XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label simon pegg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simon pegg. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

MISSION : IMPOSSIBLE - ROGUE NATION Accomplished Continuation For The Franchise

Quote:
Benji Dunn: Let me guess. Presumed dead?
Ethan Hunt: Well tonight, I just made it official.


Nice-to-know:
Adegan dimana Hunt memanjat pesawat Airbus A400M yang sedang terbang 1,5 km di atas tanah dilakoni sendiri oleh Tom Cruise tanpa spesial efek dan stuntman.

Cast:
Tom Cruise sebagai Ethan Hunt
Jeremy Renner sebagai William Brandt
Simon Pegg sebagai Benji Dunn
Rebecca Ferguson sebagai Ilsa Faust
Ving Rhames sebagai Luther Stickell
Sean Harris sebagai Solomon Lane
Simon McBurney sebagai Atlee
Zhang Jingchu sebagai Lauren
Tom Hollander sebagai Prime Minister
Jens Hultén sebagai Janik Vinter
Alec Baldwin sebagai Alan Hunley

Director:
Merupakan film ketiga bagi Christopher McQuarrie setelah Jack Reacher (2012).

W For Words:
19 tahun sudah semenjak Tom Cruise membangkitkan kembali franchise yang dimulai dari inisiatif Bruce Geller lewat serial televisinya pada tahun 1966. Sosok Ethan Hunt mungkin dapat diasosiasikan dengan James Bond, tokoh agen rahasia Inggris dengan skill yang lebih kurang mirip. Tidak salah karena masing-masing masih memiliki keistimewaan sendiri. Lantas apa lagi yang ingin dibuktikan Cruise, superstar Hollywood yang sudah berusia 53 tahun ini, melalui misi-misi mustahil berbahaya? Well, it’s not up to me or even you to answer that. Let’s just sit and enjoy the show like any other viewers.

Ketika tengah menyelidiki Syndicate yang diduga menjadi dalang kekacauan internasional karena berisikan teroris-teroris terlatih, Hunt tertangkap dan menjalani penyiksaan. Di luar dugaan, anggota organisasi rahasia tersebut, Ilsa malah membantunya melarikan diri. Hunt pun menjadi buronan CIA yang menyangkal keberadaannya. Boss IMF, Brandt tanpa sepengetahuan Direktur CIA, Hunley menugaskan Benji dan Luther untuk menemukannya lebih dulu. Permainan kucing tikus penuh tipu daya itu lantas berujung pada penangkapan Perdana Menteri Inggris di London.













Nama McQuarrie sebagai penulis skrip handal mulai diperbincangkan usai menyabet Oscar dalam The Usual Suspect (1995). Skrip yang dikembangkan dari gagasan dirinya bersama Drew Pearce ini memang terbilang brilian dengan three-act structure yang cukup efektif. Setup-setup familiar dalam setiap misi Hunt muncul kembali, hanya saja beberapa puntiran cerdas menjadikannya fresh dan tidak mudah ditebak begitu saja. Pendalaman setiap karakter baru (maupun lama) dalam film ini justru terjadi di tengah-tengah, seakan penonton diberi nafas usai disuguhi opening yang breathtaking tersebut.

McQuarrie sebagai sutradara tidak berupaya menjadikan installment kelima ini another globe trotting spy action movie. Setting dari Malaysia, Austria, Morocco hingga UK masih tergolong sesuai dengan kebutuhan cerita tanpa harus overexposed. Teknologi mutakhir lewat gadget-gadget canggih memang ada tapi tidak sampai terkesan spektakuler seperti sebelumnya. Sekuens aksi berpacu dengan waktu dan kebut-kebutan di jalan masih dipertahankan demi menjaga adrenaline anda. Adegan paling memorable buat saja adalah di gedung opera Vienna. Who can resist classical orchestra?















Fisik yang tidak seprima dulu membuat Cruise harus pandai-pandai mengatur segala jenis aksi yang dilakukannya. Well, he succeeded on and off the screen. Untungnya dominasi karakter Hunt tidak sampai mengesankan one man show dalam storytelling nya. Sang femme fatale, Ferguson jelas paling standout dalam jajaran cast sekuel ini. Betapa tidak, kecantikan dan kemolekan tubuhnya juga dibarengi dengan pesona akting dan fighting yang mumpuni. Pegg masih mempertahankan trademark komedinya yang spontan dan natural itu. Harris menunjukkan kelasnya sebagai villain berdarah dingin meski tanpa aksi faktual. Sedangkan Renner, Rhames dan Baldwin menempati posisi supporting masing-masing dengan pas.

Mission: Impossible – Rogue Nation sukses menjaga level ketegangan dan keingintahuan hingga akhir yang dibutuhkan oleh espionage thriller yang baik sambil mempertontonkan aksi-aksi mustahil di luar nalar yang sebelumnya sudah dicapai oleh sutradara-sutradara besar lainnya. Satu pencapaian McQuarrie yang patut mendapat acungan jempol adalah kembalinya kesan klasik nan elegan tanpa campur tangan CGI yang berlebihan di sini. All credit still goes to Cruise though. As we all agree to give him another impossible mission in the next two years!

Durasi:
131 menit

U.S. Box Office:
$74,743,725 till August 2015

Movie-meter:

Jumat, 17 Mei 2013

STAR TREK INTO DARKNESS : Mesmerize Space Voyage Favors Non Trekkies


Quote:
James T. Kirk: If Spock were here, and I were there, what would he do?
Scotty: He'd let you die.

Nice-to-know:
Menurut J.J. Abrams, konsep perjalanan waktu dan kenyataan alternatif yang digunakan pada seri terdahulu mendorong kemungkinan adanya reboot film baru.

Cast:
Chris Pine
sebagai James T. Kirk
Zachary Quinto sebagai Spock
Zoe Saldana sebagai Uhura
Karl Urban sebagai Bones
Simon Pegg sebagai Scotty
John Cho sebagai Sulu
Benedict Cumberbatch sebagai Khan
Anton Yelchin sebagai Chekov
Bruce Greenwood sebagai
Pike

Director:
Merupakan feature film ke
empat bagi J.J. Abrams setelah terakhir menangani Super 8 (2011).

W For Words:
Apabila menilik sejarah panjang Star Trek dari serial televisi hingga film layar lebar, niscaya anda akan menemukan ratusan judul/episode dengan puluhan aktor-aktris yang pernah memerankan multi karakter dalam franchise ini. Lantas apa bedanya dengan garapan J.J. Abrams melalui dua seri reboot nya yang terpaut empat tahun sejauh ini? Jawabannya bisa jadi karena Hollywood minded. Ya, nama Abrams memang kian tersohor sebagai filmmaker, baik produser, penulis skrip maupun sutradara. Terbukti Star Trek (2009) berhasil meraup lebih dari 250 juta dollar lewat peredaran di Amerika Serikat saja.

Kembali dari misi Enterprise yang kontroversial karena mengancam keselamatan Komandan Spock, Kapten James T. Kirk menjadi sorotan organisasi karena melanggar beberapa peraturan dasar Starfleet. Saat
sidang tengah dilakukan di London, markas mereka diserang oleh seorang pria misterius yang belakangan diketahui bernama John Harrison. Kepalang tanggung, Kirk dan Spock kembali bertandem dan melakukan pengejaran hingga ke Klingon demi menghentikan teror penghancuran dunia. Persahabatan dan kesetiaan mereka pun diuji di atas ambang hidup dan mati.

Kolaborasi Roberto Orci dan Alex Kurtzman kembali menelurkan skrip yang mengambil kejadian beberapa bulan setelah kejadian film pertama. Bagi para Trekkies (die hard fans Star Trek) mungkin akan kecewa melihat penyempitan karakter menjadi segelintir saja. Namun penonton umum tampaknya tidak akan keberatan mengingat konflik dapat lebih terfokus lagi dalam skala yang lebih besar. Interaksi antar tokohnya menjadi lebih efisien setelah disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Keputusan yang cerdas sehingga plotnya terkesan lebih dinamis tanpa harus meninggalkan ‘identitas’ Star Trek itu sendiri.

Abrams
masih mempertahankan trademark nya yaitu CGI mumpuni yang membuat setiap adegan aksinya terasa megah. Terlebih detail setting kapal dan angkasa luar nya yang menakjubkan, sesuai dengan bujet besar yang dihabiskan. Efek 3D nya pun tidak melulu gimmick, banyak eye-popping yang memanjakan mata. Apalagi kisaran tiga puluh menit adegan yang khusus disyut dengan kamera IMAX yang kian merelakan kocek lebih penonton. Semua itu bisa jadi mubazir jika tidak dilengkapi karakterisasi kuat yang untungnya tercipta meski tak seluruh tokoh mendapat porsi yang memadai.
 
Pine yang selama ini berupaya lepas dari bayang-bayang William Shatner sukses menerjemahkan karakter Kirk muda yang rebel sekaligus intuitif tanpa berlebihan. Tumbuh kembangnya yang dominan di atas karakter lain jadi kekuatan tersendiri. Quinto merupakan penyeimbang yang tepat di sini dimana karakter Spock yang sebetulnya Vulcan tetap mampu membawakan emosi manusia dengan gemilang. Munculnya karakter baru Dr. Carol Marcus dan John Harrison yang dijiwai secara memorable oleh Eve dan Cumberbatch tidak menghalangi Saldana, Urban, Cho, Yelchin, Pegg, Greenwood untuk mencuri perhatian pula selama durasi berjalan.

Star Trek Into Darkness memang masih menawarkan tipikal ending ‘hero movies’ yang kerap dipakai Hollywood beberapa tahun terakhir. Quite predictable if you already get used to it. Beruntung ikatan emosional Kirk dan Spock yang kental berhasil membangun nyawa film secara keseluruhan. Thanks to smart dialogue and humor sides that get along well! Imajinasi tinggi dengan twist dan turns yang variatif plus skala yang lebih besar tanpa harus meninggalkan ‘akar’ Star Trek akan membuat space voyage anda kali ini lebih berarti, better than its predecessor!

Durasi:
1
32 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 17 Desember 2011

MISSION IMPOSSIBLE : GHOST PROTOCOL Kemustahilan Menggagalkan Perang Dunia Ketiga

Quotes:
Brandt: 26 minutes till door knock... 25 minutes till door knock... 24 minutes till door knock...
Ethan Hunt: The countdown is not helping.


Storyline:
Melarikan diri dari penjara Moskow yang berlanjut pada kasus pemboman Kremlin membuat Ethan Hunt harus membersihkan nama IMF yang dituduh sebagai biang keladinya. Dengan tim baru yang beranggotakan agen wanita tangguh Jane, ahli komputer Benji serta analis baru Brandt, Hunt kemudian melanjutkan perjalanannya ke Dubai hingga Mumbai demi menghentikan psikopat jenius Hendricks yang bertekad memicu Perang Dunia ke-3 antara Amerika Serikat dan Rusia dengan mengendalikan nuklir yang sudah terpasang sempurna.

Nice-to-know:
Film pertama yang menggunakan logo 100 tahun perayaan Paramount yang secara kebetulan berbeda-beda di setiap seri Mission Impossible.

Cast:
Tahun 1996 dapat dikatakan tahun terbaik Tom Cruise. Selain berperan sebagai Ethan Hunt dalam remake Mission Impossible, ia juga kembali menerima nominasi Oscar dalam lakon drama terbaiknya, Jerry Maguire.
Menerima nominasi Oscar pertamanya dalam The Hurt Locker (2008), Jeremy Renner bermain sebagai Brandt
Simon Pegg sebagai Benji
Sosoknya mulai dikenal setelah membintangi Déjà vu (2006), Paula Patton didapuk sebagai Jane
Michael Nyqvist sebagai Hendricks
Léa Seydoux sebagai Sabine Moreau

Director:
Merupakan film keempat Brad Bird yang terakhir menggarap animasi sukses Ratatouille (2007).

Comment:
Siapa yang tak kenal franchise Mission Impossible yang pertama muncul tahun 1960an lalu kemudian dilanjutkan dengan serial televisinya periode 80-90an yang legendaris itu? Superstar Hollywood, Tom Cruise lantas meremakenya pada tahun 1996 dengan nuansa yang jauh lebih modern. Kesuksesan yang bertubi-tubi kemudian melahirkan seri kedua di tahun 2000, ketiga di tahun 2006 hingga yang keempat di tahun 2011 ini yang rilisnya molor dari jadwal semula yaitu musim panas yang lalu.
Skrip yang ditulis oleh duo Josh Appelbaum dan André Nemec ini rupanya masih setia dengan pakem serial televisi yang digagas oleh Bruce Geller. Elemen dasarnya tetap dipertahankan yakni sekelompok orang yang menjalani situasi yang terlihat “tak mungkin” tetapi mampu mencari jalan keluar dalam kondisi hidup, bahkan tetap terlihat keren! Selebihnya adalah komponen biasa dalam sebuah film aksi yang menawarkan serentetan adegan seru dengan berbagai “twist” dan “turns” yang terus membuat anda betah berlama-lama di kursi walaupun durasinya cukup panjang.

Ethan Hunt nampaknya menjadi peran tersukses bagi Tom Cruise dalam sepanjang karir aktingnya, setidaknya perolehan dollarnya dari peredaran di seluruh dunia berbicara banyak. Ethan seperti yang sudah-sudah hampir tidak pernah membicarakan kehidupan pribadinya dalam film. Penonton hanya diajak untuk mengenal keberanian (atau kenekadan) Agent Hunt dalam mempertunjukkan “kemampuan” tingkat tinggi yang acapkali menyerempet bahaya.
Konsep one man show memang masih terasa disini walau tidak terlalu dominan. Terima kasih pada chemistry ringan yang dibaginya dengan aktor-aktris lainnya. Patton bagaikan perpaduan Angelina Jolie dan Zoe Saldana tampil memikat sebagai Jane. Kontribusi Pegg memberikan sisi humoris dalam film juga patut diacungi jempol sebagai Benji. Lain halnya dengan Renner yang seakan didapuk menjadi penerus franchise ini di masa mendatang, tentunya kapabilitasnya dalam film-film aksi sebelumnya amat membantu dalam menjiwai tokoh Brandt yang misterius latar belakangnya tersebut.

Sutradara Bird yang semula diragukan karena kapasitasnya sebagai pengganti J.J. Abrams mampu menjawab tantangan itu. Lihat bagaimana imajinasi visualnya dapat ditransfer ke dalam pelbagai adegan aksi yang diyakini membuat anda menahan nafas. Salah duanya adalah kejar-kejaran di tengah badai pasir serta stimulasi vertigo terhadap Burj Khalifa Tower yang berlokasi di Dubai. Sinematografi milik Robert Elswit juga bekerja efektif memaksimalkan lokasi yang beragam mulai dari Budapest, Moskow, Dubai hingga Mumbai.
Kecanggihan teknologi via serentetan gadget mutakhir, pertarungan habis-habisan yang dilakoni protagonis, aksi situasional berbahaya menjadikan Mission Impossible : Ghost Protocol benar-benar sukses menjaga energi berskala besar yang terkandung di dalamnya. Sayangnya di balik semua faktor “wah” tersebut, plotnya yang kelewat tipis menjadi kelemahan yang tersembunyi karena sedikit mengabaikan unsur romantisme, pengkhianatan rumit antar agen atau latar belakang antagonis dalam memicu perang nuklir antara Amerika dan Rusia. Tak menjadi masalah bagi penonton yang murni mengidamkan berhasilnya pencapaian misi-misi tak mungkin yang tidak akan pernah mereka lakukan dalam kehidupan nyatanya masing-masing.

Durasi:
133 menit

U.S. Box Office:
$13,385,204 in opening week of Dec 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 12 November 2011

THE ADVENTURES OF TIN TIN : SECRET OF THE UNICORN Perkenalan Haddock Harta Kapal Unicorn

Quotes:
Captain Haddock: You do know what you're doing, right?
Tintin: Relax. I interviewed a pilot once!


Storyline:
Membeli replika kapal Unicorn, Tintin malah diburu oleh berbagai pihak yang mengincar peta harta karun tersembunyi termasuk Mr. Sakharine yang bersikeras menghalalkan segala cara untuk mewujudkan kemauannya. Tintin yang diculik bersama anjingnya Snowy kemudian bertemu si pemabuk Kapten Haddock di sebuah kapal yang juga disandera. Ketiganya meloloskan diri dan kabur ke Moroko. DI luar dugaan Kapten Haddock yang amnesia tiba-tiba mengingat sejarah dirinya bersama leluhur Sir Francis Haddock di atas kapal Unicorn asli! Akankah harta tersebut dapat ditemukan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Film animasi sekaligus adaptasi komik pertama yang ditangani oleh Steven Spielberg yang sebenarnya sudah memiliki ide ini sejak tahun 80an.

Cast:
Terakhir tampll dalam remake Jane Eyre (2011), Jamie Bell didapuk sebagai Tintin
Memulai karir layar lebarnya dalam Royal Deceit (1994), Andy Serkis ditunjuk sebagai Captain Haddock
Daniel Craig sebagai Ivanovich Sakharine
Simon Pegg sebagai Inspector Thompson
Nick Frost sebagai Thomson

Director:
Produser terkondang seHollywood bernama Steven Spielberg ini pertama kali menyutradarai film berjudul Fireflight (1964) di usia 18 tahun.

Comment:
Salah satu komik petualangan yang tumbuh bersama saya sewaktu kecil adalah detektif berjambul berperawakan kecil bernama Tintin dan anjing cerdas setianya Snowy. Koleksi berharga komik yang semakin lengkap dengan hadirnya beberapa seri VCD original animasi tak dipungkiri menjadi santapan yang sudah puluhan kali saya baca/putar tanpa rasa bosan. Penantian panjang untuk adaptasi layar lebar yang tidak sia-sia apalagi ditangani oleh nama sekaliber Steven Spielberg. Satu kata: EXCITED!
Trio penulis skrip Steven Moffat, Edgar Wright, Joe Cornish yang bekerja berdasarkan karya Herge ini tidak hanya mengadaptasi satu tetapi tiga komik sekaligus! Kepiting Bercapit Emas, Harta Karun Rakham Merah dan Rahasia Unicorn memang memiliki benang merah yang dapat ditarik sebuah garis lurus. Keputusan tepat demi menghadirkan petualangan yang lebih panjang dengan tempo yang lebih dinamis dalam durasi nyaris dua jam tersebut.

Dalam film memang nyaris tidak ada petunjuk bahwa Tintin adalah seorang reporter handal. Ia hanya digambarkan tidak kenal takut apalagi ragu-ragu serta selalu memperjuangkan apa yang dianggap instingnya benar. Sebaliknya Kapten Haddock sebagai sidekicknya banyak memperlihatkan kelemahan sebagai penyeimbang mulai dari sifat pemarah dan cerobohnya yang membuatnya pantas menyandang julukan pecundang. Komposisi yang tepat bukan sehingga keduanya bisa saling mengisi satu sama lain!
Wajah lugu belia Bell yang sesungguhnya sudah berusia 25 tahun ini terasa pas mewakili karakter Tintin, belum lagi suara tipis dan nyaringnya mewujudkan imajinasi selama ini. Acungan jempol saya berikan pada Serkis yang selalu sukses besar melebur dalam karakter unik yang benar-benar di luar dirinya sendiri. Suara umpatan berat Kapten Haddock terdengar “hidup” dalam aksen Skotlandia. Sedangkan Craig memeragakan Sakharine yang tidak dapat dipercaya dengan karisma tersendiri.

Spielberg yang membandrol filmnya dengan rating PG alias aman disaksikan siapapun ini terbukti membombardir layar dengan suguhan action scenes variatif berangle ekstrim yang tak jarang disyut panjang dalam satu kali take saja, contoh adegan perebutan peta di dermaga. Bahkan kacamata terpasang di wajah yang biasanya mengganggu kenyamanan anda tidak akan terlalu dirasakan mengingat teknologi 3D nya teramat memuaskan menyuguhkan gambar-gambar “hidup” di depan mata.
The Adventures of Tin Tin : Secret of the Unicorn tidak hanya setia dengan komiknya tetapi juga menjanjikan sebagai awal franchise sukses di masa mendatang. Jelas merupakan salah satu adaptasi komik terbaik yang pernah dibuat. Ketajaman visualisasi berpadu dengan kekayaan karakteristik yang mampu menghimpun tawa dan ketegangan sekaligus. Bersiaplah terhibur maksimal wahai anda para pecinta Tintin atau bukan!

Durasi:
107 menit

Europe Box Office:
£6,758,724 opening week in U.K. Nov 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 11 Desember 2010

THE CHRONICLES OF NARNIA : THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER

Quotes:
Aslan-But I will not tell you how long or short the way will be, only that it lies across a river. But do not fear, for I’m the great Bridge Builder.

Storyline:
Saat Lucy dan Edmund berdebat dengan sepupu mereka Eustace, lukisan kapal laut di kamar Lucy tiba-tiba menjadi nyata dan membawa mereka bertiga kembali ke Narnia. Eustace yang tidak mempercayai negeri khayalan itu menjadi terheran-heran melihat si tikus Reepicheep dan makhluk-makhluk dongeng lainnya. Sedangkan Lucy dan Edmund malah senang berjumpa kembali dengan sahabat mereka Caspian yang sudah menjadi Raja saat ini dan sedang dalam misi menemukan tujuh pedang Raja-Raja Narnia yang hilang seperti janjinya pada Aslan. Perjalanan panjang mereka mendapat banyak tantangan yang berat kemudian. Berhasilkah mereka menuntaskan misi sekaligus menguak kabut hijau misterius yang mematikan itu?

Nice-to-know:
Setelah The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008) tidak mencetak hasil yang diharapkan di tangga box-office, Walt Disney tidak turut memproduseri dan mensponsori episode Narnia selanjutnya.

Cast:
Georgie Henley sebagai Lucy Pevensie
Skandar Keynes sebagai Edmund Pevensie
Ben Barnes sebagai Caspian
Will Poulter sebagai Eustace Scrubb

Voice:
Liam Neeson sebagai Aslan
Simon Pegg sebagai Reepicheep

Director:
Sutradara Inggris berusia 69 tahun bernama Michael Apted sebelum ini menyutradarai Married In America 2 (2007).

Comment:
Bagi yang sudah terbiasa dengan kehadiran Peter dan Susan, bersiaplah kecewa karena keduanya tidak tampil lagi disini. Yang ada hanyalah Edward dan Lucy yang juga telah beranjak remaja. Beruntung masih ada Caspian yang memperkuat nuansa petualangan dari seri sebelumnya. Sebagai gantinya ada peran Eustace yang tampaknya cukup penting meskipun muka baru dalam Narnia series. Kita akan “tidak nyaman” melihat tingkah laku dan mendengar suara gerutunya yang sangat mendominasi itu, dibawakan dengan sangat baik oleh Poulter. Chemistry nya dengan si tikus pejuang Reepicheep yang disuarakan oleh Pegg juga tergolong unik dan menarik.
Sutradara Apted seakan membawa Narnia ke dunia yang baru dengan visual efek yang memukau dengan berbagai setting yang variatif. Sayangnya sedikit terganggu dengan dialog yang terlalu umum dan terkesan cheesy. Chapter per chapter dikerjakan dengan pace yang seimbang mengarah pada klimaks yang cukup seru, sedikit berbeda dengan dua seri sebelumnya yang cenderung antiklimaks dan terlalu lambat. Bamyak pesan moral yang coba disisipkan disini, salah satunya adalah mencoba menjadi diri sendiri dan bersyukur atas berkat apapun yang telah diberikan. Niscaya hidup akan lebih bermakna bagi pribadi ataupun orang lain.
Secara keseluruhan, rasanya The Chronicles of Narnia : The Voyage of the Dawn Treader menyajikan aksi petualangan yang bisa dinikmati anak-anak dan orang dewasa sekaligus. Anda bisa tertawa sekaligus terpacu dibuatnya. Walaupun mungkin ada kelompok penonton yang kecewa dengan kisah fantasi disini yang di luar kebiasaan, tidak ada salahnya tetap menyaksikan penutup trilogy satu ini. Tidak perlu dalam 3D karena tidak banyak gambar hidup yang bisa dijual apalagi dark scenes nya cukup dominan. Satu hal yang unik bagi saya, Narnia seakan sebuah agama tersendiri terutama dari pandangan umat Kristiani, analogikan Aslan sebagai Tuhan yang selalu membimbing dan mengarahkan dengan suara-suaranya. Menarik bukan?

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$24,500,000 in opening week of early Dec 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 08 Juli 2009

ICE AGE 3 : Bertualang Di Era Dinosaurus Yang Terkubur Dalam

Quotes:
Manny-[Sid guards the three baby Tyrannosaurs from an adult] Sid! Give them to her! She's their mother!
Sid-How do I know she's their mother?
Manny-What do you want, a birth certificate? She's a *dinosaur*!
----------
Buck-[from trailer] Are you ready for adventure?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For danger?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For death?
Eddie-Uhh, can you repeat the question?

Cerita:
Sibuk mengurusi istrinya Ellie yang akan segera melahirkan, Manny mulai mengabaikan sahabat-sahabatnya, Sid dan Diego. Terlebih setelah Diego mempertanyakan "kebuasannya" sendiri setelah lama tidak berburu. Merasa terusir, Sid malah menemukan tiga telur yang segera ia anggap anak-anaknya sendiri. Sementara itu Scrat masih sibuk mengejar biji kenari kesukaannya dan ternyata harus bersaing dengan Scratte, betina cantik menggoda. Jauh di bawah lapisan es tempat mereka tinggal, masih berlangsung kehidupan dinosaurus yang selama ini sudah dianggap punah. Apa yang membawa mereka pada akhirnya harus berjibaku di dunia yang sama sekali asing tersebut? Lalu siapa sebenarnya Buck yang mengganggap dirinya pemburu dinosaurus?

Gambar:
Seri ketiga Ice Age ini masih menyajikan animasi yang luar biasa detail dan indah. Terlebih konsep 3D dibalutnya sebagai suatu inovasi digital masa kini. Manjakan mata anda dan anak-anak anda!

Voice:
Masih melanjutkan suara khas mereka masing-masing adalah
Ray Romano sebagai Manny
John Leguizamo sebagai Sid
Denis Leary sebagai Diego
Queen Latifah sebagai Ellie
Chris Wedge sebagai Scrat
Josh Peck sebagai Eddie
Seann William Scott sebagai Crash
Ditambah dua karakter baru yakni Karen Disher sebagai Scratte dan Simon Pegg sebagai Buck.

Sutradara:
Masih dibidani oleh Carlos Saldanha selaku co director seri pertama sebelum naik jabatan dalam seri kedua. Dalam seri ketiganya, turut mendapat bantuan Mike Thurmeier sebagai co director.

Komentar:
Kesampingkan sejenak logika anda bahwa jaman es dan era dinosaurus bisa dipersatukan. Nikmatilah film ini sebagai hiburan belaka yang sarat dengan nilai-nilai keluarga yakni membangun, menjaga, melindungi dan mempersatukan. Plot cerita yang kreatif mampu mengembangkan humor yang cerdas dan tajam meski diawali dengan cukup lambat. Semakin ke belakang, anda akan diseret dalam petualangan seru terutama dengan munculnya beberapa tokoh sentral seperti Buck yang rasanya diilhami oleh karakter Indiana Jones dan membawa film ini melaju cepat tanpa batas. Jika anda menyukai seri pertama, lebih menyukai seri kedua, pasti puas dengan seri ketiga ini. Tidak seperti animasi lain yang stagnan dari seri ke seri berikutnya, Ice Age malah semakin baik!

Durasi:
90 menit

U.K. Box Office:
$12,350,000 in opening week July 7

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!