XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label penelope cruz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelope cruz. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

PIRATES OF THE CARIBBEAN : ON STRANGER TIDES Petualangan Pencarian Air Mancur Awet Muda

Quotes:
Angelica: You were the only pirate I thought I could get away with.
Jack Sparrow: That is NOT a compliment.


Storyline:
Kapten Jack Sparrow menyisir London untuk mencari orang yang meniru tindak tanduknya dalam mencari kru kapal hingga akhirnya mempertemukannya dengan mantan kekasihnya, Angelica yang kini telah menjadi putri bajak laut kejam Blackbeard. Tujuan mereka adalah menemukan mata air awet muda yang telah menjadi incaran banyak orang dengan menggunakan kapal Queen Anne's Revenge. Jack juga menyelamatkan sahabat lamanya Josh sebelum ditugaskan King George II untuk memimpin ekspedisi sebelum armada Spanyol datang. Akankah petualangan Jack kali ini membuahkan hasil manis di tengah persaingan dan cinta yang dihadapinya?

Nice-to-know:

Dikarenakan eforia seri 1-3 nya, Kepala Produksi Disney – Oren Aviv menegaskan On Stranger Tides ini akan menjadi pembuka dari trilogi baru dengan mereset semua elemen yang sudah ada.

Cast:
Baru saja mengisi suara dalam Rango, Johnny Depp kembali sebagai Jack Sparrow
Terakhir muncul sekilas dalam Sex and the City 2 (2010), Penélope Cruz bermain sebagai Angelica Teach
Geoffrey Rush sebagai Barbossa
Ian McShane sebagai Blackbeard
Kevin McNally sebagai Joshamee Gibbs
Sam Claflin sebagai Philip
Astrid Bergès-Frisbey sebagai Syrena

Director:
Sebelum ini menggarap film musikal sukses Nine (2009), Rob Marshall ditunjuk pihak Disney untuk menggarap trilogy kedua (rencana) Pirates of the Caribbean ini.

Comment:
Selama periode 2003-2007, trilogy Pirates of the Caribbean telah menjadi tambang emas tersendiri bagi Disney Pictures, menyusul kesuksesan wahana berjudul serupa di Disneyland yang konon mendasari pembuatan film ini. Jika anda berpikir franchise tersebut sudah habis, nanti dulu. Terbukti produser Jerry Bruckheimer belum cukup “puas” dan kembali menghidupkannya dengan nuansa yang baru, setidaknya dengan pergantian beberapa karakter kunci.
Mau tidak mau anda harus setuju dengan fakta bahwa Jack Sparrow adalah ikon utama PotC dengan segala tingkah laku eksentrik plus minusnya. Ia dipasangkan dengan Barbossa dan seorang wanita dari masa lalunya yaitu Angelica Teach untuk mengisahkan petualangan baru dengan tokoh-tokoh yang baru pula. Lupakanlah Will Turner dan Elizabeth Swann karena Bloom dan Knightley tidak akan muncul kembali, tidak usah berspekulasi apakah keduanya meminta bayaran terlalu tinggi atau tidak.
Depp kembali dengan bahasa tubuh antik dan dialog-dialog satir komediknya yang tetap ampuh memancing perhatian. Tidak ada keputusan yang lebih tepat selain memasangkannya dengan Cruz yang cantik, tangguh sekaligus licik dalam sebuah installment baru. Menarik melihat perkembangan asmara mereka selanjutnya setelah ending yang cukup menjengkelkan itu. Kontribusi McShane dan Rush juga tidak boleh disepelekan begitu saja, sama halnya dengan Claflin dan Bergès-Frisbey yang menghidupkan peran pendukung dengan menarik.

Skrip garapan Ted Elliott dan Terry Rossio ini terbilang ringan jika dibandingkan dengan trilogy sebelumnya. Semua elemen fantasi yang ada seperti air mancur awet muda dan legenda putri duyung yang mungkin sudah beratus-ratus kali dengar sebelumnya dari berbagai dongeng dijadikan satu dalam balutan petualangan yang dibumbui oleh romantisme unik Sparrow dan Teach serta perseteruan Barbossa dan Blackbeard. Sangat sederhana, kan?
Harus diakui kinerja Rob Marshall sebagai sutradara menjadikan On Stranger Tides ini lebih ngepop dari apa yang sudah dibangun oleh Gore Verbinski dahulu. Sangat mudah mengikuti aksi-aksi yang ditawarkan dalam intensitas yang tidak terlalu tinggi. Bagi penonton dewasa bisa jadi sebuah penurunan karena akan dianggap terlalu ringan. Satu yang pasti, scoring musik milik Hans Zimmer patut diacungi jempol sekali lagi untuk membangun mood film.
Mari menggarisbawahi, Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides menawarkan petualangan baru yang predictable dan fun. Adegan aksinya lumayan memikat meskipun tinggal menyisakan sedikit kejutan di dalamnya. Jangan mengharapkan pesona yang sama dengan trilogy sebelumnya dimana magic dan excitement nya masih begitu tinggi. Terima saja persembahan Marshall dengan harapan ke depannya akan jauh lebih menarik lagi sebagai sebuah franchise unggulan. Satu yang pasti, Jack Sparrow lah yang membuat anda selalu kembali ke bioskop selaku fans PotC.

Durasi:
135 menit

U.S. Box Office:
$241,011,325 till mid Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 24 Januari 2010

NINE : Obsesi Sutradara Cari Inspirasi Hidup

Quotes:
Luisa Contini-Thank you. Guido Contini-What for? Luisa Contini-Thank you for reminding me I'm not special. You don't even see what you do to me. Even the moments I think are ours, it's just... you working to get what you want.

Storyline:
Sutradara film yang arogan dan berego tinggi, Guido Contini kesulitan mencari visi dan skrip yang pas untuk film terbarunya yang berjudul Italia. Karya ke-9 nya itu direncanakan akan megah dengan menghebohkan sesuai janjinya pada saat konferensi pers. Seminggu sebelum syuting dimulai, Guido mencoba mencari jawaban dan inspirasi dari wanita-wanita dalam hidupnya termasuk ibu, istr, simpanan, pengasuh dsb. Dan selagi profesinya perlahan-lahan mulai menghancurkan kehidupan pribadinya sendiri, Guido harus menemukan keseimbangan antara menciptakan seni yang baik dan bertahan dari kemauan-kemauan obsesif terdalamnya.

Nice-to-know:
Awalnya peran Guido diberikan untuk Javier Bardem yang juga memenangkan Oscar Aktor Pendukung Terbaik di tahun yang sama dengan Day-Lewis yang menang Aktor Utama tetapi mengundurkan diri di tengah-tengah karena merasa terlalu lelah bermain film. Selain itu, sejumlah aktris cantik tenar seperti Catherine Zeta-Jones, Amy Adams, Anne Hathaway, Sienna Miller, Katie Holmes, Renee Zellweger sempat dikabarkan akan mengisi jajaran cast walau akhirnya batal.

Cast:
Pria kelahiran Inggris 52 tahun yang lalu bernama Daniel Day-Lewis ini adalah satu aktor berkualitas terbukti dengan 2 piala Oscar yang berhasil digenggamnya terakhir dari There Will Be Blood (2007). Kali ini ia bermain sebagai Guido Contini, sutradara sekaligus produser ambisius yang tengah menyiapkan proyek film terbarunya.
Sederetan aktris top berkualitas Oscar juga turut menghiasi film ini mulai dari Marion Cotillard (Luisa Contini), Penélope Cruz (Carla), Nicole Kidman (Claudia), Judi Dench (Lilli), Kate Hudson (Stephanie), Stacy Ferguson (Saraghina) dan Sophia Loren (Mamma).

Director:
Rob Marshall pernah mendapat nominasi sutradara terbaik pada ajang Oscar 2003 lewat Chicago (2002). Kali ini 8 tahun berlalu dengan genre serupa, ia kembali dengan bintang-bintang yang lebih variatif.

Comment:
Dapat dikatakan proyek yang ambisius melihat usaha Rob Marshall dalam mengulangi magis yang sama saat menggarap Chicago. Sayangnya Marshall yang terlalu perfeksionis justru terkesan tidak fokus pada penggarapan ceritanya. Gaya teaterikal yang diusungnya memang efektif menampilkan aksi panggung yang sangat menarik termasuk kostum, make-up, lighting, koreografer dll. Lagu-lagunya tidak terlalu outstanding ataupun berlirik tajam, sebagian justru terbantu dengan musik Latin yang dinamis. Dari segi cast jangan ditanya. Day-Lewis menunjukkan improvisasi yang brilian dengan aksen Italia nya. Dari penampil aktris-aktris cantik tersebut, menurut saya Fergie yang paling outstanding dengan bermain pasir dalam tariannya. Sedangkan Cruz teramat seksi, mungkin sepanjang karirnya bermain film. Lain halnya dengan Cotillard yang memiliki penjiwaan dalam sebagai istri yang tersingkirkan. Durasi yang terlalu panjang juga agak mengganggu karena terasa membosankan bagi penonton, terbukti sebagian besar seringkali mengecek jam tangannya atau melongok ponselnya. Alhasil Nine adalah pertunjukan solo para aktrisnya yang sepintas memukau tetapi tidak berdampak apapun pada kualitas film secara keseluruhan yang masih terkesan tercerai-berai. Meskipun demikian film ini dikonstruksikan dengan sangat baik terutama dari segi sinematografi, hanya saja tidak berisi apapun yang bermakna. Kita lihat saja di ajang Oscar beberapa pekan mendatang apakah bisa mengulangi sukses Chicago?

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$18,291,164 till mid Jan 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 19 September 2009

G-FORCE : Geng Marmut Terlatih Menggagalkan Misi Milyuner Jahat

Tagline:
The world needs bigger heroes

Cerita:
Mengisahkan satu tim agen rahasia marmut terlatih masing-masing Darwin, Blaster, Juarez dan tikus tanah Speckles serta lalat Mooch yang dikepalai oleh ilmuwan Ben dan asistennya Marcie dalam misinya mencuri rahasia milyuner Leonard Saber yang akan meluncurkan teknologi mematikan ke seluruh dunia dalam waktu dekat ini. Sayangnya hal tersebut tidak berlangsung mudah karena Darwin, Blaster dan Juarez sempat terdampar di toko binatang peliharaan dimana mereka baru menyadari siapa sesungguhnya diri mereka dan tujuan hidupnya.

Gambar:
Animasi G-Force tergolong detail dan penuh adegan close up apalagi yang memperlihatkan persenjataan lengkap yang dibawa ketiga karakter utama tersebut. Tentunya menjadi semakin menarik karena dilengkapi dengan teknologi 3D!

Voice:
Sam Rockwell sebagai Darwin
Penélope Cruz sebagai Juarez
Tracy Morgan sebagai Blaster
Nicolas Cage sebagai Speckles
Jon Favreau sebagai Hurley
Steve Buscemi sebagai Bucky

Act:
Bill Nighy sebagai Leonard Saber
Will Arnett sebagai Kip Killian
Zach Galifianakis sebagai Ben
Kelli Garner sebagai Marcie

Sutradara:
Film keduanya setelah Asteroid Adventure (1994), Hoyt Yeatman lebih banyak terlibat dalam bidang spesial/visual efek termasuk saat memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Effect dalam The Abyss (1989).

Soundtrack:
"Go G Force" by Ali Dee
"Boom Boom Pow" & "I Gotta Feeling" by Black Eyed Peas
"Just Dance" by Lady GaGa featuring Colby O'Donis
"Jump" by Flo Rida featuring Nelly Furtado

Komentar:
Bisa dikatakan gambaran yang sangat akurat mengenai marmut-marmut yang berperan sebagai agen rahasia meskipun hal ini tergolong belum pernah diangkat dalam animasi layar lebar. Belum lagi gadget dan teknologi canggih yang melengkapi persenjataan mereka masing-masing ditambah dengan keterampilan olah tubuh yang sangat cekatan dipercaya mampu memukau penonton. Tetapi semua itu belum cukup mampu menandingi animasi Disney-Pixar belakangan ini. Namun jika tidak dibandingkan G-Force tergolong menarik apalagi disuarakan dengan pas disertai dengan tempelan humor yang menyegarkan di suasana yang tidak semestinya. Sang sutradara melakukan usaha terbaiknya tetapi nilai minus yang paling mencolok adalah skrip yang terlalu polos dan kurang meyakinkan terutama pada bagian akhir yang sangat terasa dipaksakan. Saran saya, nikmatilah G-Force sebagai hiburan ringan belaka yang cocok ditonton oleh seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak anda.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$116,715,916 till mid Sep 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 07 Februari 2009

VICKY CRISTINA BARCELONA : Liburan Bermakna Dua Wanita Amerika Di Spanyol

Quotes:
Maria Elena-You're still searching for me in every woman. Juan Antonio-That is not true, Maria Elena. I was in Oviedo some weeks ago with a woman who was the antithesis of you. An American, and something beautiful happened with her. So you're mistaken. Maria Elena-You'll always seek to duplicate what we had. You know it.

Cerita:
Dua wanita muda Amerika, Vicky dan Cristina berangkat ke Spanyol untuk liburan musim panas. Vicky berkarakter sensitif dan berkomitmen terhadap perkawinannya dalam dua minggu ke depan. Sedangkan Cristina berkarakter emosional dan senang bertualang secara seksual. Di sebuah cafe, mereka bertemu pelukis karismatik, Juan Antonio dan terlibat dalam cinta segitiga yang rumit dimana pria tersebut masih terlibat dengan mantan istrinya yang temperamen, Maria Elena.

Gambar:
Kental dengan nuansa Spanyol yang eksotis dan seksi mulai dari scene café, restoran, penginapan sampai bukit-bukit pegunungan.

Act:
Aktris Inggris kelahiran 1982, Rebecca Hall mungkin belum banyak dikenal. Tapi pembuktiannya saat memerankan Vicky patut diacungi jempol sebagai gadis berprinsip teguh tapi tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya sampai mempertanyakan tujuan hidupnya sendiri.
Scarlett Johansson yang mendapat nominasi Oscar dalam Lost In Translation (2003) kali ini memperlihatkan akting menggoda sebagai Cristina yang seksi, oportunis dan tidak berpikir panjang ataupun mempunyai rencana pasti dalam hidupnya.
Sebelum ini mendapat Oscar sebagai aktor pendukung terbaik dalam No Country For Old Men (2007), Javier Bardem menunjukkan sosok pelukis berkharisma, Juan Antonio Gonzalo yang punya daya pikat tinggi terhadap wanita.
Aktris cantik asal Spanyol, Penelope Cruz yang pada akhirnya mendapat Oscar di film ini lewat perannya sebagai mantan istri bermasalah yang jiwanya tidak tenang dan emosinya tidak stabil, Maria Elena.

Sutradara:
Woody Allen yang pernah memenangkan Oscar lewat Annie Hall (1977) mencoba menyutradarai genre yang sama sekali baru baginya. Beruntung karena didukung dengan cast yang brilian dan skrip yang cukup unik.Eksekusi yang dilakukannya tergolong lancar sehingga film mengalun dengan baik.

Komentar:
Vicky Cristina Barcelona merupakan film yang bukan hanya memesona tapi juga tertulis dengan baik oleh Woody Allen. Keeksotisan Barcelona dipadu dengan ilustrasi musik yang seksi selayaknya Latin music menjadi kombinasi yang memperkuat film secara keseluruhan. Chemistry yang baik sekaligus aneh antara Javier, Scarlett dan Cruz. Rebecca sendiri paling brilian memberikan semuanya dalam peran Vicky walaupun wajahnya tidak terpampang dalam poster yang menonjolkan kisah cinta segitiga antara aktor-aktris yang lebih ternama darinya. Patut tonton sebagai salah satu kandidat Oscar 2008 ini!

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$23,213,577 till Feb 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!