XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 07 Mei 2010

MENCULIK MIYABI : Kesalahpahaman Berujung Kemenangan?

Storyline:
Tiga sahabat cupu yaitu Kevin, Bimo dan Aan di kampus sering menjadi bulan-bulanan Mike, kekasih Jessica yang merupakan teman kecil Kevin. Mike menantang ketiganya untuk datang ke pesta Jessica dengan membawa cewek cantik atau dipermalukan seumur hidup. Namun di luar kampus, ketiganya memiliki idola yang sama dan berdiskusi tentangnya yaitu Miyabi alias Maria Ozawa, bintang porno asal Jepang. Pengumuman di sebuah blog bahwa Miyabi akan datang ke Jakarta membuat Bimo dan Aan nekad datang ke bandara untuk melihat secara langsung dan bahkan menculik seorang gadis yang disangka Miyabi. Kesalahan pun terjadi karena yang diculik adalah Mie Yao Bie, gadis asal Taiwan. Bagaimana kekacauan tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya dilangsungkan di fX.

Cast:
Nicky Tirta sebagai si cupu Kevin.
Herfiza Novianti sebagai primadona sekolah Jessica.
Sabrina Pai sebagai Mie Yao Bie.
Kevin Julio sebagai Bimo.
Hardi Fadhillah sebagai Aan.

Director:
Pernah menggarap Setan Budeg yang lumayan sukses itu, Findo Purwono HW kembali mengarahkan bintang-bintang yang kurang lebih sama untuk Menculik Miyabi ini.

Comment:
Sempat dicekal proses syutingnya dikarenakan kehadiran Maria Ozawa di Indonesia yang kontroversial akhirnya produser dan sutradara sepakat melanjutkan syuting di Jepang langsung! Pintar atau ngotot? Yang pasti tidak seperti bayangan sebagian besar orang (yang mungkin terlalu kotor pikirannya atau lebih pantas disebut munafik?), tema ceritanya mengenai persahabatan dan cinta remaja yang lekat dengan kesehariannya. Samasekali tidak ada adegan yang menonjolkan keseksian Ozawa disini. Yang ada Sabrina Pai yang berperan cukup menarik di luar keterbatasan bahasa yang digunakannya. Daya tariknya bolehlah menggantikan Miyabi yang legendaris itu. Nicky dan Herfiza berbagi chemistry yang lumayan pas. Hardi dan Kevin seperti biasa cukup mengocok perut, tidak halnya dengan Mocil yang kebagian sedikit scene disini. Eksekusi film boleh dibilang mulus terlepas dari kurang kokohnya konstruksi cerita yang tertutup oleh beberapa pesan moral yang diselipkan disana-sini. Endingnya selayaknya film remaja Hollywood yaitu the loser finally be the winner dan ada twist tersendiri di penghujung adegan. Saksikanlah jika anda penasaran. Tidak ada rotan, akarpun jadi!

Durasi:
75 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 06 Mei 2010

JOY RIDE 2 : DEAD AHEAD

Quotes:
Rusty Nail-Heckof a joy ride, isn't it..

Storyline:
Ketika empat sahabat memulai perjalanan ke Vegas untuk bermain dan mencari sensasi, mereka tidak menyangka akan jatuh ke tangan seorang pemilik rumah yang haus darah, penyiksaan dan ketakutan terdalam diri manusia! Setelah kendaraan mereka mogok di tengah jalan di suatu tempat, mereka harus menemukan perumahan penduduk. Tetapi rencana mereka membangunkan kebencian Rusty Nail - seorang pembunuh, pengemudi truk yang ingin balas dendam dan tidak akan berhenti sampai mereka tidak memiliki apapun lagi..

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di British Columbia, Kanada.

Cast:
Nicki Aycox sebagai Melissa terakhir tampil dalam sekuel The X-Files : I Want To Believe.
Nick Zano sebagai Bobby sebelum ini bermain dalam Beverly Hills Chihuahua.
Kyle Schmid sebagai Nik
Laura Jordan sebagai Kayla
Mark Gibbon sebagai Rusty Nail

Director:
Sekuel terakhir yang ditangani Louis Morneau bergenre thriller juga yaitu The Hitcher II mengalami nasib yang sama dengan rilis langsung dalam format video.

Comment:
Sebuah film yang dilempar langsung ke pasaran DVD biasanya berkualitas kelas B. Namun apakah demikian kasusnya dengan sekuel Joy Ride yang cukup berbicara banyak di tahun 2001 itu? Dari segi plot cerita nyaris tidak ada perbedaan dengan prekuelnya. Banyaknya pengulangan terutama pada adegan penyiksaan di bagian akhir. Kenyataannya film ini tidak sesadis yang saya bayangkan, levelnya di bawah film pertamanya. Dari segi cast, Aycox-Zano-Schmid tidaklah sekuat trio Walker-Zahn-Sobieski yang lebih mempunyai nama. Namun ketiganya berakting sedikit di atas ekspektasi awal. Tensi film bersub titel Dead Ahead ini bisa dibilang menyedihkan. Apalagi di paruh pertama, saya sangat tidak mengerti apa yang berusaha disampaikan dan logika yang mendukungnya! Di paruh kedua barulah mulai menarik tetapi itupun tidak didukung musik latar yang seharusnya mampu mensugestikan penonton untuk merasa ngeri. Sutradara Morneau sepertinya terbatas dalam bujet sehingga adegan aksi tidak maksimal terutama kejar-kejaran di jalan. Endingnya tidak menyisakan apa-apa dan cenderung mudah ditebak. Sebetulnya tidak terlalu buruk tetapi jika perbandingannya Joy Ride menjadi sangat jauh.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 05 Mei 2010

DAYBREAKERS : Dunia Futuristik Vampir Haus Darah

Quotes:
Edward Dalton: Is this place safe?
Elvis: Living in a world where vampires are the dominant species is about as safe as bare backing a 5 dollar whore.

Storyline:
Kurang lebih 10 tahun dari sekarang, populasi dunia akan dikuasai kaum vampir yang mengonsumsi darah manusia selayaknya kopi ataupun wine. Namun umat manusia yang tersisa 5% harus bertahan hidup dengan bersembunyi atau menjadi supply khusus di peternakan masal. Adalah Dr. Edward Dalton, seorang vampir hematologi yang bekerja di sebuah perusahaan farmasi berusaha menciptakan darah tiruan untuk menggantikan darah asli yang sudah semakin langka itu. Saat Edward bertemu kawanan manusia yaitu Audrey dkk, ia mulai tertarik untuk kembali menjadi manusia. Keputusan yang tidak mudah karena akan melibatkan banyak pihak yang kontra dengannya.

Nice-to-know:
Pembuat film ini menyelenggarakan contest di Worth1000.com untuk mencari pemenang foto hasil manipulasi mengenai bagaimana dunia akan terlihat jika setiap orang menjadi vampir.

Cast:
Peran Edward Dalton disini merupakan 1 dari 4 film yang dibintangi Ethan Hawke sepanjang 2009 selain Staten Island, Brooklyn’s Finest dan New York, I Love You.
Lebih banyak membintangi serial televisi sebelumnya termasuk Love My Way (2004-2007), Claudia Karvan bermain sebagai Audrey Bennett
Willem Dafoe sebagai Lionel 'Elvis' Cormac
Sam Neill sebagai Charles Bromley
Michael Dorman sebagai Frankie Dalton

Director:
Michael dan Peter Spierig sebelumnya menangani Undead (2003) yang cukup mencuri perhatian saat ditayangkan di beberapa festival internasional.

Comment:
Pertama-tama harus saya tegaskan bahwa ini bukan film vampir biasa. Premisnya diputar 360 derajat dimana kaum vampir sebagai mayoritas sedangkan umat manusia sebagai minoritas. Sudut pandangnya sendiri bergantian dimana pihak baik dan jahat ada di kedua belah pihak.
Tiga aktor utamanya dapat dikatakan memberikan imej yang berbeda-beda. Hawke sebagai tipikal superhero Edward yang selalu bersikap optimistik. Neill sebagai villain Charles yang rela melakukan apa saja untuk mempertahankan dunia sesuai keinginannya. Dafoe sebagai Elvis yang bergaya country dengan busur panah di tangannya. Sedangkan aktris Karvan yang sepintas mirip Famke Janssen membawakan tokoh Audrey dalam semangat feminisme satu-satunya disini.
Sutradara Spierig bersaudara menghadirkan sinematografi yang menjanjikan dimana perpaduan warnanya begitu kontras. Dunia siang dan malam kaum vampir memberikan nuansa yang berbeda. Semua didominasi warna biru yang dibiaskan sedemikian rupa hingga berbaur dengan kegelapan yang diinginkan. Penggunaan spesial efek CGI juga turut memberikan nilai plus tersendiri.
Pergantian sudut pandang baik-jahat memang terkadang membingungkan anda. Dan pada awalnya mungkin agak sulit mengidentifikasi tokoh tertentu berada di pihak yang mana. Meski demikian editing yang dilakukan Matt Villa beserta konsistensi visual dari Ben Nott teramat membantu visi anda memasuki dunia futuristik yang kelam tersebut.
Daybreakers tidak lupa melengkapi konsep action thriller nya dengan pelbagai adegan sadis yang diperlihatkan secara meyakinkan baik terbunuh dengan berlumuran darah ataupun terbakar sinar matahari dengan berhamburan api. Film ini jelas di atas rata-rata standar film sejenis semisal franchise Blade. Meskipun di paruh awal terasa sangat menjanjikan, paruh keduanya juga tidak mengecewakan dengan originalitas yang tinggi.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$29,975,979 till Feb 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 02 Mei 2010

DATE NIGHT : Kejemuan Pernikahan Berakhir Petualangan Seru

Quotes:
Phil Foster-He turned the gun sideways! That's a kill shot!

Storyline:
Suami istri Foster yaitu Phil dan Claire mulai merasakan kejenuhan dalam rumah tangga mereka. Apalagi kesibukan mengurus pekerjaan, rumah dan anak-anak sekaligus yang semakin memusingkan. Nyaris tiada api lagi dalam pernikahan mereka. Sampai pada suatu ketika, Phil berusaha menyenangkan istrinya dengan mengajak makan malam di restoran seafood populer, Claw di daerah Manhattan. Demi menyiasati waiting list yang penuh, mereka mengaku sebagai pasangan Tripplehorns. Sayangnya keputusan itu salah saat dua pria sangar, Collins dan Armstrong meminta mereka menyerahkan flashdrive atau keselamatan ancamannya. Phil dan Claire pun harus bahu membahu meloloskan diri sekaligus mencaritahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Nice-to-know:
Pada adegan Claire Foster bersiap tidur, ia menggunakan kaos University of Virgina dimana pemerannya Tina Fey lulus dari sana pada tahun 1992.

Cast:
Karir akting Steve Carell dimulai lewat peran singkat dalam Tomorrow Night (1998). Kali ini bermain sebagai Phil Foster, eksekutif yang mulai menyadari bahtera rumah tangganya mulai goyah dan berusaha melakukan segala cara untuk mempertahankannya.
Nama Tina Fey mulai dikenal setelah membintangi film layar lebar keduanya, Mean Girls (2004). Disini sebagai Claire Foster, ia tampil pas sebagai seorang istri dan ibu yang tertekan akan rutinitas.
Didukung pula oleh nama-nama tenar seperti Mark Wahlberg, Ray Liotta, Mark Ruffalo, James Franco, Taraji P. Henson dan Mila Kunis.

Director:
Shawn Levy pernah menangani film sejenis tentang pasangan yang berusaha rujuk dalam Just Married (2003) yang dimainkan Ashton Kutcher dan (alm) Brittany Murphy.

Comment:
Melihat dua versi posternya pada salah satu sinepleks ternama ibukota membuat saya terpingkal-pingkal. Yang satu bertuliskan, "some dates start with a kiss.." dan yang lain, "..and end with a bang" yang memperlihatkan perubahan "penampilan" Carell dan Fey. Pada saat itu, saya mengira akan seperti apa film ini. Nyatanya Carell dan Fey berhasil menciptakan chemistry yang sangat pas timingnya juga kekompakan mereka memadu tawa sungguh luar biasa. Itulah yang penting disini. Selain fakta bahwa jajaran castnya juga berhasil mencuri perhatian. Lihat bagaimana seksinya Wahlberg yang bertelanjang dada di setiap scene, belum lagi Franco dan Kunis yang walau singkat sangat luwes sebagai pasangan Tripplehorns yang asli. Beberapa cameo seperti Rufallo, Will.I.Am dsb juga turut memperkuat peranan.
Acungan jempol patut dilayangkan pada sutradara Levy yang menyuguhkan sinematografi yang berbeda, seperti kamera tangan yang dinamis mensyut setiap adegan dari berbagai sudut tanpa pencahayaan yang berlebihan, sangat natural! Sebagai sebuah komedi romantis, Date Night bercerita nyaris tanpa plot yang rumit dengan skrip yang sesungguhnya terbatas. Namun itulah kelebihannya karena tanpa terbebani, semua elemen berpadu dengan wajar dalam situasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan lupakan selipan pesan moral bahwa kejenuhan intensitas hubungan suami istri itu harus diatasi, bukan dibiarkan tanpa suara.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$73,604,361 till May 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 01 Mei 2010

IP MAN 2 : Master Wing Chun Tertantang Beladiri Dunia Barat

Storyline:
Sejak kedatangan Ip Man di Hongkong pada tahun 1949, ia mengetahui bahwa sekolah beladiri yang beroperasi disana lebih sebagai triad. Untuk memperbaiki citra itu, ia membuka sekolah sendiri yang tidak hanya mengajarkan seni tetapi juga nilai-nilai keadilan. Namun kemudian Ip Man berselisih paham dengan guru Hung Gar yang jumawa dan menganggap beladiri harus diartikan dengan kemenangan dalam pertempuran. Lewat serangkaian peristiwa, Ip Man dan Hung Gar bisa saling respek satu sama lain sambil memikirkan tantangan Twister, juara dunia tinju yang mewakili seni beladiri dunia Barat yang meremehkan seni beladiri dunia Timur.

Nice-to-know:
Didistribusikan oleh Mandarin Film Distribution Co..

Cast:
Donnie Yen pernah meraih nominasi Hong Kong Film Award 1993 kategori Best Supporting Actor dalam Once Upon a Time in China II (1992). Kini ia melanjutkan peran Ip Man, pemrakarsa aliran beladiri Wing Chun.
Sammo Hung sebagai Hung Gar
Darren Shahlavi sebagai Twister

Director:
Wilson Yip pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai film Hongkong adalah 01:00 A.M. (1995).

Comment:
Hanya berselang setahun, Ip Man yang seru mengesankan itu dibuat sekuelnya. Terburu-buru demi mengejar aspek komersial? Saya rasa tidak. Saya percaya motif trio Wilson, Donnie dan Sammo lebih dari itu.
Sekadar mengingatkan, episode Ip Man terdahulu bisa jadi merupakan salah satu martial arts movie yang paling berkesan sepanjang masa, setidaknya bagi sebagian besar orang di belahan bumi Timur. Jika harus dibandingkan, episode kedua ini sedikit melemah karena plotnya hanya bercerita tentang perjuangan Ip Man agar seni beladiri kungfu dapat dihormati dunia Barat. Ya hanya itu para penonton!
Beruntung penampilan Donnie Yen tetap konsisten tanpa memberikan sentuhan berlebihan pada karakter Ip Man, gerakannya masih efektif dengan tutur bahasa yang lembut. Namun yang patut diacungi jempol adalah salah satu ikon perfilman Mandarin tahun 1980an, Sammo Hung Chin Pao. Selain berprofesi sebagai art director, ia juga solid memerankan tokoh Hung Gar yang tangguh dan keras hati. Catatan kecil sekaligus penting disini, pertarungan Donnie dan Sammo di paruh pertama film sangatlah memukau, melebihi endingnya itu sendiri. Keduanya yang asli menguasai kungfu beradu jurus dengan serunya di atas meja sampai dupa habis.
Sinematografi yang dihadirkan juga masih sama baiknya dengan atmosfer 1940an yang cukup kental. Secara keseluruhan Ip Man 2 memenuhi syarat film aksi hiburan yang baik. Anda yang belum pernah menyaksikan prekuelnya dijamin terkesan. Sedangkan bagi yang sudah menonton prekuelnya, tetap akan merasa terpuaskan walaupun rasa antusias yang muncul tidak akan sama seperti sebelumnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

IRON MAN 2 : Kehidupan Gemerlap Tony Stark Incaran Musuh Baru

Quotes:
Tony Stark-I am Iron Man. The suit and I are one.
Justin Hammer-I wanna make Iron Man look like an antique.

Storyline:
Kini dunia sudah mengakui Tony Stark sebagai pahlawan super Iron Man dan juga milyuner penemu yang sukses. Hal tersebut memicu tekanan yang ditimbulkan oleh Pemerintah, pers, khalayak umum yang memaksa Tony berbagi rahasia teknologi yang digunakannya kepada bidang militer. Sementara itu saingan Tony, Justin Hammer berusaha keras menemukan teknologi yang sama hingga berjumpa dengan Ivan Vanko, fisikawan sekaligus putra penemu yang pernah bekerjasama dengan ayah Tony. Keduanya membentuk kekuatan baru yang mengerikan. Setelah menyerahkan Stark Enterprise kepada asisten sekaligus kekasihnya, Pepper Pots dan karyawan baru yang cerdas, Natalie Rushman, Tony pun berusaha menyelamatkan dunia sekali lagi dengan bantuan temannya Letnan Kolonel James "Rhodey" Rhodes

Nice-to-know:
Scarlett Johansson telanjur mengecat rambutnya menjadi merah sebelum dipastikan mendapatkan peran Black Widow yang awalnya ditawarkan kepada Emily Blunt yang akhirnya mundur karena jadwal syuting Gulliver's Travels (2010).

Act:
Dua tokoh utama, Robert Downey, JR dan Gwyneth Paltrow masih menokohkan Tony Stark alias Iron Man dan kekasih asistennya Pepper Pots.
Dua pendatang baru dalam sekuel ini yang memegang peran cukup penting adalah Scarlett Johansson sebagai Natalie Rushman dan Don Cheadle sebagai James Rhodes yang menggantikan Terrence Howard yang tidak sepakat dengan Marvel Studios.
Dua karakter antagonis, Justin Hammer dan Ivan Vanko masing-masing dipegang oleh Sam Rockwell dan Mickey Rourke.

Director:
Nominasi besar pertamanya diraih di Emmy Award lewat Dinner For Five (2001), kini Jon Favreau tergolong sutradara sukses yang sudah mengarahkan beberapa film box-office dari periode 1990an hingga sekarang.

Comment:
Tanpa pengenalan karakter lagi, sekuel ini langsung dibuka dengan pengenalan kehidupan Tony Stark sebagai superhero selebritis miliarder yang glamor pede kalau tidak mau dibilang congkak. Terkadang penonton akan merasa muak melihatnya tapi itulah Downey yang berhasil membawakan karakter pahlawan secara berbeda dengan gaya tersendiri. Paltrow masih tampak anggun dan cerdas sedangkan Johansson cantik dingin juga tangguh sebagai tokoh baru disini. Sutradara Favreau masih mempertahankan tone yang kurang lebih sama dengan prekuelnya. Adegan aksinya lebih ke arah penghancuran memang terasa megah walau tidak terlalu intens, terutama di awal dan akhir film. Namun apa yang terjadi di pertengahan? Sepertinya agak sedikit slow dengan perjalanan cerita yang berangsur reda, banyak sekali tempelan adegan yang tidak terlalu penting dan seharusnya bisa dihilangkan saja karena tidak mengganggu cerita. Endingnya juga terasa dipermudah, bahkan sebelum anda berekspektasi lebih, sudah diselesaikan. Kesimpulannya, Iron Man 2 "hanya" sedikit lebih baik dari prekuelnya yang terkesan lebih gelap dan provokatif di bagian awal dan akhir tetapi penilaian lengkap masih belum mampu menyamai Iron Man 1. Semoga tidak akan ada seri ketiganya kecuali betul-betul dipersiapkan secara matang.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 30 April 2010

TARING : Giliran Dedemit Menciptakan Teror

Storyline:
Bos agensi model Heaven's Secret, Alex menyewa fotografer terbaiknya, Damian beserta asistennya, Inggrid untuk menangani proyek bertemakan Wild Fantasy. Maka dipilihlah Farah, Wiwid dan Gabriella untuk bersama-sama menuju alam liar yang disebut Hutan Werenggini di pedalaman. Tidak mengindahkan larangan penduduk setempat, mereka tetap menuju lokasi pemotretan dengan memakai lingerie seksi. Selesai sesi foto tersebut, Dallas menemukan keanehan pada hasilnya. Sayang semua mungkin saja terlambat karena dedemit penunggu hutan mulai mengincar mereka satu-persatu.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Rapi Films dan diproduseri oleh Gope T. Samtani dan Subagio S.

Cast:
Terakhir muncul sebagai preman wanita dalam Perjaka Terakhir (2009), Fahrani Empel yang hobi mengoleksi tatoo ini berperan sebagai Farah, mantan kekasih Dallas yang juga harus mencari uang demi mengurus ibunya yang sakit keras di rumah sakit.
Baru saja bermain dalam Serigala Terakhir (2009), Dallas Pratama kali ini bermain sebagai Damian.
Memulai debut layar lebar pertamanya, penyanyi Rebecca sebagai Gabriella.
Shinta Bachir sebagai Wiwid.
Meidian Maladi sebagai Alex.
Reynavenska sebagai Inggrid.

Director:
Baru saja menggarap Air Terjun Pengantin (2009) sekitar enam bulan lalu itu, Rizal Mantovani bekerjasama dengan penulis cerita Alim Sudio untuk mengembangkan skenario film ini.

Comment:
Plot ceritanya sangat sederhana dan terkesan tidak mau banyak berpikir. Tidak banyak berbeda dengan apa yang tersaji dalam Air Terjun Pengantin, film ini hanya mengubah tokoh "antagonis" dari psikopat menjadi makhluk halus tradisional Indonesia. Selain itu faktor gadis-gadis seksi yang berpakaian minim dan terjebak di lokasi terpencil masih dipertahankan oleh Rizal. Satu-satunya hal baru yang ditampilkannya adalah sosok dedemit yang memburu dengan cara berjalan mundur ataupun kayang. Menarik atau aneh? Entahlah. Ilustrasi musik dan penampakan hantu sedikit banyak mengingatkan kita pada trilogi Kuntilanak yang laris itu, hanya saja tanpa nyanyian pemanggilan. Dari segi cast, Fahrani seperti biasa bermain dengan karakter yang kuat, itupun mungkin karena skrip mempercayakan porsi yang lebih padanya. Sedangkan yang lain tidak terlalu terekspos secara maksimal termasuk Dallas dan Rebecca yang sebenarnya cukup mencuri perhatian. Jika anda perhatikan, suasana malam terasa sangat panjang dalam film, kontras dengan siang yang terasa sekejap saja. Tujuannya jelas menakuti-nakuti penonton yang mungkin di beberapa sekuens cukup berhasil. Kesimpulannya Taring bukan film yang akan diingat terus oleh audiens apalagi endingnya yang dipaksakan gantung seperti biasa walaupun kurang relevan. Cape rasanya!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 29 April 2010

AKIBAT PERGAULAN BEBAS : Seksinya Dunia Malam Kaum Metropolitan

Storyline:
Kanya, Dinda dan Zizi yang bersahabat sama-sama terhempas dalam bebasnya kehidupan kaum muda metropolitan. Kanya menjadi cewek panggilan dan menghasut Dinda untuk terjun juga. Awalnya menolak tapi karena kesulitan ekonomi, Dinda akhirnya terjerumus juga apalagi dijanjikan menjadi fotografer terkenal oleh Boy. Zizi juga menjadi simpanan pria beristri bernama Roy hingga berakibat kehamilan tanpa tahu siapa yang harus bertanggungjawab. Sementara itu Gladys yang berpacaran dengan Boni juga terseret dilema yang menghubungkannya dengan Kanya dan Dinda. Akankah pada akhirnya masing-masing dapat sadar dan kembali ke jalan yang benar?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Mitra Pictures dan gala premierenya diselenggarakan di Planet Hollywood tanggal 26 Maret yang lalu.

Cast:
Uli Auliani sebagai Kanya
Samuel Zylgwyn sebagai Boni
Sabai Morscheck sebagai Gladys
Leylarey Lesesne sebagai Dinda
Smitha Anjani sebagai Zizi
Diramaikan pula oleh Ray Sahetapy dan Yama Carlos.

Director:
Pernah diakui kepiawaiannya dalam Ekskul (2006) yang menggondol Piala Citra walau akhirnya dicabut itu membuat nama Nayato Fio Nuala sukses bertahan hingga saat ini dengan film-film yang hampir seragam.

Comment:
Dari pembuka saya merasa 80% tema film yang ditulis oleh Puguh P.S. Atmadja ini sama persis dgn 18+ sehingga konsentrasi saya tidak terpaku pada layar lagi melainkan pada ponsel RIM dan snack yang saya bawa. Ya tiga sahabat putri dengan dinamika hidupnya masing-masing yg tersentralisasi pada gaya metropolitan yaitu dugem, seks, drugs dengan berbagai motif mulai dari uang, pelarian, kesepian, kesenangan dsb dimana pada akhirnya mereka saling berseteru dan berjuang satu sama lain. Lagi-lagi saya bisa mengatakan betapa berbakatnya seorang Nayato dalam mendirect gambar-gambar yang bagus dengan pendekatan angle-angle yang menarik. Hanya saja talentanya kembali terbuang sia-sia karena tidak berani menyuguhkan sesuatu yang baru dan lebih berbobot! Akting para pemainnya juga tidak banyak membantu. Yang tidak masuk akal, hampir semua aktifitas yang dilakukan para aktornya disini diharuskan tanpa baju alias shirtless? Hm, Akibat Pergaulan Bebas yang diembel-embeli terinspirasi dari berbagai kisah nyata merupakan remake atau spin-off yang jelas gagal yang cuma menjual adegan-adegan syur yang sudah tergunting sensor pula.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Rabu, 28 April 2010

BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY : Mencari Cinta Di Kota Bangkok Yang Sibuk

Storyline:
Gadis 30 tahun, Mei Li berjuang menemukan cinta sejatinya. Kedua orangtua dan neneknya kerapkali mempertanyakan calon jodoh Mei Li yang terus menerus menghindar. Saat tidak sengaja kecelakaan saat mabuk mengendarai, Mei Li malah berjumpa pria tampan bernama Lung (alias Paman). Perjumpaan singkat itu begitu membekas di dada Mei Li. Hingga lewat beberapa kesempatan mereka bertemu kembali termasuk dalam perjalanan pulang pergi kerja menggunakan kereta BTS yang sangat padat arus itu. Sadar bahwa mungkin pria inilah yang tepat, Mei Li berjuang mendapatkan Lung dengan segala rintangan yang menghadang.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh GMM Tai Hub, sang sutradara juga bekerjasama dengan Benjamaporn Srabua dan Navapol Thamrongruttanarit untuk menulis skripnya.

Act:
Sirin Horwang sebagai Mei Li
Theeradej Wongpuapan sebagai Lung
Unsumalin Sirasakpatharamaetha sebagai Plern

Director:
Garapan perdananya, My Girl alias Fan Chan (2003) yang diproduksi di Singapore membuat nama Adisorn Trisirikasem melejit. Rot fai faa.. Maha na ter alias Bangkok Traffic Love Story adalah film ketiganya.

Comment:
Saat mengetahui film ini menjadi yang terlaris di Thailand pada tahun 2009 mengalahkan horor terfavorit saya Phobia 2 yang lebih diunggulkan itu, penasaran juga apa keistimewaannya sih? Dibuka dengan pengenalan terhadap keluarga dan sahabat-sahabat Mei Li, film ini memang sedikit "berbeda" di awal karena mengingatkan saya akan film-film Singapore karya Jack Neo tetapi di akhir sedikit bernuansa film-film romantis Korea. Namun secara keseluruhan tetap setia pada akar budaya Thailand termasuk saat memperlihatkan festival tahunan Songkran yang terkenal itu berikut setting Stasiun MRT yang sibuk, Planetarium Bangkok hingga Bandara Internasional Suvarnabhumi. Setelah pengenalan pada tokoh "Paman" alias Lung, drama komedi romantis ini terasa lebih "hidup". Karakter Mei Li yang lugu dan kikuk sangat pas chemistrynya dengan Lung yang sabar dan dewasa. Sirin dan Theeradej benar-benar mampu membuat penonton bersinergi dengan karakter yang mereka mainkan. Tidak heran jika dalam People's Choice Awards 2009 di Thailand, mereka memenangkan kategori aktor-aktris terbaik di luar film terbaik. Plot ceritanya sederhana tetapi disajikan dengan gaya yang unik dan penggalian karakter yang cukup matang. Endingnya juga tidak klise. Walau berdurasi cukup panjang, BTS akan membuat anda tertawa sekaligus terharu akan hangatnya kisah cinta yang mengajarkan bahwa kesempatan dua orang yang saling mencintai untuk bersama itu tidak mudah, bahwa rencana terbaik yang disusun tidak selalu berjalan sempurna.

Durasi:
120 menit

Asian Box Office:
THB 142,890,000 in Thailand till Dec 2009.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 26 April 2010

DEMI DEWI : Anak Adalah Segala-galanya

Storyline:
Suatu pagi saat hendak mengantar suaminya Terry berangkat kerja, Adara malah menyaksikan putri kesayangannya Dewi diculik oleh pria bermantel yang belakangan diketahui bernama Leo. Tujuannya adalah uang tebusan yang nyaris bernilai setengah miliar rupiah. Adara sebetulnya lebih mencemaskan kondisi Dewi yang menderita asma. Di lain pihak Leo begitu memperhatikan Dewi yang mengingatkannya pada putri ciliknya, Satin yang meninggal karena sakit dan tidak memiliki biaya untuk membayar operasi. Bagaimana sesungguhnya masa lalu kedua orang yang tidak saling mengenal tersebut? Berhasilkah Dewi diselamatkan meskipun Adara harus mempertaruhkan segalanya?

Nice-to-know:
Press conferencenya dilangsungkan di Soho Cafe dan ditutup dengan gala premiernya yang cukup megah di Senayan City XXI 26 Maret yang lalu.

Cast:
Cukup lama absen di layar lebar, Winky Wiryawan ternyata masih konsisten berakting dalam memerankan tokoh penculik humanis bernama Leo yang menjadi gagap setelah berduka akibat kehilangan putri semata wayangnya, Satin.
Pernah mendukung Rasa yang juga diproduksi oleh Magma Entertainment, Wulan Guritno yang tengah hamil muda kebagian karakter Adara yang jago berkelahi dan punya masa lalu memilukan.
Didukung pula oleh Widyawati, Ray Sahetappy, Volland Humonggio dan Bulan Ayu sebagai si kecil Dewi yang menderita asma.

Director:
Charles Gozali sebelumnya menggarap film Rasa (2009) yang mengusung duet Christian Sugiono dan Pevita Pearce tersebut.

Comment:
Trailernya bisa dibilang menarik karena banyak bermuatan adegan aksi. Namun mengingat kualitas RASA yang jauh di bawah standar itu, saya sempat apatis. Nyatanya Demi Dewi hanya sebatas memenuhi standarisasi film nasional saja. Plot cerita yang sebenarnya cukup menarik itu tidak tergarap dengan maksimal. Tone yang digunakan sepanjang film terasa datar-datar saja meskipun tensinya turun naik. Perpindahan antar scene nya meski rasional tapi terasa kurang mulus sekuensnya. Dari segi cast, Wulan tampil cukup berani disini dengan melakukan beberapa adegan berbahaya walau sedang hamil muda. Winky juga tidak terlalu mengecewakan karena berhasil menampilkan karakterisasi seorang ayah yang bertolak belakang dengan kehidupan aslinya. Beberapa musik latar dari suara d'Masiv rasanya terlalu berusaha mendramatisasi, sayangnya lagu-lagu tersebut sudah terlalu dikenal masyarakat. Namun usaha yang sudah dilakukan Charles bolehlah diapresiasi karena berusaha menampilkan sisi humanisme ibu dan anak ataupun ayah dan anak, belum lagi perjuangan seseorang yang bermasa lalu kelam untuk tetap tegar berdiri dengan menata hidup yang baru. Saksikan film ini jika anda kangen akan film aksi lokal.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa