XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Senin, 29 Desember 2008

FRITT VILT : Pembantaian Di Pegunungan Bersalju

Cerita:
Jannicke, Morten Tobias, Eirik, Mikael dan Ingunn sedang menikmati liburan snowboarding di pegunungan bersalju Jotunheimen. Sayangnya Morten Tobias mengalami kecelakaan saat berseluncur yang menyebabkan kakinya patah. Mereka kemudian mencari penginapan sementara dan menemukan sebuah bangunan hotel yang terbengkalai sejak tahun 1970an. Tanpa mereka ketahui, seseorang masih tinggal dalam hotel tersebut yang mungkin saja merasa terganggu dengan kehadiran lima muda-mudi tersebut.

Gambar:
Lanskap bersalju yang terkesan dingin dan sunyi mendominasi scene film ini. Interior hotel yang serba gelap dengan lorong-lorong panjang pun memperkuat suasana mencekam yang ingin ditampilkan.

Act:
Inggrid Bolsø Berdal sebagai Jannicke memenangkan Best Actress pada event Amanda Awards di Norwegia sana. Dan memang disini ia terlihat paling menonjol dari pengembangan karakter dan juga body language yang mendukung.
Turut didukung pula oleh Rolf Kristian Larsen sebagai Marten Tobias, Thomas Alf Larsen sebagai Eirik, Endre Martion Midtstigen sebagai Mikal dan Viktoria Wine sebagai Ingunn yang bermain standar untuk melengkapi jajaran cast.

Sutradara:
Konsep thriller yang baik mampu dibangun oleh Roar Uthaug. Nuansa mencekam berhasil dipertahankan dari awal sampai akhir disertai dengan setting dan shooting yang sama baiknya.

Komentar:
Saya sudah menyaksikan beberapa thriller horor Norwegia di iNafff/Screamfast semuanya memiliki elemen pendukung yang baik. Walaupun terkadang sadis tapi masih memiliki nilai artistik yang baik. Enak dinikmati dari awal sampai akhir. Kekurangan film ini? Eksplorasi latar belakang cerita dan tokoh yang masih samar. Endingnya pun open. Mungkin semua pertanyaan itu akan diungkap dalam sekuelnya film yg aslinya berjudul Fritt Vilt ini yang di negara aslinya sudah beredar Oktober 2008 kemarin.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 Desember 2008

THE TOTENWACKERS : Trio Cilik Memecahkan Misteri Bangunan Tua

Storyline:
Sara melihat kejadian-kejadian aneh di rumah barunya mulai dari perabotan melayang, gangguan statis hingga hantu! Tetapi tak seorangpun percaya bahwa semua itu nyata. Dengan bantuan teman-temannya, Madhi dan John, Sara berusaha membuktikan bahwa dia tidak berbohong dan mengada-ngada. Maka dimulailah petualangan seru mereka..

Nice-to-know:
Keseluruhan syuting dilakukan di Barcelona, Cataluña, Spanyol.

Act:
Elisa Drabben sebagai Sara
Azzdine Benaji sebagai Mahdi
Jasper Harris sebagai John
Terele Pávez sebagai Sabrina
Geraldine Chaplin sebagai Salgado

Director:
Pria kelahiran Spanyol berusia 35 tahun bernama Ibon Cormenzana baru menyutradarai 4 film sebelumnya termasuk Negra rosa (1998).

Comment:
Melihat teaser posternya sekilas di Blitz Megaplex ada perasaan aneh untuk menengok isinya. Hal itu baru terealisasikan nyaris dua tahun setelahnya saat dvd original ekonomisnya dirilis. Terima kasih kepada DCU Entertainment! Seperti yang sudah saya duga sebelumnya, film ini produksi Spanyol dan lucunya dimainkan oleh aktor-aktris belia yang juga asli sana. Harris, Dribben dan Benaji lebih terlihat seperti berbincang satu sama lain daripada berakting. Harris cukup mencuri perhatian dengan gayanya sebagi ilmuwan cilik. Sedangkan Dribben yang mendapat scene terbanyak juga mampu memainkan mimik mukanya dengan cukup baik. Spesial efek yang digunakan bisa diterima dengan pencahayaan hijau yang dominan. Beberapa adegan cukup mengagetkan, terima kasih pada bangunan yang juga terlihat kuno dan menyeramkan. Meskipun terlihat seperti film anak-anak, Los Totenwackers tidak dapat dikategorikan demikian. Mungkin hanya anak 8 tahun keatas yang bisa mengerti plot cerita secara keseluruhan. Endingnya seakan membuka pintu menuju petualangan baru bagi trio cilik tersebut. Kita tunggu saja!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 26 Desember 2008

THE DAY THE EARTH STOOD STILL : Bumi Di Ambang Kehancuran?

Quotes:
Polygraph Operator-I'm going to ask you a series of control questions. Are you currently in a seated position?
Klaatu-Yes.
Polygraph Operator-Are you human?
Klaatu-My body is.
Polygraph Operator-Do you feel pain?
Klaatu-My Body does.
Polygraph Operator-Are you aware of an impending attack on the planet earth?
Klaatu-You should let me go.

Cerita:
Pada suatu malam, ilmuwan Helen Benson dipanggil dalam suatu misi penelitian yang membawanya bertatap muka langsung dengan alien yang bernama Klaatu. Misi Klaatu adalah berkeliling dunia untuk mengingatkan peradaban bahwa bumi sedang mengalami krisis. Jika terbukti bumi tidak bisa diselamatkan, umat manusia sebagai penanggungjawab tertinggi akan dimusnahkan oleh robot alien Gort. Bersama anak semata wayang Jacob dari mendiang suaminya, Helen berusaha meyakinkan Klaatu bahwa bumi masih bisa diselamatkan. Namun Klaatu berujar bahwa proses penghancuran itu sudah dimulai..

Gambar:
Nuansa biru dan hijau dominan di film ini yang menggambarkan topologi bumi secara geografis.

Act:
Film keduanya di tahun 2008 setelah Street Kings, Keanu Reeves mencoba memberikan sisi yang berbeda sebagai Klaatu. Aksen dan gerak tubuh yang kaku cukup mewakili karakter yang dimainkannya disini walau ciri khas pribadinya tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Jennifer Connelly sebagai Helen Benson mampu menyuguhkan paradoks ilmuwan wanita yang tangguh dan kritis. Sisi humanis berhasil ditampilkan dengan baik oleh Jen untuk mendukung perannya disini.
Tidak perlu diragukan lagi kaliber akting aktris kawakan berusia 60 tahun, Kathy Bates. Sebagai sekretaris dan juru bicara kepresidenan Regina Jackson yang skeptis, Kathy sangat meyakinkan dari awal sampai akhir meskipun tidak dalam porsi peran yang besar.

Sutradara:
Banyak pihak menganggap Scott Derrickson gagal melakukan remake film berjudul sama tahun 1951 dikarenakan banyak elemen dari film aslinya yang ditiadakan atau diganti. Namun usahanya boleh dihargai karena film masih tampak real dan memenuhi standar science-fiction yang baik. Juga menyatukan beberapa cast ternama dalam sebuah film juga bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan.

Komentar:
Menonton The Day The Earth Stood Still jangan mengharapkan good whole package movie apalagi membandingkan dengan trailernya. Dari segi spesial efek sudah sangat baik, penghancuran bumi dan umat manusia cukup fantastis yang dilakukan oleh sejenis serangga yang mampu berkembang biak dengan sangat cepat. Namun dari segi cerita dan pengeksekusiannya terutama bagian ending yang cenderung antiklimaks, mungkin sudah bisa ditebak oleh penonton sejak awal. Intinya, film ini mengkampanyekan slogan "Save Our Planet" in its own way. That's all!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$63,480,184

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 25 Desember 2008

MADAGASCAR ESCAPE 2 AFRICA : Petualangan Alam Bebas Afrika

Quotes:
Alex-I like to move it, move it!
Gloria-He likes to move it, move it!
Marty-She likes to move it, move it!
Melman-We like to...?
Lemurs-Move it!

Cerita:
Melanjutkan petualangan sebelumnya dalam Madagascar, Alex, Marty, Gloria, Melman bertekad kembali ke New York, dengan pesawat tempur yang dulu jatuh dan dirakit kembali oleh segerombolan pinguin pintar. Sayangnya penerbangan tidak berjalan mulus karena mereka terpaksa mendarat darurat di pedalaman Afrika. Masing-masing dari mereka berempat menemui petualangannya sendiri, mulai dari Alex yang berjumpa orangtuanya, Marty dan Gloria yang bertemu kawanannya dan Melman yang masih kebingungan untuk menyatakan perasaan terpendamnya pada Gloria. Semua itu akan membuat anda terpingkal-pingkal dengan polah tingkah hewan-hewan superstar kebun binatang New York ini!

Gambar:
Animasinya cukup kaya dan detail dimana penggambaran alam bebas Afrika cukup mengagumkan. Sayangnya belum dibalut dengan teknologi 3D!

Voice:
Masih melanjutkan suara khas mereka masing-masing adalah
Ben Stiller sebagai Alex
Chris Rock sebagai Marty
David Schwimmer sebagai Melman
Jada Pinkett Smith sebagai Gloria

Sutradara:
Masih digawangi oleh duet Eric Darnell dan Tom McGrath yang sukses membawa seri pertamanya hampir menembus 200 juta dollar pada peredaran di Amerika saja!

Komentar:
Membawa sebagian besar elemen film pertamanya tidak membuat Escape 2 Africa kehabisan ide untuk mengocok perut. Penokohan yang berkembang di antara empat karakter utamanya ditambah kemunculan segerombolan pinguin pintar yang berhasil mencuri scene merupakan nilai plusnya. Film ini sangat menghibur dan cocok ditonton oleh anda sekeluarga pada liburan akhir tahun. Rasanya tidak mengejutkan jika masih ada sekuelnya di masa mendatang, yang patut ditunggu adalah spin-off pinguin-pinguin pintar yang cukup potensial untuk berdiri sendiri. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$179,982,968 till end of Feb 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 24 Desember 2008

AUSTRALIA : Epik Roman Sejarah Panjang Benua Australia


Quotes:
Lady Sarah Ashley-Let's go home.
Drover-There's no place like it.

Cerita:
Ketika seorang aristokrat Inggris, Sarah Ashley pergi ke sebuah benua yang jauh, dia bertemu dengan penggiring ternak sapi, Drover dan seorang anak Aborigin, Nullah. Bertiga mereka bergabung dan berjuang dalam sebuah perjalanan menggiring sapi melewati ratusan mil dataran yang indah. Ketika dunia terbelah oleh kekuatan musuh, mereka harus saling menemukan satu sama lain terlebih saat Jepang membom kota Darwin.

Gambar:
Berlokasi sebagian besar di Queensland, New South Wales, Darwin membuat scene Australia berbicara banyak dengan lanskap dan panorama yang sangat indah.

Act:
Satu-satunya proyek film di tahun 2008 setelah terakhir muncul dalam The Golden Compass, Nicole Kidman merupakan pilihan terbaik untuk menghidupkan Lady Sarah Ashley yang anggun sekaligus cerdas.
Debut layar lebarnya dimulai dalam Paperback Hero (1999) dan membutuhkan hampir 10 tahun untuk terangkat namanya, Hugh Jackman kali ini kebagian peran sebagai penggiring ternak Drover yang kasar tangguh tetapi lembut hatinya.
Aktor cilik berusia 12 tahun, Brandon Walters tampil menakjubkan sebagai Nullah.

Sutradara:
Sulit dipercaya sutradara sekaliber Baz Luhrmann baru membuat 4 film termasuk debutnya dalam Strictly Ballroom (1992)! Dalam Australia, Baz kembali ke tanah kelahirannya sehingga tidak heran jika ia bekerja semaksimal mungkin untuk menghasilkan karya terbaik.

Komentar:
Genrenya cukup luas karena memadukan roman, epik, sejarah, petualangan dimana semuanya bermuara pada asal usul benua Australia. Dari segi sinematografi harus diakui keunggulan film ini sehingga durasinya yang panjang terasa termaafkan. Cast yang menjual nama Kidman dan Jackman cukup membantu walau terkadang chemistry antar keduanya terasa agak dipaksakan. Judul dan plot cerita AUSTRALIA rasanya menanggung beban terlalu besar sehingga pada akhirnya penonton seperti "keberatan" menikmati kisah panjang ini. Tapi secara keseluruhan tetap sebuah karya yang harus dihargai walau tidak outstanding!

Durasi:
165 menit

U.S. Box Office:
$49,554,002 till March 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 23 Desember 2008

TWILIGHT : Ketika Dapat Hidup Selamanya, Apa Tujuan Hidupmu?

Quotes:
Isabella Swan-How old are you?
Edward Cullen-Seventeen.
Isabella Swan-How long have you been seventeen?
Edward Cullen- A while.

Cerita:
Bella Swan meninggalkan ibu yang disayanginya, Renee untuk memilih tinggal bersama ayahnya yang juga kepala polisi, Charlie di Forks, kota hujan di daerah Washington. Di sekolah barunya, Bella bertemu remaja tampan misterius, Edward Cullen. Awal interaksi mereka yang aneh malah membuat Bella semakin penasaran dan pada saat insiden kecelakaan mobil, Edward menyelamatkannya dari petaka. Sejak saat itu, interaksi intens muncul di antara keduanya yang saling menunjukkan ketertarikan. Problem muncul saat Bella mengetahui fakta bahwa Edward adalah vampir berusia lebih dari 100 tahun. Edward sendiri seringkali menahan nafsu nya akan darah saat berdekatan dengan Bella. Pada waktu yang bersamaan, trio vampir pemburu, James, Laurent dan Victoria berkeliaran mencari mangsa. Bagaimana akhir dari kisah cinta Bella dan Edward? Mampukah Edward untuk selalu menempatkan Bella di tempat yang aman dari segalanya termasuk dirinya sendiri?

Gambar:
Setting yang menarik di antara pegunungan lembab yang selalu mendung karena kota bercurah hujan tinggi. Visualisasi yang sangat membantu membangun mood film secara keseluruhan.

Act:
Aktris belia yang angkat nama lewat Panic Room (2002), Kristen Stewart merupakan aktris berbakat masa depan Hollywood. Totalitas aktingnya sebagai Bella termasuk kategori terpuji karena berhasil menampilkan emosi yang dalam seorang remaja yang tengah bimbang akan hidupnya.
Aktor muda yang paling dikenal lewat peran kecil dalam film legendaris Harry Potter series, Robert Pattinson kali ini berperan sebagai Edward, vampir berwujud remaja berusia ratusan tahun. Sorot mata dan sikapnya yang cool "berbicara" dalam Twilight.

Sutradara:
Catherine Hardwicke yang sebelumnya lebih banyak berperan sebagai production designer ditunjuk menjadi sutradara film yang diangkat dari novel laris berjudul sama. Kinerja Catherine boleh dibilang sukses menerjemahkan buku karangan Stephenie Mayer ke dalam film remaja yang juga laris dimana-mana dengan menyatukan chemistry yang pas antara Kristen dan Robert. Pemilihan lokasi dan penyampaian cerita menjadi salah satu nilai plus untuknya.

Soundtrack:
"Supermassive Black Hole" by Muse
"Decode" by Paramore"Full Moon" by The Black Ghosts
"Leave Out All the Rest" by Linkin Park
"Spotlight (Twilight Mix)" by Mutemath
"Go All the Way (Into the Twilight)" by Perry Farrell, Daniel Newman
"Tremble for My Beloved" by Collective Soul
"I Caught Myself" by Paramore
"Eyes on Fire" by Blue Fondation
"Never Think" by Robert Pattinson
"Flightless Bird, American Mouth" by Iron & Wine
"Bella's Lullaby" by Carter Burwell
"Let Me Sign" by Robert Pattinson
"La Traviata" by The Royal Philharmonic Orchestra
"Claire de Lune" by The APM Orchestra
"15 Step" by Radiohead

Komentar:
Untuk yang tidak terlalu menyukai drama, mungkin akan sedikit bosan dengan film ini. Namun jika anda seorang penonton drama, niscaya bisa menikmati suguhan cinta dua sejoli berbeda dunia ini. Menarik menyaksikan dunia Edward yang "dingin" berkolaborasi dengan dunia Bella yang "sepi" sepanjang film diiringi dengan ilustrasi musik yang tepat. Walau temanya klise tentang cinta dan keabadian, Twilight tetap film wajib tonton di penghujung tahun ini.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office (till early Dec):
$138,402,068

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 22 Desember 2008

3 DOA 3 CINTA : Kisah Kehidupan 3 Siswa Pesantren

Cerita:
Tiga remaja yang tinggal di pesantren kota kecil di daerah Jawa Tengah kerapkali berkumpul di ruang rahasia belakang pesantren untuk membicarakan cita-cita dan harapan masa depan mereka yang ditulis di dinding permohonan.
Huda berniat mencari ibunya di Jakarta. Dalam perjalanan bertemu penyanyi dangdut yang terobsesi menjadi terkenal, Dona Satelit yang berjanji menitipkan surat Huda pada ibunya.
Rian ingin menekuni dunia fotografi dan perfilman setelah mendapat hadiah handycam dari ibunya dan bertemu dengan rombongan layar tancap pasar malam.
Syahid yang kebingungan karena ayahnya sakit keras dan harus dirawat dengan biaya tak sedikit, mau tidak mau menjual sawahnya kepada orang bule walaupun menentang kata hatinya sendiri.
Kisah hidup ketiga siswa pesantren itu penuh lika-liku. Bagaimana akhir dari perjalanan mereka yang dibayangi mimpi akan indahnya masa depan?

Gambar:
Suasana padepokan pesantren yang tenang disyut dengan baik dari berbagai angle. Hanya saja editing yang kurang mulus mengganggu perpindahan adegan di beberapa scene.

Act:
Nicholas Saputra yang menghilang cukup lama kali ini kembali sebagai Huda, siswa pesantren yang lugu dan berpandangan lurus. Aktingnya cukup menarik di film ini.
Dian Sastrowardoyo kebagian peran sebagai Dona. Transformasinya sebagai penyanyi dangdut yang punya obsesi tinggi patut disimak sekaligus didengar karena ia menyanyikan beberapa lagu sambil bergoyang.
Yoga Pratama pada akhirnya mendapatkan Piala Citra 2008 kategori Aktor Pendukung Terbaik dari film ini sebagai Rian yang cukup moderat dan berpandangan modern.
Yoga Bagus tampil memikat sebagai Syahid yang soleh sekaligus kebingungan mencari ajaran yang dianggap "tepat" baginya.
Didukung pula oleh beberapa bintang senior berkualitas seperti Jajang C. Noer, Butet Kertaradjasa dll.

Sutradara:
Nurman Hakim yang juga bertindak sebagai produser bisa dikatakan cukup berhasil mengangkat kehidupan siswa remaja pesantren yang jarang sekali difilmkan. Casting yang sangat mendukung menjadi nilai plus walaupun kekurangan skenario masih cukup kentara.

Komentar:
Menonton film ini seakan makan beberapa menu tanpa citarasa istimewa. Semua cerita yang ingin disampaikan seakan kehilangan esensinya. Pada akhirnya penyelesaian film terkesan "dipaksakan" dan menyisakan beribu pertanyaan di benak penonton. Untuk sekadar melihat penampilan yang lain dari Nicholas dan Dian, bolehlah film ini menjadi alternatif. Tidak buruk hanya saja kurang berkesan.

Durasi:
115 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Minggu, 21 Desember 2008

TRANSPORTER 3 : Berpacu Dengan Tugas Mengantarkan Gadis

Quotes:
Frank Martin-Do I look like a man who came half-way across Europe to die on a bridge?

Cerita:
Frank Martin dipaksa untuk mengantar Valentina, putri Leonid Vasilev yang diculik, kepala dari Agensi Perlindungan Lingkungan Ukraina dari Marseilles sampai Stuttgart dan Budapest hingga Laut Hitam. Selama perjalanan, Frank dibantu Inspektur Tarconi kerapkali menemui hambatan dari pada agen Vasilev yang berniat menghalanginya, belum lagi Valentina yang teramat sangat sulit diatur. Meskipun demikian, Frank harus menempuh situasi berbahaya untuk mengambil resiko selamat sekecil apapun.

Gambar:
Bersetting dari Hungaria, Perancis hingga Ukraina, franchise Transporter ini kembali menyuguhkan adegan-adegan cepat yang memacu adrenalin terutama dari kejar mengejar kendaraan yang sangat seru!

Act:
Masing-masing berselang 3 tahun dari installment pertamanya di tahun 2002, Jason Statham tetap memegang peranan Frank Martin yang tangguh sekaligus flamboyant sebagai si pengantar dengan mobil mewah.
Aktris Rusia, Natalya Rudakova memulai debutnya dengan bermain sebagai Valentina, putri Menteri yang berperangai manja dan sulit diatur.

Sutradara:
Satu-satunya prestasi internasional yang sudah dikenal bagi Olivier Megaton adalah saat menjadi astrada Hitman (2007). Selebihnya hanya beberapa film Perancis terutama serial televisi yang pernah digarapnya.

Komentar:
Awalnya saya merasa akan disuguhkan episode lain Transporter yang fun dan seru seperti dua prekuelnya. Ternyata dari 30 menit pertama, saya sudah tahu akan mengarah kemana seri ketiga ini. Plot cerita yang semakin simple tidak menjadi nilai plus, melainkan terkesan menggampangkan logika. Ditambah lagi dengan sentuhan buruk sang sutradara yang seakan kebingungan mengambil gambar ataupun editing adegan aksi dalam film ini. Dua fakta utama tersebut merupakan kelemahan terbesar yang sulit dibantah. Statham memang tampil sebagaimana biasanya untuk menjaga nyawa film dengan kharismanya yang dingin sekaligus tangguh. Beberapa adegan kejar-mengejar mobil juga masih mencengangkan walaupun tidak bisa dibilang baru. Secara keseluruhan Transporter 3 hanyalah film aksi biasa yang mungkin masih dapat dinikmati penonton awam tanpa perlu banyak berpikir.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$31,316,973 till Dec 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 20 Desember 2008

QUARANTINE : "Laporan Langsung" Karantina Gedung Apartemen

Cerita:
Reporter televisi, Angela Vidal dan kameramen, Scott ditugaskan untuk meliput kehidupan Pemadam Kebakaran Los Angeles. Setelah melakukan pengenalan dibantu dua petugas, Jake dan Fletcher beberapa saat, tiba-tiba alarm 911 berbunyi. Segera mereka mengunjungi sebuah gedung apartemen 4 tingkat dengan total 12 unit. Di dalam mereka menemukan seorang wanita tua bersimbah darah yang tiba-tiba menyerang Fletcher hingga terluka parah. Pertolongan tidak didapatkan begitu mudah karena tanpa sebab yang jelas, polisi mengkarantina mereka semua dan tidak membiarkan siapapun keluar hidup-hidup. Perlahan-lahan karena serangan misterius, beberapa penghuni apartemen "berubah" seperti terinfeksi sesuatu. Apa sebenarnya yang terjadi di gedung tua tersebut? Bagaimana perjuangan mereka yang masih hidup untuk keluar dengan selamat?

Gambar:
Film dengan handheld camera bukan hal yang baru dan kita semua sudah tahu gangguan gambarnya seperti apa. Tapi dalam film ini hal tersebut tidak terlalu mengusik. Setiap sudut apartemen mampu tertangkap dengan baik walau minim pencahayaan.

Act:
Jennifer Carpenter mungkin paling dikenal sebagai Emily Rose dalam film horor 2005, The Exorcism Of Emily Rose. Di Quarantine, Jen boleh dikatakan "berimprovisasi" dengan teriakan dan komentar-komentar lugas sebagai reporter televisi, Angie. Kinerjanya cukup wajar walau kadang mengganggu.
Jay Hernandez yang karirnya berawal dari Crazy/Beautiful (2002) kali ini kebagian peran sebagai pemadam kebakaran Jake yang cukup cekatan dalam situasi sulit yang tidak diduga. Tidak jauh beda dengan apa yang sudah diperlihatkannya dalam Hostel (2005) yang menghebohkan itu.

Sutradara:
Nominator Grand Jury Prize di Slamdance Film Festival 2005 untuk The Dry Spell, John Erick Dowdle menulis ulang skenario dan menyutradarai film ini yang merupakan remake horor Spanyol, REC. Untuk film keduanya, Dowdle bisa dibilang cukup berhasil untuk sebuah film berbujet rendah dan mencapai hasil yang lumayan di box office Amerika.

Komentar:
Dibuat dengan gaya live documenter dimana aktor-aktris seolah berbicara langsung dengan penonton, Quarantine berhasil mengedepankan unsur suspense thriller mystery sehingga tidak terkesan membosankan. Dari awal sampai akhir, ketegangan cukup terjaga walaupun endingnya mungkin sudah bisa diduga oleh penonton.

Durasi:
89 menit

U.S. Box Office (till mid Nov):
$31,691,811

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 Desember 2008

IP MAN : Ketangguhan Jiwa dan Raga Jago Kungfu

Cerita:
Ye Wen mulai mempelajari aliran beladiri Yong Chun sejak berusia 13 tahun. Kecintaannya pada beladiri diimbangi dengan perhatiannya terhadap keluarganya yaitu istri Yong Cheng dan anaknya. Di saat ingin mengembangkan perguruan sendiri pada tahun 1935, Jepang datang menyerang China. Polemik pun terjadi dimana-mana dan berujung pada saat Ye Wen harus memilih mempertahankan martabat masyarakat Tionghoa atau menyelamatkan keluarganya.

Gambar:
Suasana perang China melawan Jepang di daerah Fo Shan selama 8 tahun digambarkan dengan sangat apik.

Act:
Aktor senior Hongkong yang sudah merintis karir di Hollywood, Donnie Yen sebagai Guru Ye Wen memberikan kesan dingin dan tangguh sebagai guru kungfu aliran Yong Chun tapi tetap seorang figur yang baik bagi keluarganya.
Simon Yam kali ini berperan sebagai sahabat lama Ye Wen, Zhou Qing Quan yang memiliki pabrik tekstil.
Hiroyuki Ikeuchi memegang peran antagonis sebagai Jenderal Miura, pemimpin pasukan Jepang sekaligus pengagum sejati seni beladiri.

Sutradara:
Wilson Yip sebelum film ini juga bekerjasama dengan Donnie Yen dalam action modern Flash Point. Berbeda tema tidak membuat Yip Wai Shun kedodoran, semua elemen dieksekusi dengan sangat baik. Boleh ditunggu sekuel Ip Man tahun depan!

Komentar:
Sebuah film beladiri yang tidak hanya menonjolkan teknik kungfu yang nyaris sempurna tapi didukung dengan inti cerita yang mengandung pesan moral. Cerita bergulir dengan lancar, mulai dari perguruan kungfu sekitar Fo Shan sampai terjadinya perang China melawan Jepang yang mengubah segalanya. Walaupun bergaya semi dokumenter, film yang sangat menghibur ini mampu mengetengahkan Donnie Yen ke porsi akting maksimal yang sesungguhnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!