XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label morgan freeman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morgan freeman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

OBLIVION : Audio-Visual Fair Above Earth and Humanity


Quote:
Jack Harper: Is it possible to miss a place you've never been? To mourn a time you never lived?

Nice-to-know:
Proyek The Oblivion awalnya berasal dari skrip 8 halaman yang ditulis Joseph Kosinski dan diajukan sebagai novel grafis kepada Barry Levine dan Jesse Berger di Radical Publishing pada tahun 2007.

Cast:
Tom Cruise sebagai Jack
Morgan Freeman sebagai Beech
Olga Kurylenko sebagai Julia
Andrea Riseborough sebagai Victoria
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Sykes
Melissa Leo sebagai Sally  

Director:
Merupakan film kedua Joseph Kosinski setelah TRON : Legacy (2010).

W For Words:
Delapan tahun sudah sejak terakhir kemunculan Tom Cruise dalam film bergenre science fiction, itupun remake ternama yakni War of the Worlds. Bisa jadi anda sama seperti saya, lebih ingat pendahulunya yaitu Minority Report (2002). Suguhan terbaru Universal Pictures ini tak sepenuhnya dapat dikatakan baru karena plotnya akan mengacu pada beberapa referensi dari yang sudah-sudah, tidak perlu disebutkan di sini agar tak ada tudingan menjiplak mentah-mentah. Sah-sah saja untuk sebuah tema post-apocalyptic yang sesungguhnya memang penuh dengan tanda tanya.

Jack Harper adalah teknisi yang ditugaskan menjaga robot-robot agar tetap pada fungsinya membasmi scavs di bumi. Pangkalannya terletak di lapisan stratosfer yang juga dikomandoi oleh Victoria dan disupervisi langsung oleh Sally melalui layar monitor. Ya, bumi memang telah mati selama enam puluh tahun akibat serangan alien. Kehidupan keduanya yang tenang mulai terusik saat Jack menyelamatkan nyawa Julia dari pesawat yang terbakar di area terpencil. Memori masa lalu yang perlahan terkuak agaknya membuat Jack bingung akan jati diri yang sebenarnya.

Joseph Kosinski mengembangkan komiknya bersama Arvid Nelson tapi kolaborasinya dengan Karl Gajdusek dan Michael Arndt lah yang menghasilkan skrip film ini. Nyaris setengah durasi awalnya dihabiskan untuk dua hal yakni pengenalan karakter Jack Harper berikut kecanggihan teknologi yang digunakannya dan penjelasan keadaan bumi berikut ancaman serius yang dihadapinya. Lewat pertengahan barulah muncul konflik utama yang segera diikuti penyelesaiannya. Tampaknya tidak terlalu sulit menerka kemana arah cerita akan bergulir.

Cruise adalah mega bintang Hollywood yang nyaris selalu “one man show” di setiap filmnya. Tokoh Jack Harper dimainkannya dengan energik, sensitif dan penuh keingintahuan. In my opinion, he did great, not as bad as people talked about. Riseborough dan Kurylenko memerankan dua pendamping wanita yang karakternya bertentangan. They are good enough to keep Cruise on balance. Sulit mengomentari penampilan Freeman, Coster-Waldau, Leo dll karena tak banyak kesempatan yang diberikan. Nah salah satu permasalahan utama film adalah kurangnya sosok antagonis yang bisa mempertajam konflik.

Kosinski di kursi sutradara mengulangi apa yang dilakukan sebelumnya yaitu pamer kecanggihan spesial efek. Lihat saja basis Harper dan Victoria yang sangat memanjakan mata dengan background langit biru atau kendaraan Harper dalam menjelajah semesta. Keunggulan itulah yang membuat anda cukup yakin merogoh kocek lebih untuk menyaksikan versi IMAX nya. Tak dipungkiri, storytelling miliknya menjadi sedikit terkesampingkan. Pace yang lambat di awal sangat mungkin membuat penonton awam merasa bosan hingga tak terlalu terjerat kepedulian lagi terhadap klimaks yang disuguhkan.

Di satu sisi, Oblivion terlalu memberi keleluasaan bagi penikmatnya untuk memahami konsep film secara utuh. Bagi anda yang menyukai detail, hal ini tentu akan sangat menyenangkan. Di sisi lain, pokok pembicaraannya masih berkisar pada hubungan interpersonal. Tak terlalu mengejutkan memang karena manusia semestinya tetap menggunakan hati dan perasaannya walaupun seburuk apapun situasi yang dihadapi. In the end, it’s about earth and humanity. Our own memories will always stand for who we are and what we do.

Durasi:
120 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 20 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : Inspiring Bruce Wayne’s Fascinating Finale


Quotes:
Bruce Wayne: Why didn't you just kill me?
Bane: Your punishment must be more severe.

Nice-to-know:
Tiket untuk premiere film ini di teater IMAX New York terjual enam bulan di muka.

Cast:
Christian Bale sebagai Bruce Wayne / Batman
Tom Hardy sebagai Bane
Liam Neeson sebagai Ra's Al Ghul
Joseph Gordon-Levitt sebagai John Blake
Anne Hathaway sebagai Selina Kyle / Catwoman
Gary Oldman sebagai Jim Gordon
Morgan Freeman sebagai Lucius Fox
Marion Cotillard sebagai Miranda Tate
Michael Caine sebagai Alfred

Director:
Merupakan feature film ke-8 bagi Christopher Nolan yang memulainya sejak Following (1998).

W For Words:
Harus diakui, Christopher Nolan adalah seorang pria jenius yang telah mengubah sekaligus membawa franchise Batman ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya lewat satu film tetapi tiga sekaligus! Trilogi tematik yang kemudian ia ungkapkan sebagai “Ketakutan" untuk Batman Begins (2005), "Kekacauan” untuk The Dark Knight (2008) dan diakhiri dengan “Kesakitan” untuk installment ketiganya ini. Konsep yang menarik! Tidak hanya itu, TDK juga berhasil memboyong dua piala Oscar sekaligus menciptakan sejarah asal mula full IMAX filmmaking yang sebelumnya hanya angan-angan belaka bagi pembuat dan penikmat film manapun.

8 tahun berlalu setelah kematian misterius Harvey Dent, Gotham City telah kehilangan semangat Komisaris Jim Gordon dan juga sosok pahlawan Batman. Bruce Wayne lebih memilih untuk bersembunyi dalam kesedihan dan penyesalan yang sempat membuat pelayan setianya, Alfred putus asa. Kemunculan pencuri cantik Selina Kyle dikenal sebagai Catwoman yang diikuti dengan “The League of Shadows” pimpinan teroris keji Bane serta merta memanfaatkan teknologi canggih Wayne Enterprise menjadi senjata nuklir yang akan menghancurkan kota. Sekali lagi Batman harus bertempur habis-habisan demi menggagalkan rencana kelam tersebut.

Sebagai sutradara, Nolan mampu mempertajam visualisasi brilian yang memanjakan mata penontonnya, terasa berlipat-lipat lebih megah dalam format IMAX, melalui natural maupun built-up setting yang mencengangkan. Aksi demi aksinya juga tanpa henti sehingga ketegangan dapat terjaga di sepanjang durasinya yang maksi itu. Lupakan esensi cikal bakal standar superhero dalam BB, crime drama dalam TDK karena penutup trilogy ini lebih menekankan pada war drama antara penguasa dan rakyat yang berjalan di atas batas kebaikan versus kejahatan. Nolan Brothers dan David S. Goyer yang menulis skripnya memilih bahasan yang tak terlalu kelam dan berat untuk dicerna walaupun mempertahankan multi karakter yang lumayan kompleks jika ditelaah.

Tiga nama baru yang pantas mendapat kredit adalah Tom Hardy, Anne Hathaway dan Joseph Gordon-Levitt. Bane adalah villain yang patut ditakuti karena kekuatan fisik dan kekejaman aksinya dalam mengusung terorisme, Hardy cukup berhasil membawakannya meski hanya mengandalkan sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya saja. Catwoman adalah penjahat yang tricky karena ketidak berpihakan yang didukung oleh kecerdasan otaknya, Hathaway memerankannya dengan wajar dan seksi tanpa harus terkesan menggoda. John Blake adalah polisi muda yang berjiwa besar dan berinisiatif tinggi dalam sistem hukum yang mengikatnya, Gordon-Levitt mampu menokohkannya dengan dewasa dan menarik walau cuma berkostum dan berkelengkapan standar.

Christian Bale memang lebih dituntut untuk berakting sebagai pribadi Bruce Wayne yang kompleks di luar topeng Batman yang biasa dikenakannya. Rasa kehilangan akan Rachel Dawes yang masih tersisa diperparah dengan rasa bersalah pada publik Gotham City karena merenggut imej penyelamat Harvey Dent. Kebangkitannya samasekali tidak mudah karena Bane menghempaskannya ke titik dimana ia harus memulai semuanya dari awal. Berbagai montage di pertengahan film memperlihatkan perjuangan keras Batman, pengenalan asal usul siapa Bane sebenarnya di samping persiapan twist yang sengaja disiapkan Nolan di akhir kisah. Jangan lupa bahwa tokoh-tokoh setia pendamping Bruce Wayne masih muncul yaitu Lucius Fox (Morgan Freeman), Jim Gordon (Gary Oldman), Alfred (Michael Caine).

The Dark Knight Rises adalah finale yang megah dan mengasyikkan sebagai salah satu summer blockbuster paling ditunggu tahun ini. Memang tidak luar biasa membekas dalam benak layaknya TDK tetapi tetap menahbiskannya secara utuh sebagai tiga episode “manusia kelelawar” terbaik yang pernah diutarakan dalam dunia perfilman. Bruce Wayne disini adalah sebuah inspirasi bagaimana seorang manusia harus hidup dan bangkit dari segala keterpurukan yang dihadapi. Bahwa setiap manusia dapat menyandang status pahlawan seberapa kecilpun usahanya menolong orang lain. Finally, we all should thank Nolan for his aspiring great writing and direction surely can enhance any movie-going experience, especially for superhero movies that most touted as mindless entertainments.

Durasi:
164 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 21 Januari 2009

FEAST OF LOVE : Cinta Itu Tidak Selalu Memiliki Jawaban

Quotes:
Bradley Thomas-Do you think love is a trick or do you think it’s the only reason there is to this crazy dream?
Jenny-Which do you believe?
Bradley Thomas-The second one.

Cerita:
Delapan pasangan, empat tanpa ikatan, dua pernikahan, dua pemakaman, seorang ayah pemarah, pasangan yang berpegang teguh, cinta, seks, sakit hati, dan seekor anjing di kota kecil Portland.
Anak hilang Oscar bertemu belahan hatinya Chloe di kedai kopi milik seorang pria bernama Bradley yang baru saja kehilangan istrinya yang kabur dengan pasangan lesbiannya. Bradley kemudian bertemu seorang wanita cantik, Diana yang memiliki affair dengan pria beristri. Semuanya terhubung dengan Harry Stevenson, seorang konselor dan mantan profesor bijaksana yang siap memberikan usaha terbaiknya untuk menyatukan mereka. Apakah cinta harus selalu menemukan jawaban terbaiknya?

Gambar:
Sederhana dan simpel tapi menarik mata karena menyajikan gambar-gambar khas lingkungan kehidupan masyarakat Amerika.

Act:
Morgan Freeman as Harry Stevenson
Greg Kinnear as Bradley Smith
Radha Mitchell sebagai Diana Croce
Billy Burke sebagai David Watson
Selma Blair sebagai Kathryn Smith
Alexa Davalos sebagai Chloe Barlow
Toby Hemingway sebagai Oscar
Jane Alexander sebagai Esther Stevenson
Saya mengagumi penampilan mereka semua dalam film ini. Entah karena sudah kaliber atau kebetulan diarahkan oleh sutradara yang bagus. Semua terlihat natural dan mampu memancarkan emosi sesuai karakter yang diembankan pada mereka masing-masing.

Sutradara:
Nama Robert Benton mungkin tidak banyak dikenal di Indonesia tapi sesungguhnya sutradara berusia 76 tahun ini sudah mengantongi 3 Piala Oscar dan beberapa nominasi baik sebagai sutradara maupun penulis skenario termasuk dalam Kramer Vs Kramer (1979). Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi jaminan mutunya yang kali ini dengan memikat membesut mozaik drama cinta yang satu ini dengan taburan bintang-bintang ternama di dalamnya. Great job grandpa!

Komentar:
Ketiga plot cerita saling bersinergi dengan baik. Masing-masing memberikan pemahaman yang berbeda tentang cinta. Walau terkadang terkesan out of context karena konflik yang melebar, Feast Of Love tetap sebuah tontonan memikat dengan makna yang dalam.

Durasi:
95 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 17 Desember 2008

THE CONTRACT : Pembunuh Ulung Cerdas Kontra Ayah Tangguh Berpendirian Teguh

Quotes:
Frank-I don't have to help I am the bad guy

Cerita:
Seorang duda yang berprofesi sebagai guru dan pelatih basket juga baseball, Ray Keene hidup berdua dengan anaknya, Chris setelah kematian istrinya akibat kanker dua tahun yang lalu. Setelah anaknya tertangkap polisi mengganja, Ray memutuskan untuk membawa Chris pergi camping untuk membangun ikatan di antara mereka. Sementara itu, pembunuh bayaran ulung Frank Carden ditahan FBI saat berusaha menuntaskan misinya. Dalam pengawalan, komplotan Frank berusaha membebaskan rekannya dan melumpuhkan tiga agen FBI. Namun mobil yang ditumpangi Frank justru terjun ke sungai dan terbawa arus. Nasib kemudian mempertemukan Frank dengan Ray dan Chris. Ray yang bersikukuh menahan Frank dengan sebilah pistol tidaklah menyadari ia dan anaknya menjadi incaran komplotan Frank yang berbahaya. Bagaimana akhir dari perjalanan kucing tikus itu?

Gambar:
Syuting yang dilakukan di Sofia, Bulgaria sebagian besar outdoor berlanskap tebing dan sungai di daerah pegunungan.

Act:
Dua aktor watak ternama Hollywood yang tidak diragukan lagi aktingnya, Morgan Freeman sebagai Frank dan John Cusack sebagai Ray adu akting di film ini. Keduanya tampil dengan ciri khas masing-masing sehingga menarik menyaksikan dialog dan interaksi mereka.

Sutradara:
Konon Bruce Beresford dengan susah payah menyelesaikan produksi film ini setelah produser memutuskan proyek ini setelah 50 hari karena dianggap skrip tidak cukup masuk akal. Walau akhirnya selesai dengan dana sendiri, kinerja Bruce di film ini hanya berlevel sedang-sedang saja.

Komentar:
Menyaksikan film yang langsung beredar home video di US sana ini awalnya menjanjikan karena nama Freeman-Cusack sudah punya kualitas sendiri. Namun seiring pengembangan cerita dengan dialog-dialog sarkastik yang tak jarang membuat kita tertawa getir malah mempertajam kekurangan film ini. Yah overall menurut saya The Contract tidak terlalu bagus tetapi bukan karya yang buruk juga. Nilai jualnya ya cuma dua aktor tadi, tidak lebih.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 09 Juli 2008

WANTED : Identitas Diri dan Kebenaran Sejati

Quotes:
Sloan-[handing Wesley a gun] Shoot the wings off the flies.
Wesley-[nervous] I don't... I don't know what that means.
Sloan-[slowly] Shoot the wings off the flies.
Wesley-I really think you have me mixed up with somebody else.
Gunsmith-[holding a gun to the back of Wesley's head] On three, either you shoot or I do.

Cerita:
Bosan dengan pekerjaannya sebagai manajer akunting dimana harus menghadapi bos menyebalkan dan kehidupannya sebagai kekasih pecundang pacarnya yang penuntut membuat hidup Wesley Gibson berada di neraka. Saat diberitahu kenyataan bahwa ayah kandungnya dibunuh dengan keji, Wes dipercayakan masuk Fraternity, sebuah organisasi rahasia pembunuh bayaran yang dipimpin oleh Sloan dengan asistennya Fox yang seksi cantik. Wes dituntut bisa menguasai kemampuan terbaik seorang pembunuh bayaran tangguh. Namun apakah itu yang ia cari selama ini? Apa sebenarnya motif The Fraternity menentukan target pembunuhan?

Gambar:
Adegan aksinya boleh dibilang sangat detail termasuk mekanisme peluru melengkung yang ditembakan dari jarak jauh dan tepat mengenai sasaran.

Act:
James McAvoy yang asal Skotlandia memulai debut layar lebarnya pada The Near Room (1995) hingga perannya sebagai Wesley Gibson yang bertransformasi dari pekerja kantoran membosankan menjadi pembunuh bayaran terlatih.
Belum dikenal saat membintangi film pertamanya, Alice & Viril (1993) kondisinya berbanding terbalik saat ini dimana nama Angelina Jolie meroket menjadi aktris papan atas Hollywood. Kali ini ia memainkan pembunuh bayaran wanita, Fox yang tangguh sekaligus misterius.
Sudah puluhan film dibintanginya termasuk The Pawnbroker (1964) dimana namanya tidak tercantum dalam credit title membuat nama Morgan Freeman cukup legendaris. Disini ia memegang peran antagonis kepala organisasi Fraternity bernama Sloan.

Sutradara:
Merupakan film berbahasa Inggris pertamanya setelah lebih banyak terlibat dalam produksi film asing bisa jadi merupakan modal awal Timur Bekmambetov yang asli Kazakhstan ini dalam kancah perfilman Hollywood.

Komentar:
Ditilik dari ceritanya yang agak mengesampingkan logika rasanya sulit menilai Wanted karena terlalu banyak klausal sebab akibat yang diremehkan begitu saja. Namun jika dilihat dari aspek hiburan yang bertabur adegan aksi dan cepat, film ini memperlihatkan keunggulannya dan hebatnya semua dikemas dengan gaya yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah disajikan sebelumnya. Sekarang coba bayangkan saja kehidupan seorang Wesley Gibson sebelum menjadi pembunuh bayaran, merasa familiar dengan kehidupan anda sendiri? Apakah tindakan anda selanjutnya sama dengannya? Maka dari itu, tidak perlu berpikir terlalu jauh dalam menonton film ini, nikmati saja actionnya dan aksi peluru melengkung!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$134,294,280 till Sep 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!