XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label john leguizamo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label john leguizamo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

ICE AGE 4 : CONTINENTAL DRIFT Familiar Adventure Forgetable Additional Series

Quotes:
Peaches: So tell me, when exactly will I be allowed to hang out with boys?
Manny: When I'm dead. Plus three days, just to make sure I'm dead.

Nice-to-know:
Awalnya film berjudul Ice Age: Th4w dimana bercerita seputar Manny, Sid, Diego, Ellie dan Scrat yang membeku sebelum dicairkan di museum masa kini.

Cast:
Ray Romano sebagai Manny
Seann William Scott sebagai Crash
Queen Latifah sebagai Ellie
Denis Leary sebagai Diego
John Leguizamo sebagai Sid
Peter Dinklage sebagai Captain Gutt
Wanda Sykes sebagai Granny
Jennifer Lopez sebagai Shira
Keke Palmer sebagai Peaches
Josh Gad sebagai Louis


Director:
Mike Thurmeier melanjutkan karya penyutradaraannya di installment ketiga dengan menggandeng debutan Steve Martino.

W For Words:
Saya merupakan salah satu penggemar berat franchise animasi Ice Age di samping Shrek dan Toy Story. Ketiga seri sebelumnya cenderung memuaskan meski kekhawatiran sempat muncul dalam benak jika installment keempatnya ini akan kehabisan energi. Michael Berg yang juga menulis seri 1 dan 3 nya kali ini kembali menggandeng Jason Fuchs yang lebih dikenal sebagai aktor televisi untuk menulis skrip bersama. Jangan ketinggalan film pendek The Simpsons yang berjudul “The Longest Daycare” sebagai menu pembukanya yang amat memikat itu.

Dunia seakan terbelah, memecah benua menjadi dataran-dataran terpisah. Manny, Diego dan Sid harus bertualang sekali lagi menggunakan potongan es sebagai kapal, mencari jalan kembali pada keluarga masing-masing. Perjalanan yang semula mulus itu lantas dihempas badai sebelum menghadapkan mereka pada kawanan bajak laut yang diketuai oleh Kapten Gutt sebagai pemilik ambisi penguasa lautan. Sid yang didampingi neneknya, Diego yang jatuh cinta pada Shira harus mendukung Manny bertemu dengan Ellie dan putri keduanya yang beranjak remaja, Peaches.

Kemunculan Scrat seperti biasa dinantikan sebagai penyeimbang yang fresh. Adegan pembuka yang memperlihatkannya mengacaukan “bumi” terbilang hilarious meski harus mengabaikan korelasi waktu itu sendiri, apakah benar ia dan Manny cs berada pada jaman yang sama? I don’t think so. Adegan penutup yang mempertontonkan keserakahannya akan biji kenari merupakan pesan moral yang patut diingat baik anak-anak maupun orang dewasa sekalipun. Yes, Scratlantis is one super idea, not to giving away a lot of spoilers here.

Terus terang petualangan yang dilalui Manny, Diego dan Sid tidaklah sekuat pada seri sebelumnya. Hal ini mungkin disebabkan karena banyaknya kemiripan elemen dengan film yang sudah-sudah, sebut saja Kapten Gutt dan Sirene yang mengingatkan anda pada Blackbeard dan Syrena dalam franchise Pirates of the Caribbean. Tidak dijelaskan apa yang melatarbelakangi aksi bajak laut yang tiba-tiba muncul tersebut. Romantika Diego dan Shira juga tidak tergali dengan baik, tidak seperti Louis dan Peaches yang mengajarkan bahwa perbedaan tak sewajarnya mengganggu persahabatan.

Animasinya sendiri masih tergolong berisi dan penuh warna sebagai penyokong karakter-karakter baru maupun lama yang variatif itu. Efek 3D nya lumayan mendukung walau tidak sampai megah sekali. Adegan badai dan tornado di laut serta pertempuran di akhir yang melibatkan si paus Precious mampu mencuri perhatian anda yang mungkin sudah mulai bosan dengan plot yang itu-itu saja tanpa kejutan berarti. Sayangnya tidak dibarengi oleh penerapan humor menggigit yang masih labil, dalam arti terkadang berhasil, terkadang tidak.

Ice Age 4 : Continental Drift lebih terasa sebagai pelengkap saja terhadap keseluruhan seri tanpa mampu menandingi kualitas tiga episode sebelumnya yang benar-benar mengikatkan penonton pada karakter-karakternya tersebut. Tidak ada tikungan yang berarti untuk membangkitkan excitement anda yang terjaga di level standar. It’s fairly plain for adults but still enjoyable for kids despite its fun ride for such new adventure. Film ini jelas hanya diperuntukkan bagi anda yang kangen dengan Manny cs dan sekadar ingin bernostalgia dengan kondisi jaman es yang imajinatif tersebut. Well, I do hope this will be the last installment from Fox before gets ugly.

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$46,000,000 in opening week mid July 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 26 Februari 2012

ONE FOR THE MONEY : Worthless For The Money


Quotes:
Lula: We got the whole good cop/bad cop thing going on; except we're hookers.


Nice-to-know:
Baik Katherine Heigl, Jason O'Mara, Daniel Sunjata dan Debra Monk kesemuanya pernah tampil dalam Grey's Anatomy.


Cast:
Katherine Heigl
sebagai Stephanie Plum

Jason O'Mara
sebagai Joe Morelli

Daniel Sunjata
sebagai Ranger

John Leguizamo
sebagai Jimmy Alpha

Sherri Shepherd sebagai Lula
Debbie Reynolds
sebagai Grandma Mazur


Director:

Merupakan film layar lebar kedua bagi Julie Anne Robinson setelah The Last Song (2010).

W for Words:

Saya mengakui bahwa Katherine Heigl adalah aktris cerdas yang namanya masuk jajaran selebritis papan atas Hollywood selama beberapa tahun terakhir. Namun apa yang terjadi dengan pilihan perannya yang tampak semakin bodoh dari waktu ke waktu apalagi dengan kualitas sidekick yang semakin menurun. Komedi romantis yang diangkat dari novel Janet Evanovich ini tanpa pengecualian apalagi premisnya mirip sekali dengan The Bounty Hunter (2010).

Penggangguran dengan status janda cerai membuat Stephanie Plum harus menerima pekerjaan apapun termasuk sebagai pemburu bayaran dari sepupunya sendiri. Target pertama Stephanie tak lain tak bukan adalah mantan suaminya sendiri yakni Joe Morelli, seorang polisi yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Berhasilkah Stephanie membekuk Joe yang bersikeras bahwa ada pelaku lain di balik semua itu yang harus diungkapkan untuk membersihkan namanya?

Sutradara Julie Anne Robinson tampak bekerja keras untuk menjaga mood film agar tetap ringan. Lihat saja adegan dimana Grandma Mazur meledakkan kalkun sewaktu makan malam keluarga atau saat mobil Joe meledak karena bom yang ditargetkan untuk Stephanie. Atau yang lebih menjurus pornoaksi adalah ketelanjangan Stephanie kala diborgol Joe di kamar mandinya. Serentetan kejadian itu tak dinyana terkesan “memaksa“ penonton tertawa getir untuk tidak terlalu bersikap serius menikmatinya.

Saya tidak bermaksud mengecilkan arti Jason O’Mara tapi jika dibandingkan Ashton Kutcher, Josh Duhamel, Gerard Butler yang jauh lebih kharismatik? Heigl harus lebih selektif lagi dari sekadar mengumpulkan teman-teman sejawatnya dalam Grey’s Anatomy karena chemistry dengan lawan main teramat penting apalagi untuk genre semacam ini. Untungnya ia sendiri masih dapat menampilkan pesona gadis pirang seksi nan menggoda terlepas dari menyedihkannya karakter Stephanie Plum yang jatuh di titik terendah dalam hidupnya tersebut.

One For The Money bergerak dalam jalur yang tak beraturan, from no clue to clue but without any logical process along the way. Jika tidak percaya anda bisa runut aksi Stephanie Plum dari awal hingga akhir mulai dari “menelanjangi” dirinya sendiri, bertukar informasi dengan pelacur, belajar menembak sampai menyambangi preman. Dengan kuasa yang cukup besar karena duduk pula di jajaran produser eksekutif maka semua kesalahan patut ditujukan pada Heigl seorang yang entah ambisius atau kehabisan akal untuk menjual apa yang ia punya. She’s hot but we’ve already seen her in similar better roles before!

Durasi:
91 menit


U.S. Box Office:
$23,679,658 till Feb 2012.

Overall:

7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average

7.5-average n enjoyable

8-good

8.5-very good

9-excellent

Senin, 26 September 2011

VANISHING ON 7TH STREET : Ancaman Mematikan Kegelapan Misterius

Quotes:
Rosemary: We can wait until morning.
Luke: Are you sure there's one coming?


Storyline:
Ketika pemadaman listrik menghantam Detroit dalam kegelapan total, sebagian manusia menemukan dirinya harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup. Sebuah kekuatan hitam misterius telah merenggut nyaris seluruh populasi kota dan hanya menyisakan jejak pakaian ataupun kendaraan yang terbengkalai. Luke, penyiar televisi yang baru kembali dari tugasnya harus bertandem dengan Rosemary dan James untuk menjaga cahaya yang tersisa agar tetap hidup.

Nice-to-know:

Diproduksi secara keroyokan oleh Herrick Entertainment,Plum Pictures, Circle of Confusion, Forest Park Pictures, Mandalay Vision dengan bujet kurang lebih 10 juta dollar.

Cast:
Terakhir terlihat dalam Takers yang dirilis dalam tahun yang sama, Hayden Christensen bermain sebagai Luke
Pernah dinominasikan Aktor Pendukung Terbaik dalam Golden Globe lewat To Wong Foo Thanks for Everything, Julie Newmar (1995), John Leguizamo berperan sebagai Paul
Thandie Newton sebagai Rosemary
Jacob Latimore sebagai James
Taylor Groothuis sebagai Briana

Director:
Brad Anderson pernah menangani Christian Bale dalam The Machinist (2004).

Comment:
Film kecil ini nyatanya masih mampu menarik nama-nama tenar seperti Christensen, Leguizamo dan Newton untuk bermain di dalamnya. Meskipun pada akhirnya langsung rilis dalam format video di Amerika sana, Indonesia sendiri menayangkannya dalam format layar lebar. Sayang momentumnya salah karena harus berhadapan dengan film-film musim panas yang terlambat masuk sehingga dalam hitungan hari langsung tergusur dari bioskop-bioskop. Andai tayang paska Lebaran dimana sepi film-film asing, mungkin pihak 21 bisa sedikit lebih optimis.
Entah apa yang ingin disampaikan oleh penulis skrip Anthony Jaswinski kali ini. Saya cuma dapat menangkap dua hal yang paling mungkin yaitu teror hantu kegelapan dan balada manusia bertahan hidup. Malangnya, sang hantu tidak benar-benar menciptakan ketakutan dan kaum manusia pun tidak betul-betul memperlihatkan sisi emosionalnya. Alhasil film ini seperti kehilangan identitasnya, sesuatu yang sangat krusial sebagai nilai jual.
Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab selama satu setengah jam seperti halnya, “Mengapa orang-orang ini tidak terambil oleh kegelapan?”, “Kenapa siang hari terasa begitu singkat?”, “Mengapa kekuatan jahat ini hanya bisa menggunakan media kegelapan?”, “Bagaimana cahaya dapat mengusir kegelapan dengan begitu kontras?”, “Mengapa tidak satupun peralatan elektronik di dunia modern ini berfungsi dengan normal?”.
Sutradara Anderson tidak membuatnya lebih baik. Konsep yang demikian miskin tidak didukung oleh editing dan sinematografi yang kreatif. Semuanya serba flat. Sama halnya dengan kinerja Leguizamo, Christensen dan Newton yang tampak kebingungan satu sama lain dengan dialog yang minim dan tidak inspiratif sama sekali. Mudah-mudahan alasan mereka menerima proyek ini bukan sekadar ingin eksis daripada berdiam diri dalam kebintangan yang mulai meredup.
Cukup mengherankan Vanishing On 7th Street dapat melewati screening test bagaimanapun prosesnya berjalan. Jika kreator/filmmakernya diibaratkan guru yang meninggalkan kelas setelah menulis soal-soal pertanyaan di papan tulis dengan tujuan memberi waktu bagi murid-muridnya untuk menjawab semua itu. Yang terjadi kemudian adalah guru yang tidak pernah kembali ke kelas dan murid-murid yang telanjur meninggalkan kelas karena kebingungan. Siapa yang akan menjawab soal-soal itu?

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$22,197 till Mar 2011

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 08 Juli 2009

ICE AGE 3 : Bertualang Di Era Dinosaurus Yang Terkubur Dalam

Quotes:
Manny-[Sid guards the three baby Tyrannosaurs from an adult] Sid! Give them to her! She's their mother!
Sid-How do I know she's their mother?
Manny-What do you want, a birth certificate? She's a *dinosaur*!
----------
Buck-[from trailer] Are you ready for adventure?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For danger?
Crash, Eddie-Yes, sir!
Buck-For death?
Eddie-Uhh, can you repeat the question?

Cerita:
Sibuk mengurusi istrinya Ellie yang akan segera melahirkan, Manny mulai mengabaikan sahabat-sahabatnya, Sid dan Diego. Terlebih setelah Diego mempertanyakan "kebuasannya" sendiri setelah lama tidak berburu. Merasa terusir, Sid malah menemukan tiga telur yang segera ia anggap anak-anaknya sendiri. Sementara itu Scrat masih sibuk mengejar biji kenari kesukaannya dan ternyata harus bersaing dengan Scratte, betina cantik menggoda. Jauh di bawah lapisan es tempat mereka tinggal, masih berlangsung kehidupan dinosaurus yang selama ini sudah dianggap punah. Apa yang membawa mereka pada akhirnya harus berjibaku di dunia yang sama sekali asing tersebut? Lalu siapa sebenarnya Buck yang mengganggap dirinya pemburu dinosaurus?

Gambar:
Seri ketiga Ice Age ini masih menyajikan animasi yang luar biasa detail dan indah. Terlebih konsep 3D dibalutnya sebagai suatu inovasi digital masa kini. Manjakan mata anda dan anak-anak anda!

Voice:
Masih melanjutkan suara khas mereka masing-masing adalah
Ray Romano sebagai Manny
John Leguizamo sebagai Sid
Denis Leary sebagai Diego
Queen Latifah sebagai Ellie
Chris Wedge sebagai Scrat
Josh Peck sebagai Eddie
Seann William Scott sebagai Crash
Ditambah dua karakter baru yakni Karen Disher sebagai Scratte dan Simon Pegg sebagai Buck.

Sutradara:
Masih dibidani oleh Carlos Saldanha selaku co director seri pertama sebelum naik jabatan dalam seri kedua. Dalam seri ketiganya, turut mendapat bantuan Mike Thurmeier sebagai co director.

Komentar:
Kesampingkan sejenak logika anda bahwa jaman es dan era dinosaurus bisa dipersatukan. Nikmatilah film ini sebagai hiburan belaka yang sarat dengan nilai-nilai keluarga yakni membangun, menjaga, melindungi dan mempersatukan. Plot cerita yang kreatif mampu mengembangkan humor yang cerdas dan tajam meski diawali dengan cukup lambat. Semakin ke belakang, anda akan diseret dalam petualangan seru terutama dengan munculnya beberapa tokoh sentral seperti Buck yang rasanya diilhami oleh karakter Indiana Jones dan membawa film ini melaju cepat tanpa batas. Jika anda menyukai seri pertama, lebih menyukai seri kedua, pasti puas dengan seri ketiga ini. Tidak seperti animasi lain yang stagnan dari seri ke seri berikutnya, Ice Age malah semakin baik!

Durasi:
90 menit

U.K. Box Office:
$12,350,000 in opening week July 7

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 09 Maret 2009

RIGHTEOUS KILL : Kiblat Dua Detektif Uzur Menangani Kasus Pembunuhan Berantai

Quotes:
Turk-You don't become a cop because you want to serve and protect. You join the force because they let you carry a gun and a badge. You do it because you get respect.

Cerita:
Dua detektif NYPD yang beranjak tua, Turk dan Rooster bersahabat sejak dulu dan menghadapi pembunuh serial yang melakukan pembunuhan terhadap pelaku kriminal yang lolos dari hukum. Mereka punya problema masing-masing dan saat bekerja dengan tim yang lebih muda, Perez dan Riley, ketegangan tidak terelakkan terlebih saat Turk tinggal dengan mantan kekasih Perez, Karen yang juga seorang detektif investigasi. Apa yang sebetulnya melatar belakangi pembunuh serial tersebut?

Gambar:
Selayaknya drama bertemakan kepolisian, gambar dan setting seringkali berpindah-pindah disesuaikan dengan ciri khas investigasi.

Act:
Pelaku film ini semuanya memiliki nama di kancah perfilman Hollywood sehingga kaliber aktingnya merupakan jaminan bagi film itu sendiri.
Robert De Niro sebagai Turk.
Al Pacino sebagai Fisk.
John Leguizamo sebagai Perez.
Donnie Wahlberg sebagai Riley.
Carla Gugino sebagai Karen.

Sutradara:
Sebagai orang yang pernah membesut drama romantika reporter Up Close & Personal (2006), Jon Avnet bukan orang baru dalam kancah produksi film Hollywood. Beberapa genre film yang pernah dikerjakannya menambah supervisinya terhadap sebuah film.

Komentar:
Jaminan dua nama besar De Niro dan Pacino tidak cukup berhasil mengangkat film ini. Sepintas alur film ini seperti terkesan "malas" untuk bercerita dengan teratur karena dibangun dengan struktur yang sudah bisa ditebak. Ending film yang seharusnya menjadi klimaks menjadi tidak terlalu penting lagi. Jangan bandingkan film ini dengan reuni kedua aktor tersebut dalam HEAT karena hanya membuat RIGHTEOUS KILL terlihat sangat buruk dan penuh kemustahilan untuk bisa dinikmati secara utuh sebagai sebuah film yang menjual cast.

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$40,076,438 till end of 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!