XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label gary oldman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gary oldman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

LAWLESS : Riveting Truth and Fiction Bootlegging Days


Quote:
Forrest Bondurant: Jack, look at me. We're survivors. We control the fear. And without the fear, we are all as good as dead. Do you understand? - Do you?

Nice-to-know:
Karakter Forrest Bondurant seharusnya lebih kurus tapi tubuh Tom Hardy membesar karena The Dark Knight Rises (2012).

Cast:
Shia LaBeouf sebagai Jack Bondurant
Tom Hardy sebagai Forrest Bondurant
Jason Clarke sebagai Howard Bondurant
Guy Pearce sebagai Charlie Rakes
Jessica Chastain sebagai Maggie Beauford
Mia Wasikowska sebagai Bertha Minnix

Dane DeHaan sebagai Cricket Pate
Gary Oldman sebagai Mason Wardell

Director:
Merupakan feature film kelima John Hillcoat setelah terakhir menangani The Road (2009).

W For Words:
Jika anda pernah membaca atau setidaknya mengetahui novel berjudul "The Wettest County in the World" (2008) karangan Matt Bondurant, bisa dipastikan bayangan kerasnya kondisi kehidupan negara barat pada masa lampau sedianya akan terpampang dalam benak. Sekadar catatan, Matt adalah cucu langsung dari Jack Bondurant yang merupakan salah satu tokoh sentral dalam cerita. Nah film ini adalah adaptasi resmi yang skripnya ditulis oleh Nick Cave. Jajaran cast yang mengisi pun tidak main-main.  Penasaran?  You should be.

Tahun 1931 di Franklyn County, Virginia hiduplah tiga bersaudara Bondurant yang menjadi penguasa setempat, terima kasih pada Kepala Wilayah Mason Wardell yang korup. Si sulung, Forrest dikenal sebagai legenda karena selamat dari perang. Ia lantas jatuh hati pada Maggie, mantan penari yang bekerja di barnya. Si tengah, Howard adalah begundal tangguh yang sulit mengontrol emosi. Si bungsu, Jack dapat dikatakan pengecut bersama sahabat karibnya si pincang Cricket Pate. Ketenangan mereka mulai terusik saat Sherif Khusus, Charles Rakes bertekad menjalankan peraturannya.

Kisah nyata memang tak pernah mudah diterjemahkan. Namun sutradara Hillcoat tergolong berhasil melakukannya. Kita tak hanya disuguhi sepak terjang Bondurant bersaudara tetapi juga intrik politik yang terjadi di Franklin County. Sah-sah saja jika pada akhirnya ditambahkan beberapa elemen fiktif untuk memperkuat narasi. Pilihan warna-warni tonenya seakan menegaskan era The Great Depression yang cenderung naik turun bagi siapapun yang hidup di dalamnya. Menarik melihat panggung berlanskap yang begitu alami lengkap dengan nilai produksi yang tinggi.

Sebagai dua pihak berseberangan yang sudah memilih jalan hidupnya masing-masing, Hardy dan Pearce tampil menawan. Keberingasan Forrest (masih dalam bayang-bayang Bane) masih akan mengundang simpati penonton. Sedangkan kesadisan Charlie (masih terbawa sosok Killian) secara tidak langsung menggiring antipati pemirsa. Upaya LaBeouf untuk menokohkan Jack yang labil pantas diapresiasi karena berhasil menjembatani berbagai karakter dalam film. Sayangnya Clarke tidak mendapat porsi memadai untuk benar-benar unjuk gigi dibanding abang dan adiknya itu.

Chastain seperti biasa memperlihatkan kelasnya. Tak peduli seberapa minim kemunculannya, tokoh Maggie tetaplah penting untuk menunjukkan ‘peran wanita’ di antara dominasi pria sekalipun. Sedangkan Wasikowska kebagian karakter Bertha yang polos manis. Status scene-stealer patut dialamatkan terhadap DeHaan yang tampak begitu hidup sebagai si lugu timpang. Sayangnya aktor senior Oldman terkesan kurang diberdayakan di sini. Banyaknya nama yang terlibat membuat fokus utama dan tambahan silih berganti masuk demi penyesuaian konfliknya.

Lawless menghadapi tantangan sulit dalam penyajiannya. Bagaimana drama konspirasi harus tetap terkait erat dengan konten historis yang ada. Bagi saya tontonan yang satu ini tetap akan memorable karena akting mumpuni para cast dan strategi filmmaking cerdas sang sutradara. Belum lagi porsi kekerasan brutal yang tak jarang membuat penonton merasa gelisah di kursi masing-masing. Tak usah memungkiri keberpihakan anda pada keluarga Bondurant di masa jayanya yang tak taat hukum tersebut. You know that true-life is (always) stranger than fiction!

Durasi:
116 menit

U.S. Box Office:
$37.397.291 till Nov 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 20 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : Inspiring Bruce Wayne’s Fascinating Finale


Quotes:
Bruce Wayne: Why didn't you just kill me?
Bane: Your punishment must be more severe.

Nice-to-know:
Tiket untuk premiere film ini di teater IMAX New York terjual enam bulan di muka.

Cast:
Christian Bale sebagai Bruce Wayne / Batman
Tom Hardy sebagai Bane
Liam Neeson sebagai Ra's Al Ghul
Joseph Gordon-Levitt sebagai John Blake
Anne Hathaway sebagai Selina Kyle / Catwoman
Gary Oldman sebagai Jim Gordon
Morgan Freeman sebagai Lucius Fox
Marion Cotillard sebagai Miranda Tate
Michael Caine sebagai Alfred

Director:
Merupakan feature film ke-8 bagi Christopher Nolan yang memulainya sejak Following (1998).

W For Words:
Harus diakui, Christopher Nolan adalah seorang pria jenius yang telah mengubah sekaligus membawa franchise Batman ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya lewat satu film tetapi tiga sekaligus! Trilogi tematik yang kemudian ia ungkapkan sebagai “Ketakutan" untuk Batman Begins (2005), "Kekacauan” untuk The Dark Knight (2008) dan diakhiri dengan “Kesakitan” untuk installment ketiganya ini. Konsep yang menarik! Tidak hanya itu, TDK juga berhasil memboyong dua piala Oscar sekaligus menciptakan sejarah asal mula full IMAX filmmaking yang sebelumnya hanya angan-angan belaka bagi pembuat dan penikmat film manapun.

8 tahun berlalu setelah kematian misterius Harvey Dent, Gotham City telah kehilangan semangat Komisaris Jim Gordon dan juga sosok pahlawan Batman. Bruce Wayne lebih memilih untuk bersembunyi dalam kesedihan dan penyesalan yang sempat membuat pelayan setianya, Alfred putus asa. Kemunculan pencuri cantik Selina Kyle dikenal sebagai Catwoman yang diikuti dengan “The League of Shadows” pimpinan teroris keji Bane serta merta memanfaatkan teknologi canggih Wayne Enterprise menjadi senjata nuklir yang akan menghancurkan kota. Sekali lagi Batman harus bertempur habis-habisan demi menggagalkan rencana kelam tersebut.

Sebagai sutradara, Nolan mampu mempertajam visualisasi brilian yang memanjakan mata penontonnya, terasa berlipat-lipat lebih megah dalam format IMAX, melalui natural maupun built-up setting yang mencengangkan. Aksi demi aksinya juga tanpa henti sehingga ketegangan dapat terjaga di sepanjang durasinya yang maksi itu. Lupakan esensi cikal bakal standar superhero dalam BB, crime drama dalam TDK karena penutup trilogy ini lebih menekankan pada war drama antara penguasa dan rakyat yang berjalan di atas batas kebaikan versus kejahatan. Nolan Brothers dan David S. Goyer yang menulis skripnya memilih bahasan yang tak terlalu kelam dan berat untuk dicerna walaupun mempertahankan multi karakter yang lumayan kompleks jika ditelaah.

Tiga nama baru yang pantas mendapat kredit adalah Tom Hardy, Anne Hathaway dan Joseph Gordon-Levitt. Bane adalah villain yang patut ditakuti karena kekuatan fisik dan kekejaman aksinya dalam mengusung terorisme, Hardy cukup berhasil membawakannya meski hanya mengandalkan sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya saja. Catwoman adalah penjahat yang tricky karena ketidak berpihakan yang didukung oleh kecerdasan otaknya, Hathaway memerankannya dengan wajar dan seksi tanpa harus terkesan menggoda. John Blake adalah polisi muda yang berjiwa besar dan berinisiatif tinggi dalam sistem hukum yang mengikatnya, Gordon-Levitt mampu menokohkannya dengan dewasa dan menarik walau cuma berkostum dan berkelengkapan standar.

Christian Bale memang lebih dituntut untuk berakting sebagai pribadi Bruce Wayne yang kompleks di luar topeng Batman yang biasa dikenakannya. Rasa kehilangan akan Rachel Dawes yang masih tersisa diperparah dengan rasa bersalah pada publik Gotham City karena merenggut imej penyelamat Harvey Dent. Kebangkitannya samasekali tidak mudah karena Bane menghempaskannya ke titik dimana ia harus memulai semuanya dari awal. Berbagai montage di pertengahan film memperlihatkan perjuangan keras Batman, pengenalan asal usul siapa Bane sebenarnya di samping persiapan twist yang sengaja disiapkan Nolan di akhir kisah. Jangan lupa bahwa tokoh-tokoh setia pendamping Bruce Wayne masih muncul yaitu Lucius Fox (Morgan Freeman), Jim Gordon (Gary Oldman), Alfred (Michael Caine).

The Dark Knight Rises adalah finale yang megah dan mengasyikkan sebagai salah satu summer blockbuster paling ditunggu tahun ini. Memang tidak luar biasa membekas dalam benak layaknya TDK tetapi tetap menahbiskannya secara utuh sebagai tiga episode “manusia kelelawar” terbaik yang pernah diutarakan dalam dunia perfilman. Bruce Wayne disini adalah sebuah inspirasi bagaimana seorang manusia harus hidup dan bangkit dari segala keterpurukan yang dihadapi. Bahwa setiap manusia dapat menyandang status pahlawan seberapa kecilpun usahanya menolong orang lain. Finally, we all should thank Nolan for his aspiring great writing and direction surely can enhance any movie-going experience, especially for superhero movies that most touted as mindless entertainments.

Durasi:
164 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 02 Maret 2012

TINKER TAILOR SOLDIER SPY : Retro Espionage Secret Revelation


Quotes:
George Smiley: We are not so very different, you and I. We've both spent our lives looking for the weaknesses in one another.

Nice-to-know:
Filmmaker menghabiskan waktu 18 bulan untuk mencari kandidat pemeran George Smiley. Setelah nyaris dibatalkan, produser Tim Bevan terpikir untuk menghubungi Gary Oldman.

Cast:
Gary Oldman sebagai George Smiley
Colin Firth sebagai Bill Haydon
Mark Strong sebagai Jim Prideaux
John Hurt sebagai Control
Tom Hardy sebagai Ricki Tarr
Toby Jones sebagai Percy Alleline
CiarĂ¡n Hinds sebagai Roy Bland
David Dencik sebagai Toby Esterhase
Benedict Cumberbatch sebagai Peter Guillam

Director:
Pria kelahiran Swedia bernama Tomas Alfredson ini terakhir menangani Let The Right One In (2008) yang kemudian diremake oleh Hollywood.

W for Words:
Berapa banyak spy thriller yang pernah anda saksikan sebelumnya? Saya yakin jawabannya banyak dan besar kemungkinan sebagian di antaranya adalah action. Bagaimana jika dikombinasikan dengan drama? Mungkin anda perlu waktu untuk mengingat beberapa judul terdahulu. Nah, cerita yang diangkat dari novel tahun 1974 karya John le Carré hingga disulihkan ke dalam naskah film oleh (alm) Bridget O'Connor dan Peter Straughan ini adalah salah satunya sehingga bisa menjadi opsi off-mainstream yang menarik terlebih konsep retro yang diusungnya.
Selama Perang Dingin di tahun 1970an, kepala MI6 bernama Control mundur dari operasi di Budapest yang berjalan tak semestinya. Control lantas meyakini salah satu dari empat agen senior asing-masing Toby Esterhase, Bill Haydon, Percy Alleline dan Roy Bland adalah mata-mata Rusia. Sementara itu George Smiley yang sudah setengah pensiun dipanggil kembali oleh Pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap kebenaran cerita agen Ricki Tarr. Tugas yang tidak mudah dimana semua orang memiliki kecurigaan terhadap satu sama lain..

Sutradara Alfredson menempatkan film dalam alur lambat yang seakan menggulung setiap adegannya dengan amat perlahan tanpa ingin kehilangan momen sedikitpun. Sinematografi Hoyte van Hoytema dan hasil editing Dino Jonsater juga stabil menyuguhkan shot lebar baik lokasi dalam ataupun luar ruangan sehingga memberikan kesempatan bagi penonton untuk mengagumi keindahan kinerja mereka. Nuansa misteri dan intrik yang melingkupi MI6 benar-benar terjaga di sepanjang durasinya.
Kekuatan narasi terletak dari sajian akting di atas rata-rata para aktor-aktor disini baik utama maupun pendukung. Oldman seakan menjelma menjadi tokoh abu-abu dimana George Smiley selalu dihadapkan pada dunia yang penuh korupsi dan pengkhianatan. Apresiasi khusus patut dilayangkan pada Cumberbatch yang berhasil menokohkan Guillam yang naif. Menarik melihat Hardy tampil dengan rambut pirang dimana tokoh Ricki Tarr bertugas membersihkan MI6 dari nama buruk.

Tinker Tailor Soldier Spy secara konstan mengungkapkan rahasia demi rahasia menuju kesimpulan akhir yang tertata kompleks dalam benak penonton. Kesabaran adalah faktor yang harus anda lalui untuk menyelesaikan film yang teramat detail ini. Saksikan saja kiprah George Smiley memungut setiap potongan puzzle secara runut. Kesimpulan akhir tampaknya bukan yang terpenting kali ini karena manusia hanyalah bidak catur yang digerakkan sesuai fungsinya. Thank God because some unusual thrills keeps me on my seat!

Durasi:
127 menit

Worldwide Box Office:
$39,694,989 till Jan 2011.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 27 Agustus 2011

RED RIDING HOOD : Ancaman Siluman Serigala Penduduk Desa

Quotes:
Valerie: I'll do anything to be with you.
Peter: I thought you'd say that.


Storyline:
Valerie terjebak di antara dua pilihan yaitu Peter yang mencintainya sejak kecil atau Henry yang dijodohkan oleh orangtuanya. Valerie tampaknya lebih memilih Peter dan merencanakan pelarian bersama keluar dari desa Daggerhorn yang tengah dilanda badai salju. Tak dinyana, kakak Valerie terbunuh oleh serigala untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Pengorbanan hewan yang dilakukan warga desa rupanya sia-sia karena sang monster tersebut lebih mengincar nyawa manusia. Father Solomon pun dipanggil untuk menangkap serigala itu tetapi selama bulan purnama korban masih akan berjatuhan lagi.

Nice-to-know:
Pengecualian bagi Valerie (Amanda Seyfried), semua karakter dari Daggerhorn dimainkan oleh aktor-aktris dengan mata coklat atau setidaknya menggunakan kontak lens warna coklat. Pada akhirnya Julie Christie yang terkenal dengan mata birunya tetap kebagian peran Nenek Valerie.

Cast:
Sebelum ini bermain mengesankan dalam Letters To Juliet (2010), Amanda Seyfried bermain sebagai Valerie
Terakhir muncul dalam The Book Of Eli (2010), Gary Oldman berperan sebagai Solomon
Billy Burke sebagai Cesaire
Shiloh Fernandez sebagai Peter
Max Irons sebagai Henry
Virginia Madsen sebagai Suzette

Director:
Merupakan film kelima Catherine Hardwicke setelah karya terakhirnya Twilight (2008) itu menjadi salah satu film legendaris di kalangan remaja.

Comment:
Siapa yang tidak mengenal legenda si kerudung merah dan sang serigala? Saya yakin sejak kecil anda sudah mengetahuinya dari berbagai versi mulai dari komik, buku, animasi sampai live action movie. Kini penulis skrip David Johnson mengembangkan plot serupa mengenai penduduk desa kecil bernama Daggerhorn selama musim dingin dimana sosok Valerie harus menempatkan diri di tengah cinta, sahabat dan keluarganya sendiri.
Sosok serigala yang ternyata manusia ini menjadi teka-teki yang harus anda jawab di penghujung cerita. Sejak awal anda boleh menerka-nerka siapa kira-kira orangnya setelah mengaitkan dengan motif yang mungkin melatarbelakanginya. Twist inilah yang diyakini filmmaker mampu menjaga penonton untuk tetap pada tempat duduknya masing-masing hingga detik terakhir selain efek CGI yang membuat sang monster terlihat meyakinkan tentunya.

Seyfried menghidupkan karakter Valerie dengan baik dimana sisi emosionalnya dalam memperjuangkan cinta sekaligus integritas dirinya sendiri terpampang jelas. Oldman seperti biasa memperlihatkan kelas yang berbeda walaupun dialog-dialog yang tercipta Solomon disini masih klise adanya. Saya tidak habis pikir mengapa Fernandez berakting dengan kemarahan nyaris di sepanjang film sebagai Peter, dimaksudkan untuk mengelabui penonton barangkali?
Sutradara Hardwicke meneruskan apa yang dilakukannya dalam Twilight (2008) yaitu sinematografi pucat musim dingin yang menekankan rasa sepi. Layaknya palet berwarna-warni yang memanjakan mata. Sayangnya kesan dongeng masih cukup kuat lewat berbagai pengadeganannya sehingga apa yang seharusnya terlihat sadis menjadi diperhalus, sama halnya dengan romantisme yang agak didramatisir dalam tempo yang lambat.

Red Riding Hood mungkin mengingatkan anda pada The Village (2004) milik M. Night Shyamalan dengan tata kostum dan setting yang serupa. Usaha produser Leonardo DiCaprio dkk memang cukup keras untuk menghidupkan dongeng klasik abadi segala usia ke dalam drama thriller masa kini yang lebih gelap dan dewasa. Sayangnya hasil akhirnya masih cenderung gagal karena mencoba terlalu kompleks untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda di setiap elemennya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$37,652,565 till May 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 16 Agustus 2011

KUNGFU PANDA 2 : Memori Masa Lalu Tantangan Kungfu

Quotes:
Shen: The only reason you are still alive is that I find your stupidity mildly amusing.
Po: Well thank you, but I find your evilness extremely annoying!


Storyline:
Kiprahnya sebagai Pendekar Naga membuat Po mempertanyakan banyak hal termasuk masa lalunya pada ayah bangaunya, Mr. Ping yang juga pengelola restoran mie. Saat Raja Shen penguasa Gongmen City bertekad menaklukkan seantero Cina dengan senjata maut rahasianya, Po bersama Lima Pendekar, Tigress, Monkey, Mantis, Viper, Crane tidak tinggal diam apalagi eksistensi kungfu terancam punah karenanya. Sebelum berangkat, Master Shifu mengajarkan Po akan inner peace yang membuatnya semakin bingung. Prediksi yang dibuat oleh Soothsayer bahwa Lord Shen akan dikalahkan oleh pendekar hitam dan putih jelas tidak mudah diwujudkan begitu saja tanpa perjuangan dan pengorbanan nyata.

Nice-to-know:
Karakter Shen sedianya dihadirkan dalam film pertamanya tetapi dihapus sebelum memasuki produksi.

Voice:
Jack Black sebagai Po
Angelina Jolie sebagai Tigress
Dustin Hoffman sebagai Shifu
Gary Oldman sebagai Shen
Jackie Chan sebagai Monkey
Seth Rogen sebagai Mantis
Lucy Liu sebagai Viper
David Cross sebagai Crane

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Jennifer Yuh yang sebelumnya ”hanya” mengisi departemen animasi dalam Kungfu Panda (2008).

Comment:
Rentang waktu 3 tahun dibutuhkan untuk melanjutkan apa yang dikatakan sebagai film animasi favorit semua orang yaitu Kungfu Panda (2008). Perubahan paling mencolok cuma terjadi di kursi sutradara sedangkan sisanya masih sama termasuk produser Melissa Cobb dan penulis skrip Jonathan Aibel dan Glenn Berger meneruskan tanggungjawab masing-masing dimana beban sebuah sekuel terbukti memang tidak pernah enteng.
Jika harus membandingkan efektifitas bercerita, saya merasa prekuelnya lebih memperhatikan “timing” sedangkan sekuelnya ini menonjolkan “pace”. Dua hal tersebut harus diakui bekerja dengan baik terhadap intensitas film tetapi memberikan nuansa yang berbeda. Di satu sisi, saya merasa “timing” seakan memberikan kesempatan bagi penonton untuk mencerna dan menerka adegan demi adegan. Di sisi lain, “pace” tidak memungkinkan hal itu karena penonton terus dijejali dengan tumpukan scenes yang bahkan tidak sempat membuat berpikir.

Konsep “pace” yang dipilih sutradara Yuh ini bisa juga menyamarkan kelemahan-kelemahan yang dapat terlihat jika disajikan dengan “timing”, sebut saja karakterisasi. Itulah sebabnya kelima pendekar kali ini tidak mendapat porsi yang lebih adil dibandingkan dalam Kungfu Panda (2008). Yeah we all know, it’s all about Po, right? Beruntung action sequences nya tergolong lancar bersinergi dengan elemen humorisnya sehingga terciptalah perjalanan satu setengah jam yang menyenangkan.
Karakter Po berkembang dengan baik. Kemalasan dan kerakusannya hanya ditampilkan satu dua kali saja untuk memancing tawa. Sisanya adalah pertanyaan, “Who am i?” yang ditindaklanjuti dengan penelusuran masa lalu di sela-sela pencarian masa depan. Berbagai flashback yang menggambarkan Po kecil dalam sosok kartun 2 dimensi teramat menarik. Tidak usah anda pertanyakan bagaimana bisa suara bayi manusia keluar dari mulut seekor bayi panda, cukup nikmati sosok imut-imutnya itu.

Kehadiran Shen sebagai antagonis terkadang mengingatkan pada karakter jahat dalam film-film silat “real action” Mandarin dari masa ke masa. Personifikasi yang diwujudkan dalam sosok burung merak terbilang kreatif apalagi didukung kontribusi maksimal dari Gary Oldman lewat suara beratnya. Sumbangsih Michelle Yeoh dan Van Damme dalam karakter Soothsayer dan Master Crow juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja.
Masih didukung oleh scoring musik yang brilian, Kungfu Panda 2 sangatlah memukau sebagai kombinasi martial arts movie dan drama comedy apalagi lelucon super efektifnya sering muncul meski dalam adegan serius tak terduga sekalipun. Ditambah balutan pesan moral yang digelorakan di sepanjang durasinya, animasi Dreamworks yang satu ini jelas memiliki hati. Ready to feel in love deeper with the more mature and more skilled fatty charming Po? I do and I do not mind expecting more sequels coming up!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$162,695,957 till Aug 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 18 April 2010

THE BOOK OF ELI : Perjalanan Membawa Alkitab Terakhir

Quotes:
Eli-God is good you know.. All the time!

Storyline:
30 tahun berjalan melintas Amerika setelah perang peradaban yang nyaris musnah, Eli bertujuan mengantar buku yang dibawanya ke suatu tempat di daerah Barat yang diyakini tepat. Sepanjang perjalanan, komunitas manusia yang tersisa harus siap membunuh atau dibunuh demi memperebutkan tempat tinggal ataupun makanan. Salah satu penguasa jalanan adalah Carnegie dengan segerombolan anak buahnya yang beringas yang ditugaskan mencari sebuah buku yang ternyata hanya dimiliki Eli. Diam-diam, Solara yang bersama ibunya Claudia menjadi tawanan tetap Carnegie mengikuti Eli untuk tahu lebih jauh misinya. Akankah Eli mencapai tujuan di luar segala rintangan yang dihadapinya?

Nice-to-know:
Dalam bahasa Arabic, Hebrew dan Aramaic, kata Eli merupakan varian nama lain dari Tuhan. Sufiks "i" mengindikan kepemilikan kata ganti orang pertama seperti "my El" atau "my God".

Cast:
Pertama kali memenangkan Oscar 1990 kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat Glory (1989), Denzel Washington disini kebagian peran Eli yang tangguh dan dingin dalam mengemban misinya.
Karakter antagonis Carnegie yang culas dihidupkan oleh Gary Oldman yang terakhir mengisi suara dalam animasi Planet 51 (2009).
Memulai debut akting dalam Make a Wish, Molly (1995), Mila Kunis yang asli Ukraina ini bermain sebagai Solara yang nekad menentukan jalan hidupnya sendiri dengan mengikuti Eli walau harus lepas dari ibunya yang sering disiksa.

Director:
Kolaborasi The Hughes Brothers yaitu si kembar Allen dan Albert sebelum ini adalah From Hell (2001) yang dibintangi Johnny Depp dan Heather Graham.

Comment:
Lagi-lagi sebuah film yang bercerita tentang masa paska kiamat di masa mendatang. Lantas apa yang membuatnya berbeda? Kopi Alkitab terakhir lah jawabannya. Sesuatu yang diyakini dapat membentuk dunia yang baru sekaligus mengubah pandangan orang-orang di dalamnya. Relijius bukan? Dan semua itu dikemas The Hughes Brothers dengan elemen-elemen yang mudah dimengerti apalagi dibantu kamera yang membesut lanskap yang mendukung narasi cerita secara keseluruhan. Jika bicara dari segi cast, Washington disini mendapat peran yang berbeda dan ia berhasil menerjemahkannya dengan baik termasuk melakukan sendiri laga tangan kosong setelah dilatih oleh mantan murid Bruce Lee, Don Inosanto. Kunis termasuk beruntung mendapatkan peran disini setelah Kristen Stewart mengundurkan diri akibat jadwal syuting New Moon dan ia memperlihatkan pesona keseksian sekaligus ketangguhan seorang wanita muda. Oldman kembali ke jaman dahulu dimana ia berhasil menampilkan karakter antagonis yang psikopat. Pada akhirnya Book Of Eli bukanlah film besar dengan sekuens aksi yang sadis dan isu yang cukup provokatif, tetapi tetap sebuah action thriller yang menyenangkan untuk ditonton. Tetaplah membuka mata anda lebar-lebar dan nikmati endingnya yang pastinya membuat kita ingin menyaksikan kembali dari awal.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$94,482,974 till early Apr 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 13 Juli 2009

UNBORN : Dihantui Arwah Saudara Kembar Masa Lampau

Quotes:
Matty Newton-Jumby wants to be born now.

Cerita:
Selagi mengasuh anak tetangganya, Casey bermimpi mengerikan mengenai anjing aneh dan anak iblis. Lama kelamaan hal tersebut seakan menjadi nyata dimana Casey mulai mengalami halusinasi dan tiba-tiba bola matanya berubah warna dari biru tua menjadi kecoklatan! Fakta tersebut kemudian menguak rahasia bahwa sebenarnya Casey adalah anak kembar dimana saudara laki-lakinya meninggal sebelum dilahirkan. Berusaha mencari jawaban dari semua teka-teki yang menghantuinya, Casey harus melakukan segalanya yang ia perlu sebelum terlambat.

Gambar:
Sebagian besar disyut di Illinois termasuk University of Saint Mary of the Lake yang terkesan megah, tua dan angker!

Act:
Pernah mendukung proyek misterius J.J. Abrams, Cloverfield (2008), aktris muda cantik bermasa depan cemerlang bernama Odette Yustman ini bermain sebagai Casey Beldon, gadis remaja yang diteror oleh arwah saudara kembarnya dari masa lampau.
Aktor senior, Gary Oldman memulai debutnya dalam Remembrance (1982) disini berperan sebagai Rabbi Sendak yang mampu melakukan upacara pengusiran setan.
Sebelum ini tampil sebagai vampir haus darah berambut gimbal dalam Twilight, kali ini Cam Gigandet dengan rambut cepak sebagai Mark Hardigan.
Cukup banyak bermain dalam serial televisi, Meagan Good mendapat peran sebagai Romy, sahabat Casey yang apatis terhadap supernatural.

Sutradara:
David S. Goyer pertama kali muncul dalam ZigZag (2002) dan membuat horor pertamanya lewat film ini.

Komentar:
Semua elemen horor Hollywood ada disini yaitu trauma masa kecil, mimpi buruk yang menjadi kenyataan, teman yang apatis, pengusiran setan dsb. Hal-hal tersebut menjadikan film ini agak unpredictable. Namun beberapa scene dipercaya bisa membuat anda tersentak kaget atau berteriak ngeri, inipun terbantu lagi oleh spesial efek yang cukup baik terutama pada bagian ending. Dengan modal bakat sang sutradara dan jajaran cast yang sedang naik dauh, seharusnya Unborn bisa lebih baik lagi, tidak terjebak stereotype yang sama. Tapi sudahlah, film ini toh masih bisa mengisi waktu anda setidaknya kurang dari satu setengah jam.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$42,638,165 till March 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!