XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label rosario dawson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rosario dawson. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

UNSTOPPABLE : Misi Menghentikan Kereta Tanpa Masinis

Quotes:
Frank: This ain't training. In training they just give you an F. Out here you get killed.

Storyline:
Sang masinis ceroboh Dewey meninggalkan keretanya selagi berusaha menarik rem sendirian. Sayang usahanya untuk kembali ke kereta sudah terlambat karena kecepatannya. Kejadian ini menarik perhatian Connie, pengawas jalur KA yang berusaha meminimalisir resiko terlebih setelah mengetahui bahwa sebagian gerbong tersebut mengangkut muatan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar. Sayangnya usahanya tidak disetujui oleh sang pimpinan Galvin yang tetap yakin mampu mengatasinya. Di lain kesempatan, tandem engineer senior-junior Frank dan Will tengah berargumen mengisi hari-hari mereka dengan permasalahan masing-masing. Kemudian keduanya berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk menghentikan kereta sebelum menghancurkan kota kecil Stanton.

Nice-to-know:
Berdasarkan insiden sungguhan dimana pada tanggal 15 Mei 2001, 47 gerbong lokomotif meninggalkan Toledo, Ohio tanpa masinis hingga berhenti setelah berlari sejauh 66 mil dan melewati tiga negara bagian. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Cast:
Merupakan kerjasama kelimanya dengan sutradara Tony Scott yang diawali dalam Crimson Tide (1995), Denzel Washington bermain sebagai Frank yang menjalani hari-hari terakhirnya sebelum pensiun.
Mulai ternama di seantero dunia lewat peran Captain Kirk muda dalam Star Trek (2009), Chris Pine kebagian peran masinis muda bernama Will yang tengah bermasalah dengan rumah tangganya.
Rosario Dawson sebagai Connie
Ethan Suplee sebagai Dewey
Kevin Dunn sebagai Galvin

Director:
Bukan kebetulan jika Tony Scott terakhir kali menggarap thriller bersetting kereta juga yakni dalam The Taking of Pelham 1 2 3 (2009).

Comment:
Secara tidak langsung, film ini akan mengingatkan anda pada The Taking Of Pelham 123 yang merupakan proyek remake tahun lalu. Menampilkan kinerja Washington dan Travolta yang diarahkan oleh Scott memang cukup mengecewakan disana, apalagi dibandingkan dengan versi originalnya. Namun buang jauh-jauh pesimisme anda terhadap film ini jika film yang saya sebutkan pertama menjadi acuannya. Meski sama-sama bersetting di kereta tetapi jauh berbeda hasilnya, sebab utamanya karena ini adalah action movie, not a crime thriller.
Penulis Mark Bomback menghasilkan skrip dengan premis yang sederhana dan sangat mendasar bahkan tanpa tokoh antagonis sekalipun. Yang ada hanyalah heroisme Frank yang senior dan Will yang junior. Keduanya dibawakan dengan sangat baik oleh Washington dan Pine. Chemistrynya terasa wajar dikarenakan mereka sama-sama memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi meski hanya sebagai manusia biasa. Belum lagi konflik pro-kontra Dawson dan Dunn yang cukup menggigit dimana masing-masing berusaha mempertahankan idealisme dan rasionalitas tersendiri.
Sutradara Scott memang sedikit melambat di awal dengan dramatisasi klise yang menyertai pengenalan para karakternya. Namun memasuki pertengahan hingga akhir, tensi film semakin meningkat apalagi situasi mencekam yang diciptakannya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menggunakan kereta sungguhan, jalur KA yang riil sehingga kecepatannya membelah angin dengan decitan pergantian jalur seakan membawa kita berada di tengahnya.
Cukup menyenangkan melihat Unstoppable hadir sebagai tontonan action murni tanpa unsur 3D ataupun efek CGI yang berlebihan yang sudah semakin membombardir industri film Hollywood belakangan ini. Jalan cerita yang mudah diikuti berpadu cantik dengan sinematografi memukau yang menampilkan full adegan outdoor di Pennsylvania. Ini jelas bukan film kelas penghargaan pretensius tetapi sangat menyenangkan untuk mengisi waktu luang anda terutama bagi pecinta film aksi yang mengandalkan kepahlawanan orang-orang biasa yang banyak kita temui di sepanjang jalan.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$41,867,769 till mid Nov 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 04 Maret 2009

SEVEN POUNDS : Berapa Harga Utang Budi Manusia?

Quotes:
Emily Posa-Why do I get the feeling you're doing me a really big favor?
Ben Thomas-Because I get the feeling that you really deserve it.

Cerita:
Ben Thomas berada di persimpangan jalan untuk meredakan perasaan bersalahnya. Dia menyadari bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengubah kemungkinan jalan hidup tujuh orang asing yang berhak akan kesempatan kedua dalam hidupnya. Tapi ketika salah satu dari mereka menyentuh hatinya, dia harus memilih apakah ia harus mengungkap rahasianya meskipun itu berarti ia harus menyerah pada rencana mulianya..

Gambar:
Petualangan Will Smith mengunjungi lokasi-lokasi kehidupan sehari-hari untuk menemui orang-orang asing yang dianggapnya "pantas" ini terasa real dan full syuting di California.

Act:
Karir Will Smith memang terus meningkat terutama jika dibandingkan debutnya dalam Where The Day Takes You (1992) pada usia 24 tahun. Kali ini bermain sebagai Ben Thomas yang berusaha melepaskan diri dari trauma masa lalu dan mengambil peran orang lain untuk suatu tindakan utang budi pada orang-orang yang justru tidak pernah dikenalnya.
Sebelum ini tampil dalam Killshot, nama Rosario Dawson perlahan tapi pasti mulai dikenal sebagai aktris kulit hitam bertalenta di Hollywood termasuk yang diperlihatkannya disini sebagai Emily Posa, wanita sekarat yang tinggal menunggu akhir hidupnya dengan tegar.
Dua aktor kawakan, Woody Harrelson dan Barry Pepper turut berperan sebagai Dan dan Ezra Turner.

Sutradara:
Sutradara kebangsaan Italia, Gabriele Muccino ini sebelumnya bekerjasama dengan Will Smith dalam The Pursuit Of Happyness (2006) yang menyentuh itu dan berusaha berkolaborasi kembali dalam drama tentang kehidupan.

Komentar:
Paruh pertama film ini bisa jadi membingungkan penonton karena tersusun atas potongan-potongan puzzle yang entah kemana arahnya. Memasuki paruh kedua, titik terang mulai terlihat dimana alur cerita bergulir dengan menyentuh sambil membuka semua teka-teki yang tersimpan rapat. Ya semakin sedikit anda tahu tentang film ini, semakin mungkin anda terharu dibuatnya. Smith dan Dawson tampil cemerlang dan berbagi chemistry yang kuat. Jangan lupakan pula faktor Harrelson dan sang sutradara yang brilian kinerjanya. Walau ada kesan "dipaksakan" pada ending, kesampingkan hal itu dan buka hati anda terhadap hal-hal besar yang selama ini sering dilupakan orang yaitu berkorban dan berbagi.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$69,951,824 till Jan 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!