XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Sabtu, 04 Desember 2010

PARANORMAL ACTIVITY 2 : Gangguan Supernatural Koneksi Bayi Hunter

Quotes:
Katie: It wasn't Witchy! It made her feel better.

Storyline:
Keluarga Rey terlihat seperti keluarga Amerika pada umumnya, harmonis dan berkecukupan. Rumah mereka cukup mewah dan berisikan suami istri Dan & Kristi, putri Dan dari pernikahan sebelumnya yaitu Ali serta pembantunya Martine dan anjing kesayangan Abby. Kebahagiaan semakin bertambah setelah lahirnya putra pertama mereka, Hunter. Tepat setahun setelah kelahiran Hunter, pada suatu hari seisi rumah mereka diacak-acak walau tidak kehilangan suatu barang apapun. Dan yang penasaran akhirnya memutuskan memasang kamera CCTV pada seantero ruangan. Apa yang akan terekam kemudian bisa jadi menggetarkan anda semua!

Nice-to-know:
Rumah yang menjadi setting film ini dimiliki sutradara Oren Peli yang kemudian merenovasinya dalam skala besar setelah kesuksesan film pertamanya.

Cast:
Brian Boland sebagai Daniel
Sprague Grayden sebagai Kristi
Molly Ephraim sebagai Ali
Katie Featherston sebagai Katie
Seth Ginsberg sebagai Brad
Micah Sloat sebagai Micah
Vivis Cortez sebagai Martine

Director:
Merupakan film feature ketiga sejauh ini bagi Tod Williams yang diawali dengan The Adventures of Sebastian Cole (1998).

Comment:
Tahun 2009 sebuah film indie berbujet rendah yang mencetak sukses besar sekaligus eforia hebat di seluruh dunia, Paranormal Activity bisa jadi banyak mengilhami konsep film-film found footage berikutnya. Setahun berlalu dan kali ini anda akan disuguhi prekuelnya, saya ulangi lagi prekuel, bukan sekuel! Film tersebut bisa jadi membosankan tetapi berhasil menciptakan momen-momen mengejutkan yang tidak pernah anda saksikan sebelumnya. Dan jika anda menyukainya maka dipastikan anda akan menyukai yang satu ini juga.
Fokus dari Micah dan Katie akan beralih pada Kristi dan Daniel yang notabene masih saudara kandung sekaligus iparnya. Bukan hanya mereka, masih ada Ali, Hunter, Martine, Brad dan seekor anjing Abby. Itulah sebabnya karakterisasi disini lebih variatif dan tidak terlalu monoton. Semuanya bermain natural walau harus diakui kharisma Grayden masih di bawah Featherston sebagai leading femalenya. Si batita sendiri yang dimainkan oleh si kembar William Juan Prieto dan Jackson Xenia Prieto dipastikan akan mencuri perhatian anda.
Mood film dibangun sedemikian rupa untuk lebih menakuti anda dengan setting yang lebih luas mulai dari tangga, gudang, kamar tidur bayi, dapur, ruang makan hingga kolam renang. Mata anda akan ditantang untuk mencari "keanehan" pada gambar-gambar yang tertangkap pencahayaan malam hari. Mengasyikkan sekaligus mendebarkan, bukan? Strategi yang jitu untuk menjaga audiens dari rasa kantuk yang mungkin muncul. Setelah apa yang ditunggu-tunggu hadir bisa jadi anda terlompat dari kursi, bukan dari apa yang anda lihat tetapi lebih karena apa yang anda dengar. Berbagai suara yang ditampilkan diyakini mampu mendirikan bulu kuduk anda.
Sutradara Williams memang menggunakan format yang sama dengan originalnya. Namun bukan berarti tidak ada kejutan dalam Paranormal Activity 2. Link yang terhubung dengan film garapan Oren Peli dahulu itu menjadi jelas sewaktu mendekati endingnya, apa yang sesungguhnya menjadi misteri antara kakak beradik Katie dan Kristi. Twist yang menutup film ini mungkin tidak terlalu shocking tetapi cukup untuk membuat mulut anda ternganga. Secara keseluruhan, prekuel ini lebih menarik bagi saya karena intensitas yang "lebih" berwarna.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$83,583,230 till end of Nov 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 03 Desember 2010

RAPUNZEL : Kebebasan dan Romantika Puteri Terkungkung

Quotes:
Rapunzel-Who are you, and how did you find me?
Flynn Rider-I know not who you are, nor how I came to find you, but may I just say... Hi. How you doin'?

Storyline:
Setelah menerima kekuatan penyembuhan sebuah bunga ajaib, bayi Puteri Rapunzel diculik dari istana pada suatu malam oleh Mother Gothel. Ya kekuatan itu lalu tumbuh di rambut panjang Rapunzel yang keemasan sehingga Mother Gothel mengurung putri malang itu di sebuah menara tinggi tanpa pintu demi membuatnya tetap sehat dan awet muda. Rapunzel yang terus bersabar ditemani bunglonnya, Pascal lambat laun merasa bosan terkungkung dan mengajukan permohonan keluar menara di usia 18 tahunnya untuk melihat festival lampion kerajaan. Mother Gothel tidak mengijinkannya hingga suatu saat Rapunzel nekad melarikan diri dengan bantuan sang pencuri mahkota, Flynn Ryder. Keduanya mengalami petualangan seru kemudian walau dikejar pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda. Akankah Rapunzel menemukan arti hidup yang baru di usianya yang muda itu?

Nice-to-know:
Merupakan film dongeng Disney pertama yang menggunakan teknologi CGI sekaligus mendapatkan rating PG.

Voice:
Sempat bermain dalam beberapa episode serial televisi top Grey's Anatomy, Mandy Moore kali ini menghidupkan sosok Rapunzel dengan suara merdunya.
Terakhir kali mendukung film anak-anak juga yaitu Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel (2009), Zachary Levi kini mengisi suara Flynn Ryder, pencuri yang dalam pelariannya bertemu seorang putri berkemampuan ajaib.
Donna Murphy sebagai Mother Gothel
Ron Perlman sebagai Stabbington Brother

Director:
Nathan Greno dan Byron Howard sebelumnya pernah bekerjasama membuat film pendek yaitu Let It Begin (2009). Howard sendiri sempat menangani animasi CGI Disney lainnya, Bolt di tahun 2008.

Comment:
Tanpa ekspektasi apapun, saya pergi menonton film ini dengan setengah hati. Namun sejak scene pertama bergulir, saya merasa akan ada sesuatu yang istimewa disini. Dugaan tersebut tidak salah. Saya jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan karakter Rapunzel dan bunglonnya, Pascal. Kemudian diperkenalkanlah karakter pencuri Flynn, ibu jahat Gothel dan kuda kerajaan Maximus. Lengkaplah kelima tokoh yang akan membombardir anda dengan berbagai macam perasaan selama lebih kurang 90 menit mulai dari senang hingga sedih.
Sejenak saya lupa bahwa film ini murni animasi CGI. Sebab banyak sekali elemen animasi klasik Disney seperti kehadiran putri, pahlawan penyelamat, nenek jahat dan jalinan kisah indah yang membelitnya. Background yang dipenuhi dengan pepohonan dan rerumputan hijau beratapkan langit biru sungguh memanjakan mata. Belum lagi festival tahunan lentera kerajaan yang mampu memaksimalkan konsep 3D yang diusungnya. Terutama pada satu scene dimana Rapunzel dan Flynn berlayar menelusuri sungai di malam hari. Indah sekali menyaksikan lampion-lampion tersebut seakan melayang langsung di hadapan wajah anda.
Meski menghadirkan beberapa humor slapstick, hal tersebut malah memperkaya eksplorasi ceritanya. Jangan katakan ini film feminis walau mungkin penonton perempuan akan dihibur oleh kemandirian dan rasa penasaran Rapunzel, tetapi penonton lelaki juga terwakili oleh ketangguhan dan keberanian Flynn. Aksi dan romantisme dihadirkan secara seimbang disini. Belum lagi kemunculan seekor bunglon yang cerdik lucu dan seekor kuda yang jumawa tangguh berhasil mencuri perhatian saat berinteraksi dengan tokoh-tokoh manusia tersebut walaupun tidak bisa berbicara samasekali.
Mandy Moore mampu bernyanyi dan berdialog sama baiknya sebagai Rapunzel. Ia pernah berakting dengan baik di berbagai drama sebelumnya tetapi mmbawakan sosok lugu nan bersemangat disini, saya menyadari bakat besar yang dimilikinya. Sebaliknya Levi juga terampil mengimbangi dengan menyuarakan Flynn dengan penjiwaan yang menarik. Chemistry keduanya benar-benar tergambar secara natural lewat proses yang tidak dipaksakan.
Saya bangga pada Walt Disney yang masih mampu bertaji di penghujung tahun 2010 ini. Kisah klasik Rapunzel ini bukan hanya berhasil dimodernisasi dengan kreatifitas tinggi tetapi juga disuguhkan dengan kehangatan hati. Percayalah meski ini animasi, emosi anda akan turut terseret jauh mengikuti petualangan Rapunzel dan Flynn diiringi dengan lagu-lagu penuh makna. Suatu karya yang tidak boleh anda lewatkan begitu saja dan mungkin saja Tangled akan menjadi salah satu all-time favorit anda seperti saya yang ingin menyaksikannya lagi dan lagi. Thumbs up untuk kinerja duet sutradara Greno dan Howard.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$68,706,298 in opening week of mid NovNov 2010.

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 02 Desember 2010

LONDON VIRGINIA : Gadis “Sempurna” Dambakan Makna Hidup

Storyline:
London menikmati segala hal dalam hidupnya, karirnya yang lancar sebagai model dan artis papan atas serta keluarga berkecukupan yang selalu mendukungnya. Namun dalam hidup, masalah memang selalu datang silih berganti, mulai dari tuntutan menikah dari anggota keluarganya ataupun perjanjian bisnis yang gagal. Diam-diam asisten ayahnya, Candra menyukai London dan menyamar menjadi banci bernama Sandra untuk menjadi asisten London. Keduanya pun dekat satu sama lain. Di lain kesempatan, Vira dan Camel datang ke Ibukota dari Sukabumi dengan harapan bisa menjadi penyanyi. Nasib mempertemukan keduanya dengan London di suatu klub. Akankah London menemukan inspirasi baru dalam hidupnya kelak?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Qibri Karya Utama yang bekerjasama dengan Momentia Pictures.

Cast:
Cheverly Amalia sebagai London
Gading Marten sebagai Candra / Sandra
Abdurrahman Arif sebagai Camel
Sabrina Athika sebagai Vira / Virginia
Pierre Gruno
Barry Prima

Director:
Merupakan film kedua Allo Geafarry setelah Anak Setan tahun lalu itu.

Comment:
Terlepas dari konsep yang sedikit carut marut, saya tetap menganggap ini sebuah “film”. Diartikan saja menjadi dua plot utama dan plot tambahan. Plot utama mengenai seorang gadis yang sepintas terlihat sempurna hidupnya didampingi oleh asisten bancinya yang sebenarnya seorang pria yang mencintainya. Plot tambahannya tentang dua orang “kampung” yang punya mimpi di kota Metropolitan. Kita akan melihat kedua plot tersebut silih berganti walau porsinya sangat tidak sebanding.
Sutradara Allo berusaha menyajikan setting Jakarta yang terkesan megah dan menjadi impian para pendatang. Sayang sekali hanya Tugu Monas yang ditampilkan disini sebagai latar belakangnya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali sampai penutupan film juga! Setting tersebut kemudian ditegaskan lagi dengan perbedaan miskin dan kaya, mulai dari rumah elite London hingga rumah kumuh Virginia.
Gading yang paling berpengalaman di dunia akting malah terkesan under perform. Saya tidak menangkap “tujuan” utamanya menjadi banci untuk mendapatkan cinta tetapi lebih ke ekspresi diri untuk menjadi pendamping superstar (baca: sahabat). Entah skrip yang mengharuskan begitu atau ia yang kurang eksplorasi. Abdurrahman dan Sabrina sebagai “second layer” juga kurang mendapat karakterisasi yang kuat selain dialek Sunda yang juga kurang kental. Cita-cita keduanya seakan tidak memiliki motif yang jelas untuk diraih dengan gigih. Nama-nama lawas seperti Barry dan Pierre pun seakan tempelan belaka plus beberapa cameo terkenal yang bisa dengan mudah anda sebutkan.
Kita sampai pada paragraf akhir sekaligus inti dari review saya kali ini. Bisa dikatakan nyaris tanpa promosi samasekali, film ini merupakan ONE WOMAN SHOW dari seorang Cheverine Amalia. Lihat bagaimana ia tampil sebagai gadis cantik dan stylish dengan berbagai peran dalam hidupnya yang digambarkan serba sempurna mulai dari artis, model, entrepreneur, sosialita, produser dsb. Dan memang dalam produksi film ini juga ia memegang lebih dari tiga jabatan sekaligus. Bisa dilihat dengan mata kepala anda sendiri saat credit title bergulir. Apakah London Virginia ini proyek yang menjadi obsesi terpendamnya? Hanya ia sendiri yang mampu menjawabnya dan anda yang menilainya kelak.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Rabu, 01 Desember 2010

FOREVER : Obsesi Cinta Ceria Gadis Psycho

Storyline:
Konsultan video pernikahan dalam W.E.D (Wedding Education Department) bernama Joey memiliki cita-cita untuk mempromosikan romantisme pernikahan seumur hidup kepada kalangan muda Singapore dengan konsep-konsep videonya yang unik. Salah satunya adalah video pernikahan yang ia lakukan sendiri dengan guru music tampan, Gin. Hal tersebut membuat Joey bermimpi untuk benar-benar bersanding dengan Gin padahal Gin sendiri sudah bertunangan dengan gadis cantik blasteran, Cecilia. Joey berulang kali meneror Gin untuk menunjukkan ketulusan cintanya. Akankah usahanya berhasil pada akhirnya?

Nice-to-know:
Forever melakukan pemutaran perdananya pada Jiffest edisi ke-12 ini bahkan sebelum rilis di negaranya sendiri.

Cast:
Teo Kiat-Sing sebagai Joey
Mo Tzu-yi sebagai Gin
Sarah Ng
Joanna Dong

Director:
Merupakan film kedua bagi Wee Li Lin setelah Gone Shopping (2008) yang sempat bersaing dalam the New Talents award di 11th Shanghai International Film Festival.

Comment:
Film ini bisa dikatakan bentuk lain dari FIKSI. Mau tidak mau saya bandingkan keduanya. Jika Fiksi berkesan dark maka Forever ini sangatlah light alias terang benderang. Fokusnya pada seorang cewek yang terobsesi pada seorang cowok yang sudah bertunangan. Ia menguntit, menelepon, mengirim kue, menyanyikan lagu hingga menyembah-nyembah. Apabila kita mengambil sudut pandang sang cowok, mungkin kita akan berpikiran si cewek ini psikopat mengerikan. Wong udah ditolak berkali-kali kok masih ngotot? Namun pintarnya sutradara Wee menghadirkan film ini dengan nuansa komedi satir yang penuh bahasa gambar komikal sekaligus imajinatif sehingga segala tingkah laku ekstrim itu seakan diperhalus dan terkadang diterjemahkan menjadi keluguan saja.
Penunjukan Teo Kiat Sing sebagai Joey cukup tepat. Dengan tampang biasa-biasa saja dibingkai dengan kacamata berframe hitam membuatnya terlihat nerd. Konon seorang nerd biasanya memiliki sisi terdalam dari apa yang terlihat di luarnya. Memang cuma sebuah konsep karena belum tentu benar dan jangan juga anda artikan seorang nerd selalu menyimpan sisi psikopat dalam dirinya. Sedangkan Gin dan Cecilia merupakan pasangan sempurna disini, tampan dan cantik, seakan semakin memancing rasa posesif dan jealous dalam diri Joey. Keduanya bermain natural dan mampu menarik mata penonton untuk tetap fokus pada layar.
Rasanya sulit bagi anda untuk jatuh cinta pada Forever, apalagi sampai mengerti betul konsep yang berusaha disampaikan. Sinematografinya memang cukup menjual dengan warna-warna terang yang pucat. Humor yang dibawakan benar-benar khas film-film Singapore sehingga bisa jadi sulit membuat anda tertawa lepas. Sungguh! Endingnya yang cukup absurd serasa menantang persepsi anda sendiri apakah itu imajinasi atau kenyataan. Petunjuknya pehatikan kondisi sekeliling para karakternya dan mulailah berasumsi!

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 30 November 2010

SUSAH JAGA KEPERAWANAN DI JAKARTA : Realita Gadis Kampung Menjual Diri Di Ibukota

Storyline:
Primadona Desa Kandang Jago, Srinthil bermimpi bisa menjadi bintang film dan hidup berkecukupan di kota besar. Dua sahabatnya sejak kecil yaitu Kunil dan Centini hanya bisa mendengarkan sambil turut membayangkan. Demi menghindari perjodohan orangtuanya, ketiga dara tersebut nekad lari ke Jakarta dengan uang pas-pasan. Kesulitan mencari tempat tinggal yang sewanya sesuai dengan bujet, mereka akhirnya terdampar di sebuah motel yang seringkali dijadikan transaksi seks singkat. Disitulah Srinthil bertemu teman lamanya yang juga seorang pekerja seks. Lewat Jiun sang pekerja di motel tersebut, ketiganya nekad mencoba menjadi PSK sambil tetap berusaha mempertahankan kehormatan mereka. Beruntung banci setiakawan bernama Bertha mau membantu untuk mendandani Srinthil, Kunil dan Centini serta membantu “memuaskan” klien-klien ketiganya. Akankah kebohongan dan pertaruhan yang mereka jalani akan dibayar mahal kelak?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Sentra Film dan gala premierenya diadakan di Epicentrum XXI pada tanggal 29 November 2010 yang lalu.

Cast:
Masayu Anastasia sebagai Srinthil
Aulia Sarah sebagai Centini
Sarah Rizkya sebagai Kunil
Rifky Balweel sebagai Jiun
Indra Birowo sebagai Bertha
Tessy Srimulat

Director:
Merupakan film pertama Joko Nugroho yang perilisannya tertunda nyaris 2 tahun!

Comment:
Saya merasa film ini seperti produk tambal sulam. Pergantian rumah produksi dan guntingan sensor LSF bisa jadi menjadi penyebab utamanya. Sejujurnya saya sempat tertarik pada konsep Urbanisexy beberapa tahun lalu dan saya merasa judul tersebut lebih tepat dengan isi film secara keseluruhan. Plot cerita sebetulnya biasa saja mengenai trio gadis kampung yang nekad mengadu nasib di Jakarta dan akhirnya berlabuh sebagai wanita-wanita penghibur. Yang membedakan adalah mereka masih berusaha mempertahankan keperawanan masing-masing dan itu sukses! Terima kasih pada Indra yang bermain sangat “total” sebagai Bertha dengan berbagai macam wig dan kostum yang sangat “tampil”! Sebagian dari anda bisa jadi jengah melihat aksi Indra yang semakin lebay seiring bertambahnya durasi film ini.
Masayu, Aulia dan Sarah berusaha menyajikan akting semaksimal mungkin. Namun diantara ketiganya, Masayu lah yang paling luwes dengan bahasa tubuh dan ekspresinya yang juara itu. Sayangnya kedangkalan karakterisasi mereka tak bisa dipungkiri karena sepanjang film kita hanya disajikan polah tingkah Srinthil, Kunil dan Centini yang tiada habisnya menerima pelanggan dan kemudian berlari-lari keluar kamar. Lagi dan lagi.. Sempat membuat saya berpikir untuk menyalakan counter tetapi setelah dipikir-pikir rasanya lebih baik memejamkan mata sejenak
Sutradara Joko selaku masinis terkesan kesulitan menjaga keretanya tetap berada di jalur yang benar. Alhasil sepanjang perjalanan melenceng sana-sini, sempat tersasar pula karena berpindah jalur hingga pada akhirnya sampai juga di stasiun setelah kehilangan beberapa muatannya. Itulah yang terjadi pada Susahnya Jaga Keperawanan Di Jakarta. Anda hanya dapat menikmatinya sekitar 30 menit pertama saja, selebihnya anda boleh memilih untuk turun dari kereta daripada mengalami pusing kepala, gangguan penglihatan atau pendengaran akut akibat visualisasi yang melelahkan dan tata musik yang berlebihan.
Kesalahan akan kualitas akhir di bawah standar ini mungkin pantas dialamatkan pada perombakan skrip sebelum akhirnya dirilis juga. Membuat film ini seperti kebingungan menentukan identitasnya sendiri, apakah komedi hitam, drama realita, atau apapun itu namanya, anda sendiri yang boleh menentukan!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Senin, 29 November 2010

HISSS : Perjalanan Balas Dendam Wanita Ular

Tagline:
She's sexy... venomous... and she'll swallow you whole...

Storyline:
Diangkat dari mitos negeri Timur Jauh dimana ular betina diyakini mampu bertransformasi menjadi manusia dan mengejar para penculik pasangannya.

Nice-to-know:
Irrfan Khan menggantikan Amitabh Bachchan untuk peran utama pria disini.

Cast:
Irrfan Khan
Mallika Sherawat sebagai Nagin
Jeff Doucette sebagai George States
Divya Dutta

Director:
Jennifer Chambers Lynch merupakan putri dari sutradara David Lynch dan pelukis Peggy Lynch yang bercerai sejak usianya masih 6 tahun.

Comment:
Benang merah cerita film ini rasanya sudah berkali-kali diangkat sebelumnya terutama dari daratan Asia, sebut saja Thailand ataupun China. Namun dengan citarasa India, saya mengharapkan sesuatu yang berbeda disini. Dan terbukti penggarapannya sedikit di luar kebiasaan Bollywood tetapi lebih bernuansakan Hollywood. Sayangnya tidak dibarengi bujet yang memadai sehingga visual efeknya terasa kurang menjual.
Plotnya seharusnya setia dengan penceritaan mitos/legenda yang beredar di masyarakat, tetapi sutradara Lynch malah percaya dengan horor/thriller sederhana beralur linier. Alhasil film ini hanya menarik di bagian prolog nya saja tetapi memasuki pertengahan hingga bagian ending semakin kehilangan fokusnya. Skrip yang ditulis oleh Lynch juga sama buruknya karena hanya berusaha mengejutkan dan membuat para penonton jijik melihat scene-scene "berdarah" yang sejujurnya masih kurang power.
Pemilihan Mallika terbilang tepat karena tubuh seksinya benar-benar menjual terutama saat transformasi ular ke wanita ataupun sebaliknya. Sayang hal ini lagi-lagi dicoreng dengan spesial efek yang tidak meyakinkan plus adegan making love bersama ular yang pointless. Sedangkan Irrfan harus diakui masih cukup berkharisma sebagai police officer tetapi dialog-dialog yang terlontar dari mulutnya terasa klise dan tidak berisi samasekali. Apalagi ia satu-satunya tokoh sentral yang mampu "berbicara" disini dan berbagi scene dengan beberapa aktor pendukung lainnya seperti si antagonis Doucette yang tidak rasional itu.
Ending ditutup dengan menggelikan saat dua orang yang berduka dengan kehilangannya masing-masing membuat saya bertanya-tanya film apa yang baru saja saya saksikan. Poin minus pula, kemolekan tubuh Mallika yang menjadi komoditi utama film ini justru disensor habis-habisan. Hisss bukanlah film yang sangat buruk tetapi cukup aneh untuk dinikmati secara rasional karena akan meninggalkan banyak pertanyaan di benak anda selepas menontonnya.

Durasi:
95 menit

U.K. Box Office:
£8,519 till end of Oct 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 28 November 2010

BABIES : Perjalanan Hidup Empat Bayi Empat Negara

Tagline:
Everybody loves...

Storyline:
Mari lihat bersama perjalanan selama setahun dari kehidupan empat bayi dari seluruh dunia yang diwakili oleh Mongolia, Namibia, San Francisco hingga Tokyo.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Canal+, Chez Wam, Studio Canal dan berlokasi syuting di Mongolia, Namibia, USA dan Jepang.

Cast:
Bayarjargal
Hattie
Mari
Ponijao

Director:
Merupakan film dokumenter keenam bagi Thomas Balmès yang diawali dari Waiting For Jesus (2000).

Comment:
Prolog film dibuka dengan pengenalan empat bayi yang baru lahir di berbagai negara dengan nama-nama yang unik. Sutradara Balmes kemudian membagi keempatnya dalam empat frame yang menampilkan keunikan tersendiri sesuai dengan latar belakang yang berbeda-beda yang lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan kultur ataupun demografi setempat.
Ya, dengan gaya dokumenter, film ini bergulir nyaris tanpa dialog samasekali. Kalaupun ada juga dengan bahasa asing tanpa terjemahan apapun. Sehingga benar-benar yang diandalkan adalah bahasa gambar yang berbicara. Namun rasanya itu sudah cukup bagi audiens untuk dapat mengerti dan menangkap semua maksud yang ingin disampaikan film yang ide awalnya muncul dari Alain Chabat ini.
Niscaya anda akan tersenyum melihat bayi-bayi itu berwajah tanpa dosa, gemas menyimak mereka bertingkah laku, geli mengamati mereka berusaha berinteraksi, geregetan menyaksikan mereka bisa memakan atau meminum apapun. Semua itu akan membuat anda yang sudah memiliki anak untuk bernostalgia kembali, atau yang baru akan mempunyai anak untuk berkaca.
Sedangkan bagi yang belum menikah mungkin berpikir akan repotnya beranak-pinak kelak atau sebaliknya semakin bersemangat untuk mengalami pengalaman-pengalaman itu sendiri yang tidak akan terbayar oleh uang. Apapun itu anda sendiri pasti pernah berada pada fase kehidupan yang satu itu. Jika lupa, coba tanyakan orangtua anda masing-masing dan buka kembali album kenangan keluarga :)

Durasi:
75 menit

U.S. Box Office:
$7,291,384 till early Jul 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 27 November 2010

UNSTOPPABLE : Misi Menghentikan Kereta Tanpa Masinis

Quotes:
Frank: This ain't training. In training they just give you an F. Out here you get killed.

Storyline:
Sang masinis ceroboh Dewey meninggalkan keretanya selagi berusaha menarik rem sendirian. Sayang usahanya untuk kembali ke kereta sudah terlambat karena kecepatannya. Kejadian ini menarik perhatian Connie, pengawas jalur KA yang berusaha meminimalisir resiko terlebih setelah mengetahui bahwa sebagian gerbong tersebut mengangkut muatan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar. Sayangnya usahanya tidak disetujui oleh sang pimpinan Galvin yang tetap yakin mampu mengatasinya. Di lain kesempatan, tandem engineer senior-junior Frank dan Will tengah berargumen mengisi hari-hari mereka dengan permasalahan masing-masing. Kemudian keduanya berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk menghentikan kereta sebelum menghancurkan kota kecil Stanton.

Nice-to-know:
Berdasarkan insiden sungguhan dimana pada tanggal 15 Mei 2001, 47 gerbong lokomotif meninggalkan Toledo, Ohio tanpa masinis hingga berhenti setelah berlari sejauh 66 mil dan melewati tiga negara bagian. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Cast:
Merupakan kerjasama kelimanya dengan sutradara Tony Scott yang diawali dalam Crimson Tide (1995), Denzel Washington bermain sebagai Frank yang menjalani hari-hari terakhirnya sebelum pensiun.
Mulai ternama di seantero dunia lewat peran Captain Kirk muda dalam Star Trek (2009), Chris Pine kebagian peran masinis muda bernama Will yang tengah bermasalah dengan rumah tangganya.
Rosario Dawson sebagai Connie
Ethan Suplee sebagai Dewey
Kevin Dunn sebagai Galvin

Director:
Bukan kebetulan jika Tony Scott terakhir kali menggarap thriller bersetting kereta juga yakni dalam The Taking of Pelham 1 2 3 (2009).

Comment:
Secara tidak langsung, film ini akan mengingatkan anda pada The Taking Of Pelham 123 yang merupakan proyek remake tahun lalu. Menampilkan kinerja Washington dan Travolta yang diarahkan oleh Scott memang cukup mengecewakan disana, apalagi dibandingkan dengan versi originalnya. Namun buang jauh-jauh pesimisme anda terhadap film ini jika film yang saya sebutkan pertama menjadi acuannya. Meski sama-sama bersetting di kereta tetapi jauh berbeda hasilnya, sebab utamanya karena ini adalah action movie, not a crime thriller.
Penulis Mark Bomback menghasilkan skrip dengan premis yang sederhana dan sangat mendasar bahkan tanpa tokoh antagonis sekalipun. Yang ada hanyalah heroisme Frank yang senior dan Will yang junior. Keduanya dibawakan dengan sangat baik oleh Washington dan Pine. Chemistrynya terasa wajar dikarenakan mereka sama-sama memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi meski hanya sebagai manusia biasa. Belum lagi konflik pro-kontra Dawson dan Dunn yang cukup menggigit dimana masing-masing berusaha mempertahankan idealisme dan rasionalitas tersendiri.
Sutradara Scott memang sedikit melambat di awal dengan dramatisasi klise yang menyertai pengenalan para karakternya. Namun memasuki pertengahan hingga akhir, tensi film semakin meningkat apalagi situasi mencekam yang diciptakannya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menggunakan kereta sungguhan, jalur KA yang riil sehingga kecepatannya membelah angin dengan decitan pergantian jalur seakan membawa kita berada di tengahnya.
Cukup menyenangkan melihat Unstoppable hadir sebagai tontonan action murni tanpa unsur 3D ataupun efek CGI yang berlebihan yang sudah semakin membombardir industri film Hollywood belakangan ini. Jalan cerita yang mudah diikuti berpadu cantik dengan sinematografi memukau yang menampilkan full adegan outdoor di Pennsylvania. Ini jelas bukan film kelas penghargaan pretensius tetapi sangat menyenangkan untuk mengisi waktu luang anda terutama bagi pecinta film aksi yang mengandalkan kepahlawanan orang-orang biasa yang banyak kita temui di sepanjang jalan.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$41,867,769 till mid Nov 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 26 November 2010

HANTU TANAH KUSIR : Komedi Seksi Dendam dan Hutang Menagih Balas

Storyline:
Sepeninggal suaminya Bang Samiun, Mpok Rohaye mewariskan delman kesayangannya pada Jupri yang masih terhitung adik iparnya. Namun karena harus bersaing dengan para penarik delman lainnya, Jupri menuruti saran sahabatnya Kirno untuk meminta berkah ke kuburan. Jupri pun bernazar dan seketika delmannya ramai dicari para penumpang. Pada suatu ketika, Odong datang ke rumah Mpok Rohaye untuk menitipkan Pauleen, turis Jepang yang sedang bertugas membuat artikel mengenai kendaraan tradisional di Indonesia. Jupri dan Odong pun berebut mendapat perhatian dari Pauleen yang cantik dan seksi itu. Sementara itu Hantu Tanah Kusir yang juga bernama Siti mulai datang menagih janji sekaligus membalaskan dendamnya yang lama tersimpan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan press screeningnya diselenggarakan di fX pada tanggal 24 November 2010 yang lalu.

Cast:
Maria Ozawa sebagai Pauleen
Zaky Zimah sebagai Jupri
Rheina Maryana sebagai Rohaye
Yadi Sembako sebagai Odong
Eva Asmarini sebagai Siti
Benu Buloe sebagai Kirno

Director:
Baru saja menggarap drama komedi Lihat Boleh Pegang Jangan untuk konsumsi Lebaran yang lalu kali ini Findo Purwono HW menggarap salah satu urban legend Jakarta yang cukup termasyur ini.

Comment:
Saya bisa mengerti jika Maria Ozawa masih merasa berhutang pada Maxima Pictures atas "minimnya" porsinya dalam Menculik Miyabi padahal bayarannya full untuk 1 film. Bukan apa-apa tetapi karena dicekal FPI sehingga urung tampil. Namun kali ini sutradara Findo menggunakan strategi jitu yaitu diam-diam mengimpor Ozawa untuk syuting dan mencantumkan nama palsu Pauleen pada poster dan credit titlenya. Nice efforts!
Penulis cerita Abbe AC dirasa cukup pintar melakukan mixing urban legend dengan horor komedi yang kental, tentunya tak lupa beberapa sexy scenes yang sangat menjual sehingga jadilah film yang cukup menghibur ini. Setidaknya itu yang saya rasakan saat menontonnya.
Kolaborasi pertama Zaky dengan Yadi cs sangat jempolan dalam mengocok perut para penonton. Masing-masing dari mereka menampilkan kekhasan yang unik tanpa ada kesan saling bersaing mencuri scene. Zaky terkenal dengan celetukan-celetukannya sedangkan Yadi dengan gaya bicaranya yang diayun-ayun di penghujung kalimat. Ozawa disini tidak sampai "kelewatan" dalam buka berbuka, justru saya merasa ia sangat manis dengan senyum dikulum dan usahanya untuk berbahasa Indonesia sepatah dua patah kata seperti pengucapan "nasi uduk", "sambal" dsb dengan dialek yang lucu. Rheina "Ipeh" tidak terlalu banyak tampil dibandingkan dengan Eva yang dominan dengan kebaya dan kerudung putih sebagai sais hantu berwajah ayu. Hiii...
Mengenai isi filmnya sendiri saya merasa tidak ada yang salah, tidak perlu ada yang dibuat kontroversial. Hantu Tanah Kusir adalah pure komedi yang fresh dengan banyolan-banyolan yang tercipta dari berbagai situasi. Plus horor ringan walau kadang cukup berhasil mendirikan bulu kuduk, sosok Siti sepintas mengingatkan pada mendiang Suzanna yang seringkali menggoda tukang jualan keliling (disini nasi goreng yang dimainkan cameo oleh Mario Maulana), duduk di boncengan (disini sepeda dan delman) ataupun mencopot kepalanya tiba-tiba. Seperti yang sudah saya katakan, unsur horor dan komedi itu dibalut dengan pesona seorang Miyabi yang bisa dibuat teriak juga menyaksikan pocong dan hantu di hadapannya. Bisa jadi karena berbeda dari sosok Sadako yang biasa dikenalnya? Coba tanyakan sendiri padanya!
Sayang beribu sayang, bermacam-macam elemen horor yang ditawarkan disini tidak orisinil. Banyak sekali pengulangan dari horor lokal ataupun mancanegara. Bagi anda para penikmat genre ini pasti dengan mudah bisa menebak referensi apa saja yang saya maksud. Apa lagi endingnya yang jelas-jelas dipaksakan dan sangat-sangat tidak baru. Belum lagi posternya yang sepintas cool artwork tapi ternyata banyak diilhami dari poster luar. Hal ini secara tidak langsung mengurangi nilai film secara keseluruhan yang sebetulnya kualitasnya masih di atas judul-judul serupa keluaran Maxima yang dibintangi Dewi Perssik. Cukup di angka 7 saja!

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 25 November 2010

PENGANTIN SUNAT : Kala "Kejantanan" Menjadi Ukuran Kebodohan

Storyline:
Sejak kecil Japra minder pada lingkungannya karena memiliki ukuran alat vital yang teramat sangat kecil sehingga dukun sunatnya pun menyerah. Japra hanya ditemani sahabat setianya Bini yang berkelamin perempuan tapi bertingkah sebagai laki-laki. 20 tahun kemudian, Kampung Pasir dihebohkan dengan kehadiran Srimpi, gadis cantik yang berkenalan dengan Japra terlebih dahulu dan menjadi dekat. Kontan saja hal ini menimbulkan kecemburuan warga terutama Sukri, Marwan dan Juhi. Padahal mereka bertiga memiliki masalah lemah syahwat sehingga selalu tertindas oleh istri masing-masing Lela, Jum dan Tiwi. Namun cinta Japra dan Srimpi tidak bisa dibendung walau dicemburui juga oleh Bini. Pernikahan mereka terancam bermasalah karena Japra belum disunat. Akankah Japra mampu menunjukkan kejantanan yang seharusnya diwarisi dari ayahnya yang "legendaris" itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Rapi Films dan press screeningnya diselenggarakan di fX pada tanggal 16 November 2010 yang lalu.

Cast:
Aming sebagai Japra
Dara "The Virgin" sebagai Srimpi
Mita "The Virgin" sebagai Bini
Gary Iskak sebagai Marwan
Marwoto sebagai Sukri
Daus 'OB' sebagai Juhi

Director:
Baru saja menggarap drama romantis yang dibintangi Tora Sudiro dan Artika Sari Devi, Rako Prijanto kembali dengan genre komedi lewat film ini.

Comment:
Sejak awal, saya tidak berharap samasekali dengan film ini. Maafkan jika saya tidak jujur karena sesungguhnya saya memang berharap setidaknya tidak akan terlalu dikecewakan. Namun apa yang terjadi? Film ini membawa saya keluar dari Bumi untuk sesaat dan menempatkan saya di planet yang bernama MORON, mewakili orang-orang yang menghuninya.
Entah apa yang berusaha disampaikan. Masalah kejantanan baik sebagai kata sifat maupun kata obyek menjadi fokus yang tidak berkesudahan sepanjang film. Pertama sebagai obyek adalah SUNAT! Prolog film dibuka dengan penjelasan mengenai pentingnya prosesi sunat itu sendiri bagi seorang lelaki. Epilog juga membahas keharusan menjalani sunat sebelum memasuki pernikahan. Memang ada relevansinya tetapi tidak perlu terlalu gamblang.
Kedua sebagai sifat adalah NAFSU! Ini lebih menjijikkan lagi karena kaum ADAM dan kaum HAWA di planet MORON ini seakan tidak punya akal sehat samasekali. Kaum ADAM terobsesi membuktikan kejantanan mereka bukan terhadap muhrimnya masing-masing tetapi justru kepada gadis pendatang baru di desa mereka yang juga tidak jelas asal usulnya darimana, bidadari dari langitkah? (Tunggu dulu, pertanyaannya apakah di planet MORON memiliki langit?) Sedangkan kaum HAWA terobsesi mendapatkan ‎​‎​​‎​‎​​seks hebat yang tidak bisa didapat dari pasangan-pasangan mereka yang "loyo". Seakan ini belum cukup dangkal malah semakin diperparah dengan beberapa adegan nudis (disensor tentunya) dan dilengkapi dengan suara ‎​‎​crot (anda akan mengerti jika menontonnya) para lelaki tersebut setiap kali berniat mesum. Sungguh mengganggu!
Rako oh Rako, nampaknya ini adalah eksperimental komedi humor yang gagal yang sudah anda lakukan. Saya merasa kasihan pada dua personil The Virgin yang memulai debutnya dengan peran seperti ini. Aming tampil seperti biasanya, peran ini rasanya memang diperuntukkan Rako baginya sejak awal. Aktor langganan sang sutradara yaitu Gary, mohon kenakan baju anda kembali secara lengkap dan tolong jangan berpikir untuk melakukannya lagi lain kali.
Sekali lagi saya mohon ampun andaikata penggunaan kata-kata yang vulgar pada review saya kali ini. Namun itulah kenyataannya, Pengantin Sunat memang sevulgar itu tapi kosong melompong tanpa isi sama sekali. Sukses mendegradasi intelejensi saya dengan polah tingkah para makhluk planet MORON tersebut. Ibarat Tong Pecah Kosong, Melempem Bunyinya sehingga tinggal ditendang saja ke dalam TPS alias Tempat Pembuangan Sampah.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa