XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 21 Desember 2008

TRANSPORTER 3 : Berpacu Dengan Tugas Mengantarkan Gadis

Quotes:
Frank Martin-Do I look like a man who came half-way across Europe to die on a bridge?

Cerita:
Frank Martin dipaksa untuk mengantar Valentina, putri Leonid Vasilev yang diculik, kepala dari Agensi Perlindungan Lingkungan Ukraina dari Marseilles sampai Stuttgart dan Budapest hingga Laut Hitam. Selama perjalanan, Frank dibantu Inspektur Tarconi kerapkali menemui hambatan dari pada agen Vasilev yang berniat menghalanginya, belum lagi Valentina yang teramat sangat sulit diatur. Meskipun demikian, Frank harus menempuh situasi berbahaya untuk mengambil resiko selamat sekecil apapun.

Gambar:
Bersetting dari Hungaria, Perancis hingga Ukraina, franchise Transporter ini kembali menyuguhkan adegan-adegan cepat yang memacu adrenalin terutama dari kejar mengejar kendaraan yang sangat seru!

Act:
Masing-masing berselang 3 tahun dari installment pertamanya di tahun 2002, Jason Statham tetap memegang peranan Frank Martin yang tangguh sekaligus flamboyant sebagai si pengantar dengan mobil mewah.
Aktris Rusia, Natalya Rudakova memulai debutnya dengan bermain sebagai Valentina, putri Menteri yang berperangai manja dan sulit diatur.

Sutradara:
Satu-satunya prestasi internasional yang sudah dikenal bagi Olivier Megaton adalah saat menjadi astrada Hitman (2007). Selebihnya hanya beberapa film Perancis terutama serial televisi yang pernah digarapnya.

Komentar:
Awalnya saya merasa akan disuguhkan episode lain Transporter yang fun dan seru seperti dua prekuelnya. Ternyata dari 30 menit pertama, saya sudah tahu akan mengarah kemana seri ketiga ini. Plot cerita yang semakin simple tidak menjadi nilai plus, melainkan terkesan menggampangkan logika. Ditambah lagi dengan sentuhan buruk sang sutradara yang seakan kebingungan mengambil gambar ataupun editing adegan aksi dalam film ini. Dua fakta utama tersebut merupakan kelemahan terbesar yang sulit dibantah. Statham memang tampil sebagaimana biasanya untuk menjaga nyawa film dengan kharismanya yang dingin sekaligus tangguh. Beberapa adegan kejar-mengejar mobil juga masih mencengangkan walaupun tidak bisa dibilang baru. Secara keseluruhan Transporter 3 hanyalah film aksi biasa yang mungkin masih dapat dinikmati penonton awam tanpa perlu banyak berpikir.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$31,316,973 till Dec 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 20 Desember 2008

QUARANTINE : "Laporan Langsung" Karantina Gedung Apartemen

Cerita:
Reporter televisi, Angela Vidal dan kameramen, Scott ditugaskan untuk meliput kehidupan Pemadam Kebakaran Los Angeles. Setelah melakukan pengenalan dibantu dua petugas, Jake dan Fletcher beberapa saat, tiba-tiba alarm 911 berbunyi. Segera mereka mengunjungi sebuah gedung apartemen 4 tingkat dengan total 12 unit. Di dalam mereka menemukan seorang wanita tua bersimbah darah yang tiba-tiba menyerang Fletcher hingga terluka parah. Pertolongan tidak didapatkan begitu mudah karena tanpa sebab yang jelas, polisi mengkarantina mereka semua dan tidak membiarkan siapapun keluar hidup-hidup. Perlahan-lahan karena serangan misterius, beberapa penghuni apartemen "berubah" seperti terinfeksi sesuatu. Apa sebenarnya yang terjadi di gedung tua tersebut? Bagaimana perjuangan mereka yang masih hidup untuk keluar dengan selamat?

Gambar:
Film dengan handheld camera bukan hal yang baru dan kita semua sudah tahu gangguan gambarnya seperti apa. Tapi dalam film ini hal tersebut tidak terlalu mengusik. Setiap sudut apartemen mampu tertangkap dengan baik walau minim pencahayaan.

Act:
Jennifer Carpenter mungkin paling dikenal sebagai Emily Rose dalam film horor 2005, The Exorcism Of Emily Rose. Di Quarantine, Jen boleh dikatakan "berimprovisasi" dengan teriakan dan komentar-komentar lugas sebagai reporter televisi, Angie. Kinerjanya cukup wajar walau kadang mengganggu.
Jay Hernandez yang karirnya berawal dari Crazy/Beautiful (2002) kali ini kebagian peran sebagai pemadam kebakaran Jake yang cukup cekatan dalam situasi sulit yang tidak diduga. Tidak jauh beda dengan apa yang sudah diperlihatkannya dalam Hostel (2005) yang menghebohkan itu.

Sutradara:
Nominator Grand Jury Prize di Slamdance Film Festival 2005 untuk The Dry Spell, John Erick Dowdle menulis ulang skenario dan menyutradarai film ini yang merupakan remake horor Spanyol, REC. Untuk film keduanya, Dowdle bisa dibilang cukup berhasil untuk sebuah film berbujet rendah dan mencapai hasil yang lumayan di box office Amerika.

Komentar:
Dibuat dengan gaya live documenter dimana aktor-aktris seolah berbicara langsung dengan penonton, Quarantine berhasil mengedepankan unsur suspense thriller mystery sehingga tidak terkesan membosankan. Dari awal sampai akhir, ketegangan cukup terjaga walaupun endingnya mungkin sudah bisa diduga oleh penonton.

Durasi:
89 menit

U.S. Box Office (till mid Nov):
$31,691,811

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 Desember 2008

IP MAN : Ketangguhan Jiwa dan Raga Jago Kungfu

Cerita:
Ye Wen mulai mempelajari aliran beladiri Yong Chun sejak berusia 13 tahun. Kecintaannya pada beladiri diimbangi dengan perhatiannya terhadap keluarganya yaitu istri Yong Cheng dan anaknya. Di saat ingin mengembangkan perguruan sendiri pada tahun 1935, Jepang datang menyerang China. Polemik pun terjadi dimana-mana dan berujung pada saat Ye Wen harus memilih mempertahankan martabat masyarakat Tionghoa atau menyelamatkan keluarganya.

Gambar:
Suasana perang China melawan Jepang di daerah Fo Shan selama 8 tahun digambarkan dengan sangat apik.

Act:
Aktor senior Hongkong yang sudah merintis karir di Hollywood, Donnie Yen sebagai Guru Ye Wen memberikan kesan dingin dan tangguh sebagai guru kungfu aliran Yong Chun tapi tetap seorang figur yang baik bagi keluarganya.
Simon Yam kali ini berperan sebagai sahabat lama Ye Wen, Zhou Qing Quan yang memiliki pabrik tekstil.
Hiroyuki Ikeuchi memegang peran antagonis sebagai Jenderal Miura, pemimpin pasukan Jepang sekaligus pengagum sejati seni beladiri.

Sutradara:
Wilson Yip sebelum film ini juga bekerjasama dengan Donnie Yen dalam action modern Flash Point. Berbeda tema tidak membuat Yip Wai Shun kedodoran, semua elemen dieksekusi dengan sangat baik. Boleh ditunggu sekuel Ip Man tahun depan!

Komentar:
Sebuah film beladiri yang tidak hanya menonjolkan teknik kungfu yang nyaris sempurna tapi didukung dengan inti cerita yang mengandung pesan moral. Cerita bergulir dengan lancar, mulai dari perguruan kungfu sekitar Fo Shan sampai terjadinya perang China melawan Jepang yang mengubah segalanya. Walaupun bergaya semi dokumenter, film yang sangat menghibur ini mampu mengetengahkan Donnie Yen ke porsi akting maksimal yang sesungguhnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 18 Desember 2008

AT STAKE : "Pertaruhan" Nyata Issue Mengenai Perempuan

Terbagi menjadi 4 cerita:
EFFORT FOR LOVE (30 min) by Ani Ema Susanti
Berkisah tentang dua orang TKW di Hongkong yaitu Ruwati dan Ryantini.
Ruwati menghadapi penyakit sejenis tumor rahim dan harus dilakukan operasi lewat vagina. Hal ini dipermasalahkan oleh calon suaminya yang seorang duda beranak satu yang menganggap Ruwati mencari alasan ketidakperawanannya.
Ryantini yang lesbian menjalin hubungan mesra dengan seorang gadis. Pasang surut romantika dua sejoli sesama jenis ini diakhiri dengan kepulangan mereka berdua ke kampung halaman dan harus menyembunyikan fakta sesungguhnya di negara berbudaya Timur itu.

WHAT FOR? (25 min) by Iwan Setiawan & Muhammad Ichsan
Mengetengahkan permasalahan sunat perempuan yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Perempuan harus disunat agar tidak liar, tidak terbawa arus, dsb begitulah alasan praktisi setempat. Pada kenyataannya, dari segi kesehatan tidak ada efek yang pasti atas praktek ini. Jadi sebenarnya apa tujuannya?

MISS & MRS (25 min) by Lucky Kuswandi
Menjabarkan diskriminasi terhadap perempuan tidak menikah dalam menerima layanan kesehatan reproduksi. Keputihan dan penyakit lain yang berhubungan dengan vagina harus diperiksa dengan cara "pap smear" oleh dokter ginekolog. Sayangnya dokter, bidan dan perawat tidak diberikan penyuluhan bagaimana penanganan pasien yang baik sehingga bukan membantu malah terkesan memojokkan bahkan menghakimi perempuan yang ingin diperiksa.

RAGAT'E ANAK (30 min) by Ucu Agustin
Bercerita tentang Nur dan Mira yang bekerja siang hari sebagai buruh pemecah batu dan malam hari sebagai pekerja seks komersil bertarif murah di Gunung Bolo, pekuburan Cina di daerah Tulungagung. Hal itu mereka lakukan karena minimnya penghasilan demi menghidupi diri sendiri maupun anak sehari-hari.

Komentar:
Film dokumenter yang lugas bercerita ini diambil dari berbagai sudut pandang sehingga tidak memihak. Perasaan iba, gemas, prihatin, geli dll wajar saja timbul di benak penonton saat menyaksikan issue-issue dengan subyek perempuan yang memang nyata terjadi dalam kehidupan ini. Workshop kolaborasi Kalyana Shira Foundation, Dewan Kesenian Jakarta dan The Body Shop dengan produser Nia Dinata berhasil menelurkan 5 sutradara dengan karya-karyanya yang bertutur dengan ketajaman sudut pandang dan gaya bahasa ini. Hasilnya? Salah satu film dokumenter terbaik yang pernah dibuat di Indonesia.

Durasi:
110 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Rabu, 17 Desember 2008

THE CONTRACT : Pembunuh Ulung Cerdas Kontra Ayah Tangguh Berpendirian Teguh

Quotes:
Frank-I don't have to help I am the bad guy

Cerita:
Seorang duda yang berprofesi sebagai guru dan pelatih basket juga baseball, Ray Keene hidup berdua dengan anaknya, Chris setelah kematian istrinya akibat kanker dua tahun yang lalu. Setelah anaknya tertangkap polisi mengganja, Ray memutuskan untuk membawa Chris pergi camping untuk membangun ikatan di antara mereka. Sementara itu, pembunuh bayaran ulung Frank Carden ditahan FBI saat berusaha menuntaskan misinya. Dalam pengawalan, komplotan Frank berusaha membebaskan rekannya dan melumpuhkan tiga agen FBI. Namun mobil yang ditumpangi Frank justru terjun ke sungai dan terbawa arus. Nasib kemudian mempertemukan Frank dengan Ray dan Chris. Ray yang bersikukuh menahan Frank dengan sebilah pistol tidaklah menyadari ia dan anaknya menjadi incaran komplotan Frank yang berbahaya. Bagaimana akhir dari perjalanan kucing tikus itu?

Gambar:
Syuting yang dilakukan di Sofia, Bulgaria sebagian besar outdoor berlanskap tebing dan sungai di daerah pegunungan.

Act:
Dua aktor watak ternama Hollywood yang tidak diragukan lagi aktingnya, Morgan Freeman sebagai Frank dan John Cusack sebagai Ray adu akting di film ini. Keduanya tampil dengan ciri khas masing-masing sehingga menarik menyaksikan dialog dan interaksi mereka.

Sutradara:
Konon Bruce Beresford dengan susah payah menyelesaikan produksi film ini setelah produser memutuskan proyek ini setelah 50 hari karena dianggap skrip tidak cukup masuk akal. Walau akhirnya selesai dengan dana sendiri, kinerja Bruce di film ini hanya berlevel sedang-sedang saja.

Komentar:
Menyaksikan film yang langsung beredar home video di US sana ini awalnya menjanjikan karena nama Freeman-Cusack sudah punya kualitas sendiri. Namun seiring pengembangan cerita dengan dialog-dialog sarkastik yang tak jarang membuat kita tertawa getir malah mempertajam kekurangan film ini. Yah overall menurut saya The Contract tidak terlalu bagus tetapi bukan karya yang buruk juga. Nilai jualnya ya cuma dua aktor tadi, tidak lebih.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 16 Desember 2008

MARRIED BY ACCIDENT : Kisah Pasangan Belia Menghadapi Kehamilan Dini

Cerita:
Memasuki usia enam bulan pacaran, pasangan belia belasan tahun Raskal dan Ole dipusingkan masalah harus make love atau tidak. Desakan dari kedua teman Raskal yang mesum dan kakak Ole yang hiperseks membuat keduanya terjebak dalam hubungan seks pra nikah. Ternyata kejadian "satu kali" itu membuat Ole hamil. Kebingungan karena tidak siap menghadapi konsekuensi pernikahan dini, Raskal dan Ole nekat mendatangi dokter aborsi. Namun karena asumsi yang menakutkan dan tidak tega dengan anak yang dikandungnya, Ole memutuskan untuk memelihara jabang bayi. Sementara pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara keduanya, kandungan Ole semakin membesar dan sulit untuk disembunyikan lagi. Bagaimana tindakan Ole dan Raskal selanjutnya? Berhasilkah ketahanan cinta mereka lolos dari ujian di saat harapan dan cita-cita yang masih membubung tinggi?

Gambar:
Kualitas gambar secara keseluruhan di indoor maupun outdoor terlihat kurang terang sehingga cukup mengganggu. Apakah karena diblow up atau belum diremastered?

Act:
Marcell Darwin terbukti tidak hanya berwajah cute tapi telah membintangi beberapa jenis film mulai dari horor dan komedi, kini hadir dalam perannya sebagai Raskal, cowok lugu baik hati yang menunjukan rasa tanggungjawab yang tinggi di usia yang tergolong muda.Nikita Willy berperan dalam film layar lebar keduanya setelah Bestfriend. Kali ini sebagai Ole, gadis belia yang terjebak dalam kehamilan, penjiwaan Nikita cukup meyakinkan.Sarah Sechan lagi-lagi menguasai peran komedik yang disodorkan kepadanya. Sebagai bidan de'Bunting, Sarah berhasil "mencuri" layar setiap kali scene ditujukan kepadanya.Duet Ikang Fawzi dan Marini Zumarnis serta Tino Saroenggalo sebagai orangtua Raskal dan Ole melengkapi film ini sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Karya kedua Winaldha E. Melalatoa ini jauh lebih baik daripada Drop Out. Kolaborasinya dengan penulis Ve Handojo menghasilkan sebuah drama remaja yang bisa menjadi teladan. Terlihat dari segi casting yang lumayan menjanjikan dan eksekusi akhir yang ada di atas rata-rata.

Komentar:
Chemistry Raskal dan Ole tertangkap dengan baik, itu yang menjadi poin plus film ini sehingga membuat penonton berempati pada mereka. MBA bisa menjadi potret nyata untuk pergaulan remaja sekarang yang semakin bebas yang tidak tahu konsekuensi apa yang akan mereka hadapi di kemudian hari dari tindakan mereka itu. Film yang manis, wajar, lucu, sarat pesan moral walaupun tidak menggurui.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Senin, 15 Desember 2008

HENRY POOLE IS HERE : Mempercayai Mukjizat Itu Nyata

Cerita:
Dibuka dengan pengenalan terhadap seorang pria penyendiri, Henry Poole yang baru saja pindah ke pinggir kota untuk menghindari masalah-masalah dalam hidupnya. Segera dia mengenal tetangga barunya terutama wanita Spanyol relijius, Esperanza dan janda cantik, Dawn beserta anaknya yang selalu diam, Millie. Satu peristiwa aneh terjadi, noda air di dinding belakang rumah Henry disinyalir Esperanza menyerupai wajah Yesus Kristus. Kontan saja, halaman belakang rumah Henry seringkali didatangi orang yang percaya padaNya. Namun Henry berusaha mengingkari itu semua setelah apa yang dialaminya dalam hidup. Apa sesungguhnya masa lalu Henry? Benarkah mukjizat itu nyata dalam dunia modern sekarang ini?

Gambar:
Daerah tempat tinggal Henry yang teratur dan terkesan sunyi disyut dengan baik beserta aktivitas warga di sekitarnya. Sekelebat potongan gambar tentang masa lalu Henry seringkali ditampilkan, membuat kita memahami sosok Mr Poole yang sesungguhnya.

Act:
Luke Wilson yang sebelumnya kerapkali tampil dalam film komedi atau drama romantis kali ini didapuk sebagai sosok Henry Poole. Walau terkesan miscasting tetapi Luke mampu memberikan jiwa tersendiri dalam perannya sebagai pria penyendiri dan kebingungan atas hidupnya sendiri.
Radha Mitchell (Dawn), Adriana Barraza (Esperanza) dan Cheryl Hines (Meg) memberikan warna masing-masing sebagai tiga wanita dalam hidup baru Henry. Semuanya menampilkan karakter yang khas, tidak banyak scene tetapi konsisten aktingnya.

Sutradara:
Gaya Mark Pellington dalam menyutradarai serial tv dan video musik masih cukup kental dalam film ini terutama saat adegan lambat dan flashback. Secara umum memang tidak buruk tetapi masih membutuhkan inovasi lebih untuk sebuah proyek layar lebar.

Komentar:
Film yang cukup monoton ini banyak bermain dengan dialog dan interaksi yang sesungguhnya cukup menarik namun sangat lambat. Menonton Henry Poole Is Here bisa bermakna dua sisi. Di satu sisi, jika anda seorang yang relijius mungkin akan menyukai film ini dan di sisi lain, jika anda seorang yang praktis hanya bisa menikmati film ini dengan kening berkerut. Coba buktikan sendiri!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office (till end of Oct):
$1,829,917

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Desember 2008

BOLT : Petualangan Dunia Nyata Anjing Bintang Televisi

Quotes:
Bolt-What is this red liquid coming from my paw?
Mittens-It's called blood, hero!
Bolt-Do I need it?

Cerita:
Seekor anjing bernama Bolt berkekuatan super bertualang dengan majikannya Penny untuk menyelamatkan dunia! Sayangnya hal itu hanya terjadi di dunia televisi dimana serial tersebut mendapat rating yang bagus. Namun Bolt menganggap semua itu nyata dan konflik mulai muncul saat ia terlepas dari kandang trailernya dan terdampar di dunia nyata. Bolt kemudian bertemu kucing belang Mittens dan hamster di dalam bola plastik Rhino yang berusaha membantunya kembali ke habitat asalnya dengan kekuatan seekor anjing biasa.

Gambar:
Animasi Walt Disney boleh dikatakan halus walau kualitas 3D nya tidak sebaik hasil produksi studio lain. Dalam Bolt ini, gambar animasi tergolong detail dan tajam. Adegan petualangan Bolt menyusuri kota menjadi menarik untuk disaksikan.

Voice:
Aktor senior John Travolta dengan cemerlang menghidupkan tokoh Bolt. Dengan tekstur suara nyaring dan berat, ia memberikan energi pada si anjing super itu.
Bintang muda yang tengah menanjak, Miley Cyrus didapuk sebagai Penny. Walau bagian dubbingnya tidak banyak, intonasi Penny menjadi nilai plus.
Mark Walton dan Susie Essman sebagai Rhino dan Mittens juga terdengar ceria menggigit mengiringi perjalanan Bolt menemukan rumahnya.

Sutradara:
Bolt menjadi film animasi pertama yang disutradarai duet Byron Howard dan Chris Williams. Sebelumnya mereka hanya menjadi pendukung dalam divisi animasi sekaligus menggagas beberapa ide cerita untuk film produksi Disney terdahulu. Karya perdana Howard-Williams ini boleh dibilang cukup mewakili semangat animasi Disney yang biasanya sarat pesan moral.

Komentar:
Kesan yang saya tangkap saat menyaksikan Bolt, Walt Disney sudah mulai kehilangan taring karena karya-karyanya tidak sebaik dahulu pada rentang waktu 1990-2000. Itu bukan berarti Bolt mengecewakan, hanya saja hasil akhir cenderung biasa saja. Pesan saya, nikmati saja film ini dari awal sampai akhir, ajak anak, adik atau saudara anda yang lebih kecil untuk menonton bersama tanpa perlu berpikir panjang, niscaya anda sekalian akan tertawa ringan dan terhibur :)

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till early Dec):
$79,381,422

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 13 Desember 2008

ZWARTBOEK : Perjuangan Gadis Yahudi Menghadapi Nazi Jerman

Quotes:
Rachel Stein aka Ellis de Vries-They're working off a list. Of Jews with money. They murder them.
Gerben Kuipers-How do you know all this?
Rachel Stein aka Ellis de Vries-Because I was set up myself! Because I've seen my entire family be slaughtered!

Cerita:
Seorang gadis Yahudi muda, Rachel Stein bersembunyi dari pasukan Nazi selama Perang Dunia II di Belanda. Setelah tempat persembunyiannya diketahui, melewati beberapa kejadian sampai akhirnya menewaskan keluarganya, Rachel bergabung dengan pemberontak dan mengubah namanya menjadi Ellis de Vries. Sebuah kebetulan bagi Ellis bertemu Kapten Ludwig Muntze di kereta hingga membuatnya bekerja sebagai staf administrasi dan mata-mata pada saat bersamaan. Sulit dipungkiri, keduanya menjadi saling tertarik satu sama lain. Namun saat seorang dari kaum pemberontak mengkhianati Ellis, keadaan menjadi teramat sulit karena Ellis dianggap musuh oleh kedua belah pihak. Dalam pelariannya, Ellis berusaha mencari sendiri kebenaran itu sekaligus membersihkan namanya.

Gambar:
Setting perkantoran tentara Jerman dan segala atributnya terkesan sangat nyata. Suasana Belanda di tahun 1940an pun ditangkap dengan cermat dimana perang berkecamuk dan revolusi terus menerus terjadi. Beberapa adegan vulgar khas sang sutradara juga menghiasi film ini, tentunya dengan guntingan sensor dimana-mana.

Act:
Totalitas Carice Van Houten patut diacungi dua jempol di film ini. Aksen dan gestur tubuhnya sebagai Ellis de Vries sangat meyakinkan serta menguasai setiap scene dengan brilian. Tidak heran masa depan aktris Belanda ini di Hollywood akan terbentang cerah. patut ditunggu proyeknya Valkyrie bersama Tom Cruise di penghujung tahun ini.
Beberapa aktor Jerman di film ini seperti Sebastian Koch sebagai Ludwig Muntze, Thom Hoffman sebagai Hans Akkermans, Waldemar Kobus sebagai Gunther Franken, Derek De Lint sebagai Gerben Kuipers dan lain-lain mampu menampilkan porsi akting yang gemilang dan seimbang.

Sutradara:
Paul Verhoeven yang pertama kali angkat nama lewat beberapa cult sex movies termasuk Basic Instinct kali ini hadir dengan karya terbaiknya. Sinematografi yang sangat menakjubkan di film ini membawanya memenangi beberapa penghargaan internasional sebagai sutradara terbaik.

Komentar:
Awalnya saya berpikir film ini akan membosankan dan tidak jauh beda dengan Lust Caution nya Ang Lee yang berplot hampir sama. Tetapi setelah menonton dari awal sampai akhir dengan intensitas cerita yang terus terjaga dan ilustrasi musik yang dinamis, akhirnya saya setuju dengan sebagian besar komunitas film dunia kalau film ini merupakan salah satu film Eropa terbaik yang pernah dibuat!

Durasi:
135 menit

Worldwide Box Office (till end of 2007):
$21,855,189

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

ANAK AJAIB : Bocah Berkemampuan Menghentikan Waktu

Cerita:
Bocah berusia 10 tahun, Rizky mempunyai kemampuan menghentikan waktu tanpa ia sadari dan diduga merupakan bakat turun-temurun. Saat bertemu Prof Adnan yang khusus meneliti kemampuan khusus manusia, Rizky diajarkan untuk menerima dan menggunakan bakatnya itu dengan baik dan benar. Awalnya, Rizky memang memakai kekuatannya itu untuk menjahili teman sekelasnya, Amanda yang menyebalkan. Namun setelah kasus pencurian berlian terjadi, melalui pertanda di mimpinya, Rizky sadar bahwa ia dan teman-temannya mungkin akan berhadapan langsung dengan komplotan pencuri tersebut tepat pada waktu karyawisata sekolah!

Gambar:
Transisi gambar dinamis menjadi statis saat Rizky menghentikan waktu cukup mulus. Spesial efek yang digunakan cukup halus dan sepintas mengingatkan kita pada film-film Hollywood sejenis macam serial Heroes ataupun The Matrix Trilogy.

Act:
Bio-One sebagai Rizky terlihat "manis", lugu dan natural, membuat penonton berempati untuk mengikuti petualangannya.
Pemilihan Vanessa Hinkel sebagai Amanda juga cukup tepat, kesan menyebalkan dan sok Inggris nya mampu ditampilkan dengan baik.
Aktor senior El Manik tampil meyakinkan dalam peran gandanya di film ini dengan atau tanpa wig, juga tidak dilupakan aktris serba bisa yang sering kebagian peran antagonis, Aimee Juliete.
Didukung pula oleh para bintang yang sudah tidak asing lagi yaitu Ray Sahetapy, Ira Wibowo, Ferry Salim, Iszur Mochtar, Chintami Atmanegara, Fahmi Bo dan Eddi Brokoli.

Sutradara:
Tjandra Warasto boleh dibilang sudah bekerja dengan baik menerjemahkan naskah Hilman "Lupus" Hariwijaya untuk membuat film ini fun dan mudah diterima. Tidak dilupakannya penceritaan dari sudut pandang anak-anak yang merupakan aspek penting dalam membangun nyawa film secara keseluruhan.

Komentar:
Yang paling mengganggu di film ini adalah munculnya pesan sponsor (tidak perlu saya sebutkan produknya) yang terlalu frekuentif! Beberapa idiom yang sebetulnya tidak perlu digunakan dalam film ini juga cukup menjengkelkan. Di luar itu, film ini cukup fun untuk disaksikan anak-anak bersama keluarga karena banyak mengandung pesan moral. Hanya saja pengembangan cerita masih cenderung datar dan mudah sekali ditebak.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10