XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label brendan fraser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label brendan fraser. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2010

FURRY VENGEANCE : Balas Dendam Binatang Terhadap Developer

Tagline:
He came. He saw. They conquered.

Storyline:
Perhutanan Oregon akan dihancurkan Neal Lyman dan dibangun menjadi area permukiman sekaligus pusat perbelanjaan. Untuk itu Neal mengutus ketua tim developer yang kesekian kalinya, Dan Sanders untuk menangani proyek tersebut. Istri dan anak Dan, Tammy dan Tyler terpaksa menerima kenyataan mereka tinggal di rumah contoh dan jauh dari peradaban normal selama setahun. Tanpa mereka semua sadari, sekelompok binatang hutan yang dipimpin seekor rakun cerdas tengah menyiapkan serangan balasan untuk menggagalkan semua pembangunan tersebut. Siapa yang akhirnya menang?

Nice-to-know:
Sempat dipertimbangkan nama Steve Carell dan Jeremy Piven sebelum akhirnya Brendan Fraser mengambil peran Dan Sanders.

Cast:
Peran layar lebar pertamanya dilakoni Brendan Fraser dalam Dogfight (1991). Kini ia memerankan Dan Sanders, agen developer real-estate yang bermasalah dengan rakun dan sigung pengganggu.
Angkat nama lewat serial televisi "Community", Ken Jeong menjadi Neal Lyman, bos Dan yang cerewet menyebalkan.
Brooke Shields sebagai Tammy Sanders
Matt Prokop sebagai Tyler Sanders

Director:
Roger Kumble angkat nama setelah mengarahkan film pertamanya, Cruel Intentions (1999).

Comment:
Sebelum menuntaskan niat anda untuk menonton film ini, saya ingatkan bahwa saat ini sudah tahun 2010! Masihkah relevan plot serupa yang diutarakan dengan jaman sekarang? Jawabannya tidak. Kita sudah berulang kali menyaksikan perseteruan hewan dan manusia atas dasar apapun di atas jalur komedi tentunya. Seribu satu trik konyol sudah ditampilkan sehingga tidak ada kejutan yang berarti lagi.
Trio oon Fraser, Jeong, Shields semakin memperparah karir akting mereka masing-masing dengan bermain disini. Jeong yang bermuka Asia bisa sedikit termaafkan karena Hollywood masih membutuhkan figur seperti ini untuk sidekick ataupun antagonis komedik. Shields yang sempat dinobatkan sebagai salah satu wanita tercantik era 90an kini tinggal nama saja. Lalu Fraser? Namanya menukik drastis belakangan ini. Saya pikir obesitas adalah salah satu alasannya. Entah disengaja atau tidak? Dan ia semakin memperbodoh penampilannya dengan bra ataupun pakaian wanita berwarna menyala disini. OMG!
Sutradara Kumble sedapat mungkin memaksimalkan animasi CGI untuk menggantikan peran si rakun dan sigung pengganggu di setiap scene. Sepintas terlihat mulus tetapi jika dicermati terlihat sangat nyata kepalsuannya. Dan melihat mereka berkomunikasi dengan "balon bicara" selayaknya di komik-komik bergambar yang bahkan tidak dapat dimengerti sungguh mengolok-olok logika audiens. Setelah hari yang berat di kantor, awalnya saya pikir film ini dapat mengobati kepenatan dan ternyata saya salah. Furry Vengeance mungkin saja menghibur dan membuat anda tertawa lepas tetapi percayalah sesungguhnya tidak benar-benar lucu dan terlalu dangkal sebagai sebuah hiburan.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$17,596,256 till mid July 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 05 Juli 2009

INKHEART : Saat Membaca Bisa Mewujudkan Mimpi

Quotes:
Dustfinger-His name's Gwin. And I know he looks charming, but you know what they say about books and covers.
Meggie Folchart-Yes, I do. And I also know what they say about talking to strangers. Excuse me. Dustfinger-But I'm no stranger, Meggie.

Cerita:
Mo Folchart bersama putrinya Meggie memiliki hobi mencari buku-buku antik. Hal itu bukan tanpa alasan karena sesungguhnya Mo adalah seorang silvertongue yang berkemampuan mewujudkan imajinasi buku ke dalam dunia nyata hanya dengan membacakannya! Ada satu buku yang terus ia cari yaitu buku dimana istrinya, Resa terperangkap di dalamnya. Sayangnya hal tersebut tidak mudah karena Capricorn berambisi mendapatkan buku pusaka Mo, Inkheart untuk menguasai dunia nyata. Dengan bantuan Dustfinger dan Farid dari dunia fiksi, Mo dan Meggie harus bahu membahu membereskan semua kekacauan yang terjadi sebelum semuanya terlambat!

Gambar:
Gambar fantasi yang ditampilkan cukup atraktif. Sebagian bersyuting di England dan Italy termasuk gambaran kota dongeng yang megah itu.

Act:
Karir aktor yang satu ini boleh dibilang turun naik. Sempat terlibat dalam film peraih Oscar, Crash (2004), Brendan Fraser kembali dalam genre fiksi petualangan sebagai Mo Folchart alias Silvertongue. Seorang suami sekaligus ayah yang berjuang dengan kemampuan istimewanya demi keutuhan keluarga dan dunia.
Terkenal sebagai Gollum dalam trilogi The Lord Of The Rings, Andy Serkis kebagian peran antagonis Capricorn yang ambisius dan licik.
Sienna Guillory sebagai Resa, istri Mo sekaligus ibu Meggie yang lama terlupakan karena menghilang ke dalam buku.
Aktris muda Inggris, Eliza Bennett bermain cemerlang sebagai putri Mo yang cerdas, Meggie Folchart.
Didukung pula oleh duet Paul Bettany dan Rafi Gavron sebagai tokoh-tokoh fiksi Dustfinger dan Farid yang terdampar di dunia nyata.

Sutradara:
Sutradara kelahiran Inggris, Iain Softley terakhir membesut The Skeleton Key (2005). Kali ini kembali dengan genre yang sama sekali baru baginya meskipun belakangan genre serupa kurang diterima publik selayaknya Seeker : The Dark Is Rising, The Spiderwick Chronicles dll.

Komentar:
Nilai jual utama film ini adalah jajaran cast yang ternama dan itu dibuktikan Bettany, Mirren, Broadbent, Serkis, Fraser dll yang cukup outstanding dengan perannya masing-masing. Di luar itu, film ini diangkat dari novel laris yang bercerita tentang fantasi petualangan, mohon lupakan sejenak kegagalan beberapa film sejenis belakangan ini. Secara keseluruhan, efek yang digunakan ok dan terlihat riil sehingga tercipta film yang menghibur dan mudah diikuti. Sayangnya empati masyarakat tampaknya kurang saat film ini dirilis. Jangan terpengaruh dan silakan anda masuki dunia Inkheart!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$17,281,832 till Apr 09

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 26 November 2008

JOURNEY TO THE CENTER OF THE EARTH : Eksplorasi Dunia Tersembunyi Di Pusat Bumi

Quotes:
Trevor-"We're still falling."
-----
Sean[running from a dinosaur]-"Haven't you ever seen a dinosaur before?"Trevor-"Not with skin on it!"


Cerita:
Professor Trevor Anderson menerima kedatangan keponakannya yang masih remaja, Sean Anderson selagi ibunya Elizabeth bersiap diri pindah ke Kanada beberapa tahun setelah kepergian suaminya. Sebelum pergi, Elizabeth memberikan sebuah kotak peninggalan Max dan Trevor menemukan buku dengan referensi perjalanan terakhir kakaknya itu. Demi menjawab misteri itu, Trevor mengajak Sean melancong ke Iceland dan bertemu dengan pemandu cantik, Hannah Ásgeirsson. Selagi mereka mendaki gunung mencari pemancar yang menangkap signal aneh, petir menyambar yang menyebabkan mereka harus bersembunyi di dalam gua dan kemudian terjebak setelah batu-batu menutupi jalan masuk mereka. Berusaha mencari jalan keluar, mereka malah terjatuh ke lubang yang sangat dalam dan menemukan pintu masuk menuju dunia yang hilang di perut bumi yang penuh dengan keajaiban yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaimana akhir dari petualangan mereka?

Gambar:
Film ini dikemas dengan semangat 3D sehingga beberapa obyek terlihat sangat kontras warnanya. Adegan-adegan yang mungkin akan membuat takjub dan membawa anda berfantasi di dalamnya.

Act:
Brendan Fraser melanjutkan peran stereotypenya sebagai manusia petualang yang kocak dan terkadang sok pintar bernama Trevor. Cukup berhasil untuk menghibur memang!
Josh Hutcherson telah menunjukan talentanya di Hollywood sejak usia dini. Perannya disini sebagai Sean yang pandai mampu mengimbangi Brendan yang lebih senior.
Anita Briem memulai debutnya di film besar Hollywood. Tidak buruk untuk seorang gadis pemandu Hannah yang cantik dan tangguh.

Sutradara:
Eric Brevig cukup berhasil memandu film remake berjudul sama tahun 1959 ini menjadi tontonan keluarga yang mengasyikan. Chemistry yang tercipta antara tiga tokoh utamapun tercipta dengan baik. Efek visual dan grafis yang ditampilkan cukup konsisten memanjakan mata penonton.

Komentar:
Jika memiliki uang lebih, cobalah nonton di theatre 3D, niscaya akan lebih memuaskan karena itu keunggulan utama film ini. Sebagai film fiksi petualangan yang ringan, film ini cocok ditonton beramai-ramai dengan keluarga atau teman-teman anda tanpa perlu berpikir panjang mengikuti jalan ceritanya yang fun.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$101,352,745

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!