XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 08 Februari 2009

SEPULUH : Tidak Ada Manusia Yang Nilainya Sempurna

Cerita:
Sekeluarnya dari penjara atas kasus obat terlarang yang sesungguhnya tidak pernah dilakukannya, Yanti berjuang menata hidupnya kembali setelah kehilangan segala-galanya. Tak lama ia bertemu seorang anak jalanan bernama Mongki yang seusia dengan anak perempuannya yang hilang dulu. Interaksi di antara keduanya perlahan menumbuhkan chemistry yang unik.
Di lain tempat, seorang ayah sibuk, Thomas menghadapi dilema dengan putra semata wayangnya yang merasa tak pernah mendapat cukup perhatian walaupun bergelimang fasilitas. Sampai pada satu titik dimana Thomas harus berjuang sekuat tenaga agar tidak kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya..

Gambar:
Walau tergolong baik tapi angle pengambilan gambar dan perpindahan scene kurang maksimal.

Act:
Rachel Maryam memberikan penjiwaan yang baik sebagai Yanti, seorang ibu yang berusaha menemukan anaknya kembali sambil bertahan dari berbagai cobaan berat dalam hidupnya.
Kembalinya Ari Wibowo ke blantika perfilman Indonesia sebagai Thomas. Sayang pengembangan karakternya disini cenderung datar dan kurang dinamis meski.kehadirannya tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Beberapa bintang cilik bermain baik disini seperti Yofana sebagai Mongki dan jangan lupakan kehadiran aktor lawas Agus Melasz.

Sutradara:
Debut film seorang anak muda idealis berusia 19 tahun, Henry Riadi. Boleh dikatakan dia mempunyai basic skill yang baik, hanya saja masih mencari bentuk yang tepat untuk dapat membangun pondasi sebuah film. Pemilihan cast yang tepat karena semuanya memberikan warna yang baik untuk film ini walau masih terjadi kekurang fokusan pengembangan karakter. Boleh ditunggu karya berikutnya.

Komentar:
Tema yang terlalu berat diusung oleh sineas yang sangat muda sehingga dari beberapa sisi, film ini bisa dikatakan “tidak dapat”. Dari awal sampai akhir cukup membosankan karena konflik tidak cukup terangkat untuk membuat penonton betah mengikuti jalan ceritanya. Terlepas dari beberapa kekurangan, film ini secara keseluruhan memberikan warna baru dengan mengusung tema-tema social yang terjadi di kehidupan nyata masa kini.

Durasi:
110 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 07 Februari 2009

VICKY CRISTINA BARCELONA : Liburan Bermakna Dua Wanita Amerika Di Spanyol

Quotes:
Maria Elena-You're still searching for me in every woman. Juan Antonio-That is not true, Maria Elena. I was in Oviedo some weeks ago with a woman who was the antithesis of you. An American, and something beautiful happened with her. So you're mistaken. Maria Elena-You'll always seek to duplicate what we had. You know it.

Cerita:
Dua wanita muda Amerika, Vicky dan Cristina berangkat ke Spanyol untuk liburan musim panas. Vicky berkarakter sensitif dan berkomitmen terhadap perkawinannya dalam dua minggu ke depan. Sedangkan Cristina berkarakter emosional dan senang bertualang secara seksual. Di sebuah cafe, mereka bertemu pelukis karismatik, Juan Antonio dan terlibat dalam cinta segitiga yang rumit dimana pria tersebut masih terlibat dengan mantan istrinya yang temperamen, Maria Elena.

Gambar:
Kental dengan nuansa Spanyol yang eksotis dan seksi mulai dari scene café, restoran, penginapan sampai bukit-bukit pegunungan.

Act:
Aktris Inggris kelahiran 1982, Rebecca Hall mungkin belum banyak dikenal. Tapi pembuktiannya saat memerankan Vicky patut diacungi jempol sebagai gadis berprinsip teguh tapi tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya sampai mempertanyakan tujuan hidupnya sendiri.
Scarlett Johansson yang mendapat nominasi Oscar dalam Lost In Translation (2003) kali ini memperlihatkan akting menggoda sebagai Cristina yang seksi, oportunis dan tidak berpikir panjang ataupun mempunyai rencana pasti dalam hidupnya.
Sebelum ini mendapat Oscar sebagai aktor pendukung terbaik dalam No Country For Old Men (2007), Javier Bardem menunjukkan sosok pelukis berkharisma, Juan Antonio Gonzalo yang punya daya pikat tinggi terhadap wanita.
Aktris cantik asal Spanyol, Penelope Cruz yang pada akhirnya mendapat Oscar di film ini lewat perannya sebagai mantan istri bermasalah yang jiwanya tidak tenang dan emosinya tidak stabil, Maria Elena.

Sutradara:
Woody Allen yang pernah memenangkan Oscar lewat Annie Hall (1977) mencoba menyutradarai genre yang sama sekali baru baginya. Beruntung karena didukung dengan cast yang brilian dan skrip yang cukup unik.Eksekusi yang dilakukannya tergolong lancar sehingga film mengalun dengan baik.

Komentar:
Vicky Cristina Barcelona merupakan film yang bukan hanya memesona tapi juga tertulis dengan baik oleh Woody Allen. Keeksotisan Barcelona dipadu dengan ilustrasi musik yang seksi selayaknya Latin music menjadi kombinasi yang memperkuat film secara keseluruhan. Chemistry yang baik sekaligus aneh antara Javier, Scarlett dan Cruz. Rebecca sendiri paling brilian memberikan semuanya dalam peran Vicky walaupun wajahnya tidak terpampang dalam poster yang menonjolkan kisah cinta segitiga antara aktor-aktris yang lebih ternama darinya. Patut tonton sebagai salah satu kandidat Oscar 2008 ini!

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$23,213,577 till Feb 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 04 Februari 2009

KRABAT : Bersekutu Melawan Guru Berilmu Hitam

Also Known As:
Krabat: Disciple of the Dark Mill

Storyline:
Peperangan selama 30 tahun telah membawa banyak kebinasaan dan kematian di pusat Eropa dan menyebabkan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun bernama Krabat menjadi yatim piatu. Namun ia tetap tegar bertahan dan melakukan perjalanan ke sebuah lembah yang mempertemukannya dengan Sang Guru. Perlahan-lahan Krabat menata hidupnya dengan belajar dan bekerja pada Sang Guru serta bersahabat dengan rekan-rekan sebayanya. Tibalah pada suatu ketika dimana Krabat mengetahui bahwa mereka semua berguru pada orang yang salah yang berpedoman pada sihir ilmu hitam. Bagaimana mereka dapat lepas dari tempat penggilingan tersebut?

Nice-to-know:
Daniel Brühl mengatakan bahwa ini kali pertamanya ia menerima tawaran bermain dalam sebuah film tanpa membaca skrip ataupun mengetahui siapa sutradaranya terlebih dahulu.

Cast:
David Kross yang berperan sebagai Krabat di tahun 2008 ini juga membintangi The Reader bersama Kate Winslet.
Daniel Brühl sebagai Tonda
Christian Redl sebagai Meister
Robert Stadlober sebagai Lyschko
Tom Wlaschiha sebagai Hanzo
Hanno Koffler sebagai Juro

Director:
Sebelum ini Marco Kreuzpaintner menggarap film mengenai human-trafficking bernuansakan Amerika Latin yang berjudul Trade di tahun 2007.

Comment:
Kabarnya diangkat dari sebuah buku yang tidak pernah saya lihat sebelumnya sehingga tidak ada bayangan samasekali mengenai adaptasi tersebut.
Benang merahnya sendiri bertemakan persahabatan, guru dan murid yang dibumbui magic dan sedikit unsur percintaan. Sayangnya semua terasa absurd bagi saya, tidak jelas apa yang sesungguhnya ingin ditekankan disini apalagi dengan tempo yang lambat dan sinematografi yang monoton walau harus diakui menghadirkan lanskap yang cukup baik di sepanjang lembah ataupun pegunungan.
Dari segi acting, Kross terlihat paling menguasai layar. Kiprahnya sebagai Krabat cukup menjanjikan terutama penyaluran emosi yang dilakukannya mulai dari prolog hingga memuncak di epilognya. Di luar Kross, kesemua remaja tersebut tampil decent sesuai standar yang diharapkan. Tokoh antagonis Sang Guru yang dibawakan Redl lumayan berkarakter terlepas dari kesan kaku yang masih melekat.
Sutradara Kreuzpaintner memang berupaya melakukan adaptasi terbaik yang dapat dimaksimalkannya. Suatu tugas yang tidak mudah bagi sutradara manapun juga. Ia juga melengkapi dengan score/theme yang cukup pas dengan suasana yang ada. Namun bagi saya pria kelahiran Jerman ini masih lemah dalam menjaga intensitas ceritanya yang naik turun, kadang cukup menarik, kadang jatuh menjadi membosankan.
Yang teramat sangat mengganggu adalah narator yang terus menerus “bekerja” nyaris di sepanjang film, seakan aktor-aktris dalam film ini tidak mampu bercerita sendiri dalam menerjemahkan skrip yang ada. Misi yang dilakukan juga teramat simple dan rasanya tidak perlu berpanjang lebar dengan elemen-elemen yang tidak masuk akal. Ups saya lupa kalau film ini juga bercerita tentang sihir. Jujur saya tidak menemukan “keterikatan” dengan Krabat sehingga hanya menghabiskan waktu saja menelusuri scene demi scene yang dihadirkan sampai credit title bergulir. Entah bagaimana dengan anda?

Durasi:
115 menit

Europe Box Office:
$9,265,782 till mid 16 November 2008 in Germany

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 03 Februari 2009

GLITCH : Menyelidiki Vortex dan Perbedaan Waktu

Tagline:
Tersesat Dalam Waktu

Cerita:
26 Desember 2004 pukul 01:58, 6 jam sebelum tsunami terjadi berbagai kekacauan waktu di berbagai belahan bumi. Tiga sahabat, Andi, Dara, Teten sedang dalam perjalanan menjemput Sheila di Cibubur tiba-tiba terdampar di Bukittinggi. Keganjilan ini kemudian membuat mereka berempat berusaha menyelidiki fenomena alam dan misteri vortex dengan bantuan ahli di bidang Quantum Physic Research yakni Prof. David Leman yang keturunan Jepang. Akankah semua pertanyaan pada akhirnya akan terjawab secara ilmiah?

Gambar:
Visualisasi yang ditampilkan sebenarnya lumayan menjual. Beberapa lokasi di Bukittinggi, Padang cukup dimaksimalkan terutama Ngarai Sianok dan Jam Gadang.

Cast:
Satu-satunya yang berpengalaman di layar lebar termasuk Butterfly (2007), Andhika Pratama sebagai Andi
Fikha Effendi sebagai Sheila
Ikhsan Samiaji sebagai Teten
Amanda Faried sebagai Dara

Sutradara:
David Poernomo yang baru menghasilkan satu film sebelumnya yaitu spin-off Pocong Vs Kuntilanak kali ini mencoba genre sains fiksi dengan sentuhan spesial efek.

Comment:
Ide cerita film yang terpilih sebagai peserta Thailand International Film Festival 2008 ini memang cukup orisinil untuk ukuran film lokal. Genre sains fiksi yang jarang sekali diangkat tapi memiliki kekurangan fatal jika tidak didukung logika cerita yang baik. Inilah perjudian yang dijalani sang sutradara dimana hasil akhirnya serba tanggung, teori vortex yang kurang mendalam dan eksplorasi cerita yang tidak maksimal. Dari segi cast, sulit rasanya menyalahkan keempat karakter utamanya karena mereka sudah berbuat yang terbaik sebisanya. Beberapa elemen suspens cukup menjanjikan walau saya agak heran karena jatuhnya menjadi sedikit bernuansakan horor. Penggunaan spesial efek yang sederhana cukup mulus dilakukan. Secara keseluruhan, Glitch memiliki visualisasi yang baik dan berusaha bercerita tapi sayangnya lemah dalam logika dan penyelesaian sehingga terasa membosankan walaupun berdurasi pendek.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 02 Februari 2009

EDEN LOG : Saat Dunia Manusia Dan Tumbuhan Berkolaborasi

Cerita:
Seorang pria yang terbangun dalam keadaan telanjang di dalam gua yang gelap. Kedinginan, berlumpur dan kebingungan apa yang membuatnya sampai disana terlebih menemukan mayat seseorang di sebelahnya. Tolbiac kemudian menjelajahi lingkungan sekelilingnya sambil berusaha menghindari makhluk asing aneh yang mengejarnya, berusaha mencari jawaban atas apa yang telah terjadi pada dunia yang dulu dikenalnya yang telah berubah karena organisasi bernama "Eden Log"!

Gambar:
Monokromatis yang suram dengan pencahayaan yang kurang memadai untuk mata.

Act:
Clovis Cornillac sebagai Tobias mungkin paling menonjol perannya disini walau sulit menilai aktingnya secara keseluruhan karena kemiskinan sinematografi.

Sutradara:
Franck Vestiel yang sebelumnya terlibat dalam beberapa produksi televisi dan menjadi asisten sutradara di Perancis sana mengawali film pertamanya dalam Eden Log yang mungkin akan sukar membuat orang ingat padanya.

Komentar:
Salah satu sains fiksi yang bisa menyiksa anda di bangku bioskop yang nyaman. Percayalah! Gaya penceritaan yang monoton dan berputar-putar tidak jelas membuat penonton sulit fokus pada alur ceritanya walau sebetulnya plot cerita cukup kreatif. Setuju dengan saya?

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 01 Februari 2009

THEY WAIT : Bulan Hantu Menguak Tabir Kelam Keluarga

Cerita:
Sarah menemani Jason kembali ke Shanghai untuk menghadiri pemakaman pamannya yang berprofesi sebagai pengumpul tulang. Sesampainya disana, putra mereka Sammy mulai mengalami gangguan spiritual terlebih saat tinggal sementara di rumah tua bibinya Mei hingga jatuh sakit. Seorang apoteker tua mengatakan pada Sarah bahwa bulan itu adalah Bulan Hantu dimana pintu neraka terbuka dan akan ada yang kembali untuk menuntaskan dendam lama. Berpacu dengan waktu, Sarah berjuang agar tidak kehilangan putranya dengan mencari jawaban apa yang sesungguhnya terjadi atas kejadian tragis di masa lalu yang sesungguhnya telah tersimpan rapat.

Gambar:
Kental dengan budaya China yang melatar belakangi film ini. Sayangnya tidak terlalu nampak perbedaan setting waktu yang sering berpindah-pindah sepanjang film.

Act:
Bukan hal baru bagi Jaime King dalam bekerja sama dengan film yang berunsur etnik China seperti dalam Bulletproof Monk bersama Chow Yun Fat. Kali ini sebagai Sarah, Jaime menampilkan sosok ibu yang berusaha melakukan apapun untuk menyelamatkan putra semata wayangnya.
Terry Chen yang lahir dan besar di Amerika walaupun berayah Taiwan dan beribu China selama ini dikenal sebagai peran kecil dalam serial televisi Amerika. Sebagai Jason, kemunculan Terry memang tidak frekuentif tapi cukup menarik sebagai ayah sekaligus pekerja yang workaholic.
Regan Oey sebagai si kecil Sammy yang jatuh sakit karena melihat penampakan di rumah tua bibi ayahnya.
Aktris kelahiran tahun 1946, Cheng Pei Pei sudah sangat dikenal di dunia perfilman Mandarin. Kali ini beliau kebagian peran sebagai Aunt Mei yang sepintas terlihat baik tapi menyimpan rahasia besar.

Sutradara:
Ernie Barbarash lebih banyak membesut film televisi. Itulah yang mendasari gaya penyutradaraan yang tidak jauh berbeda dalam They Wait yang rasanya bukan konsumsi layar lebar dimanapun film ini ditayangkan.

Komentar:
Plot cerita yang sebetulnya simpel tapi dipaksakan memperlambat konflik sehingga dari awal sampai pertengahan film terasa membosankan. Beberapa penampakan mungkin akan mengejutkan walau tidak bisa dibilang menyeramkan. Kelas film ini adalah televisi atau video sehingga bisa dimaklumi kalau terdapat banyak kekurangan. Namun bukan berarti tidak menarik, sebagai tontonan They Wait cukup bisa dinikmati.

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 31 Januari 2009

PINTU TERLARANG : Tabir Rahasia Tidak Mesti Selalu Diungkap

Quotes:
Setiap orang memiliki rahasia, istri punya rahasia, sahabat punya rahasia..

Cerita:
Seorang pematung sukses, Gambir sepintas terlihat memiliki kehidupan yang sempurna. Rumah yang megah, mobil yang mewah, harta yang melimpah, teman-teman yang suportif dan tentu saja istrinya yang cantik nan mandiri, Talyda. Semua mulai berubah saat Gambir kerapkali menerima pesan yang berbunyi "Tolong Saya" dari seorang bocah lelaki yang tidak pernah dikenalnya. Rasa penasaran dan jiwa kemanusiaan mendorong Gambir berusaha mencari jawaban untuk menyelamatkan bocah tersebut di saat ia menyadari bahwa mungkin saja orang-orang di sekitarnya menyimpan rahasia besar darinya. Apa yang sesungguhnya tersembunyi di balik sebuah pintu yang akan menjadi kunci dari semua itu?

Gambar:
Sinematografi yang apik karena menampilkan gambar-gambar berkelas yang memanjakan mata dalam berbagai konsep.

Act:
Fachri Albar menunjukkan totalitas aktingnya disini. Sebagai Gambir yang menyimpan masa lalu kelam tapi berusaha bangkit dengan caranya sendiri untuk kemudian menjadi pematung yang boleh dibilang mempunyai segalanya sampai kembali tertekan menghadapi suatu masalah yang mungkin akan mengubah hidupnya.
Penampilan memikat dari Marsha Timothy sebagai Talyda, wanita cantik yang mandiri dan perfeksionis serta merasa punya kendali terhadap suaminya.
Aktor-aktris pendukung lain seperti Tio Pakusadewo, Ariyo Bayu, Otto Djauhari, Henidar Amroe dan lain-lain turut memperkuat jajaran cast dengan gemilang dan saling melengkapi.

Sutradara:
Joko Anwar mungkin masih dalam tahap pengukuhan diri sebagai sutradara papan atas perfilman Indonesia. Dalam Pintu Terlarang ini, Joko menggabungkan beberapa elemen dasar suspense, thriller dan drama dengan sangat baik. Penceritaan mengalir lancar dengan tensi yang meningkat menjelang akhir film. Beberapa kejutan pun tersimpan rapi sehingga membuat penonton menebak-nebak atas apa yang sesungguhnya terjadi. Seperti saya mengutip kata-kata Joko, "Semakin sedikit anda mengetahui cerita film ini, semakin anda akan mampu menikmati film ini". Well done!

Komentar:
Walaupun ada kesan mencomot ide dari beberapa film terkenal luar negeri terutama Hollywood dan Thailand, Pintu Terlarang tetap patut mendapat apresiasi tersendiri karena berani menyuguhkan sesuatu yang berbeda dengan cara yang kreatif. Anda yang ingin melihat kemajuan era baru perfilman Indonesia, wajib nonton salah satu film yang paling ditunggu tahun ini. Dan tidak usah malu mengakui saat anda pada akhirnya salah menerka ending film ini walaupun saya sudah bisa merabanya mulai memasuki dua pertiga terakhir film. Buktikan sendiri!

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

DOOMSDAY : Kiamat Dunia Akibat Wabah Virus Mematikan

Quotes:
Eden Sinclair-What were you doing in the city?
Cally-I went to find my brother... Sol.
Eden Sinclair-That maniac is your brother?
Norton-That is one fucked up family, man.

Cerita:
Virus mematikan menyebar seantero Inggris Raya, jutaan orang terinfeksi dan ribuan sudah tewas karenanya. Untuk menghentikan ancaman tersebut Pemerintah mengkarantina negara dengan sadis sehingga terjadi kekacauan dan ketakutan dimana-mana walau berhasil dengan baik.Tiga dekade berikutnya, virus yang dikenal bernama Reaper itu muncul kembali di kota besar. Sebuah kelompok ahli elit dikerahkan untuk mendapatkan obat penangkalnya dengan dipimpin oleh Major Eden Sinclair dalam waktu yang ditentukan. Berhasilkah mereka keluar hidup-hidup dari area terkutuk itu?

Gambar:
Bergerak dengan cepat dan tersaji dalam huru-hara yang gegap-gempita menampilkan situasi negara yang kacau.

Act:
Aktris yang digadang-gadang menjadi Lara Croft yang baru, Rhona Mitra tampil nyaris bersamaan di sekuel kedua Underworld dengan film ini. Sebagai Major Eden Sinclair, Rhona memperlihatkan emosi yang datar namun berdarah dingin dalam membebaskan umat manusia dari ancaman virus sekaligus menyembuhkan trauma masa kecilnya.

Sutradara:
Neil Marshall yang sebelumnya menelurkan The Descent kali ini kebagian science fiction yang dipadu dengan action dan horror. Tidak buruk memang bagi sutradara kelahiran Inggris ini tapi tentunya Doomsday tidak akan begitu saja bisa disukai penonton maupun kritikus yang berdampak pada jatuhnya hasil box office film ini.

Komentar:
Jika anda menyukai 28 Days Later yang kelam dan seru itu, anda mungkin menyukai film ini walaupun tidak halnya dengan saya. 28 Days Later mungkin saja menjadi cult English movie di kemudian hari, tapi Doomsday nanti dulu. Semua bumbu terasa dipaksakan masuk dalam film ini mulai dari zombie, sosok heroine yang keren, gerombolan punk, kanibalisme dsb sehingga "kekacauan sejati" niscaya memang terlihat dari rol film mulai berputar sampai menggulung kembali. Dari kacamata orang awam yang ingin mencari hiburan semata, film ini mungkin memenuhi standar karena berisikan adegan aksi, humor sampai horor tapi sayang semua terasa terlalu berlebihan.

Durasi:
100 menit

U.S. Box-Office:
$10,955,425 till early April 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 30 Januari 2009

ASMARA DUA DIANA : Kemelut Dua Wanita Tercinta Hamil Bersamaan

Cerita:
Dengan kesupelannya, Asmara memiliki daya tarik tersendiri di mata wanita. Pertama adalah Diana Wulandari yang akhirnya menjadi istrinya. Beruntunglah Asmara sebab ayah Diana W adalah saudagar kaya yang tidak segan memberikan bisnisnya kepada menantunya itu. Kedua adalah Diana Dwiyana yang berkenalan tidak sengaja dan karena kencan beberapa kali mengaku hamil oleh Asmara. Kepanikan Asmara semakin menjadi karena istrinya juga diberitakan positif hamil. Berusaha membagi perhatiannya, Asmara melakukan hal-hal konyol dibantu oleh sopirnya, Norman. Diana D tidak tinggal diam dan meminta kakaknya yang seorang kolonel mencari Asmara. Bagaimana kemelut ini akhirnya dapat terselesaikan?

Gambar:
Adegan-adegan komikal terhampar di film ini lengkap dengan bahasa personifikasi yang membuat penonton bisa berasumsi sendiri!

Act:
Mantan VJ MTV sukses, Jamie Aditya didapuk menjadi Asmara, lelaki beruntung yang bermasalah dengan kesetiaan.
Luna Maya mengaku sejak awal tertarik memerankan seorang istri hamil yang lemah lembut bernama Diana Wulandari.
Debut perdana penyanyi seksi, Aura Kasih sebagai Diana Dwiyana yang liar sekaligus culas.
Turut didukung oleh Mario Maulana sebagai Norman sang sopir setia.

Sutradara:
Memulai debutnya lewat Claudia/Jasmine, Awi Suryadi kali ini bekerjasama dengan penulis skenario, Salman Aristo dalam mengarahkan komedi hitam yang sebenarnya agak tidak biasa di Indonesia.

Komentar:
Dengan iringan musik jazz ringan di hampir sepanjang film, Asmara Dua Diana sebetulnya cukup menyegarkan untuk diikuti. Aksi one-man-show nya Jamie cenderung kocak dan menghibur walau terkadang berlebihan, Luna tampil dinamis dan Aura tidak terlalu mengecewakan dalam debutnya walau masih ada beberapa kekurangan. Sang sutradara, Awi memang dikenal cukup kreatif dalam berkarya. Lantas apa kekurangan ADD ini? Jawabannya adalah nyawa film! Dari awal sampai akhir kita disuguhi plot yang agak rumit tetapi dipaksakan simpel sehingga banyak logika yang terabaikan hanya untuk mengejar twist pada bagian ending, itupun cenderung antiklimaks. Sehingga pada akhirnya penonton menjadi kebingungan mencerna esensi film yang baru saja mereka saksikan. Sayang memang karena sebetulnya ADD ini punya potensi yang cukup baik.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 29 Januari 2009

BRIDE WARS : Perseteruan Dua Calon Pengantin Bersahabat

Quotes:
Emma-Your wedding's gonna be huge, just like your ass at prom.
Liv-Your wedding can suck it.

Cerita:
Liv dan Emma berteman baik sejak kecil dan selalu ada untuk satu sama lain baik dalam suka maupun duka. Walaupun mereka bertunangan dengan Nate dan Fletcher hanya berbeda beberapa jam saja, bersama-sama menyusun rencana pernikahan di tempat termewah yaitu Plaza Hotel di New York. Sayang karena kesalahan administrasi dan ketidak cocokan tanggal pernikahan membuat kedua pengantin yang semula teman baik itu saling berkompetisi satu sama lain untuk mempertahankan impiannya sejak kecil.

Gambar:
Bersetting sebagian besar di Massachusetts tempat Liv dan Emma tumbuh sampai menekuni dua profesi yang berbeda. Kemegahan The Plaza Hotel yang sesungguhnya di New York juga menjadi daya tarik tersendiri.

Act:
Anne Hathaway melejit melalui debutnya dalam film remaja produksi Disney, The Princess Diaries (2001) sebagai Mia Thermopolis. Setelah itu ia berhasil menanggalkan imagenya dan terlibat dalam beberapa peran wanita dewasa, termasuk di film ini sebagai Emma yang menghadapi keraguan pernikahan dengan suami sekaligus teman baik sesame guru, Fletcher yang diperankan oleh Chris Pratt.
Pernah mendukung serial televisi remaja sukses Party Of Five, Kate Hudson disini memerankan Liv, wanita karir yang sepintas terlihat sempurna kehidupannya termasuk saling mencintai dengan calon suaminya Nate yang dimainkan oleh Bryan Greenberg.
Didukung pula oleh aktris senior Candice Bergen sebagai Marion St Claire dan Steve Howey sebagai Daniel, kakak kandung Liv.

Sutradara:
Gary Winick yang pernah sukses dengan Charlotte’s Web (2006), kali ini kembali pada genre drama komedi romantis dengan andalannya dua Hollywood’s sweethearts masa kini, Hathaway dan Hudson.

Komentar:
Melihat premis dan cast Bride Wars awalnya cukup menjanjikan. Tetapi saat menyaksikan dan memasuki menit ketiga puluh sampai menjelang akhir, saya merasa kecewa. Apa lacur? Hudson dan Hathaway berakting egois dengan cara kotornya masing-masing untuk menjatuhkan sesama selayaknya genre komedi hitam tetapi apa yang mereka perlihatkan terasa sangat dipaksakan dan tidak natural. Sebagai komedi romantis yang ringan, seharusnya film ini bisa menghibur. Sayangnya tidak didukung eksplorasi cerita dan gaya penyutradaraan yang maksimal. Alhasil level Bride Wars jauh di bawah genre serupa dan akan dengan mudah terlupakan oleh penonton.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$58,715,510 till May 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!