XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label wilson yip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wilson yip. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

A CHINESE GHOST STORY : Kisah Cinta Segitiga Beda Alam

Quotes:
Sufeng Lei: Manusia dan hantu tidak dapat bersama. Jangan pernah imajinasikan karena itu hanyalah sebuah ilusi.

Storyline:
Petugas Pemerintahan muda, Choi San ditugaskan untuk mencari sumber air bagi warga dusun Black Mountain yang mengalami kekeringan panjang. Kepala desa menugaskan Ti Nga dan beberapa narapidana untuk menemaninya. Hal ini bukan tanpa alasan karena Black Mountain terkenal angker dan diyakini tempat bersemayam siluman jahat yang dipimpin oleh Tree Demon. Choi San yang berpikiran lurus-lurus saja kemudian bertemu gadis cantik Sou Sin yang sebenarnya hantu pengisap energi manusia. Pembasmi hantu Chek Ha sudah memperingatkan Choi San akan siapa Sou Sin sesungguhnya. Namun hubungan sudah terjadi dan mereka harus dihadapkan pada pilihan akhir yang dilematis.

Nice-to-know:
Didedikasikan untuk mengenang salah satu aktor sekaligus biduan kesohor Hongkong yakni Leslie Cheung (1956-2003).

Cast:
Louis Koo sebagai Yan Chixia (燕赤霞)
Liu Yifei sebagai Nie Xiaoqian (聶小倩)
Yu Shaoqun sebagai Ning Caichen (寧采臣)
Kara Hui sebagai Tree Demon (樹妖)
Wang Danyi Li sebagai Xia Bing (夏冰)
Louis Fan sebagai Xia Xuefenglei (夏雪風雷)
Li Jing sebagai Iron Teeth (鐵牙)

Director:
Wilson Yip merupakan pria yang menyutradarai Ip Man (2008) dan Ip Man 2 (2010) sebelum ini.

Comment:
Bagi anda penikmat film bioskop di tahun 80-90an pasti tidaklah asing dengan suguhan film-film Mandarin yang mendominasi bioskop Ibukota dengan berbagai genre pada waktu itu. Salah satunya adalah Sien nui yau wan (1987) yang menjadi cult hingga saat ini serta berhasil melejitkan nama Leslie Cheung dan Joey Wang yang sontak menjelma sebagai idola baru perfilman Hongkong di tahun-tahun berikutnya.
Versi terbaru ini dapat dikatakan setia dengan originalnya dimana sebagian besar plot utamanya masih dipertahankan. Intronya langsung menohok seakan tanpa basa-basi, membawa anda berkenalan dengan tokoh-tokoh utamanya baik manusia maupun siluman, antagonis sekaligus protagonist itu sendiri. Selepas itu konflik pun bergulir dan sampai berujung pada konklusi yang sebetulnya tidak terlalu sulit untuk ditebak.
Sutradara Yip Wai Shun dengan cerdas memadukan konsep drama romansa dengan soft horror yang tidak menakutkan samasekali. Ilustrasi musik cukup menyenangkan untuk mengintervensi setiap perpindahan scenenya sekaligus mempermulus editing disana-sini. Di luar dugaan, saya menyukai segi spesial efek yang tidak berlebihan (berbeda dengan remake klasik Mandarin pada umumnya), plus tata kostum dan make-up yang terbilang rapi dan meyakinkan.
Wajah ayu Yifei terasa pas sebagai Sou Sin, sang hantu lembut hati berwujud seorang gadis berbaju putih. Sepintas mengingatkan saya pada Cecilia Cheung. Keluguan Shaoqun yang belum banyak dikenal juga cukup tepat dalam menjiwai Choi San yang berhati tulus. Sedangkan Louis koo mungkin merupakan satu-satunya cast yang paling tersohor disini dan menarik melihatnya mendapat peran berbeda Chek Ha di luar genre aksi yang mendominasi filmografinya. Tanpa lupa menyebut nama Kara Hui dan Fan Siu Wong yang bermain menarik sebagai dua kubu yang berseberangan.
A Chinese Ghost Story hanyalah sebuah film nostalgia bagi penonton generasi lawas dan introduksi gaya percintaan horor klasik Tiongkok bagi penonton masa kini. Semua digarap sesuai porsinya, tidak over ataupun tidak minus sehingga menjadikannya tontonan yang cukup menghibur sebagai pengisi waktu senggang anda. Jangan terlalu berharap sesuatu yang luar biasa disini. Namun pandanglah sebagai teori sederhana mengenai sebentuk cinta yang dilandasi kerelaan dan sikap berkorban itu sendiri.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 01 Mei 2010

IP MAN 2 : Master Wing Chun Tertantang Beladiri Dunia Barat

Storyline:
Sejak kedatangan Ip Man di Hongkong pada tahun 1949, ia mengetahui bahwa sekolah beladiri yang beroperasi disana lebih sebagai triad. Untuk memperbaiki citra itu, ia membuka sekolah sendiri yang tidak hanya mengajarkan seni tetapi juga nilai-nilai keadilan. Namun kemudian Ip Man berselisih paham dengan guru Hung Gar yang jumawa dan menganggap beladiri harus diartikan dengan kemenangan dalam pertempuran. Lewat serangkaian peristiwa, Ip Man dan Hung Gar bisa saling respek satu sama lain sambil memikirkan tantangan Twister, juara dunia tinju yang mewakili seni beladiri dunia Barat yang meremehkan seni beladiri dunia Timur.

Nice-to-know:
Didistribusikan oleh Mandarin Film Distribution Co..

Cast:
Donnie Yen pernah meraih nominasi Hong Kong Film Award 1993 kategori Best Supporting Actor dalam Once Upon a Time in China II (1992). Kini ia melanjutkan peran Ip Man, pemrakarsa aliran beladiri Wing Chun.
Sammo Hung sebagai Hung Gar
Darren Shahlavi sebagai Twister

Director:
Wilson Yip pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai film Hongkong adalah 01:00 A.M. (1995).

Comment:
Hanya berselang setahun, Ip Man yang seru mengesankan itu dibuat sekuelnya. Terburu-buru demi mengejar aspek komersial? Saya rasa tidak. Saya percaya motif trio Wilson, Donnie dan Sammo lebih dari itu.
Sekadar mengingatkan, episode Ip Man terdahulu bisa jadi merupakan salah satu martial arts movie yang paling berkesan sepanjang masa, setidaknya bagi sebagian besar orang di belahan bumi Timur. Jika harus dibandingkan, episode kedua ini sedikit melemah karena plotnya hanya bercerita tentang perjuangan Ip Man agar seni beladiri kungfu dapat dihormati dunia Barat. Ya hanya itu para penonton!
Beruntung penampilan Donnie Yen tetap konsisten tanpa memberikan sentuhan berlebihan pada karakter Ip Man, gerakannya masih efektif dengan tutur bahasa yang lembut. Namun yang patut diacungi jempol adalah salah satu ikon perfilman Mandarin tahun 1980an, Sammo Hung Chin Pao. Selain berprofesi sebagai art director, ia juga solid memerankan tokoh Hung Gar yang tangguh dan keras hati. Catatan kecil sekaligus penting disini, pertarungan Donnie dan Sammo di paruh pertama film sangatlah memukau, melebihi endingnya itu sendiri. Keduanya yang asli menguasai kungfu beradu jurus dengan serunya di atas meja sampai dupa habis.
Sinematografi yang dihadirkan juga masih sama baiknya dengan atmosfer 1940an yang cukup kental. Secara keseluruhan Ip Man 2 memenuhi syarat film aksi hiburan yang baik. Anda yang belum pernah menyaksikan prekuelnya dijamin terkesan. Sedangkan bagi yang sudah menonton prekuelnya, tetap akan merasa terpuaskan walaupun rasa antusias yang muncul tidak akan sama seperti sebelumnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 19 Desember 2008

IP MAN : Ketangguhan Jiwa dan Raga Jago Kungfu

Cerita:
Ye Wen mulai mempelajari aliran beladiri Yong Chun sejak berusia 13 tahun. Kecintaannya pada beladiri diimbangi dengan perhatiannya terhadap keluarganya yaitu istri Yong Cheng dan anaknya. Di saat ingin mengembangkan perguruan sendiri pada tahun 1935, Jepang datang menyerang China. Polemik pun terjadi dimana-mana dan berujung pada saat Ye Wen harus memilih mempertahankan martabat masyarakat Tionghoa atau menyelamatkan keluarganya.

Gambar:
Suasana perang China melawan Jepang di daerah Fo Shan selama 8 tahun digambarkan dengan sangat apik.

Act:
Aktor senior Hongkong yang sudah merintis karir di Hollywood, Donnie Yen sebagai Guru Ye Wen memberikan kesan dingin dan tangguh sebagai guru kungfu aliran Yong Chun tapi tetap seorang figur yang baik bagi keluarganya.
Simon Yam kali ini berperan sebagai sahabat lama Ye Wen, Zhou Qing Quan yang memiliki pabrik tekstil.
Hiroyuki Ikeuchi memegang peran antagonis sebagai Jenderal Miura, pemimpin pasukan Jepang sekaligus pengagum sejati seni beladiri.

Sutradara:
Wilson Yip sebelum film ini juga bekerjasama dengan Donnie Yen dalam action modern Flash Point. Berbeda tema tidak membuat Yip Wai Shun kedodoran, semua elemen dieksekusi dengan sangat baik. Boleh ditunggu sekuel Ip Man tahun depan!

Komentar:
Sebuah film beladiri yang tidak hanya menonjolkan teknik kungfu yang nyaris sempurna tapi didukung dengan inti cerita yang mengandung pesan moral. Cerita bergulir dengan lancar, mulai dari perguruan kungfu sekitar Fo Shan sampai terjadinya perang China melawan Jepang yang mengubah segalanya. Walaupun bergaya semi dokumenter, film yang sangat menghibur ini mampu mengetengahkan Donnie Yen ke porsi akting maksimal yang sesungguhnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!