduanya merupakan pemuncak daftar gadis FHM. Tokoh Carly memang sedap dipandang layaknya boneka Barbie pirang tetapi setiap kemunculannya terbilang mengganggu dengan sederetan dialog dumb cliche terlontar dari mulutnya.
Bagaimana dengan Sam Witwicky? Shia masih memerankannya dengan aura sama tapi dengan penjiwaan yang flat. Kesulitan mencari pekerjaan hingga menghadapi saingan cinta tidak membuat perbedaan apapun dari aktingnya. Mungkin ada baiknya ia berpikir ulang untuk menerima tawaran installment selanjutnya jika tidak ingin karirnya mandek. Interaksi yang menjurus gay jokes dengan Ken Jeong juga terasa tidak pada tempatnya. Jika dimaksudkan untuk memancing tawa, bagaimana dengan penonton belia yang mencernanya?

Bay memang mematuhi janjinya untuk mengedepankan visualisasi revolusioner dalam format 3D. Segala efek CGI berbujet 195 juta dollar dikerahkan sepenuhnya untuk memanjakan mata penonton, porsinya bahkan lebih dari yang bisa dibayangkan sebelumnya. Seakan semua terjadi tepat di hadapan anda atau justru anda yang serasa mengalaminya sendiri, sebuah pengalaman sinema yang mengagumkan asalkan indera pendengaran anda tidak lelah menerima rangsangan suara-suara “elektronis” di sepanjang film.
Highlight film ini adalah saat Shia terlontar keluar dari Bumblebee sehingga tergantung-gantung, atau ketika The Driller menggulung gedung bertingkat raksasa yang didiami Sam dkk, atau tentara yang terbang bebas layaknya kelelawar setelah terlontar dari pesawat yang terbakar? Terkadang saya merasa ini adalah film bencana akhir dunia, bukan Transformers apalagi dengan penghancuran jalan, bangunan hingga umat manusia yang menjadi abu. Mengingatkan pada War of the Worlds, anyone?

Satu kata untuk Transformers 3 yaitu OVER-THE-TOP. Sesuatu yang berlebihan biasanya tidak pernah baik. Durasi teramat panjang yang harusnya bisa diselesaikan dalam 90 menit andai tidak ada show off spesial efek tidak jarang malah membuat saya merasa bosan dan mengantuk di paruh pertama film. Harus diakui sedikit lebih baik dari Transformers 2 dari segi logika cerita tapi masih di bawah Transformers dari segi kelekatan dengan penonton. Endingnya cukup klimaks, ditutup dengan pertarungan finale Optimus vs Sentinel yang entah kenapa pergerakannya seperti dua jago martial arts yang tengah berlaga!
Satu lagi (dari sekian banyak) persembahan Michael Bay yang berputar-putar di plot cerita stereotype dengan berbagai pengulangan adegan aksi spektakuler rasanya memang hanya dirancang untuk kepuasan pribadinya sendiri. Dark of the Moon fantastis secara tampilan tetapi tidak memiliki nyawa. Sajian summer movies yang memenuhi standar “WAH” untuk lantas dilupakan begitu saja tanpa kesan berarti. Masih menantikan sekuelnya di masa mendatang? Rise of the Sentinel Prime, perhaps?

Durasi:
150 menit

U.S. Box Office:
$302,878,797 till mid July 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 27 Juni 2009

TRANSFORMERS 2 : Pembalasan The Fallen dan Rencana Pemusnahan Matahari

Quotes:
Sam Witwicky-This isn't my war!
Optimus Prime-I fear it soon will be...

Cerita:
Peperangan antar robot di bumi sudah berakhir tapi peperangan jagat raya baru saja dimulai. Setelah kembali ke Cybertron, Starscream menerima perintah Decepticons dan memutuskan kembali ke bumi dengan kekuatan. The Autobots percaya bahwa kedamaian mungkin saja tercipta saat tubuh rusak Megatron dicuri dari pangkalan militer Amerika oleh Skorpinox dan membangkitkannya kembali. Sekarang Megatron kembali dengan dendam, bergabung dengan Starscream dan beberapa kekuatan baru Decepticon, Autobots mungkin saja mengalami kesulitan besar yang harus diselesaikan demi menjaga keseimbangan kehidupan di bumi!

Gambar:
Sebagian besar disyut di Pennsylvania dan sebagian lagi di Giza, Egypt. Visual efek yang digunakan sangat megah dan menawan sehingga adegan pertempuran antar robot tercipta meyakinkan.

Act:
Memulai akting layar lebar dalam The Christmas Path (1998), aktor muda Shia LaBeouf kali ini melanjutkan peran sebagai Sam Witwicky, manusia kunci dalam peperangan dua kubu robot yang saling berseteru.
Pernah beradu akting dengan Lindsay Lohan dalam film bioskop pertamanya, Confessions of a Teenage Drama Queen (2004), si seksi Megan Fox disini berperan sebagai Mikaela Banes, love interestnya Sam yang juga terlibat dalam petualangan seru bersama-sama.

Sutradara:
Namanya melejit setelah mengarahkan duet Michael Lawrence dan Will Smith dalam film aksi kepolisian, Bad Boys (1995) merupakan berkah tersendiri bagi Michael Bay. Dipercaya menangani dua seri awal Transformers dengan budget masing-masing 150 juta dollar dan 200 juta dollar dibayar lunas oleh Bay dengan film aksi yang keren!

Komentar:
Seperti yang diharapkan, spesial efek yang digunakan benar-benar maksimal sehingga adegan pertempuran boleh dibilang luar biasa. Tensi tingkat tinggi pun berhasil dijaga dari awal sampai akhir film. Namun semuanya ternoda dengan cerita yang tidak tergarap dengan baik terutama beberapa adegan roman yang sebetulnya tidak berkembang sama sekali dan rasanya tidak akan terlalu dipedulikan penonton. Dibandingkan dengan prekuelnya, Revenge Of The Fallen memang lebih "wah" di segala hal tapi esensinya semakin jauh dari serial televisinya yang sebetulnya lebih untuk konsumsi anak-anak. Tapi paling tidak, inilah summer movie yang paling memuaskan untuk anda di tahun 2009!

Durasi:
150 menit

U.K. Box Office:
Opening week £8,349,739

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 15 Oktober 2008

EAGLE EYE : Berjuang Menuntaskan Misi Atas Dasar Teknologi Canggih

Quotes:
Jerry Shaw-[shouting] Are you the one who called me on the phone?
Rachel Holloman-She called you too?
———-
[while being chased through city streets by police cars]
Rachel Holloman-So you don't know anything about Sam?
Jerry Shaw-What, you mean your son? No, I know nothing. Just like you don't know how to drive! Use the clutch before you shift, not while you shift!
Rachel Holloman-I don't need driving lessons from you, asshole!
Jerry Shaw-What, you drive like this and I'm the asshole?

Cerita:
Karyawan copy centre, Jerry Shaw hidup dalam bayang-bayang kesuksesan abangnya, Ethan Shaw yang bekerja di Angkatan Udara. Setelah kematian Ethan, Jerry menerima uang ratusan ribu dollar pada ATM nya dan juga serangkaian persenjataan lengkap pada apartemennya. Kekagetannya berlanjut saat menerima panggilan misterius yang menginstruksikannya untuk melarikan diri. Tak lama kemudian, Jerry bertemu Rachel, single mom yang juga menerima panggilan serupa dimana nyawa anak semata wayangnya menjadi taruhan. Segera saja mereka berdua harus menjalani misi yang tampaknya sudah direncanakan dengan baik. Apa yang sesungguhnya mendalangi itu semua?

Gambar:
Full adegan aksi tempo cepat dari awal sampai akhir termasuk pengejaran di bagasi Los Angeles International Airport!

Act:
Satu dari dua debut layar lebarnya adalah The Christmas Path (1998) pada usia 12 tahun. Disini Shia LaBeouf berperan sebagai Jerry Shaw, karyawan Copy Cabana yang terlibat persekongkolan tingkat tinggi.
Karirnya Hollywood nya diawali dalam Perfume (2001), Michelle Monaghan kali ini bermain sebagai single mom, Rachel Holloman yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus anak kesayangannya dengan mengikuti semua instruksi misterius.
Didukung pula oleh Billy Bob Thornton sebagai Agent Thomas Morgan, Rosario Dawson sebagai Agent Zoe Perez, Michael Chiklis sebagai Defense Secretary Callister dan Anthony Mackie sebagai Major William Bowman.

Sutradara:
Karya layar lebar perdananya dalam Cyclops, Baby (1997) membuat D.J. Caruso bertahan di jalur action. Ini adalah kerjasama keduanya dengan Shia setelah Disturbia (2007) yang di luar dugaan cukup sukses secara komersil.

Komentar:
Diangkat dari buku karya William Gibson, plot film sebetulnya tidak terlalu orisinil sebab sudah banyak diangkat sebelumnya. Tetapi Eagle Eye disajikan dalam tempo cepat dan diyakini bisa menguras energi penonton dalam mengikutinya sehingga tidak satu detikpun anda merasa bosan. Adegan aksi sangat menarik terutama kejar-kejaran baik dengan kaki maupun dengan mobil dimana semua difilmkan dengan realistis. Meski secara keseluruhan agak sulit diterima logika rasanya hal tersebut termaafkan dengan kolaborasi cast yang bermain maksimal dan sutradara yang brilian.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$101,111,837 till December 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 22 Mei 2008

INDIANA JONES AND THE KINGDOM OF THE CRYSTAL SKULL : Petualangan Indiana Jones Tua dan Muda Mencari Tengkorak Kristal

Quotes:
Mutt Williams-You know, for an old man you ain't bad in a fight. What are you, like 80?
Indiana Jones-Thanks a lot.
Mutt Williams-What are you, like, 80?

Cerita:
Selama Perang Dingin, agen Soviet mengawasi Profesor Henry Jones menerima pesan tersembunyi dari kawan lamanya, Henry Oxley. Dalam waktu singkat dengan dipimpin wanita cerdas berdarah dingin, Irina Spalko, tentara Soviet berhasil menahan Henry dan anak muda bernama Mutt ke Peru untuk memecahkan simbol. Ternyata semua petunjuk mengarahkan mereka pada tengkorak legenda yang terbuat dari sebongkah batu kuarsa yang bisa berkilau jika disentuh orang yang tepat. Jika saja Henry Jones bisa membawa tengkorak tersebut ke tempat yang tepat sesuai peta, semua akan baik-baik saja. Tapi Irina mempunyai rencana lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Bagaimana perseteruan ini akan berakhir? Apa sesungguhnya rahasia yang disembunyikan tengkorak kristal tersebut?

Gambar:
Pyramid dan adegan jalanan Peruvian ternyata diambil di Backlot Universal Studios, California. Petualangan tempo tinggi turut didefinisikan dengan gambar cepat dengan setting yang megah menakjubkan.

Act:
Absen 2 tahun sejak terakhir membintangi Firewall (2006), Harrison Ford merupakan aktor senior yang serba bisa. Indiana Jones adalah salah satu trademark nya di kancah perfilman Hollywood. Rasanya sulit menemukan aktor pengganti dengan kharisma yang sama untuk peranan tersebut.
Aktor muda kesayangan Spielberg yang mencapai ketenaran dalam waktu singkat setelah memulai film perdananya Monkey Business (1998), Shia LaBeouf bisa jadi kandidat kuat penerus karakter Indiana Jones di masa mendatang.
Terakhir tampil sebagai Queen Elizabeth dalam Elizabeth : The Golden Age (2007), Cate Blanchett tampil meyakinkan sebagai teroris Soviet yang dingin dan ambisius, Spalko.

Sutradara:
Pria kelahiran Ohio 1946, Steven Spielberg sudah diakui dunia sebagai sutradara legendaris yang karyanya bisa menjadi jaminan box-office. Film pertamanya adalah The Last Gun (1959), tepat 30 tahun sebelum installment ketiga megablockbuster Indiana Jones.

Komentar:
Jika anda mengharapkan film ini sebanding dengan tiga prekuelnya maka anda akan kecewa. Begitulah pendapat mayoritas orang yang menonton film ini. Memang kevakuman rentang waktu yang nyaris 20 tahun dari seri terakhirnya membuat film ini sudah seharusnya independen alias tidak mencoba mengekor pendahulunya. Kita kesampingkan fakta tersebut dan melihat film ini secara lebih obyektif. Penulisan naskah yang kreatif, plot cerita yang cenderung sulit ditebak, spesial efek disana-sini yang menjadikannya terlihat "masuk akal" juga didukung dengan beberapa karakter baru yang tampil menawan menjadikan kelebihan Crystal Skull. Ending yang mengejutkan sekaligus mengecewakan bagi anda? Maaf kalau saya tidak sependapat.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$317,011,114 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!