XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label christian bale. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label christian bale. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : Inspiring Bruce Wayne’s Fascinating Finale


Quotes:
Bruce Wayne: Why didn't you just kill me?
Bane: Your punishment must be more severe.

Nice-to-know:
Tiket untuk premiere film ini di teater IMAX New York terjual enam bulan di muka.

Cast:
Christian Bale sebagai Bruce Wayne / Batman
Tom Hardy sebagai Bane
Liam Neeson sebagai Ra's Al Ghul
Joseph Gordon-Levitt sebagai John Blake
Anne Hathaway sebagai Selina Kyle / Catwoman
Gary Oldman sebagai Jim Gordon
Morgan Freeman sebagai Lucius Fox
Marion Cotillard sebagai Miranda Tate
Michael Caine sebagai Alfred

Director:
Merupakan feature film ke-8 bagi Christopher Nolan yang memulainya sejak Following (1998).

W For Words:
Harus diakui, Christopher Nolan adalah seorang pria jenius yang telah mengubah sekaligus membawa franchise Batman ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya lewat satu film tetapi tiga sekaligus! Trilogi tematik yang kemudian ia ungkapkan sebagai “Ketakutan" untuk Batman Begins (2005), "Kekacauan” untuk The Dark Knight (2008) dan diakhiri dengan “Kesakitan” untuk installment ketiganya ini. Konsep yang menarik! Tidak hanya itu, TDK juga berhasil memboyong dua piala Oscar sekaligus menciptakan sejarah asal mula full IMAX filmmaking yang sebelumnya hanya angan-angan belaka bagi pembuat dan penikmat film manapun.

8 tahun berlalu setelah kematian misterius Harvey Dent, Gotham City telah kehilangan semangat Komisaris Jim Gordon dan juga sosok pahlawan Batman. Bruce Wayne lebih memilih untuk bersembunyi dalam kesedihan dan penyesalan yang sempat membuat pelayan setianya, Alfred putus asa. Kemunculan pencuri cantik Selina Kyle dikenal sebagai Catwoman yang diikuti dengan “The League of Shadows” pimpinan teroris keji Bane serta merta memanfaatkan teknologi canggih Wayne Enterprise menjadi senjata nuklir yang akan menghancurkan kota. Sekali lagi Batman harus bertempur habis-habisan demi menggagalkan rencana kelam tersebut.

Sebagai sutradara, Nolan mampu mempertajam visualisasi brilian yang memanjakan mata penontonnya, terasa berlipat-lipat lebih megah dalam format IMAX, melalui natural maupun built-up setting yang mencengangkan. Aksi demi aksinya juga tanpa henti sehingga ketegangan dapat terjaga di sepanjang durasinya yang maksi itu. Lupakan esensi cikal bakal standar superhero dalam BB, crime drama dalam TDK karena penutup trilogy ini lebih menekankan pada war drama antara penguasa dan rakyat yang berjalan di atas batas kebaikan versus kejahatan. Nolan Brothers dan David S. Goyer yang menulis skripnya memilih bahasan yang tak terlalu kelam dan berat untuk dicerna walaupun mempertahankan multi karakter yang lumayan kompleks jika ditelaah.

Tiga nama baru yang pantas mendapat kredit adalah Tom Hardy, Anne Hathaway dan Joseph Gordon-Levitt. Bane adalah villain yang patut ditakuti karena kekuatan fisik dan kekejaman aksinya dalam mengusung terorisme, Hardy cukup berhasil membawakannya meski hanya mengandalkan sorot mata, intonasi suara dan bahasa tubuhnya saja. Catwoman adalah penjahat yang tricky karena ketidak berpihakan yang didukung oleh kecerdasan otaknya, Hathaway memerankannya dengan wajar dan seksi tanpa harus terkesan menggoda. John Blake adalah polisi muda yang berjiwa besar dan berinisiatif tinggi dalam sistem hukum yang mengikatnya, Gordon-Levitt mampu menokohkannya dengan dewasa dan menarik walau cuma berkostum dan berkelengkapan standar.

Christian Bale memang lebih dituntut untuk berakting sebagai pribadi Bruce Wayne yang kompleks di luar topeng Batman yang biasa dikenakannya. Rasa kehilangan akan Rachel Dawes yang masih tersisa diperparah dengan rasa bersalah pada publik Gotham City karena merenggut imej penyelamat Harvey Dent. Kebangkitannya samasekali tidak mudah karena Bane menghempaskannya ke titik dimana ia harus memulai semuanya dari awal. Berbagai montage di pertengahan film memperlihatkan perjuangan keras Batman, pengenalan asal usul siapa Bane sebenarnya di samping persiapan twist yang sengaja disiapkan Nolan di akhir kisah. Jangan lupa bahwa tokoh-tokoh setia pendamping Bruce Wayne masih muncul yaitu Lucius Fox (Morgan Freeman), Jim Gordon (Gary Oldman), Alfred (Michael Caine).

The Dark Knight Rises adalah finale yang megah dan mengasyikkan sebagai salah satu summer blockbuster paling ditunggu tahun ini. Memang tidak luar biasa membekas dalam benak layaknya TDK tetapi tetap menahbiskannya secara utuh sebagai tiga episode “manusia kelelawar” terbaik yang pernah diutarakan dalam dunia perfilman. Bruce Wayne disini adalah sebuah inspirasi bagaimana seorang manusia harus hidup dan bangkit dari segala keterpurukan yang dihadapi. Bahwa setiap manusia dapat menyandang status pahlawan seberapa kecilpun usahanya menolong orang lain. Finally, we all should thank Nolan for his aspiring great writing and direction surely can enhance any movie-going experience, especially for superhero movies that most touted as mindless entertainments.

Durasi:
164 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 30 Juni 2012

THE FLOWERS OF WAR : Powerful Defense With Hearts and Sacrifices


Quotes:
Yu Mo: Sometimes the truth is the last thing we want to hear..

Nice-to-know:
Film yang mewakili China dalam ajang Academy Awards 2012 kategori Film Berbahasa Asing Terbaik ini proses syutingnya berlangsung 18 jam per hari selama 164 hari .

Cast:
Christian Bale sebagai John Miller
Ni Ni sebagai Yu Mo
Zhang Xinyi sebagai Shujuan Meng
Tong Dawei sebagai Major Li
Atsurô Watabe sebagai Colonel Hasegawa
Huang Tianyuan sebagai George

Director:
Merupakan film ke-22 bagi Zhang Yimou yang memulainya lewat Red Sorghum (1987).

W For Words:
“13 Flowers of Nanjing” karya Geling Yan adalah satu dari sekian novel milik alumni Columbia College Chicago Fiction Writing MFA itu yang diadaptasi ke layar lebar. Kali ini tidak main-main karena digarap langsung oleh sutradara kenamaan China, Zhang Yimou. Film ini akhirnya menjadi wakil RRC dalam ajang Academy Awards 2012 kategori Film Berbahasa Asing Terbaik  meski gagal masuk 5 besar. Kisah yang mengambil setting masa penjajahan Jepang memang bukan hal yang baru tetapi tetap menarik untuk disimak karena memberikan sudut pandang yang berbeda dari yang sudah-sudah.

China, 1937. Perias mayat, John Miller dalam perjalanan menuju gereja Katolik di Nanjing untuk menguburkan seorang pendeta mendapati dirinya berada di tengah situasi perang yang memuncak. Sekelompok siswi harus berbaur dengan segerombolan pelacur yang tengah mencari perlindungan di dalam sekolah tersebut. Suasana sengit yang tercipta di awal memang harus diakhiri dengan kerjasama untuk kertahan hidup. John dianggap kedua kubu sebagai orang yang tepat untuk membela kehormatan mereka dari penindasan tentara Jepang yang membuat banyak korban berjatuhan.

Sutradara Zhang memaksimalkan bujet terbesar dalam sejarah perfilman China untuk menghadirkan sekuens sinematik yang apik sesuai jamannya. Drama historis ini banyak memaparkan simbolisme yang penuh makna perjuangan dan pengorbanan sehingga aspek realistisnya terjaga dengan baik, apalagi lewat kinerja handheld camera di beberapa bagian. Sama dengan kondisi Perang Dunia II yang pernah diperlihatkan dalam Saving Private Ryan (1998). Desain gereja Yohei Tanada yang megah tersebut kontras dengan tata kostum William Chang Suk-Ping yang variatif bagi masing-masing karakter.

Banyak sekali memorable scenes yang akan membekas dalam ingatan anda. Perjuangan seorang tentara China hingga titik darah penghabisan dalam memerangi sekelompok tentara Jepang yang kejam, heroisme yang akan memancing sorakan anda. Tindakan pelecehan seksual secara masal terhadap warga sipil yang begitu keji, anti-humanisme yang akan mencabik perasaan anda. Sisanya adalah perjuangan untuk bertahan hidup termasuk berlari di tengah terjangan peluru sekaligus pengorbanan untuk aspek kemanusiaan yang lebih mulia lagi. Lupakan sejenak niatan Zhang dalam mengeksplorasi hubungan “cinta lokasi” antara John dan Yu Mo sebagai bumbu tontonan belaka.

Bale tergolong sukses menerjemahkan bajingan pemabuk yang egois dan haus uang menjadi pendeta karbitan yang patriotik dan penuh perhatian. Sayangnya sejak awal penonton sudah diperkenalkan pada tokoh John Miller yang demikian, tanpa karakterisasi dan latar belakang yang mendukungnya. We just have to accept him for the way he is at the present. Debutan Ni Ni sebagai pelacur intelek Yu Mo seakan diciptakan untuk meneruskan figur “kembang baru” dalam perfilman China seperti halnya Gong Li, Zhang Ziyi, Tang Wei di masa lampau. Sama mengesankannya adalah Huang sebagai si kecil George atau Atsurô sebagai Colonel Hasegawa yang memberikan perspektif berlawanan dari sosok antagonis Jepang sejak menit pertama bergulir.

Sedikit kelemahan disini adalah Zhang terlalu memaksakan setiap tokoh dalam The Flowers Of War memiliki fungsinya masing-masing sebagai penyokong cerita. Itulah sebabnya alasan sepele tokoh Dou dan Lan ngotot keluar gereja menjadi pertanyaan banyak penonton, atau bagaimana campur aduknya emosi dalam adegan pertukaran identitas sehingga penonton dapat tertawa di tengah kesenduan yang dibangun. Pada akhirnya drama emosional ini memilih bertahan (di dalam gereja) untuk memerangi kecamuk dilematis dalam diri untuk berbuat sesuai hati nurani, bukan karena tuntutan keadaan. Still one powerful experience for becoming one of the witnesses we have never lived in!

Durasi:
146 menit

U.S. Box Office:
$4,430,650 till Mar 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 19 Februari 2011

THE FIGHTER : Pertarungan Tinju Problematika Keluarga

Quotes:
Mickey Ward: I'm the one who's fighting. Not you, not you, and not you.

Storyline:
Dickie Ecklund pernah menjadi petinju kebanggaan Massachussets. Hal tersebut yang memberatkan Micky Ward sebagai saudara sekaligus sparring partnernya. Namun Dickie terjatuh dalam kecanduan dan kekerasan yang menjebloskannya ke penjara. Saat itulah, Micky meminta Sal untuk melatihnya dan mengantarnya meraih berbagai kemenangan. Dukungan dari sang kekasih Charlene dan keluarganya akhirnya membawa Micky ke partai puncak perebutan gelar juara dunia melawan Shea Neary. Bertepatan dengan kebebasan Dickie yang juga bertekad membantu Micky menang. Akankah tim yang juga satu keluarga ini mampu keluar sebagai jawara pada akhirnya?

Nice-to-know:
Menggantikan Matt Damon dan Brad Pitt yang sempat menjadi kandidat, Christian Bale dikabarkan kehilangan berat badan untuk menggambarkan sosok Dickie Ecklund yang sangat kurus dengan cara makan sangat sedikit.

Cast:
Mark Wahlberg memulai debutnya dengan nama Marky Mark dalam serial televisi The Substitute (1993). Kali ini ia bermain sebagai Micky Ward.
Menguruskan badan demi peran Dickie Ecklund, Christian Bale pernah melakukan hal serupa dalam The Machinist (2004).
Amy Adams sebagai Charlene Fleming.
Melissa Leo sebagai Alice Ward
Jack McGee sebagai George Ward

Director:
Karya perdana David O’Russell adalah feature film Spanking the Monkey di tahun 1994 yang lalu.

Comment:
Jika anda menyebutkan Rocky atau Million Dollar Baby sebagai film bertemakan tinju sebagai favorit, maka kita memiliki pendapat yang sama. Keduanya mewakili gender yang berlawanan tetapi dikemas sebagai tontonan yang sangat manusiawi dimana perjuangan mencapai cita-cita memang tidak mudah termasuk bagi mereka yang menekuni salah satu cabang olahraga.
Kali ini gaya penyutradaraan Russell bolehlah diacungi jempol. Bagaimana teknik kameranya bergerak bebas, lepas selayaknya kamera tangan tetapi tetap menghasilkan kualitas gambar yang mumpuni. Setiap scene yang direkam seperti menangkap energi dan atmosfer yang disuguhkan film. Skrip yang disusun oleh Scott Silver, Paul Tamasy dan Eric Johnson juga diterjemahkannya dengan baik menciptakan layer demi layer yang mampu mengedepankan kekuatan para karakternya.
Rasanya Bale akan mampu menggenggam Piala Oscar tahun ini lewat peran Dickie disini. Ia adalah seorang aktor bertotalitas tinggi dan bahasa tubuhnya yang cukup “aneh” sudah cukup berbicara banyak apalagi penampilan fisiknya yang dipoles sedemikian rupa. Sedangkan Wahlberg lumayan tampil maksimal sebagai Micky dimana gaya bertarungnya sebagai petinju amatir yang baru bersinar di usia yang tidak muda lagi cukup meyakinkan ditambah dengan permainan emosi yang terasa wajar.
Penonton tidak akan ditipu mentah-mentah dari segi teknik bertinju disini. Tidak ada shot yang terlalu lama dalam satu pertandingan tetapi sudah cukup menampilkan aroma persaingan yang demikian kental. Saya lebih suka seperti ini dibandingkan harus mendramatisasi ataupun terlalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang kelewat professional. Penempatan kamera di berbagai sudut berhasil menangkap keseluruhan termasuk spontanitas maupun kesalahan yang terjadi. Toh hal ini malah terkesan realistis yang sangat positif.
The Fighter mungkin berkisah biasa-biasa saja tetapi tidak diceritakan secara biasa. Kekuatan utama terletak pada penyutradaraan dan castingnya. Menarik melihat semua tokoh di film ini bergantian mengambil alih scene dengan adu argumen di antara Micky, Dickie, Charlene, Alice, George dsb yang rata-rata sangat umum terjadi dalam kehidupan lingkungan keluarga sehari-hari. Anda akan merasakannya!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$85,632,024 till mid Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 26 Juli 2009

PUBLIC ENEMIES : Kisah Perampok Bank Terbesar Sejarah AS

Quotes:
John Dillinger-[from trailer] They ain't tough enough, smart enough or fast enough. I can hit any bank I want, any time. They got to be at every bank, all the time.

Cerita:
Chicago 1930s, John Dillinger dan kawan-kawan sukses merampok bank dan selalu berhasil kabur dari penjara bagaimanapun caranya. Semua itu merupakan kesenangan hidupnya sampai bertemu Billie Frechette dan jatuh cinta. Waktu kemudian membawanya bertemu Melvin Purvis, agen FBI yang punya misi melumpuhkan Dillinger meski harus beradu siasat dan mengerahkan segenap kecerdasannya. Pada masa itu, FBI baru saja terbentuk di bawah kepemimpinan J. Edgar Hoover. Undang-undang Hukum pertama pun diberlakukan di Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak kasus tersebut.

Gambar:
Mengambil setting sesuai lokasi aslinya yakni Wisconsin, film ini berhasil menyuguhkan potret komplet tahun 1930 sesuai replikanya mulai dari kostum, kendaraan dan kehidupan kota besar Amerika Serikat.

Act:
Hampir semua orang percaya bahwa suatu saat nanti Johnny Depp akan mampu meraih Oscar setelah 3 kali dinominasikan sebagai aktor terbaik. Penjiwaannya sebagai John Dillinger, perampok terbesar yang pernah ada di sejarah Amerika Serikat patut diacungi jempol.
Di luar beberapa penghargaan utama perfilman Hollywood, nama Christian Bale memang menjadi jaminan kualitas akting yang beberapa kali memenangkan gelar aktor terbaik festival film asing termasuk dalam The Dark Knight (2008). Disini sebagai Melvin Purvis, sekali lagi Bale memperlihatkan totalitasnya dengan tampil dingin.
Sebelum ini memenangkan Oscar Aktris Terbaik dalam La Vie En Rose, Marion Cotillard semakin mengukuhkan talentanya dengan peran Billie Frechette, love interestnya John Dillinger yang cantik dan bersahaja.
Didukung oleh puluhan nama kondang lainnya seperti James Russo, Billy Crudup, Stephen Dorff, Channing Tatum dsb termasuk kembalinya aktris muda Leelee Sobieski yang sudah lama absen main film.

Sutradara:
Di usia 56 tahun hanyalah Piala Oscar yang kurang dari karier sutradara senior yang satu ini termasuk dalam The Insider (1999). Michael Mann boleh dibilang berhasil dalam jajaran cast Public Enemies dimana modal awal itu menjadi salah satu kekuatan menciptakan film sejarah yang mumpuni. Lihat saja hasil akhirnya!

Soundtrack:
Alunan suara jazzy Diana Krall dan Billie Holiday sangat membantu membangun mood film terutama sisi romantisme Dillinger dan Frechette.

Komentar:
Setting yang sempurna dan kualitas akting yang mumpuni adalah jualan utama film yang diangkat dari kisah nyata ini. Tapi selayaknya film sejarah, sulit mengubah aspek baku yang mungkin hanya berujung pada ketidak akuratan fakta, terbukti dari kemudahan John Dillinger beberapa kali melumpuhkan aparat dan sistem penjara Amerika Serikat di masa lampau yang sepertinya agak tidak masuk akal tapi mau disiasati bagaimana lagi. Sang sutradara sudah melakukan yang terbaik tetapi secara keseluruhan Public Enemies hanya seperti harimau garang tanpa cakar. Separuh pertama film berkutat pada sepak terjang dan asal usul John Dillinger dkk terus terang agak membosankan meski masih tertolong dengan dialog-dialog yang smart. Setengah jam terakhir merupakan suguhan terbaik dimana ketegangan dan dramatisasi berbaur dengan baik.

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office:
$79,639,205 till mid July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 30 Mei 2009

TERMINATOR SALVATION : Masa Depan Manusia Melawan Revolusi Mesin

Quotes:
John Connor-[to Marcus] You and me, we've been at war since before either of us even existed. You tried killing my mother, Sarah Connor. You killed my father, Kyle Reese. You will not kill me!

Cerita:
Tahun 2018, John Connor sudah ditakdirkan memimpin umat manusia melawan Skynet dan jaringan Terminatornya. Kehadiran sesosok pria yang lupa segalanya, Marcus Wright membuat John bingung dengan masa lalunya sekaligus masa depan bangsanya terlebih setelah mendengarkan suara tape rekaman ibunya, Sarah Connor yang menyatakan ayah John adalah Kyle Reese yang mungkin saja berusia lebih muda darinya! Selagi Skynet mempersiapkan pasukan T800 yang tangguh, John dan Marcus akhirnya berkolaborasi menembus jantung area operasional Skynet untuk membuka tabir rahasia mengerikan yang bisa menghancurkan umat manusia.

Gambar:
Sebagian besar bersetting di New Mexico, USA. Suasana kehancuran di tengah gurun yang gersang mendominasi hampir seluruh scene film.

Act:
Christian Bale memantapkan posisinya sebagai aktor papan atas Hollywood masa kini setelah sukses menjadi Bruce Wayne alias Batman versi baru. Dalam Terminator : Salvation, Bale menjadi John Connor, pemimpin pemberontakan terhadap mesin yang tangguh sekaligus cerdas.
Aktor Australia, Sam Worthington memulai debut yang cukup berarti dalam Hart's War (2002). Kali ini bermain sebagai Marcus Wright, manusia setengah cyborg yang sudah diprogram untuk menuntaskan misinya.
Tiga aktris cantik turut mendukung film ini yakni Moon Bloodgood sebagai Blair Williams, Bryce Dallas Howard sebagai Kate istri John Connor dan Helena Bonham Carter sebagai antagonis Dr. Selena Kogan.

Sutradara:
Penulis, produser sekaligus sutradara bernama singkat McG ini memulai debut penyutradaraannya dalam Charlie's Angels (2000). Meski belum terlalu banyak filmografinya, ia dipercaya menangani installment keempat Terminator ini. Pilihan yang tidak salah karena McG berhasil membangun film aksi yang baik.

Komentar:
Kisah Terminator yang sudah sangat melegenda dari awal tahun 1990an rasanya sulit dibayangkan masih mampu bertahan dengan sekuel-sekuelnya hingga saat ini. Tapi itulah yang terjadi. Banyak yang mengatakan Salvation hanyalah tambal sulam pengulangan dari apa yang sudah pernah ditampilkan pendahulunya. Terbukti dari rentang waktu yang tidak konsisten sejak seri pertamanya terutama garis lurus Sarah Connor-John Connor-Kyle Reese yang terkesan dipaksakan. Meski demikian T4 ini masih sanggup menghibur, memacu jantung dengan action tingkat tinggi mengenai peperangan manusia melawan mesin di masa mendatang. Tambahan lagi, cast yang memasang nama Bale rupanya tidak mengecewakan karena ia tampil total disini. Juga kemunculan tokoh Marcus Wright yang sedikit memunculkan twist di ending merupakan suatu inovasi baru. Tidak perlu berpikir jauh apalagi sampai menganalisa saat menyaksikan Salvation, nikmati saja spesial efek, adegan laga, kejutan-kejutan yang coba ditampilkannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$65,316,217 in opening May 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 22 November 2006

HARSH TIMES : Masa Sulit Hidup Pensiunan Tentara Perang

Quotes:
Mike Alvarez-I love you, fuckin' shit bag.
Jim Davis-I love you too. I'm gonna miss you, brother. I'm sorry. I'm sorry.
Mike Alvarez-Everything's gonna be okay.
Jim Davis-Yeah. Yeah. I know.

Cerita:
Setelah kembali dari Gulf War, tentara Jim Davis mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan peradaban yang normal karena stress paska trauma dan juga bayangan saat ia menghabisi banyak nyawa selama perang. Jim berupaya mencari kerja untuk mencari uang dengan melamar sebagai polisi. Sambil menunggu, ia kerap bermain bersama teman baiknya Mike Alonzo yang sudah memiliki tunangan cantik bernama Sylvia. Menyelami jalanan L.A. sepanjang malam, mereka berdua terlibat kejahatan yang tidak terencanakan. Bagaimana akhir nasib kedua sobat tersebut dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan?

Gambar:
Bersetting di Mexico dan Callifornia, Harsh Times banyak menampilkan adegan liar yang terkesan sangat riil.

Act:
Mulai dikenal sejak membintangi American Psycho (2000), karir akting Christian Bale terus menanjak tajam. Disini sebagai pensiunan tentara perang Jim Davis yang kesulitan menyesuaikan hidup, Bale menampilkan penokohan yang kuat.Aktor yang sebelum ini terlibat dalam serial teve ternama Six Feet Under, Freddy Rodriguez sebagai Mike Alonzo yang ugal-ugalan dan tidak terlalu memikirkan masa depan.
Eva Longoria sebagai Sylvia, tunangan Mike yang posesif sekaligus mengingin kehidupan berpasangan normal.

Sutradara:
Pria kelahiran Illinois 1968, David Ayer berkesempatan menyutradarai film layar lebar pertamanya dalam Harsh Times ini setelah sebelumnya lebih sering bertindak sebagai penulis termasuk Training Day (2001) yang sukses secara kualitas itu.

Komentar:
Harus diakui paruh pertama Harsh Times sangat sulit diikuti dalam arti lambat karena seperti menyaksikan potongan puzzle yang tidak jelas maknanya. Tapi seiring berjalan terutama menjelang akhir, film ini menawarkan sesuatu yang menarik dari segi ketegangan dan twist endingnya. Karakter sekaligus nasib kedua tokoh utama yang sukar ditebak dalam artian positif menambah nilai plus film ini.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$3,335,839 till end of 2006

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!