XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

TRANSFORMERS 3 DARK OF THE MOON : Pertarungan Baja Perebutkan Cybertron

Quotes:
Optimus Prime: In any war, there are calms between storms. There will be days when we lose faith. Days when our allies turn against us. But the day will never come, that we forsake this planet, and its people.


Storyline:
Kelompok Autobots yakti Bumblebee, Rachet, Ironhide, Sideswipe yang dipimpin oleh Optimus Prime harus menghadapi Decepticons yang ingin membalas dendam dengan cara menciptakan jembatan untuk mencapai kapal luar angkasa Cybertronian yang tersembunyi di bulan demi mempelajari rahasianya. Sementara itu Sam Witwicky yang kesulitan mencari pekerjaan selepas status pahlawannya harus sekali lagi berada di tengah-tengah pertarungan, tentunya dengan ditemani kekasihnya Carly yang sudah memiliki pekerjaan dan atasan yang teramat menjanjikan.

Nice-to-know:
Autobots mengalami peningkatan “kelas” antara lain Bumblebee menjadi Chevrolet Camaro 2011, warna Ratchet menjadi putih hijau-rumput, Sideswipe menjadi Chevrolet Centennial Corvette.

Cast:
Shia LaBeouf sebagai Sam Witwicky
Josh Duhamel sebagai Lennox
John Turturro sebagai Simmons
Tyrese Gibson sebagai Epps
Rosie Huntington-Whiteley sebagai Carly Spencer
Patrick Dempsey sebagai Dylan
John Malkovich sebagai Bruce Brazos

Director:
Installment ketiga dari 9 film yang sudah disutradarainya sejauh ini cukup menjelaskan kecintaan Michael Bay akan franchise ini.

Comment:
Rasanya semua orang mengamini fakta bahwa duet Bay-Spielberg hanya berusaha mengeruk dollar sebanyak-banyaknya dari franchise Transformers ini selama masih bisa dijual. Jadi tidak usah heran jika di kemudian hari akan muncul Transformers 4, 5, 6 dst. Sayang sekali mengingat banyak fans serial ini yang masih berharap adanya pengembangan kisah yang lebih cerdas lagi dari yang sudah-sudah tanpa mengurangi unsur fun to watch itu sendiri.
Skrip yang ditulis oleh Ehren Kruger ini boleh dibilang sedikit mengulang apa yang dikisahkan dari Revenge of the Fallen yang menekankan posisi umat manusia di tengah-tengah perseteruan dua kubu robot yang saling bertentangan yaitu Autobots dan Decepticon dengan perbedaan motif saja. Tak usah heran apabila anda merasa mengalami dejavu dengan suguhan demikian. In the end it’s always about good versus bad, right?

Hal serupa juga terjadi pada jajaran castnya. Anda tidak akan peduli akan nasib Duhamel, Turturro, Gibson, Dempsey dkk yang masih melambangkan superioritas kepahlawanan Amerika! Penggantian Megan Fox dgn Rosie Huntington-Whiteley juga cukup mengecewakan dari segi sensualitas dan eksotisme walaupun keduanya merupakan pemuncak daftar gadis FHM. Tokoh Carly memang sedap dipandang layaknya boneka Barbie pirang tetapi setiap kemunculannya terbilang mengganggu dengan sederetan dialog dumb cliche terlontar dari mulutnya.
Bagaimana dengan Sam Witwicky? Shia masih memerankannya dengan aura sama tapi dengan penjiwaan yang flat. Kesulitan mencari pekerjaan hingga menghadapi saingan cinta tidak membuat perbedaan apapun dari aktingnya. Mungkin ada baiknya ia berpikir ulang untuk menerima tawaran installment selanjutnya jika tidak ingin karirnya mandek. Interaksi yang menjurus gay jokes dengan Ken Jeong juga terasa tidak pada tempatnya. Jika dimaksudkan untuk memancing tawa, bagaimana dengan penonton belia yang mencernanya?

Bay memang mematuhi janjinya untuk mengedepankan visualisasi revolusioner dalam format 3D. Segala efek CGI berbujet 195 juta dollar dikerahkan sepenuhnya untuk memanjakan mata penonton, porsinya bahkan lebih dari yang bisa dibayangkan sebelumnya. Seakan semua terjadi tepat di hadapan anda atau justru anda yang serasa mengalaminya sendiri, sebuah pengalaman sinema yang mengagumkan asalkan indera pendengaran anda tidak lelah menerima rangsangan suara-suara “elektronis” di sepanjang film.
Highlight film ini adalah saat Shia terlontar keluar dari Bumblebee sehingga tergantung-gantung, atau ketika The Driller menggulung gedung bertingkat raksasa yang didiami Sam dkk, atau tentara yang terbang bebas layaknya kelelawar setelah terlontar dari pesawat yang terbakar? Terkadang saya merasa ini adalah film bencana akhir dunia, bukan Transformers apalagi dengan penghancuran jalan, bangunan hingga umat manusia yang menjadi abu. Mengingatkan pada War of the Worlds, anyone?

Satu kata untuk Transformers 3 yaitu OVER-THE-TOP. Sesuatu yang berlebihan biasanya tidak pernah baik. Durasi teramat panjang yang harusnya bisa diselesaikan dalam 90 menit andai tidak ada show off spesial efek tidak jarang malah membuat saya merasa bosan dan mengantuk di paruh pertama film. Harus diakui sedikit lebih baik dari Transformers 2 dari segi logika cerita tapi masih di bawah Transformers dari segi kelekatan dengan penonton. Endingnya cukup klimaks, ditutup dengan pertarungan finale Optimus vs Sentinel yang entah kenapa pergerakannya seperti dua jago martial arts yang tengah berlaga!
Satu lagi (dari sekian banyak) persembahan Michael Bay yang berputar-putar di plot cerita stereotype dengan berbagai pengulangan adegan aksi spektakuler rasanya memang hanya dirancang untuk kepuasan pribadinya sendiri. Dark of the Moon fantastis secara tampilan tetapi tidak memiliki nyawa. Sajian summer movies yang memenuhi standar “WAH” untuk lantas dilupakan begitu saja tanpa kesan berarti. Masih menantikan sekuelnya di masa mendatang? Rise of the Sentinel Prime, perhaps?

Durasi:
150 menit

U.S. Box Office:
$302,878,797 till mid July 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 25 Desember 2010

GULLIVER'S TRAVELS : Petualangan Negeri Liliput Raksasa Bernyali Kecil

Tagline:
Something big is going down

Storyline:
Llemuel Gulliver merupakan pria biasa dengan mimpi besar tetapi kurang percaya diri. Itulah sebabnya pekerjaan administrasi surat-menyurat yang dilakoninya selama 10 tahun tidak memberikan apa-apa termasuk modal untuk mendekati karyawan divisi perjalanan, Darcy Silverman. Karena ditantang rekan kerja barunya, Gulliver nekad menyambangi Darcy pada suatu malam untuk mengajaknya kencan tetapi berakhir mendapat tugas membuat liputan perjalanan wisata. Satu yang ia lakoni adalah bepergian ke Segitiga Bermuda hingga terdampar di negeri liliput saat kapalnya diterjang badai dan tornado. Gulliver pun menjadi tawanan hingga akhirnya memutuskan untuk memulai petualangannya sendiri

Nice-to-know:
Awalnya Taylor Lautner sempat dipertimbangkan sebagai Horatio tetapi batal karena dianggap terlalu muda oleh produser

Cast:
Paska kesuksesan Kungfu Panda (2008), Jack Black kembali lagi dalam film semua umur sebagai Gulliver, pegawai bagian surat yang terdampar di negeri liliput saat melakukan perjalanan ke Segitiga Bermuda.
Baru saja mengisi suara Vector dalam Despicable Me, Jason Segel berperan sebagai Horatio
Emily Blunt keluar dari Iron Man 2 untuk bermain sebagai Princess Mary
Amanda Peet sebagai Darcy Silverman
Billy Connolly sebagai Raja Theodore
Chris O’Dowd sebagai Jenderal Edward

Director:
Rob Letterman tahun lalu menggarap animasi yang juga berformat 3D yaitu Monsters Vs Aliens.

Comment:
Merupakan adaptasi novel klasik yang sudah berulang-ulang kali difilmkan ke dalam layar lebar ataupun layar kaca dengan berbagai pemain di berbagai jaman. Sekarang sudah tahun 2010 apakah sutradara Letterman punya formula baru untuk modernisasi? Jawabannya tidak juga karena yang ia tambahkan hanyalah alat pelacak GPS, robot raksasa petarung, billboard, baliho, kaleng Coca-cola besar dsb. Tidak lebih. Sisanya hanyalah formula lama seperti Kerajaan Liliput dan segala atribut di dalamnya.
Dari jajaran cast, mungkin mayoritas dari anda menyukai Jack Black seperti halnya saya. Ia adalah salah satu komedian masa kini yang orisinil dari segi aksi dan gaya humornya yang biasanya bekerja dengan baik dalam film-film sejenis. Namun sebagai Gulliver sang raksasa yang biasanya serius, Black menjiwainya dalam kacamata komedik yang terkesan tidak pernah serius. Beberapa bagian cukup berhasil tapi sebagian besar sangat mudah ditebak. Aktor-aktris lain terkesan tidak terlalu penting alias out of the frame. Memang terkadang Blunt dapat mencuri perhatian, tetapi nama-nama seperti Segel ataupun Peet tidak terlalu mengesankan apalagi O’Dowd yang masih kelewat kaku sebagai antagonis.
Mengenai efek 3D, rasanya tidak perlu anda istimewakan. Beberapa scene memang dimaksudkan untuk 3D dan sudah disesuaikan kedalaman gambarnya tetapi sayangnya tidak ada yang benar-benar “keluar” dari layar. Seharusnya untuk versi modern kisah yang sedemikian terkenal, unsur 3D tidak boleh menjadi gimmick semata. Soundtrack pendukungnya juga tidak kuat selain satu dua lagu yang menyisipkan pesan moral bahwa peperangan tidaklah perlu atas alasan apapun juga.
Rasanya Gulliver’s Travels hanya diperuntukkan bagi para pecinta Black pada khususnya ataupun publik pada umumnya terutama yang perlu mengisi waktu bersama keluarga di liburan Natal tahun 2010 ini. Tidak lebih dan tidak kurang. Namun perlu diingat bahwa komedi disini lebih cocok bagi kalangan remaja dewasa, bukan anak-anak, jadi pikir dua kali sebelum mengajak anak anda yang masih di bawah umur. Satu hal lagi sebagai penutup, semua elemen dalam film ini serba prediktif dan secara mengejutkan kurang imajinatif sama sekali.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 04 Agustus 2010

THE LAST AIRBENDER : Avatar Penyatu Empat Elemen Dunia

Quotes:
Aang: I will stop them.
Dragon Spirit: I know you will try...

Storyline:
Udara, Air, Bumi dan Api merupakan 4 bangsa yang ditentukan oleh takdir. Sayangnya bangsa Api memutuskan untuk menguasai dunia dengan menyingkirkan ketiga bangsa lainnya. Satu abad berlalu tanpa adanya harapan yang muncul untuk menghentikan kehancuran itu. Saat itulah, Aang muncul dan menyadari dirinya merupakan satu-satunya Avatar harapan dengan kekuatan yang mampu mengendalikan empat elemen tersebut. Kemudian Aang bertemu kekuatan Air, Katara dan kakaknya, Sokka dan berupaya mengembalikan keseimbangan dunia.

Nice-to-know:
Awalnya diberi judul Avatar : The Last Airbender tetapi saat Avatar (2009) dirilis lebih dahulu oleh 20th Century Fox maka akhirnya menjadi The Last Airbender saja untuk menghindari kerancuan.

Cast:
Noah Ringer baru berusia 13 tahun saat terpilih menjadi Aang.
Angkat nama di Hollywood lewat Slumdog Millionaire (2008), Dev Patel bermain sebagai Prince Zuko
Nicola Peltz sebagai Katara
Jackson Rathbone sebagai Sokka
Shaun Toub sebagai Uncle Iroh
Aasif Mandvi sebagai Commander Zhao

Director:
Pria asal India berusia 40 tahun, M. Night Shyamalan pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai lewat Praying With Anger (1992).

Comment:
Saya bukanlah penggemar seri kartun televisi Avatar yang sempat menghebohkan itu. Saat mengetahui filmnya akan diproduksi, saya tidak terlalu antusias. Saat melihat cuplikan trailernya, saya menjadi sedikit penasaran. Saat filmnya dirilis dan mendapat rating buruk, saya putuskan untuk membuktikannya sendiri. Demi menetralisir opini, saya mengajak salah seorang teman yang memang pecinta Avatar series untuk kemudian menilainya bersama dari sudut pandang Avatar fans dan non Avatar fans.
Plot ceritanya sebetulnya menarik dan sesungguhnya film ini memang coba digarap dengan epik. Tetapi tidak didukung oleh sinematografi yang konsisten ataupun penulisan skrip yang baik. Belum lagi alur maju mundur yang membingungkan dan tidak pada tempatnya. Alhasil sekitar satu setengah jam, penonton serasa disuguhi potongan-potongan klip yang bercitarasa campur aduk, bagus dan buruk, kesemuanya tidak menjadikan satu kesatuan tontonan yang utuh.
Dari segi cast, mungkin hanya Patel yang sedikit memberi nyawa. Sisanya nama-nama baru dari berbagai ras yang masih miskin pengalaman dan langsung didaulat bermain dalam film besar seperti ini. Sayangnya lagi nyaris tidak ada ruang dan waktu untuk pengembangan karakter-karakternya samasekali sehingga yang tercipta hanyalah dialog-dialog pendek yang tidak berisi, diperburuk lagi dengan narasi yang tidak pas dari narator yang berganti-ganti pula.
Kegagalan, setidaknya dari segi kualitas, patut dilayangkan pada Shyamalan yang tidak perform walau produser besar mempercayakan 150 juta dollar di tangannya. Keseluruhan The Last Airbender masih dapat dikatakan BERANTAKAN walau semua orang di luar Shyamalan sudah berusaha maksimal, termasuk spesial efek yang masih tergolong ok juga musik latar yang terdengar menggugah. Dari segi box-office, penempatan tanggal rilis summer movies mungkin akan berdampak positif dalm raupan dollar. Namun jika memang ada rencana sekuelnya seperti disugestikan endingnya, saya mengharapkan suatu perombakan total dimulai dari kursi sutradara.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$127,293,447 till early Aug 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 13 Maret 2010

THE IMAGINARIUM OF DOCTOR PARNASSUS : Absurdnya Dunia Imajiner Dokter Parnassus

Quotes:
Tony-Can you put a price on your dreams?

Storyline:
London masa lampau, Doctor Parnassus mendirikan "Imaginarium", sebuah dunia yang akan membawa audiens mengalami hal-hal menakjubkan yang dikontrol oleh pikirannya. Doctor Parnassus bercerita pada timnya yaitu putrinya Valentina, asistennya Anton dan si kerdil Percy bahwa ia telah berumur ribuan tahun tetapi kehilangan keabadiannya saat jatuh cinta dengan seorang manusia. Demi hal itulah, Parnassus membuat perjanjian dengan iblis, Mr. Nick untuk mengambil nyawa Valentina di usia 16 tahun. Saat usia Valentina mulai memasuki fase tersebut, Parnassus mengulang perjanjiannya dengan menjanjikan lima nyawa yang terperangkap dalam Imaginarium. Di lain kesempatan, Percy, Valentina dan Anton menyelamatkan Tony yang digantung di bawah jembatan pelabuhan. Kehadiran Tony mungkin menentukan kelangsungan Imaginarium berikutnya.

Nice-to-know:
Honor yang diperoleh Depp, Law, Farrell untuk melanjutkan peran Ledger di tengah proses produksi diberikan kepada putri Ledger, Matilda untuk masa depannya.

Cast:
Film terakhir bagi peraih Oscar Aktor Pembantu Terbaik lewat The Dark Knight (2008), Heath Ledger bermain sebagai Tony. Dimana figur imajinasinya dipegang oleh Johnny Depp, Jude Law dan Colin Farrell secara bergantian.
Sang pemimpin Doctor Parnassus dilakoni oleh aktor senior asal Kanada, Christopher Plummer.
Karakter pendukung Doctor Parnassus masing-masing Anton, Percy dan Valentina diperankan oleh Andrew Jackson, Verne Troyer dan Lily Cole.

Director:
Mengawali karir penyutradaraan lewat Storytime (1968), Terry Gilliam juga aktif sebagai aktor, penulis, produser dan di beberapa departemen lainnya.

Comment:
Masa produksinya sempat digegerkan oleh kematian aktor muda berbakat Ledger tetapi tidak menghalangi Gilliam untuk menyelesaikan film dan pada akhirnya mendedikasikannya untuk Heath. Seperti biasa Gilliam membawa semangat klasik fantastik seperti yang pernah ditunjukkannya lewat karya-karyanya di masa lalu. Ceritanya sendiri bergulir lambat dan nyaris membuat penonton sulit bertahan di kursinya masing-masing, terlebih tone depresi dan visualisasi suram yang digunakan di paruh pertama film. Pengenalan semua karakter juga terasa absurd tetapi realistis. Tetapi jajaran cast berhasil melakukannya dengan baik dan terlihat menjiwai peranan masing-masing, terima kasih pada kostum dan setting yang sangat meyakinkan. Plummer dan Waits menciptakan chemistry yang baik sebagai dua pihak yang "berseberangan". Trio Ledger, Cole dan Jackson juga membawakan kemelut cinta segitiganya dengan baik. Sayangnya, The Imaginarium Of Doctor Parnassus bukanlah film yang dapat dikonsumsi publik umum, terutama mereka yang hanya mencari hiburan tontonan. Apalagi endingnya tidak bahagia selayaknya khas Hollywood, tetapi mungkin itulah nilai plusnya karena terasa lebih manusiawi.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$7,504,196 till early March 2010

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 08 Maret 2010

ALICE IN WONDERLAND : Dunia Wonderland Kreasi Terbaru Tim Burton

Quotes:
Alice Kingsley-This is impossible.
The Mad Hatter-Only if you believe it is.

Storyline:
Abad 19, Alice Kingsleigh adalah putri saudagar Charles Kingsleigh yang meninggal beberapa tahun lalu. Kehilangan masa kecilnya yang indah, Alice malah dipaksa menerima lamaran Hamish, putra mantan rekan bisnis ayahnya pada suatu pesta kebun. Kebingungan, Alice meninggalkan lokasi dan mengikuti seekor kelinci putih hingga terjatuh di lubang tak berdasar. Tak diduga setibanya di dasar, tubuhnya sudah mengecil dan menggenggam sebuah kunci yang membuka jalan taman indah yang teramat luas. Disana Alice menemukan makhluk-makhluk aneh mulai dari Dourmouse, burung Dodo, si kembar Tweedles, Cheshire Cat, Mad Hatter hingga Abosolom yang memiliki ramalan bahwa Alice akan mampu memberantas Jabberwocky, monster andalan Red Queen yang jahat itu. Berhasilkah Alice menyelamatkan kerajaan White Queen sekaligus keluar dari wonderland tersebut?

Nice-to-know:
Diangkat dari serial televisi ternama awal 1990an yang diangkat dari novel klasik karangan Lewis Caroll dan dibuat versi layar lebar kontemporernya dengan bujet 250 juta dollar!

Cast:
Mia Wasikowska yang asli Australia ini menyisihkan beberapa kandidat ternama lain seperti Amanda Seyfried dan Lindsay Lohan untuk mendapatkan peran Alice Kingsleigh.
Terbiasa dengan tokoh eksentrik di beberapa filmnya yang justru sukses besar, Johnny Depp kembali sebagai Mad Hatter, sang ahli pembuat topi yang mendapat porsi cukup besar disini.
Karakter yang bertolak belakang, Red Queen dan White Queen dimainkan oleh Helena Bonham Carter dan Anne Hathaway.

Director:
Pria kelahiran California 52 tahun silam bernama Tim Burton ini bekerjasama 6 kali dengan istrinya, Bonham Carter dan 7x dengan aktor kesayangannya, Depp melalui film ini.

Comment:
Harus diakui kharisma seorang Tim Burton selama beberapa dekade terakhir cukup kuat di perfilman Hollywood. Beberapa film terakhirnya sukses secara kualitas dan juga pundi-pundi dollar di pasaran internasional. Gaya eksentrik dan gelap merupakan trademarknya dalam menggarap film, seperti halnya yang dibayangkan orang saat mengetahui Burton akan menggarap versi layar lebar terbaru kisah kartun legendaris ini. Film ini merupakan episode ketiga sehingga tidak heran jika Alice sudah berumur 19 tahun dan kunjungannya ke Wonderland adalah kesekian kalinya. Beruntung beberapa elemen dari episode pertama dan kedua tidak dihilangkan begitu saja sehingga tetap menuntun penonton yang belum tahu kisahnya untuk tetap bisa mengikuti jalan ceritanya. Dari segi cast, Mia sebagai Alice bermain cukup wajar, bukan kebetulan usia aslinya sama persis dengan usia Alice di film. Depp, Bonham Carter, Hathaway rasanya terbantu dengan kostum dan make-up yang menunjang mereka berakting tanpa bermaksud mengecilkan improvisasi masing-masing. Tetapi karakter Depp disini agak tidak beralasan karena diplot sebagai salah satu karakter utama. Jika tujuannya mengangkat film rasanya tidak terlalu berarti. Pada akhirnya, Alice In Wonderland versi Burton hanya memanjakan mata dengan visual grafik yang sangat mengagumkan dan detail. Selebihnya tidak ada yang baru dari tema dan ending yang berusaha disuguhkan dengan konsep modernisasi di segala bidang. Menonton versi 3D nya rasanya tidak akan berpengaruh banyak. Percayalah! Saran saya, nikmati film ini dari sudut pandang masa kanak-kanak anda.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Kamis, 31 Desember 2009

TREASURE HUNTER : Balapan Perburuan Harta Karun

Storyline:
Novelis muda, Lan Ting lewat suatu inspirasi bertekad menulis novel tentang pencarian harta karun yang pernah diceritakan ayahnya. The Company merupakan suatu sindikat yang mengawali perburuan tersebut melalui selembar peta yang dimiliki Boss Tu yang menyerahkannya pada asistennya, Qiao Fei. Pada saat bersamaan, putri tunggal Boss Tu, Ting Ting diculik oleh seterunya. Selama petualangan berlangsung, Qiao Fei dan Lan Ting bersama arkeolog, Hua Ding Bang menemui banyak rintangan. Belum lagi tantangan terbesar dari Desert Eagle yang muncul. Siapa yang akhirnya mendapatkan harta karun tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Chang-Hong Channel Film & Video Co. dan Yen Ping Films Production.

Cast:
Terakhir tampil dalam Kungfu Dunk, Jay Chou sebagai Qiao Fei
Baru saja sukses mendukung dwilogi Red Cliff, Lin Chiling sebagai Lan Ting
Eric Tsang sebagai Chop
Chen Daoming sebagai Master Hua

Director:
Chu Yen Ping merupakan salah satu sutradara kawakan Hongkong yang mengawali karirnya lewat Shi da wang pai (1982).

Comment:
Antusiasme awal melihat 3 nama sebagai daya tariknya mulai dari Jay Chou dan Lin Chiling beserta sutradara Kevin Chu mendadak sirna setelah setengah jam berlalu. Plotnya merupakan campur aduk yang sangat tidak orisinil, comotan sana sini dari Indiana Jones ataupun The Mummy yang Hollywood style dikonversikan ke nuansa Asia. Bahkan latar belakang padang pasir dan bangunan tersembunyi di bawahnya juga lengkap tersaji! Oh well..
Mood menonton yang langsung drop semakin hilang ketika Jay dan Lin yang diharuskan membangun chemistry malah terasa berakting sendiri-sendiri. Satu persatu karakter datang dan pergi tanpa andil merekonstruksi bangunan cerita yang ingin dihadirkan termasuk beragam tokoh antagonis yang pada akhirnya dikalahkan dengan mudahnya. Sayang sekali Chen Daoming dan Eric Tsang yang sudah senior menyia-nyiakan bakat mereka dengan bermain disini.
Sutradara Kevin harusnya realistis pada kemampuan terbatasnya mengarahkan komedi modern masa kini saja seperti yang sudah dilakukannya sebelum ini bersama Jay lewat Kungfu Dunk (2008) yang jauh lebih berhasil itu. Konflik yang ingin dihadirkannya terasa berputar-putar saja dan tidak benar-benar menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pada akhirnya. The Treasure Hunter merupakan salah satu contoh adaptasi Hongkong yang gagal yang menghasilkan tontonan tidak berisi dan hanya akan membuat penonton menangis karena mencoba bertahan menyaksikannya hingga durasi berakhir dengan harapan menemukan ending yang memuaskan.

Durasi:
105 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 18 Oktober 2009

INGLOURIOUS BASTERDS : Sarkasme NAZI Sudut Pandang Tarantino

Quotes:
Col. Hans Landa-[Aldo has just killed his driver] Are you mad? What have you done? I made a deal with your general for that man's life!
Lt. Aldo Raine-Yeah, they made that deal, but they don't give a fuck about him. They need you.
Col. Hans Landa-You will be shot for this!
Lt. Aldo Raine-Naw, I don't think so. More like I'll be chewed out. I've been chewed out before.

Cerita:
Saat Nazi menduduki Perancis, gadis muda Yahudi bernama Shosanna menyaksikan keluarganya dibantai dengan sadis oleh Kolonel Hans Landa sebelum melarikan diri. Perlahan-lahan, Shosanna membangun kehidupannya sambil merencanakan balas dendam beberapa tahun kemudian saat pahlawan perang Jerman, Fredrick Zoller menaruh hati padanya. Di lain pihak, the Basterds, sebuah kelompok Yahudi Amerika yang dipimpin Letnan Aldo Raine bertekad membunuh setiap perwira Nazi yang mereka temui. Pada akhirnya semua pihak pun bertemu di gedung teater tepat pada pertunjukkan film dokumen kebanggaan Jerman yang turut dihadiri sang pemimpin Nazi itu sendiri, Adolf Hitler!

Gambar:
Demi menciptakan situasi yang sesungguhnya, Tarantino mengambil dua lokasi di Jerman yaitu Saxony dan Brandenburg sebagai latar belakang jaman penjajahan Nazi.

Act:
Dengan cast keroyokan, aktor-aktris yang bermain dalam Inglourious Basterds tetap menunjukkan performa terbaik sesuai tuntutan sutradara.
Brad Pitt sebagai Lt. Aldo Raine
Mélanie Laurent sebagai Shosanna Dreyfus
Christoph Waltz sebagai Col. Hans Landa
Eli Roth sebagai Sgt. Donny Donowitz
Michael Fassbender sebagai Lt. Archie Hicox
Diane Kruger sebagai Bridget von Hammersmark
Daniel Brühl sebagai Pvt Fredrick Zoller
Til Schweiger sebagai Sgt. Hugo Stiglitz

Sutradara:
Memenangkan satu-satunya Oscar pada tahun 1995 kategori Naskah Penulisan Terbaik dalam Pulp Fiction (1994), Quentin Tarantino merupakan salah satu sutradara eksentrik Hollywood yang sangat ternama berkat karya-karyanya yang off-mainstream.

Comment:
Film yang gelap penuh kekerasan tapi sedikit bernuansa fiksi komikal. Ya rasa salut harus dilayangkan pada Tarantino yang berhasil menggambarkan sekelompok bajingan yang bisa jadi mengingatkan kita semua pada kekejaman Nazi pada masanya. Terbagi dalam lima sekuens yang fasih dalam bercerita, Tarantino tidak hanya menyorot Inggris, Amerika ataupun Jerman yang saling bersitegang tetapi juga Perancis dan warga sipil Jerman yang tertindas karenanya. Hal unik dilakukannya lewat bertukar dialog dimana orang Perancis berbicara Jerman dan sebaliknya sehingga tercipta percakapan yang lucu sekaligus tajam. Hampir semua cast bermain brilian, hanya saja daya tarik utamanya yaitu Pitt terlihat paling lemah saat memerankan karakter idiot berkuasa yang penuh dendam. Pada beberapa adegan lambat, mungkin cukup mencengangkan anda dengan dramatisasi kekejaman yang seolah dibuat untuk ditertawakan.
Akhir kata, acungan jempol buat Tarantino yang sukses membuat banyak orang yakin ia pantas menerima gelar Sutradara Terbaik pada Oscar tahun depan. Namun saya ingatkan, Inglourious Basterds tidak bisa "dinikmati" begitu saja, terutama bagi anda yang tidak menyukai atau mengenal gaya dari Tarantino.

Durasi:
145 menit

U.S. Box Office:
$118,297,669 till early Oct 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 06 Oktober 2009

THE SECRET OF MOONACRE : Perselisihan Dua Keluarga Membawa Bencana

Tagline:
A Magical Journey Begins.

Cerita:
Saat ayahnya meninggal, remaja 13 tahun, Maria Merryeather terpaksa meninggalkan London dan tinggal bersama pamannya yang eksentrik, Sir Benjamin di sebuah Puri Moonacre. Satu-satunya peninggalan ayahnya hanyalah buku fiksi tua yang berangsur-angsur menjadi kenyataan dimana perselisihan dua keluarga Merryweather dan de Noir bermula. Maria kemudian menemukan fakta bahwa dirinya adalah penerus terakhir Putri Moonacre yang harus menghentikan kutukan dengan cara menemukan seuntai kalung mutiara yang telah hilang bertahun-tahun sebelum semuanya terlambat.

Gambar:
Keindahan alam Hungaria dipaparkan dalam film ini dimana gambar-gambar klasik nan indah seakan pas dengan visualisasi bukit Moonacre.

Act:
Aktor Inggris, Ioan Gruffudd seumur hidupnya lebih banyak terlibat dalam produksi serial teve sampai Fantastic Four (2005) sukses mengangkat namanya di kancah perfilman Hollywood. Kali ini ia berperan sebagai Sir Benjamin Merryweather yang eksentrik dan keras hati.
Aktris cilik Dakota Blue Richards angkat nama lewat The Golden Compass (2007) yang walaupun digadang-gadang sukses tapi flop di pasaran. Disini ia bermain sebagai Maria Merryweather yang pemberani dan gigih.
Juliet Stevenson sebagai Miss Heliotrope, pengasuh Maria yang cerewet tapi baik hati.
Nastascha McElhone sebagai Loveday.
Tim Curry sebagai Coeur de Noir.
Augustus Prew sebagai Robin de Noir.

Sutradara:
Pria kelahiran Hungaria bernama Gabor Csupo ini boleh dibilang menguasai perfilman anak-anak baik animasi televisi ataupun fiksi layar lebar walau lebih sering duduk di kursi writer ataupun departemen animasi. Secret Of Moonacre merupakan film ketiganya setelah sebelumnya Bridge To Terabithia (2007).

Comment:
Selayaknya film fiksi yang diangkat dari novel remaja atau bisa disebut anak-anak, The Secret Of Moonacre fasih bercerita dengan narasi yang mudah diikuti dan tentunya detail dalam eksplorasi imajinasi. Tetapi penerjemahan ke versi layar lebar tentunya tidak semudah itu, butuh elemen-elemen bagus yang bisa mengangkatnya menjadi luar biasa. Beban berat disandangnya karena beberapa film sejenis belakangan flop di pasaran seperti contohnya Golden Compass dsb. Dari segi cast, Moonacre bisa dibilang sudah tepat karena aktor-aktrisnya tampil baik apalagi dibantu dengan kostum yang menarik mata. Spesial efek atau biasa disebut CGI juga terlihat halus disini terutama kemunculan singa hitam dan kuda unicorn. Secara keseluruhan di mata saya, dari segi kualitas Moonacre sedikit lebih baik daripada Bridge To Terabithia atau Seeker tetapi masih kalah memikat dibandingkan Stardust atau The Golden Compass. Permasalahan utama adalah plot cerita yang dirasa masih terlalu sederhana dan berlarut-larut bagi penonton dewasa.

Durasi:
100 menit

Europe Box Office:
£944,197 till May 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 18 Juli 2009

HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE : Rahasia Masa Lalu Profesor Slughorn dan Tom Riddle

Quotes:
Harry Potter-You didn't exactly bring Slughorn back to simply teach potions, did you sir?
Albus Dumbledore-No I did not. I want you to get his true memory. Without it we leave the fate of our world to chance.
----------
Ron Weasley-What do you think he sees in her?
Harry Potter-She is nice... intelligent... attractive.
Ron Weasley-Attractive?
Harry Potter-She has nice... skin
Ron Weasley-So you think he is going out with her because she has nice skin?
Harry Potter-It contributes.
Ron Weasley-Hermione has nice skin.
Harry Potter-I never took the time to notice.

Cerita:
Bersama Dumbledore, Harry diajak menemui Horace Slughorn yang akan kembali mengajar kelas Ramuan di Hogwarts. Tentunya hal tersebut bukan tanpa tujuan karena pada masa lalu Tom Riddle merupakan murid kesayangan Slughorn dimana rahasia gelap nan misterius pernah disembunyikan mereka berdua. Tugas Harry adalah mengesankan Slughorn sekaligus mencaritahu semua tentang Voldemort. Di sisi lain, perasaan cinta mulai merasuki Harry terhadap Ginny Weasley dan juga Hermione yang cemburu melihat kedekatan Ron dengan Lavender. Akankah Hogwarts tetap menjadi tempat teraman di dunia sihir? Bagaimana dengan upaya Dumbledore mempertahankan segala yang ia miliki?

Gambar:
Masih mempertahankan Skotlandia dan Inggris Raya untuk lokasi syutingnya. Beberapa hal magis seperti kertas gambar hidup dan "gelap"nya Hogwarts masih menjadi daya pikat utamanya.

Act:
Meski ketiga peran utamanya sudah beranjak dewasa, karisma masing-masing tetap dijaga dalam mengembangkan karakter-karakter yang sudah sangat dikenal luas ini.
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ron Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore
Jim Broadbent sebagai Horace Slughorn
Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley
Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange
Tom Felton sebagai Draco Malfoy
Alan Rickman sebagai Severus Snape

Sutradara:
Muncul lewat debut pertamanya dalam When I Was A Girl (1988), David Yates dipercaya menangani tiga seri terakhir Harry Potter dalam kurun waktu 4 tahun. Tantangan yang sebetulnya tidak mudah tapi berhasil dilakoninya setidaknya dalam Harry Potter and the Order of Phoenix yang sukses secara komersil dan kritikus.

Komentar:
Meski cenderung berjalan lambat dengan banyak percakapan panjang, seri keenam franchise Harry Potter ini masih bisa saya nikmati dengan antusias dari awal sampai akhir. Pengembangan karakternya boleh dibilang berhasil dimana sisi lain dari masa akil balik Harry, Ron dan Hermione diungkap secara detail. Kesan gelap dan suram yang berhubungan dengan masa lalu Voldemort semasa bersekolah di Hogwarts juga terjaga dengan baik. Kemunculan Prof Slughorn yang eksentrik menjadi keunikan tersendiri sekaligus kunci utama episode Half Blood Prince ini. Jangan lupakan kemunculan pertandingan Quidditch kembali yang sempat absen dalam dua seri terakhir sebelum ini. Yang agak mengecewakan mungkin endingnya yang cenderung antiklimaks dimana penggemar HP harus bersabar menantikan seri terakhirnya tahun depan!

Durasi:
150 menit

U.S. Box Office:
$42,638,165 till March 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 05 Juli 2009

INKHEART : Saat Membaca Bisa Mewujudkan Mimpi

Quotes:
Dustfinger-His name's Gwin. And I know he looks charming, but you know what they say about books and covers.
Meggie Folchart-Yes, I do. And I also know what they say about talking to strangers. Excuse me. Dustfinger-But I'm no stranger, Meggie.

Cerita:
Mo Folchart bersama putrinya Meggie memiliki hobi mencari buku-buku antik. Hal itu bukan tanpa alasan karena sesungguhnya Mo adalah seorang silvertongue yang berkemampuan mewujudkan imajinasi buku ke dalam dunia nyata hanya dengan membacakannya! Ada satu buku yang terus ia cari yaitu buku dimana istrinya, Resa terperangkap di dalamnya. Sayangnya hal tersebut tidak mudah karena Capricorn berambisi mendapatkan buku pusaka Mo, Inkheart untuk menguasai dunia nyata. Dengan bantuan Dustfinger dan Farid dari dunia fiksi, Mo dan Meggie harus bahu membahu membereskan semua kekacauan yang terjadi sebelum semuanya terlambat!

Gambar:
Gambar fantasi yang ditampilkan cukup atraktif. Sebagian bersyuting di England dan Italy termasuk gambaran kota dongeng yang megah itu.

Act:
Karir aktor yang satu ini boleh dibilang turun naik. Sempat terlibat dalam film peraih Oscar, Crash (2004), Brendan Fraser kembali dalam genre fiksi petualangan sebagai Mo Folchart alias Silvertongue. Seorang suami sekaligus ayah yang berjuang dengan kemampuan istimewanya demi keutuhan keluarga dan dunia.
Terkenal sebagai Gollum dalam trilogi The Lord Of The Rings, Andy Serkis kebagian peran antagonis Capricorn yang ambisius dan licik.
Sienna Guillory sebagai Resa, istri Mo sekaligus ibu Meggie yang lama terlupakan karena menghilang ke dalam buku.
Aktris muda Inggris, Eliza Bennett bermain cemerlang sebagai putri Mo yang cerdas, Meggie Folchart.
Didukung pula oleh duet Paul Bettany dan Rafi Gavron sebagai tokoh-tokoh fiksi Dustfinger dan Farid yang terdampar di dunia nyata.

Sutradara:
Sutradara kelahiran Inggris, Iain Softley terakhir membesut The Skeleton Key (2005). Kali ini kembali dengan genre yang sama sekali baru baginya meskipun belakangan genre serupa kurang diterima publik selayaknya Seeker : The Dark Is Rising, The Spiderwick Chronicles dll.

Komentar:
Nilai jual utama film ini adalah jajaran cast yang ternama dan itu dibuktikan Bettany, Mirren, Broadbent, Serkis, Fraser dll yang cukup outstanding dengan perannya masing-masing. Di luar itu, film ini diangkat dari novel laris yang bercerita tentang fantasi petualangan, mohon lupakan sejenak kegagalan beberapa film sejenis belakangan ini. Secara keseluruhan, efek yang digunakan ok dan terlihat riil sehingga tercipta film yang menghibur dan mudah diikuti. Sayangnya empati masyarakat tampaknya kurang saat film ini dirilis. Jangan terpengaruh dan silakan anda masuki dunia Inkheart!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$17,281,832 till Apr 09

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 21 Mei 2009

ANGELS & DEMONS : Memecahkan Misteri Menggagalkan Kehancuran Vatikan

Quotes:
Robert Langdon-I need access to the Vatican Archives.
Richter-Access to the Archives is only by written decree by the Holy Father.
Robert Langdon-Fellas, you called me.

Cerita:
Meskipun tidak berjiwa gereja sama sekali, ahli simbol Harvard, Robert Langdon dipanggil kembali untuk memecahkan teka-teki suatu organisasi rahasia terselubung bernama Illuminati. Paus meninggal dan sebelum pemilihan dimulai untuk mencari penggantinya, empat Kardinal diculik dan terancam dibunuh dengan cara yang berbeda-beda. Bersama Vittoria Vetra, Robert Langdon harus berjibaku dengan waktu memecahkan kunci misteri yang sangat mengejutkan sebelum kota Vatikan dimusnahkan dengan bom berkekuatan tinggi.

Gambar:
Bersetting sebagian besar di Roma dan California, Angels & Demons berhasil mengetengahkan peristiwa yang seakan nyata terjadi di site-site yang sebetulnya legendaris dan sensitif tersebut.

Act:
Tak diragukan lagi kualitas akting Tom Hanks yang diganjar dua kali Piala Oscar untuk kategori aktor terbaik termasuk kemenangan pertama di Philadelphia (1993). Ini merupakan kali kedua Hanks berperan sebagai ahli simbolis Robert Langdon dan penjiwaannya semakin baik.
Di tahun yang sama Hanks memenangkan Oscar pertama, Ewan McGregor juga memulai debutnya dalam Being Human. Dalam Angels & Demons, McGregor berperan sebagai Camerlengo Patrick McKenna.
Aktris kelahiran Israel, Ayelet Zurer mulai dikenal luas setelah membintangi Munich (2005). Mendapat kepercayaan dari Ron Howard untuk memegang peran Vittoria Vetra.
Baru saja tampil mendukung Mamma Mia!, Stellan Skarsgard dalam film ini menjabat sebagai Komandan Richter yang tegas dan ambisius.
Aktor Denmark yang mulai menanjak, Nikolaj Lie Kaas setelah bermain dalam The Candidate memegang peran antagonis dalam Angels & Demons.

Sutradara:
Kerjasama kelima dengan Tom Hanks, sutradara yang juga dikenal sebagai penulis dan aktor ini, Ron Howard kembali dalam prekuel The Da Vinci Code (2006). Karya-karya besar novelis tenar Dan Brown boleh dibilang sukses diterjemahkan Ron ke layar lebar, terbukti dari hasil peredaran film ini yang selalu mencapai box-office dimanapun ditayangkan.

Komentar:
Pesan utama dari saya, berhenti membandingkan isi film ini dengan bukunya. Bahasa tulisan dan bahasa visual adalah dua hal yang berbeda. Bolehlah buku karya Dan Brown itu dijadikan acuan tapi hargailah kinerja Ron Howard yang sangat baik di film ini, melebihi pencapaiannya dalam The Da Vinci Code. Musik dari Hans Zimmer terasa megah, sangat membantu menggapai nuansa relijius dan tidak usah heran kalau film yang berbau agama cenderung kontroversial. Terima saja Angels & Demons sebagai sebuah fiksi belaka dan anda akan menikmatinya dari awal sampai akhir. Akting brilian terutama dari McGregor dan twist ending yang tidak terduga membuat film ini layak tonton di tengah serbuan summer movies 2009!

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office:
Mid May 2009 opening week $46,204,168

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 28 Maret 2009

DRAGONBALL EVOLUTION : Petualangan Mencari 7 Bola Naga Kuasai Dunia

Quotes:
Goku-I'm not ready for this.
Master Roshi-You are the only one who can do it.

Cerita:
Saat mendekati gadis impiannya Chi-Chi di sebuah pesta tepat di hari ulang tahunnya, Goku terpanggil pulang secara naluri untuk kemudian menemukan kakek angkatnya Gohan meregang nyawa. Pesan terakhir untuk mencari Master Roshi pun dijalani Goku selain menemukan sisa 6 buah bola naga ajaib di seluruh dunia di samping satu yang sudah diwarisinya. Goku bersama Bulma dan Master Roshi harus berpacu sebelum raja iblis Piccolo menguasai ketujuh bola naga tersebut untuk menguasai dunia.

Gambar:
Sebagian besar syuting dilakukan pada bekas pabrik jeans di Durango, Mexico dimana layar biru dan hijau mendominasi gambar-gambar film yang berkonsep futuristik dengan nuansa Oriental dan Aztec.

Act:
Sempat muncul dalam peran kecil di Josie & The Pussycats (2001), Justin Chatwin kebagian peran besar pertamanya sebagai Goku. Aktor kelahiran Kanada ini dirasa tidak perlu mengubah warna rambut aslinya yang berwarna keemasan untuk menyamai karakter asli dari komik tersebut.
Aktris bersuara emas yang memulai akting dari serial teve ternama Law And Order, Emmy Rossum merupakan pemain yang paling dikenal dari jajaran cast. Pendalamannya dibantu dengan make up dan kostum membuat karakter Bulma menjadi menarik.
Sebelum ini mendukung film The Children Of Huang Shi (2008), Chow Yun Fat merupakan aktor terakhir yang dihubungi James Wong untuk peran Master Roshi yang ternyata langsung diterimanya.
Aktor Amerika yang sempat bermain dalam P.S. I Love You (2007), James Marsters kebagian peran raja iblis Piccolo yang bermuka hijau terang.

Sutradara:
Baru menyutradarai tiga film sejauh ini dengan Final Destination seri 1 dan 3 yang mungkin paling dikenal tidak membuat James Wong kecil hati untuk maju menduduki kursi sutradara salah satu anime terbaik yang pernah ada ini. Meskipun banyak kecaman diterima, rasanya James sudah melakukan yang terbaik darinya. Bagaimana menurut anda?

Komentar:
Sebenarnya cukup potensial untuk menjadi hit, apalagi didukung dengan bujet yang konon mencapai 100 juta dollar! Tapi entah kenapa serba terkesan tanggung dan terlalu ringan untuk bisa memuaskan semua pihak terutama penggemar animenya yang bisa jadi menganggap film ini sebagai penghinaan besar. Ketakutan saya saat melihat trailernya yang kurang menggigit menjadi kenyataan saat menyaksikan filmnya (lebih karena rasa penasaran akan seperti apa adaptasinya) dimana sempat tertidur! Apakah memang sulit untuk mentranslasikan komik/anime ke dunia nyata? Yah terlepas dari itu semua, sebetulnya film ini tidaklah buruk melainkan teramat sangat standar.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
Belum diketahui karena mengalami penundaan rilis sebanyak 3 kali!

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 Desember 2008

THE TOTENWACKERS : Trio Cilik Memecahkan Misteri Bangunan Tua

Storyline:
Sara melihat kejadian-kejadian aneh di rumah barunya mulai dari perabotan melayang, gangguan statis hingga hantu! Tetapi tak seorangpun percaya bahwa semua itu nyata. Dengan bantuan teman-temannya, Madhi dan John, Sara berusaha membuktikan bahwa dia tidak berbohong dan mengada-ngada. Maka dimulailah petualangan seru mereka..

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di Barcelona, Cataluña, Spanyol.

Act:
Elisa Drabben sebagai Sara
Azzdine Benaji sebagai Mahdi
Jasper Harris sebagai John
Terele Pávez sebagai Sabrina
Geraldine Chaplin sebagai Salgado

Director:
Pria kelahiran Spanyol berusia 35 tahun bernama Ibon Cormenzana baru menyutradarai 4 film sebelumnya termasuk Negra rosa (1998).

Comment:
Melihat teaser posternya sekilas di Blitz Megaplex ada perasaan aneh untuk menengok isinya. Hal itu baru terealisasikan nyaris dua tahun setelahnya saat dvd original ekonomisnya dirilis. Terima kasih kepada DCU Entertainment! Seperti yang sudah saya duga sebelumnya, film ini produksi Spanyol dan lucunya dimainkan oleh aktor-aktris belia yang juga asli sana. Harris, Dribben dan Benaji lebih terlihat seperti berbincang satu sama lain daripada berakting. Harris cukup mencuri perhatian dengan gayanya sebagi ilmuwan cilik. Sedangkan Dribben yang mendapat scene terbanyak juga mampu memainkan mimik mukanya dengan cukup baik. Spesial efek yang digunakan bisa diterima dengan pencahayaan hijau yang dominan. Beberapa adegan cukup mengagetkan, terima kasih pada bangunan yang juga terlihat kuno dan menyeramkan. Meskipun terlihat seperti film anak-anak, Los Totenwackers tidak dapat dikategorikan demikian. Mungkin hanya anak 8 tahun keatas yang bisa mengerti plot cerita secara keseluruhan. Endingnya seakan membuka pintu menuju petualangan baru bagi trio cilik tersebut. Kita tunggu saja!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 02 Desember 2008

CITY OF EMBER : Misi Menyelamatkan Kota "200 Tahun"

Quote:
Doon Harrow-Keep your eyes peeled. Look around every corner. You never know where you might find a clue.

Cerita:
Ember adalah sebuah kota yang dibangun dengan tenggat waktu 200 tahun saja. Pembangun kota ini meninggalkan instruksi dalam sebuah kotak yang dipercayakan pada walikota pertama. Sayangnya seiring berjalan waktu dan beberapa perpindahan, kotak itu terbengkalai. Sampai pada masa kini dimana dua remaja, Lina Mayfleet dan Doon Harrow yang bertugas sebagai messenger dan pipeworker menemukan beberapa petunjuk untuk membawa kota itu keluar dari ancaman kegelapan dan persediaan pangan yang mulai menipis. Misi tersebut tidaklah mudah karena mereka harus menghadapi berbagai rintangan. Bagaimana akhir dari petualangan mereka? Apakah kota Ember bisa diselamatkan?

Gambar:
Khas Walden Media seperti halnya Narnia, gambar-gambar serupa dongeng jaman dahulu sangat kentara. Permainan setting tempat dan kostum yang meyakinkan membuat kita seakan-akan berada di tengah kota Ember.

Act:
Akting dua remaja pendatang baru, Saoirse Ronan sebagai Lina dan Harry Treadaway sebagai Doon cukup memberi harapan akan kelanjutan eksistensi mereka di Hollywood di masa yang akan datang. Keduanya berbagi chemistry yang pas sebagai sepasang warga yang tidak mau menyerah begitu saja pada takdir kota mereka dan berjuang sekuat tenaga.Juga didukung oleh beberapa aktor kawakan, Martin Landau, Toby Jones, Tim Robbins dan juga tidak dilupakan aktor kaliber Oscar, Bill Murray sebagai Mayor Cole.

Sutradara:
Sepertinya Gil Kenan mengalami keterbatasan bujet untuk membuat film ini. Beberapa adegan yang menonjolkan efek visual terlihat kurang maksimal. Secara keseluruhan, karya yang lumayan darinya karena di beberapa aspek dari film ini seperti casting, score, plot masih cukup menggigit.

Komentar:
Entah kenapa film ini hanya rilis terbatas di US sehingga hasil box-officenya kurang menggembirakan. Namun di negara-negara lain, saya yakin film ini masih dapat diterima dengan baik. Patut diketahui, ”Ember” dalam bahasa Hungaria equal dengan “man”. Sebagai sebuah tontonan, film ini cukup lengkap dengan unsur petualangan, drama, fiksi fantasi yang bisa ditonton oleh berbagai kalangan usia walau tadinya saya mengharapkan ending yang “lebih”.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$7,743,762

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 26 November 2008

JOURNEY TO THE CENTER OF THE EARTH : Eksplorasi Dunia Tersembunyi Di Pusat Bumi

Quotes:
Trevor-"We're still falling."
-----
Sean[running from a dinosaur]-"Haven't you ever seen a dinosaur before?"Trevor-"Not with skin on it!"


Cerita:
Professor Trevor Anderson menerima kedatangan keponakannya yang masih remaja, Sean Anderson selagi ibunya Elizabeth bersiap diri pindah ke Kanada beberapa tahun setelah kepergian suaminya. Sebelum pergi, Elizabeth memberikan sebuah kotak peninggalan Max dan Trevor menemukan buku dengan referensi perjalanan terakhir kakaknya itu. Demi menjawab misteri itu, Trevor mengajak Sean melancong ke Iceland dan bertemu dengan pemandu cantik, Hannah Ásgeirsson. Selagi mereka mendaki gunung mencari pemancar yang menangkap signal aneh, petir menyambar yang menyebabkan mereka harus bersembunyi di dalam gua dan kemudian terjebak setelah batu-batu menutupi jalan masuk mereka. Berusaha mencari jalan keluar, mereka malah terjatuh ke lubang yang sangat dalam dan menemukan pintu masuk menuju dunia yang hilang di perut bumi yang penuh dengan keajaiban yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaimana akhir dari petualangan mereka?

Gambar:
Film ini dikemas dengan semangat 3D sehingga beberapa obyek terlihat sangat kontras warnanya. Adegan-adegan yang mungkin akan membuat takjub dan membawa anda berfantasi di dalamnya.

Act:
Brendan Fraser melanjutkan peran stereotypenya sebagai manusia petualang yang kocak dan terkadang sok pintar bernama Trevor. Cukup berhasil untuk menghibur memang!
Josh Hutcherson telah menunjukan talentanya di Hollywood sejak usia dini. Perannya disini sebagai Sean yang pandai mampu mengimbangi Brendan yang lebih senior.
Anita Briem memulai debutnya di film besar Hollywood. Tidak buruk untuk seorang gadis pemandu Hannah yang cantik dan tangguh.

Sutradara:
Eric Brevig cukup berhasil memandu film remake berjudul sama tahun 1959 ini menjadi tontonan keluarga yang mengasyikan. Chemistry yang tercipta antara tiga tokoh utamapun tercipta dengan baik. Efek visual dan grafis yang ditampilkan cukup konsisten memanjakan mata penonton.

Komentar:
Jika memiliki uang lebih, cobalah nonton di theatre 3D, niscaya akan lebih memuaskan karena itu keunggulan utama film ini. Sebagai film fiksi petualangan yang ringan, film ini cocok ditonton beramai-ramai dengan keluarga atau teman-teman anda tanpa perlu berpikir panjang mengikuti jalan ceritanya yang fun.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$101,352,745

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!