XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 14 Mei 2010

ROBIN HOOD : Asal Usul Tokoh Pencuri Budiman

Storyline:
Abad ke-13 di Inggris, Robin dkk melawan korupsi Raja John terhadap penduduk lokal dan memimpin ribuan armada yang berusaha memberontak juga. Sejak kejatuhan Raja Richard, Raja John bertindak semena-mena dengan menceraikan istri sahnya dan menikahi putri Perancis, Isabella yang secara tidak langsung membawa tentara Perancis menginvasi Inggris. Robin yang jago panah kemudian berpindah ke Nottingham dan bertemu janda tegar, Lady Marion Loxley. Disanalah ia mulai membangun hegemoni rakyat kecil yang berpihak padanya untuk mempertanyakan kepemimpinan Raja John sekaligus mengembalikan kejayaan Inggris sekali lagi.

Nice-to-know:
Merupakan kali kelima kerjasama Ridley Scott dan Russell Crowe dalam sebuah produksi film dimana Crowe sempat mempertimbangkan untuk berambut panjang sebelum membatalkannya.

Cast:
Aktor Australia, Russell Crowe baru mengawali karir akting layar lebar di usia 26 tahun lewat Blood Oath (1990). Disini ia berkesempatan memerankan salah satu legenda ternama, Robin Hood versi terbaru yang lebih bernuansa Inggris.
Satu lagi aktris Australia yang sukses menaklukkan Hollywood, Cate Blanchett yang pertama kali dinominasikan Aktris Terbaik Oscar lewat Elizabeth (1999) kali ini bermain sebagai janda Marion Loxley yang tangguh dan juga love interestnya Robin Longstride.
Max von Sydow sebagai Sir Walter Loxley
William Hurt sebagai William Marshal
Mark Strong sebagai Godfrey
Oscar Isaac sebagai Prince John
Danny Huston sebagai King Richard The Lionheart
Eileen Atkins sebagai Eleanor of Aquitaine

Director:
Pertama kali dinominasikan Sutradara Terbaik dalam ajang Oscar adalah lewat Thelma & Louise (1991) hingga kini pria Inggris bernama Ridley Scott ini sudah mengantongi 3 nominasi walau belum berkesempatan menang.

Comment:
Sejak Batman sukses besar diremake, banyak sekali bermunculan ide serupa terhadap pahlawan fiktif maupun nyata. Sama halnya dengan Robin Hood yang pernah sukses di tangan Kevin Costner di awal 1990an kini dibuat versi barunya dengan tone yang lebih gelap. Crowe sebagai Robin Hood memang lumayan berhasil meskipun banyak terbantu oleh kostum ketatnya yang eye-catching dan sedikit menyembunyikan usianya. Blanchett seperti biasa bermain gemilang dalam membawakan karakter Lady Marion yang tegar dan pantang menyerah. Namun sayang, chemistry keduanya terasa dipaksakan apalagi tidak ditunjang pembagian scene bersama yang memadai. Sebagai sebuah film aksi, sutradara Scott memang sudah melakukan yang terbaik dari segi pertarungan dan membangun latar belakang cerita seputar tokoh Robin Hood termasuk kostum yang sangat membantu. Tetapi sayangnya tidak didukung skrip yang terasa hambar sehingga dialognya terkesan tidak cukup baik di sebagian besar durasi film. Nuansanya sedikit mengingatkan kita pada Gladiator dengan musik tema yang juga menunjang gaya penceritaan. Adegan pertempuran pamungkas di pesisir pantai memperlihatkan sebuah epik yang baik walau tidak terlalu megah. Bagaimanapun juga Robin Hood versi Scott terasa berbeda dan cukup menyegarkan untuk ditonton dengan semangat baru. Endingnya yang membuka kemungkinan sekuel kita harapkan bisa lebih baik lagi.

Durasi:
130 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 12 Mei 2010

THE TIME TRAVELER'S WIFE : Penjelajah Waktu Merangkai Kehidupan

Quotes:
Clare Abshire-I wouldn't change one second of our life together.

Storyline:
Artis Clare Abshire berbagi ikatan emosional yang dalam dengan pustakawan Henry De Tamble yang tanpa sekehendaknya dapat bepergian melintasi waktu. Mengetahui bahwa mereka bisa terpisah tanpa peringatan, Clare dan Henry sangat menghargai waktu mereka bersama, mengilhami mereka dengan kerinduan dan hasrat dari dua orang yang terpenjara oleh waktu dan dibebaskan oleh cinta. Namun akankah hubungan mereka tidak memiliki konsekuensi masa depan yang diharapkan?

Nice-to-know:
Jennifer Aniston dan Brad Pitt membuat heboh media massa saat membeli hak cipta film ini kepada penulisnya Audrey Niffenegger bahkan sebelum novelnya dirilis ke publik.

Cast:
Terakhir tampil plontos sebagai Nero dalam Star Trek (2007), Eric Bana disini bermain sebagai Henry De Tamble, pustakawan tampan yang tidak mampu menjalani hidup normal karena selalu menjelajah waktu.
Terakhir terlihat mendampingi aktor Australia juga, Russel Crowe dalam State Of Play (2009), Rachel McAdams kali ini berperan sebagai artis Clare Abshire yang tidak bisa memiliki pernikahan yang normal tetapi tetap berusaha mempertahankannya.

Director:
Pria Jerman bernama Robert Schwentke ini terakhir mengarahkan Jodie Foster dalam Flightplan (2005).

Comment:
Jangan mengharapkan sains fiksi disini karena film ini hanya mengulas romansa pria-wanita dan perjuangan mereka mengatasi kelainan genetik si pria yang bisa membuatnya menjelajahi waktu. Bagian pertama akan menceritakan pengenalan Henry De Tamble dan orang-orang yang dicintainya mulai dari ibu hingga istrinya. Beberapa perjalanan yang membawa era-era terpenting dalam hidupnya. Bagian kedua lebih merupakan perjuangan Henry dan Clare mempertahankan apa yang mereka miliki terlepas dari rintangan berat. Sepanjang film, Bana dan McAdams bertukar chemistry dengan baik mulai dari ekspresi, bahasa tubuh dan berbalas percakapan yang mengalir. Jangan lupa perhatikan perubahan-perubahan fisik Bana sesuai umurnya. Jajaran cast pendukung juga mengontrol peranan masing-masing dengan baik sehingga menghindari kebosanan drama pada umumnya. Rentang waktu itu sendiri mungkin akan membingungkan anda tetapi sutradara Schwentke masih cukup pandai untuk memberikan petunjuk-petunjuk yang sangat membantu. Jangan bandingkan dengan The Time Machine atau film sejenis yang berusaha mengubah nasib atau apapun itu namanya, The Time Traveler's Wife hanya berfokus pada kedua karakter utamanya dimana kita akan merasakan sedikit unsur komedi dan juga beberapa scene emosional yang sangat menyentuh dengan beberapa twist yang mengejutkan di endingnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$63,414,846 till early Dec 2009.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 09 Mei 2010

HOT TUB TIME MACHINE : Mesin Waktu Mengubah Masa Lalu

Quotes:
Jacob-I've dated a lot of girls, hot ones.
Lou-You've dated a lot of guys, gay ones.

Storyline:
Adam dan Nick mengunjungi sahabat lama mereka, Lou di rumah sakit setelah percobaan bunuh dirinya. Untuk melupakan semua kejenuhan, mereka sepakat mengunjungi resor ski masa muda mereka dahulu bersama Jacob, keponakan Adam yang baru melewati masa remaja. Saat menemukan bak mandi air panas di losmen penginapan, mereka tanpa sengaja terlempar ke Winterfest tahun 1986! Keunikan terjadi saat mereka bertiga bercermin melihat sosok muda mereka di masa lampau. Dilema yang dihadapi mereka adalah tetap membiarkan segala sesuatu sebagaimana mestinya atau berkesempatan mengubah nasib?

Nice-to-know:
Syuting dilakukan di Big Bear Lake & Valley di San Bernardino National Forest, California dan beberapa di Vancouver Film Studios, Kanada.

Cast:
Pernah meraih nominasi Aktor Terbaik Golden Globe 2001 lewat High Fidelity (2000), John Cusack kali ini bermain sebagai Adam yang tengah jenuh dengan pernikahannya.
Sebelum ini terlibat dalam proyek serial televisi The Office, Craig Robinson berperan sebagai Nick Webber.
Rob Corddry sebagai Lou
Clark Duke sebagai Jacob
Crispin Glover sebagai Phil
Sebastian Stan sebagai Blaine
Lyndsy Fonseca sebagai Jennie

Director:
Aktor, penulis, produser yang juga sutradara bernama unik Steve Pink ini mulai menggarap film sejak Accepted (2006).

Comment:
Perjalanan kembali ke masa lalu dengan mesin waktu mungkin bukan tema yang asing bagi anda. Tetapi jika dikombinasikan dengan komedi masa kini yang dibumbui dengan unsur persahabatan yang kental mungkin hasilnya berbeda. Itulah Hot Tub Time Machine yang lugas, kocak dan jujur dalam bercerita. Plot ceritanya mengingatkan pada The Hangover yang juga menyorot pertemanan tiga pria dewasa yang berusaha melakukan flashback untuk mencari tahu sesuatu. Nuansa tahun 1980an juga dikemas dengan kental mulai dari kostum, make-up, setting hingga musiknya mulai dari Home Sweet Home, Careless Whisper, True, What You Need, Push It, Modern Love, Bizzare Love Triangle, Once In A Lifetime, I Want To Know What Love Is yang masing-masing memberikan warna yang berbeda. Cusack, Robinson, Corddry bermain kompak dan melebur ke dalam karakter yang mereka mainkan terutama Corddry yang sangat ekspresif dengan mimik muka dan celotehan blak-blakannya. Cusack terlihat decent sedangkan Robinson eksentrik. Jangan lupakan Duke yang sepintas cupu tetapi cerdas. Humor yang disajikan tergolong brilian meskipun terkadang kacangan dan klise tapi cukup relevan sebagai alasan anda tertawa terbahak-bahak sepanjang durasi. Arah film cukup sulit diterka dan pada akhirnya ditutup dengan happy ending yang cukup mengejutkan karena mengubah beberapa fakta aktual dunia. Lebih baik anda cari tahu sendiri!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$47,636,575 till May 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 08 Mei 2010

THE BOUNTY HUNTER : Memburu Mantan Istri Pecahkan Kasus

Quotes:
Nicole Hurley-Life is making mistakes.
Milo Boyd-And death is wishing you had made more.

Storyline:
Dipecat dari kepolisian untuk kemudian menjadi pemburu buronan, Milo Boyd ditugaskan menangkap mantan istrinya, reporter Nicole Hurly akibat tidak menghadiri persidangan. Awalnya Milo mengira itu akan berjalan mudah karena ia sudah sangat mengenal perilaku Nic meski hanya berpacaran 6 bulan yang diakhiri dengan pernikahan selama 9 bulan saja! Namun ternyata Nic sendiri sedang menjalani tugas dari atasannya untuk meliput kasus bunuh diri. Sepanjang kejar-mengejar tersebut, Milo dan Nic justru dihadapkan pada kemungkinan mereka bersama kembali. Akankah kewajiban masing-masing dapat dituntaskan di atas kepentingan bersama?

Nice-to-know:
Awalnya peran Nicole Hurly sempat ditawarkan kepada Sarah Jessica Parker.

Cast:
Karir layar lebarnya justru diawali dalam film horor picisan, Leprechaun (1993). Namun nama Jennifer Aniston sampai kini telah menjadi salah satu aktris komedi terlaris yang dimiliki Hollywood termasuk untuk peran Nicole Hurly yang juga seorang pengemudi buruk.
Lahir di tahun yang sama dengan Aniston, Gerard Butler baru memulai dunia akting di Mrs Brown (1997). Disini ia bermain sebagai Milo Boyd, mantan polisi yang beralih profesi dan berjuang mendapatkan uang untuk meneruskan hidupnya.

Director:
Andy Tennant mulai angkat nama setelah mengarahkan si kembar cilik Olsen dalam It Takes Two (1995).

Comment:
Melihat poster dan trailer film ini, orang akan mengharapkan komedi romantik yang menarik apalagi pemasangan nama Aniston dan Butler sebagai cast utama dimana masing-masing sudah memiliki fan base tersendiri. Jalan ceritanya sendiri sangat ringan dan tidak perlu berpikir untuk mengikutinya. Apakah hal-hal tersebut sudah cukup untuk menilai film ini? Ternyata belum. Unsur komedik yang disodorkan mungkin cukup lucu di beberapa bagian tetapi sebagian besar terasa bodoh dan absurd meski nyaris semua dialognya terkesan sinis. Romansa yang ditawarkan juga terasa hambar. Belum lagi arah film yang menjadi terlalu ambisius dengan tempelan plot cerita disana-sini yang sebetulnya tidak penting. Chemistry Aniston dan Butler cukup menggigit walau terasa dipaksakan. Dan memang penampilan mereka berdualah menjadi yang terpenting disini di luar jajaran pendukung lain yang dapat dikatakan pelengkap derita saja. Sutradara Tennant terlihat kebingungan untuk menghasilkan film yang terlalu blur untuk dibawa serius atau tidak lucu untuk dijadikan hiburan semata. Alhasil kinerja The Bounty Hunter terasa di bawah standar rata-rata yang diharapkan audiens.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$64,065,681 till early May 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 07 Mei 2010

MENCULIK MIYABI : Kesalahpahaman Berujung Kemenangan?

Storyline:
Tiga sahabat cupu yaitu Kevin, Bimo dan Aan di kampus sering menjadi bulan-bulanan Mike, kekasih Jessica yang merupakan teman kecil Kevin. Mike menantang ketiganya untuk datang ke pesta Jessica dengan membawa cewek cantik atau dipermalukan seumur hidup. Namun di luar kampus, ketiganya memiliki idola yang sama dan berdiskusi tentangnya yaitu Miyabi alias Maria Ozawa, bintang porno asal Jepang. Pengumuman di sebuah blog bahwa Miyabi akan datang ke Jakarta membuat Bimo dan Aan nekad datang ke bandara untuk melihat secara langsung dan bahkan menculik seorang gadis yang disangka Miyabi. Kesalahan pun terjadi karena yang diculik adalah Mie Yao Bie, gadis asal Taiwan. Bagaimana kekacauan tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya dilangsungkan di fX.

Cast:
Nicky Tirta sebagai si cupu Kevin.
Herfiza Novianti sebagai primadona sekolah Jessica.
Sabrina Pai sebagai Mie Yao Bie.
Kevin Julio sebagai Bimo.
Hardi Fadhillah sebagai Aan.

Director:
Pernah menggarap Setan Budeg yang lumayan sukses itu, Findo Purwono HW kembali mengarahkan bintang-bintang yang kurang lebih sama untuk Menculik Miyabi ini.

Comment:
Sempat dicekal proses syutingnya dikarenakan kehadiran Maria Ozawa di Indonesia yang kontroversial akhirnya produser dan sutradara sepakat melanjutkan syuting di Jepang langsung! Pintar atau ngotot? Yang pasti tidak seperti bayangan sebagian besar orang (yang mungkin terlalu kotor pikirannya atau lebih pantas disebut munafik?), tema ceritanya mengenai persahabatan dan cinta remaja yang lekat dengan kesehariannya. Samasekali tidak ada adegan yang menonjolkan keseksian Ozawa disini. Yang ada Sabrina Pai yang berperan cukup menarik di luar keterbatasan bahasa yang digunakannya. Daya tariknya bolehlah menggantikan Miyabi yang legendaris itu. Nicky dan Herfiza berbagi chemistry yang lumayan pas. Hardi dan Kevin seperti biasa cukup mengocok perut, tidak halnya dengan Mocil yang kebagian sedikit scene disini. Eksekusi film boleh dibilang mulus terlepas dari kurang kokohnya konstruksi cerita yang tertutup oleh beberapa pesan moral yang diselipkan disana-sini. Endingnya selayaknya film remaja Hollywood yaitu the loser finally be the winner dan ada twist tersendiri di penghujung adegan. Saksikanlah jika anda penasaran. Tidak ada rotan, akarpun jadi!

Durasi:
75 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 06 Mei 2010

JOY RIDE 2 : DEAD AHEAD

Quotes:
Rusty Nail-Heckof a joy ride, isn't it..

Storyline:
Ketika empat sahabat memulai perjalanan ke Vegas untuk bermain dan mencari sensasi, mereka tidak menyangka akan jatuh ke tangan seorang pemilik rumah yang haus darah, penyiksaan dan ketakutan terdalam diri manusia! Setelah kendaraan mereka mogok di tengah jalan di suatu tempat, mereka harus menemukan perumahan penduduk. Tetapi rencana mereka membangunkan kebencian Rusty Nail - seorang pembunuh, pengemudi truk yang ingin balas dendam dan tidak akan berhenti sampai mereka tidak memiliki apapun lagi..

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di British Columbia, Kanada.

Cast:
Nicki Aycox sebagai Melissa terakhir tampil dalam sekuel The X-Files : I Want To Believe.
Nick Zano sebagai Bobby sebelum ini bermain dalam Beverly Hills Chihuahua.
Kyle Schmid sebagai Nik
Laura Jordan sebagai Kayla
Mark Gibbon sebagai Rusty Nail

Director:
Sekuel terakhir yang ditangani Louis Morneau bergenre thriller juga yaitu The Hitcher II mengalami nasib yang sama dengan rilis langsung dalam format video.

Comment:
Sebuah film yang dilempar langsung ke pasaran DVD biasanya berkualitas kelas B. Namun apakah demikian kasusnya dengan sekuel Joy Ride yang cukup berbicara banyak di tahun 2001 itu? Dari segi plot cerita nyaris tidak ada perbedaan dengan prekuelnya. Banyaknya pengulangan terutama pada adegan penyiksaan di bagian akhir. Kenyataannya film ini tidak sesadis yang saya bayangkan, levelnya di bawah film pertamanya. Dari segi cast, Aycox-Zano-Schmid tidaklah sekuat trio Walker-Zahn-Sobieski yang lebih mempunyai nama. Namun ketiganya berakting sedikit di atas ekspektasi awal. Tensi film bersub titel Dead Ahead ini bisa dibilang menyedihkan. Apalagi di paruh pertama, saya sangat tidak mengerti apa yang berusaha disampaikan dan logika yang mendukungnya! Di paruh kedua barulah mulai menarik tetapi itupun tidak didukung musik latar yang seharusnya mampu mensugestikan penonton untuk merasa ngeri. Sutradara Morneau sepertinya terbatas dalam bujet sehingga adegan aksi tidak maksimal terutama kejar-kejaran di jalan. Endingnya tidak menyisakan apa-apa dan cenderung mudah ditebak. Sebetulnya tidak terlalu buruk tetapi jika perbandingannya Joy Ride menjadi sangat jauh.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 05 Mei 2010

DAYBREAKERS : Dunia Futuristik Vampir Haus Darah

Quotes:
Edward Dalton: Is this place safe?
Elvis: Living in a world where vampires are the dominant species is about as safe as bare backing a 5 dollar whore.

Storyline:
Kurang lebih 10 tahun dari sekarang, populasi dunia akan dikuasai kaum vampir yang mengonsumsi darah manusia selayaknya kopi ataupun wine. Namun umat manusia yang tersisa 5% harus bertahan hidup dengan bersembunyi atau menjadi supply khusus di peternakan masal. Adalah Dr. Edward Dalton, seorang vampir hematologi yang bekerja di sebuah perusahaan farmasi berusaha menciptakan darah tiruan untuk menggantikan darah asli yang sudah semakin langka itu. Saat Edward bertemu kawanan manusia yaitu Audrey dkk, ia mulai tertarik untuk kembali menjadi manusia. Keputusan yang tidak mudah karena akan melibatkan banyak pihak yang kontra dengannya.

Nice-to-know:
Pembuat film ini menyelenggarakan contest di Worth1000.com untuk mencari pemenang foto hasil manipulasi mengenai bagaimana dunia akan terlihat jika setiap orang menjadi vampir.

Cast:
Peran Edward Dalton disini merupakan 1 dari 4 film yang dibintangi Ethan Hawke sepanjang 2009 selain Staten Island, Brooklyn’s Finest dan New York, I Love You.
Lebih banyak membintangi serial televisi sebelumnya termasuk Love My Way (2004-2007), Claudia Karvan bermain sebagai Audrey Bennett
Willem Dafoe sebagai Lionel 'Elvis' Cormac
Sam Neill sebagai Charles Bromley
Michael Dorman sebagai Frankie Dalton

Director:
Michael dan Peter Spierig sebelumnya menangani Undead (2003) yang cukup mencuri perhatian saat ditayangkan di beberapa festival internasional.

Comment:
Pertama-tama harus saya tegaskan bahwa ini bukan film vampir biasa. Premisnya diputar 360 derajat dimana kaum vampir sebagai mayoritas sedangkan umat manusia sebagai minoritas. Sudut pandangnya sendiri bergantian dimana pihak baik dan jahat ada di kedua belah pihak.
Tiga aktor utamanya dapat dikatakan memberikan imej yang berbeda-beda. Hawke sebagai tipikal superhero Edward yang selalu bersikap optimistik. Neill sebagai villain Charles yang rela melakukan apa saja untuk mempertahankan dunia sesuai keinginannya. Dafoe sebagai Elvis yang bergaya country dengan busur panah di tangannya. Sedangkan aktris Karvan yang sepintas mirip Famke Janssen membawakan tokoh Audrey dalam semangat feminisme satu-satunya disini.
Sutradara Spierig bersaudara menghadirkan sinematografi yang menjanjikan dimana perpaduan warnanya begitu kontras. Dunia siang dan malam kaum vampir memberikan nuansa yang berbeda. Semua didominasi warna biru yang dibiaskan sedemikian rupa hingga berbaur dengan kegelapan yang diinginkan. Penggunaan spesial efek CGI juga turut memberikan nilai plus tersendiri.
Pergantian sudut pandang baik-jahat memang terkadang membingungkan anda. Dan pada awalnya mungkin agak sulit mengidentifikasi tokoh tertentu berada di pihak yang mana. Meski demikian editing yang dilakukan Matt Villa beserta konsistensi visual dari Ben Nott teramat membantu visi anda memasuki dunia futuristik yang kelam tersebut.
Daybreakers tidak lupa melengkapi konsep action thriller nya dengan pelbagai adegan sadis yang diperlihatkan secara meyakinkan baik terbunuh dengan berlumuran darah ataupun terbakar sinar matahari dengan berhamburan api. Film ini jelas di atas rata-rata standar film sejenis semisal franchise Blade. Meskipun di paruh awal terasa sangat menjanjikan, paruh keduanya juga tidak mengecewakan dengan originalitas yang tinggi.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$29,975,979 till Feb 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 02 Mei 2010

DATE NIGHT : Kejemuan Pernikahan Berakhir Petualangan Seru

Quotes:
Phil Foster-He turned the gun sideways! That's a kill shot!

Storyline:
Suami istri Foster yaitu Phil dan Claire mulai merasakan kejenuhan dalam rumah tangga mereka. Apalagi kesibukan mengurus pekerjaan, rumah dan anak-anak sekaligus yang semakin memusingkan. Nyaris tiada api lagi dalam pernikahan mereka. Sampai pada suatu ketika, Phil berusaha menyenangkan istrinya dengan mengajak makan malam di restoran seafood populer, Claw di daerah Manhattan. Demi menyiasati waiting list yang penuh, mereka mengaku sebagai pasangan Tripplehorns. Sayangnya keputusan itu salah saat dua pria sangar, Collins dan Armstrong meminta mereka menyerahkan flashdrive atau keselamatan ancamannya. Phil dan Claire pun harus bahu membahu meloloskan diri sekaligus mencaritahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Nice-to-know:
Pada adegan Claire Foster bersiap tidur, ia menggunakan kaos University of Virgina dimana pemerannya Tina Fey lulus dari sana pada tahun 1992.

Cast:
Karir akting Steve Carell dimulai lewat peran singkat dalam Tomorrow Night (1998). Kali ini bermain sebagai Phil Foster, eksekutif yang mulai menyadari bahtera rumah tangganya mulai goyah dan berusaha melakukan segala cara untuk mempertahankannya.
Nama Tina Fey mulai dikenal setelah membintangi film layar lebar keduanya, Mean Girls (2004). Disini sebagai Claire Foster, ia tampil pas sebagai seorang istri dan ibu yang tertekan akan rutinitas.
Didukung pula oleh nama-nama tenar seperti Mark Wahlberg, Ray Liotta, Mark Ruffalo, James Franco, Taraji P. Henson dan Mila Kunis.

Director:
Shawn Levy pernah menangani film sejenis tentang pasangan yang berusaha rujuk dalam Just Married (2003) yang dimainkan Ashton Kutcher dan (alm) Brittany Murphy.

Comment:
Melihat dua versi posternya pada salah satu sinepleks ternama ibukota membuat saya terpingkal-pingkal. Yang satu bertuliskan, "some dates start with a kiss.." dan yang lain, "..and end with a bang" yang memperlihatkan perubahan "penampilan" Carell dan Fey. Pada saat itu, saya mengira akan seperti apa film ini. Nyatanya Carell dan Fey berhasil menciptakan chemistry yang sangat pas timingnya juga kekompakan mereka memadu tawa sungguh luar biasa. Itulah yang penting disini. Selain fakta bahwa jajaran castnya juga berhasil mencuri perhatian. Lihat bagaimana seksinya Wahlberg yang bertelanjang dada di setiap scene, belum lagi Franco dan Kunis yang walau singkat sangat luwes sebagai pasangan Tripplehorns yang asli. Beberapa cameo seperti Rufallo, Will.I.Am dsb juga turut memperkuat peranan.
Acungan jempol patut dilayangkan pada sutradara Levy yang menyuguhkan sinematografi yang berbeda, seperti kamera tangan yang dinamis mensyut setiap adegan dari berbagai sudut tanpa pencahayaan yang berlebihan, sangat natural! Sebagai sebuah komedi romantis, Date Night bercerita nyaris tanpa plot yang rumit dengan skrip yang sesungguhnya terbatas. Namun itulah kelebihannya karena tanpa terbebani, semua elemen berpadu dengan wajar dalam situasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan lupakan selipan pesan moral bahwa kejenuhan intensitas hubungan suami istri itu harus diatasi, bukan dibiarkan tanpa suara.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$73,604,361 till May 2010.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 01 Mei 2010

IP MAN 2 : Master Wing Chun Tertantang Beladiri Dunia Barat

Storyline:
Sejak kedatangan Ip Man di Hongkong pada tahun 1949, ia mengetahui bahwa sekolah beladiri yang beroperasi disana lebih sebagai triad. Untuk memperbaiki citra itu, ia membuka sekolah sendiri yang tidak hanya mengajarkan seni tetapi juga nilai-nilai keadilan. Namun kemudian Ip Man berselisih paham dengan guru Hung Gar yang jumawa dan menganggap beladiri harus diartikan dengan kemenangan dalam pertempuran. Lewat serangkaian peristiwa, Ip Man dan Hung Gar bisa saling respek satu sama lain sambil memikirkan tantangan Twister, juara dunia tinju yang mewakili seni beladiri dunia Barat yang meremehkan seni beladiri dunia Timur.

Nice-to-know:
Didistribusikan oleh Mandarin Film Distribution Co..

Cast:
Donnie Yen pernah meraih nominasi Hong Kong Film Award 1993 kategori Best Supporting Actor dalam Once Upon a Time in China II (1992). Kini ia melanjutkan peran Ip Man, pemrakarsa aliran beladiri Wing Chun.
Sammo Hung sebagai Hung Gar
Darren Shahlavi sebagai Twister

Director:
Wilson Yip pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai film Hongkong adalah 01:00 A.M. (1995).

Comment:
Hanya berselang setahun, Ip Man yang seru mengesankan itu dibuat sekuelnya. Terburu-buru demi mengejar aspek komersial? Saya rasa tidak. Saya percaya motif trio Wilson, Donnie dan Sammo lebih dari itu.
Sekadar mengingatkan, episode Ip Man terdahulu bisa jadi merupakan salah satu martial arts movie yang paling berkesan sepanjang masa, setidaknya bagi sebagian besar orang di belahan bumi Timur. Jika harus dibandingkan, episode kedua ini sedikit melemah karena plotnya hanya bercerita tentang perjuangan Ip Man agar seni beladiri kungfu dapat dihormati dunia Barat. Ya hanya itu para penonton!
Beruntung penampilan Donnie Yen tetap konsisten tanpa memberikan sentuhan berlebihan pada karakter Ip Man, gerakannya masih efektif dengan tutur bahasa yang lembut. Namun yang patut diacungi jempol adalah salah satu ikon perfilman Mandarin tahun 1980an, Sammo Hung Chin Pao. Selain berprofesi sebagai art director, ia juga solid memerankan tokoh Hung Gar yang tangguh dan keras hati. Catatan kecil sekaligus penting disini, pertarungan Donnie dan Sammo di paruh pertama film sangatlah memukau, melebihi endingnya itu sendiri. Keduanya yang asli menguasai kungfu beradu jurus dengan serunya di atas meja sampai dupa habis.
Sinematografi yang dihadirkan juga masih sama baiknya dengan atmosfer 1940an yang cukup kental. Secara keseluruhan Ip Man 2 memenuhi syarat film aksi hiburan yang baik. Anda yang belum pernah menyaksikan prekuelnya dijamin terkesan. Sedangkan bagi yang sudah menonton prekuelnya, tetap akan merasa terpuaskan walaupun rasa antusias yang muncul tidak akan sama seperti sebelumnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

IRON MAN 2 : Kehidupan Gemerlap Tony Stark Incaran Musuh Baru

Quotes:
Tony Stark-I am Iron Man. The suit and I are one.
Justin Hammer-I wanna make Iron Man look like an antique.

Storyline:
Kini dunia sudah mengakui Tony Stark sebagai pahlawan super Iron Man dan juga milyuner penemu yang sukses. Hal tersebut memicu tekanan yang ditimbulkan oleh Pemerintah, pers, khalayak umum yang memaksa Tony berbagi rahasia teknologi yang digunakannya kepada bidang militer. Sementara itu saingan Tony, Justin Hammer berusaha keras menemukan teknologi yang sama hingga berjumpa dengan Ivan Vanko, fisikawan sekaligus putra penemu yang pernah bekerjasama dengan ayah Tony. Keduanya membentuk kekuatan baru yang mengerikan. Setelah menyerahkan Stark Enterprise kepada asisten sekaligus kekasihnya, Pepper Pots dan karyawan baru yang cerdas, Natalie Rushman, Tony pun berusaha menyelamatkan dunia sekali lagi dengan bantuan temannya Letnan Kolonel James "Rhodey" Rhodes

Nice-to-know:
Scarlett Johansson telanjur mengecat rambutnya menjadi merah sebelum dipastikan mendapatkan peran Black Widow yang awalnya ditawarkan kepada Emily Blunt yang akhirnya mundur karena jadwal syuting Gulliver's Travels (2010).

Act:
Dua tokoh utama, Robert Downey, JR dan Gwyneth Paltrow masih menokohkan Tony Stark alias Iron Man dan kekasih asistennya Pepper Pots.
Dua pendatang baru dalam sekuel ini yang memegang peran cukup penting adalah Scarlett Johansson sebagai Natalie Rushman dan Don Cheadle sebagai James Rhodes yang menggantikan Terrence Howard yang tidak sepakat dengan Marvel Studios.
Dua karakter antagonis, Justin Hammer dan Ivan Vanko masing-masing dipegang oleh Sam Rockwell dan Mickey Rourke.

Director:
Nominasi besar pertamanya diraih di Emmy Award lewat Dinner For Five (2001), kini Jon Favreau tergolong sutradara sukses yang sudah mengarahkan beberapa film box-office dari periode 1990an hingga sekarang.

Comment:
Tanpa pengenalan karakter lagi, sekuel ini langsung dibuka dengan pengenalan kehidupan Tony Stark sebagai superhero selebritis miliarder yang glamor pede kalau tidak mau dibilang congkak. Terkadang penonton akan merasa muak melihatnya tapi itulah Downey yang berhasil membawakan karakter pahlawan secara berbeda dengan gaya tersendiri. Paltrow masih tampak anggun dan cerdas sedangkan Johansson cantik dingin juga tangguh sebagai tokoh baru disini. Sutradara Favreau masih mempertahankan tone yang kurang lebih sama dengan prekuelnya. Adegan aksinya lebih ke arah penghancuran memang terasa megah walau tidak terlalu intens, terutama di awal dan akhir film. Namun apa yang terjadi di pertengahan? Sepertinya agak sedikit slow dengan perjalanan cerita yang berangsur reda, banyak sekali tempelan adegan yang tidak terlalu penting dan seharusnya bisa dihilangkan saja karena tidak mengganggu cerita. Endingnya juga terasa dipermudah, bahkan sebelum anda berekspektasi lebih, sudah diselesaikan. Kesimpulannya, Iron Man 2 "hanya" sedikit lebih baik dari prekuelnya yang terkesan lebih gelap dan provokatif di bagian awal dan akhir tetapi penilaian lengkap masih belum mampu menyamai Iron Man 1. Semoga tidak akan ada seri ketiganya kecuali betul-betul dipersiapkan secara matang.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent